Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi
layaknya pengantin baru, arka dan freya masuk ke kamar hotel yang sudah didekor khusus
"mau mandi didalam atau diluara dek?" arka menawarkan pada freya. Pasti sangat canggung tapi sebenarnya arka sudah tak sabar ingin lebih dekat dengan istrinya
"dalam aja mas, mau berendam air hangat sebentar" freya memilih kamar mandi dalam, padahal diluar ada kolam khusus yang sudah disiapkan untuk bisa mandi berdua
"ya sudah, mas tunggu diteras" arka seharian tak sempat istirahat bahkan untuk menyesap sebatang ro*kok pun
Setelah freya masuk kamar mandi dan tak merasa butuh bantuannya, arka duduk santai mengecek ponselnya
Tak banyak yang dilakukan hanya menahan sesuatu yang sudah sangat lama ingin dirasakan bersama wanita tercintanya, tapi arka juga tak mau buru-buru dan membuat freya takut
Cukup lama freya di kamar mandi dan akhirnya keluar.
"mas aku selesai, kamu ngga mandi?"
Freya sudah siap.dengan baju dinasnya, mau tidak mau sekarang freya sudah menjadi istri untuk arka. Diusia arka yang matang dan masih perjaka cukup membuat freya takut tapi dia mengontrol dirinya
"iya sebentar lagi!" arka menyelesaikan kegiatnya dan masuk kembali ke kamar karena merasa sudah tidak gugup lagi
"kamu ngapain sayang?" arka sampai kesulitan bernafas melihat tampilan istrinya yang segar habis mandi dan tanpa make up.
Wajahnya lebih terlihat cantik juga dengan baju yang dikenakannya saat ini
"lagi keringin rambut, mas mau bantuin?" freya menyerahkan hair dryer pada arka
"iya!"
Tangan arka gemetar menerima hairdryer daru istrinya.
"kamu kenapa mas?" freya khawatir suaminya masih sakit
"engga apa-apa dek, sini mas keringkan nanti masuk angin kamu" arka segera membantu freya mengeringkan rambut dan ingin segera mandi juga
Pikirannya mulai traveling dan berangan-angan. Arka seolah sudah menyiapkan strategi untuk membuat istrinya bahagia malam ini
Tes..tes
"ah, sayang tolong tisu" arka mengelap hidungnya yang mengeluarkan da*rah
"mas kamu kenapa?" freya panik
"engga sayang, sudah kita lanjutkan saja!" arka menyeka da*rah yang masih ada dihidung dan tak membiarkan freya melihat agar tak makin panik
freya mengambil ponsel dan menelfon asistennya untuk memanggil dokter. Freya yakin suaminya pura-pura tak sakit
"mas mandi saja dulu, aku sudah siapkan air hangat"
"terima kasih istriku"
Tanpa freya tau arka sangat sehat malam ini, lebih dari hari biasanya. Tapi melihat dar*h keluar dari hidung arka freya tak mau ambil resiko
freya berganti baju lebih dahulu sebelum dokter datang dan benar saja tak lama dokter pun mengetuk pintu kamarnya
"malam dokter maaf mengganggu, sebentar saya panggilkan suami saya"
Freya ingin mengetuk pintu kamar mandi tapi arka pas juga akan keluar "ada apa sayang? Sudah ngga sabar ya?" arka memakai handuk tanpa menutup dada, untungnya dokternya pria
"malam pak" sapa dokter
"siapa sayang?" arka sedikit malu
"dokter, kamu harus periksa kenapa hidungmu berda*rah" freya memaksa arka duduk dan diperiksa oleh dokter
"sepertinya tekanan darah anda cukup tinggi pak, detak jantung anda juga diluar normal. Anda harus istirahat dan juga luka di kepala bapak belum boleh buat banyak gerak"
Dokter menjelaskan rincian semuanya dan kekalahan telak, arka tak bisa membantah lagi
Istrinya lebih percaya dokter yang salah mengerti bahwa detak jantungnya sangat aman, hanya saja pikiran arka terus saja nakal membayangkan dengan freya
"tuh kan mas kamu masih sakit" freya mengusap kepala arka
"terima kasih dokter" freya mengantar dokter keluar
Sementara arka merasa sangat kesal. Malam yang ditunggunya tak berjalan sesuai dengan rencana
"minum obat terus tidur, jangan bandel" freya mengambilkan minum digelas untuk arka minum obat
"sayang please percaya, aku baik-baik saja. Ini malam pertama kita kan, jadi......."
"ssttt! Masih banyak waktu, yang penting kamu sembuh dulu, nanti bisa sepuasnya yang kamu mau" freya memaksa arka berbaring lalu mengecup bibirnya
"istirahatlah" freya juga naik ke ranjang untuk tidur
"dek tapi kan!" arka masih ngeyel dan tak mau menyerah
"diam dan tidur atau aku pindah kamar" freya mengancam
"tapi peluk" arka menjadi sangat manja
"hm"
Setelah diizinkan arka segera.memeluk freya dan menciumnya sebelum tidur, tangannya berjalan menyusuri dua benjolan kembar
"jangan nakal!" freya memukul tangan arka yang tak bisa diam
"dikit aja, jangan pelit!" arka tetap memaksa meski tahu itu menyiksa dirinya sendiri