Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 30 Bukan Kecelakaan Biasa?

“Bukan apa-apa,” jawab Ardy.

“Oh.” Kirana merespons singkat. Tanpa menunggu dipersilakan, ia menarik kursi dan duduk dengan santai di hadapan mereka bertiga.

Suasana meja makan yang awalnya hening mendadak terasa aneh. Kirana menuang teh hangat dari teko keramik ke dalam cangkirnya, mencicipinya sedikit, lalu mengernyitkan dahi.

“Bi Yati,” panggil Kirana dengan nada tenang yang menggema di ruangan itu.

Perempuan paruh baya yang sedang menata piring itu terperanjat. “I-iya, Nyonya?”

“Besok-besok seduhan tehnya jangan terlalu pahit, ya,” ucap Kirana seraya meletakkan cangkirnya kembali. ”Nanti ibu mertua kesayanganku ini tambah cepat naik darah tinggi.”

Mendengar sindiran itu, Sarah langsung melotot. Wajahnya memerah menahan marah.

“Kirana! Kamu sekarang benar-benar tidak punya sopan santun! Berani kamu bicara seperti itu?”

“Begitukah?” Kirana membalas dengan senyum tipis yang tak mencapai mata. “Aku kan perhatian sama Mama. Bukannya Mama sendiri yang selalu menasihati kalau perempuan harus pintar menjaga kesehatan? Aku cuma khawatir.”

Belum sempat Sarah memuntahkan makiannya, pandangan Kirana perlahan beralih pada Siska. Tatapannya turun, mengunci tepat di arah perut Siska yang masih rata.

“Lagi pula, kalau di rumah ini benar-benar akan ada bayi, semua orang memang harus belajar mengendalikan emosi dari sekarang,”lanjut Kirana santai.

Siska refleks menutupi perutnya dengan kedua tangan. Sarah dan Ardy ikut menoleh dengan wajah pias. Senyum di bibir Kirana justru semakin melebar, sedingin es.

“Selamat, ya.”

“Kamu sudah tahu?”tanya Sarah dengan nada tercekat, matanya membelalak tak percaya.

Kirana mengangkat bahu dengan elegan. “Memangnya aku harus pura-pura terkejut dan tidak tahu, Ma? Semoga bayinya sehat.”

Kalimat itu terdengar persis seperti doa. Namun entah kenapa, aura yang dipancarkan Kirana membuat bulu kuduk Siska merinding.

Siska memberanikan diri menatap Kirana, mencoba mencari celah kelemahan wanita itu. “Mbak nggak sedih?” tanyanya.

“Sedih? Kenapa aku harus sedih?” balas Kirana dengan terkekeh kecil.

“Karena Mas Ardy akan segera jadi ayah,” ucap Siska berani. “Sementara kamu, tiga tahun menikah nggak bisa ngasih keturunan buat dia.”

Di bawah meja, Kirana mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia mencoba menahan amarah yang bergemuruh liar di dadanya.

“Justru itu mengucapkan selamat dan ikut bahagia,” sindir Kirana dengan nada tajam yang mematikan. “Bukankah selama ini kalian memang saling mencintai? Akhirnya, perjuangan panjangmu menjadi orang ketiga di rumah tanggaku membuahkan hasil juga.”

Deg! Kalimat telak itu membuat Siska hampir tersedak ludahnya sendiri.

“Kurang ajar kamu, Kirana!” sahut Sarah tak terima Siksa diperlakukan seperti ini.

Kirana menatap ibu mertuanya tanpa gentar. “Kenapa? Aku salah bicara, Mama Mertua?”

Habis sudah kesabaran Sarah. Wanita paruh baya itu berdiri mendadak dan mengayunkan tangannya, hendak menampar pipi Kirana. Namun, dengan gerakan yang jauh lebih cepat, Kirana ikut berdiri.

Dengan sigap, Kirana menangkap pergelangan tangan Sarah di udara dan mencengkeramnya kuat-kuat.

“Jangan lakukan itu, Ma!” ucap Kirana dengan nada mengancam. “Kurangi kebiasaan menampar orang. Kalau nanti cucu Mama lahir, kasihan dia saat melihat neneknya cuma bisa menyelesaikan masalah pakai tangan.”

Sarah membeku di tempatnya. Ardy pun ikut terkejut setengah mati. Baru kali ini ia melihat ibunya benar-benar tidak mampu berkutik dan dibungkam oleh Kirana.

“Oh iya, Mas, aku mau keluar cari kerja hari ini,” ucap Kirana santai sembari menghempaskan tangan Sarah.

Mendengar itu, Ardy buru-buru menyahut. “Kerja di kantorku saja.”

“Nggak usah.” Kirana menolak mentah-mentah tawaran itu. “Aku nggak mau kita dekat-dekat terus, nanti ada yang kepanasan.”

Kirana lalu menoleh ke arah dapur. “Bi Yati!”

“Ya, Nyonya!” sahut Yati gugup.

“Kamu nggak perlu siapkan sarapan buatku. Nanti aku makan di luar saja.”

Yati hanya bisa mengangguk kaku.

Tanpa menoleh lagi, Kirana melenggang pergi. Ardy yang panik berniat mengejar langkah istrinya, namun tangannya ditahan erat oleh Siska.

“Mas, ayo sarapan bareng. Aku udah masak nasi goreng buat kamu,” ucap Siska bermanja-manja, sengaja mengeraskan suaranya agar Kirana mendengar.

Sayangnya, Kirana tak peduli dan terus melangkah keluar. Sementara Ardy sama sekali tidak menyentuh makanannya. Ia terus menatap punggung Kirana yang mulai menghilang dari pandangannya dengan rahang mengeras.

“Dia pasti pergi untuk menemui pria bernama Tristan itu!” gumam Ardy, mulai gelisah dalam hati.

*

*

Drrt! Drrt!

Ponsel Kirana bergetar pelan di atas pangkuannya. Di luar jendela, taksi online yang ditumpanginya melaju membelah kemacetan pagi ibu kota yang mulai riuh, tetapi pandangan Kirana sepenuhnya terpaku pada pendar cahaya dari layar.

Sebuah pesan singkat masuk dari Tristan.

[Saya sudah menunggu anda di kafe biasa. Saya hanya mengingatkan jadwal kita karena semalam saya mencoba menelepon anda, tetapi tidak ada jawaban]

“Aneh...” gumamnya lirih. Ia sama sekali tidak ingat ada panggilan masuk dari Tristan tadi malam. Seingatnya, ponsel itu dibiarkannya tergeletak bebas di atas meja rias kamarnya.

Jemarinya segera bergerak membuka riwayat panggilan. Matanya menyapu cepat menelusuri satu per satu deretan nama dan nomor yang tercatat di layar.

Nihil. Tak ada satu pun jejak nama Tristan di sana. Keningnya semakin berkerut tajam.

“Mustahil,” bisiknya bingung.

Tristan, bukanlah tipe orang yang suka membuang waktu atau bercanda dalam urusan pekerjaan sepenting ini. Jika pria itu mengatakan telah meneleponnya, berarti panggilan itu benar-benar pernah masuk.

Lalu, ke mana hilangnya riwayat tersebut?

Beberapa detik kemudian, sudut bibir Kirana perlahan terangkat membentuk senyum tipis yang penuh ironi.

“Mas Ardy...”

Hanya ada satu orang yang sempat berada satu ruangan dengan ponselnya semalam.

“Apa jangan-jangan dia yang meretas privasiku, mengangkat telepon itu diam-diam, lalu buru-buru menghapus riwayat panggilannya?”

Entah mengapa, pikiran itu justru membuat Kirana terkekeh pelan.

“Ternyata, diam-diam pria itu penasaran juga.”

Tepat saat taksi berhenti di lampu merah, satu pesan baru kembali masuk dari Tristan.

[Soal kecelakaan tragis yang merenggut nyawa bayi anda, saya menemukan sesuatu. Ada indikasi kuat bahwa seseorang sengaja menyabotase kejadian itu. Ini murni bukan kecelakaan biasa]

Jantung Kirana seolah berhenti berdetak detik itu juga. Wajah cantiknya langsung memucat. Napasnya tercekat di tenggorokan. Tangannya yang menggenggam ponsel mulai bergetar hebat hingga benda pipih itu hampir terlepas.

Sabotase? Berarti semua rentetan kejadian itu murni direncanakan dan bukan sebuah kecelakaan biasa?

Bayangan mengerikan itu kembali berputar di kepalanya bagai kaset rusak. Mobil yang melaju kencang, suara benturan yang memekakkan telinga dan tubuhnya yang terlempar keras ke aspal.

“Nggak... Ini nggak mungkin...”

Air mata yang selama ini susah keluar kembali menggenang di pelupuk matanya. Jika semua itu benar, berarti bukan takdir yang merenggut bayinya. Melainkan, ada seseorang yang dengan sengaja ingin menghancurkan hidupnya.

1
Ayla Anindiyafarisa
aku sudah menebak sih kalau Tristan ini anak orang kaya
Ayla Anindiyafarisa
oala masih belum sadar juga tu emak
Risa Ristiani
ya kalo ngomongnya sama Ardi yg di bicarain siapa lagi ya Kirana lah 😆 oon semua😄
Ayla Anindiyafarisa
manusia manusia aneh pengen kaya tapi g mau kerja pengennya ngerampok harta orang
Ummee
uang tok pikiran mu mak lampir
Ummee
admin keuangan? haha siap² digerogoti
Ummee
selingkuhan nya siska ini pasti dan ayah dari anak yg dikandung siska ini kek nya
Anonim
mantap💞
rahmah
ceritanya bagus Kirana bukan berubah jadi bar² tapi memang seharusnya dari awal bersikap seperti itu biar tidak dihina terus²an sebelum menikahkan tau keluarga calon suaminya seperti apa apalagi mertuanya yg gak suka sama dia tapi dasarnya Kirana baik dan penurut terbuktikan 3 tahun dia mengabdi sampai anak yg dikandung jadi korban suaminya mana pernah perduli dan lebih percaya sama selingkuhannya dan setelah berubah dan berpisah dg suaminya Kirana justru mendapat kebahagiaan berkali lipat apalagi bertemu dg Tristan yg selalu setia bersamanya hingga bersatu membangun keluarga kecilnya tapi bagaimana nasib bu Sarah ya setelah dioperasi kirain meninggal aja..🤭
Nunuy Aja
good Kirana
Ayla Anindiyafarisa
kalau kirana kaya kenapa selama ini mau aja di hina dan di rendahakan
Thix
hasilnya tidak memuaskan krn mereka adopsi anak pelakor😒
Anonim
dak sadar diri🤣
Dewa Nara
ogah ah baca novel yg perempuannya lemah
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: baru bab 2 lho, blm selanjutnya
total 1 replies
evana gusani
baru mampir
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
keeekk 🤣🤣🤣
Mujiono Año
gitu dong jadi perempuan.balas jika dihina
Deera__
memang /Proud/
Deera__
ngimpi /Hammer//Sly/
Deera__
diihh naif dan gengsi.. bilang aja kau suka dan cinta nonamu itu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣/Tongue//Tongue//Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!