Indonesia
NovelToon NovelToon
Starfall: The Last Child From The Stars

Starfall: The Last Child From The Stars

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Akademi Sihir
Popularitas:563
Nilai: 5
Nama Author: Dorin

Pada malam ketika sebuah bintang jatuh menghantam bumi, takdir sebuah kerajaan berubah selamanya.

Ditemukan di dalam bola perak misterius dan dibesarkan sebagai pangeran, ia dianggap sebagai kegagalan karena tak memiliki mana di dunia yang menjadikan sihir sebagai segalanya.

Namun, di balik kelemahan itu tersembunyi kekuatan kosmik yang jauh melampaui sihir.

Kini, ia hanya ingin hidup normal sebagai siswa Akademi Sihir. Sayangnya, ketika kegelapan mengancam dunia yang telah menjadi rumahnya, pemuda dari bintang-bintang itu tak punya pilihan selain melepaskan kekuatan sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dorin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 — 50% Peluang untuk Hidup.

Semua orang terdiam, menatap pemandangan menyedihkan itu tanpa bisa berbuat apapun.

Masalah terbesarnya terletak pada racun yang digunakan. Racun ini bekerja secara mematikan mirip seperti sianida. Bedanya, jika ada penyembuh yang mencoba menetralisirnya menggunakan Mana, racun itu akan menganggapnya sebagai mangsa—seketika melahap esensi energi sihir tersebut untuk memperkuat dirinya.

Hal ini juga berdampak buruk bagi sang korban. Kondisi Ratu Elizabeth kian memburuk di setiap detiknya karena Mana dalam tubuhnya sendiri terus-menerus digerogoti oleh racun tersebut.

TAP! TAP! TAP!

Langkah kaki tergesa berbunyi di ambang pintu aula. Pangeran Edward akhirnya tiba di istana.

Namun, pemandangan tragis langsung menyambut kedatangannya.

Edward bergegas menghampiri orang tuanya. Raja Nolan dan Ratu Tiana menatap sang pangeran dengan raut wajah lega yang amat sangat.

Ratu Tiana serta-merta merengkuh Edward ke dalam pelukan hangatnya.

“Syukurlah... syukurlah kau baik-baik saja, Nak,” bisik Ratu Tiana emosional.

Ia menatap rambut putranya yang kini telah berubah warna menjadi oranye tua bergradasi merah terang—sebuah tanda yang teramat jelas bahwa Edward baru saja memaksakan batas kemampuannya.

“Maaf sudah membuat Ibu khawatir,” ujar Edward pelan. “Sebenarnya, apa yang terjadi di sini?”

Ratu Tiana melepaskan pelukannya perlahan.

“Ada penyusup yang menyusup ke dalam istana. Pelakunya sudah berhasil dilumpuhkan oleh Raja Golbert dari kaum Dwarf. Namun... Ratu Elizabeth menjadi korban. Beliau diserang saat berusaha melindungi Putri Iselyna menggunakan belati beracun pemakan Mana.”

Ratu Tiana menghela napas berat, matanya berkaca-kaca.

“Para penyembuh hebat sudah berusaha semampu mereka... tetapi racun itu menolak segala bentuk sihir penyembuhan.”

Edward menatap tubuh sang Ratu yang terkulai, lalu menegakkan bahunya.

“Ibunda... aku bisa menyelamatkan Ratu Elizabeth.”

Zzzzst—!

Suara Edward bergema jernih di dalam aula istana yang sunyi. Semua orang yang mendengar pernyataan berani sang Pangeran seketika menoleh kaget!

“Itu mustahil, Sayang,” bisik Ratu Tiana menggeleng pelan.

“Racunnya sudah menyebar ke seluruh organ vital dan kondisinya sudah sangat kritis. Hanya keajaiban murni yang bisa menyelamatkan nyawa Ratu Elizabeth saat ini...”

“Aku tahu,” potong Edward lembut, namun terpancar keyakinan yang tak tergoyahkan dari matanya.

“Tapi aku harus mencobanya. Ibu pernah berkata padaku... bahwa aku terlahir dan hadir di dunia ini untuk sebuah alasan. Mungkin untuk membawa perubahan bagi dunia ini.”

Edward menatap telapak tangannya sejenak, sebelum kembali menyunggingkan senyum tipis.

“Dan aku yakin, inilah saatnya. Inilah alasan mengapa aku ada di sini... untuk menyelamatkan orang-orang.”

“Edward...” gumam Ratu Tiana tertegun.

“Ibu tenang saja. Semua akan baik-baik saja.”

Tepat saat Edward hendak mengayunkan langkahnya mendekat ke tempat Ratu Elizabeth terbaring, sebuah gaun kecil melintas cepat.

DUSSH!

Putri Isolde berlari histeris dan langsung memeluk pinggang Edward erat-erat!

“Benarkah... Hiks! Benarkah Kakak bisa menyelamatkan Mama?! Kakak tidak bohong, kan?!” tangis sang putri kecil meledak di dada Edward.

“Tolong... tolong selamatkan Mama, Kak... Huuuu...”

Edward mengelus lembut rambut Isolde, menenangkan tubuh kecil yang tengah berguncang hebat itu.

“Tenanglah, Isolde. Kakak janji... Kakak akan menyelamatkan ibumu.”

Edward berjalan perlahan menghampiri tempat Ratu Elizabeth terbaring kaku.

Ia berjongkok di samping tubuh sang Ratu, lalu mengalihkan pandangannya menatap Putri Iselyna yang masih terisak tanpa henti. Saat netra sang Putri bertemu dengan tatapan mata Edward, Iselyna tak lagi sanggup menahan beban keputusasaannya.

“Pangeran Edward... Huuuuu...” Iselyna menangis terseguk-seguk di hadapannya.

Edward menyunggingkan senyum hangat, seolah memahami seluruh kepedihan dan harapan yang tersirat di mata sang Putri.

“Aku mengerti, Putri Iselyna. Serahkan sisanya padaku.”

“Apakah itu benar, Pangeran?” potong Raja Isenbard dengan suara bergetar.

“Kau benar-benar bisa menyelamatkan istri tercintaku?! Aku bersumpah... aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan di dunia ini, asalkan kau bisa menyembuhkannya!”

Edward menoleh menatap sang Raja.

“Aku akan berjuang semampuku, Yang Mulia. Namun perlu kuingatkan... tingkat keberhasilan dari metode yang akan kulakukan ini hanyalah 50 banding 50.”

Edward menatap luka membusuk di perut Ratu Elizabeth sejenak, lalu melanjutkan:

“Melihat kondisi Yang Mulia Ratu yang terus memburuk di setiap detiknya, kurasa kita sudah tidak punya pilihan lain. Dan tentu saja... semua tindakan ini harus mendapatkan persetujuan penuh darimu, Yang Mulia.”

Raja Isenbard sempat bungkam membatu. Dilema berat berkecamuk di dalam dadanya sebelum akhirnya ia kembali menatap lurus ke dalam manik mata sang Pangeran.

“Percayalah padaku, Yang Mulia,” bisik Edward mantap. “Aku akan berusaha sekuat tenaga agar peluang keberhasilan yang 50 persen itu menjadi jauh lebih besar.”

“Aku... aku percaya padamu, Pangeran Edward!” Raja Isenbard mengangguk tegas, matanya berkaca-kaca.

“Tolong... tolong selamatkan Eliz-ku yang tercinta!”

Edward tersenyum tipis, lalu menegakkan tubuhnya kembali. Ia menoleh menyapu pandangan ke sekeliling aula istana.

“Selain Ayahanda Raja Nolan, Ibunda Ratu Tiana, dan pelayanku Bernard... minta tolong semuanya untuk mundur menjauh!” tegas Edward.

Para raja, kaisar, dan bangsawan tinggi yang hadir awalnya saling pandang diliputi tanda tanya, sebelum akhirnya memilih melangkah mundur menuruti arahan tegas sang Pangeran.

Edward lalu menatap tiga orang terdekatnya.

“Ibunda, Ayahanda, Bernard... Kalian tahu apa yang harus dilakukan, bukan?”

Netra Ratu Tiana mendadak membelalak lebar. Sebagai seorang ibu, ia seketika menyadari bahaya besar dari metode yang akan digunakan oleh putranya.

“T-tunggu! Jangan-jangan kamu mau—”

“Ibunda, jangan risau,” potong Edward lembut. “Aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku.”

Ratu Tiana tampak diliputi keraguan yang amat sangat. Namun, sebuah usapan lembut dari tangan Raja Nolan di bahunya—disertai senyuman hangat sang suami—berhasil menenangkan gejolak di hatinya.

“Anak kita sangat kuat, Tiana. Aku yakin dia tahu betul apa yang sedang dilakukannya,” bisik Raja Nolan menenangkan.

Ratu Tiana menghela napas panjang, lalu mengangguk pasrah.

Ketiga orang hebat itu segera mengambil posisi masing-masing. Mereka berdiri mengelilingi tempat Edward dan Ratu Elizabeth berada, membentuk formasi segitiga simetris dengan jarak tiga meter.

SZZZZT—!

Raja Nolan, Ratu Tiana, dan Bernard merentangkan tangan mereka. Di bawah pijakan kaki masing-masing, tiga lingkaran sihir berkilau meletup mekar secara bersamaan!

Merekapun merapalkan mantra sihir pelindung tingkat lanjut secara serentak:

““Aegis Lucis! Scutum Luminis! Murus Solaris!!””

FLASH—!!

Barier sihir cahaya tiga lapis berwarna emas transparan tercipta seketika, mengurung Edward dan Ratu Elizabeth di dalamnya bagaikan kubah kaca murni!

Itu adalah sihir pertahanan tingkat tinggi kebanggaan Kerajaan Aureliania.

Mereka wajib mengaktifkannya saat ini juga—sebab jika tidak, radiasi suhu panas ekstrem yang akan memancar keluar dari tubuh Pangeran Edward sanggup melumat seisi bangunan istana menjadi abu dalam hitungan detik!

“Baiklah... aku mulai.”

FWOOOSH—!

Tubuh sang Pangeran seketika berpendar keemasan terang.

Dalam hitungan detik, seluruh permukaan tubuh Edward terselimuti oleh lapisan plasma panas—berkobar liar lengkap dengan lidah-lidah api yang menari, persis seperti gejolak di permukaan matahari!

Semua orang yang berada di luar kubah pelindung menahan napas menyaksikan transformasi ekstrem tersebut. Namun, pendar keemasan itu secara drastis perlahan berubah warna—menyesuaikan dengan warna rambut Edward yang terkuras energinya, menjadi oranye tua bergradasi kemerahan pekat.

Edward perlahan merentangkan kedua tangannya ke depan.

Aura plasma mikro milik sang Pangeran bergerak meluncur turun, menyelimuti sekujur tubuh Ratu Elizabeth tanpa membakar pakaiannya sedikit pun.

Dalam skala mikroskopis, aura panas itu bekerja layaknya sel darah putih buatan. Energi plasma itu memecah diri menjadi jutaan bola pijar berukuran molekuler, menjelajahi sirkulasi darah demi mencari organisme parasit racun pemakan Mana yang bersarang di antara jaringan sel tubuh sang Ratu.

Edward memejamkan mata, memasuki tingkat konsentrasi dan fokus ekstrem. Melalui indra persepsinya, ia merasakan dan "melihat" seisi tubuh sang Ratu dari sudut pandang jutaan bola api mikroskopis tersebut.

Salah sedikit saja dalam menghitung suhu atau pergerakan... Edward bisa menghancurkan sel-sel sehat dan justru mempercepat kematian Ratu Elizabeth!

“Bocah itu cuma membual! Hahaha! Dasar bodoh!”

Suara tawa bernada ejekan dari si pelaku penyusupan mendadak menggema di sudut aula istana. Tubuh pria itu kini dalam kondisi terikat erat di pilar batu istana.

“Tidak ada yang bisa menyelamatkan Ratu kalian! Berlututlah dan takutlah pada kengerian sang Penguasa Ibli—Aaaaaarrghh!!”

CRASH—!

Belum sempat penyusup itu menyelesaikan igauannya, sebuah tombak kristal es tajam mendadak melesat cepat dan menghunjam telak bagian perutnya!

Pria itu meraung kesakitan, namun ia tidak mati.

Iselyna telah memperhitungkan sudut tembakan sihir esnya dengan sangat akurat agar tidak mengenai organ vital penyusup tersebut.

“Tutup mulutmu, manusia rendahan!” ancam Iselyna dengan nada suara yang teramat dingin dan datar.

Manik matanya yang sembab menatap penyusup itu dengan tatapan membunuh yang mencekam.

“Jika kau berani bersuara lagi, aku akan menghunjamkan kristal es berikutnya ke tempat yang sama. Dan aku pastikan... kau tidak akan mati dalam prosesnya.”

Raja Golbert—yang berdiri di samping si penyusup—hanya sanggup menyipitkan mata melihat serangan es yang begitu presisi tersebut.

Sanggup menghindari organ vital dari jarak sejauh ini di tengah emosi yang meledak-ledak? Tampaknya rumor kehebatan sang Putri pertama Nivalis ini memang bukan sekadar bualan belaka..., batin sang Raja Dwarf kagum.

Kembali ke tempat Edward bertaruh nyawa.

Peluh dingin mengucur deras di pelipis sang Pangeran. Otaknya dipaksa bekerja pada batas maksimal untuk menelaah ribuan jaringan sel tanpa boleh melakukan satu kesalahan sekecil apa pun.

Begitu bola-bola plasma mikroskopisnya berhasil mengunci posisi racun pemakan Mana, kedua tangan Edward di udara langsung mengatup rapat!

BZZZZT—!

Seketika itu juga, sel-sel racun di dalam tubuh sang Ratu terkikis dan musnah menguap!

Proses ini membebankan stamina dan mental Edward secara masif. Selain mengendalikan pembersihan sel di dalam tubuh, Edward juga harus memilah suhu di luar agar panasnya tidak membakar tubuh Ratu Elizabeth.

Buktinya, hanya lantai marmer pualam di bawah pijakan kaki Edward saja yang perlahan meleleh menjadi magma pijar—sementara tubuh Ratu Elizabeth yang terbaring tepat di depannya tetap utuh terlindungi dengan aman!

“Sedikit lagi... Tinggal sedikit lagi...!” bisik Edward dengan napas terengah-engah.

Tes...

Darah segar menetes keluar dari lubang hidungnya—sebuah penanda bahaya bahwa otaknya telah dipaksa bekerja hingga melampaui batas ambang kemampuannya.

Kedua tangan Edward bergetar hebat di udara, sementara jarak pandangnya mulai mengabur.

Warna aura transformasinya yang tadinya berwarna oranye tua mendadak meredup drastis menjadi merah menyala dengan gradasi merah tua. Perubahan itu terus merambat pelan, di mana warna merah pekat yang membahayakan makin mendominasi sekujur tubuh sang Pangeran.

“Sedikit... lagi...”

Seisi aula istana terdiam seribu bahasa menyaksikan perjuangan mengerikan sang Pangeran. Tak terkecuali Iselyna, yang menatap sosok Edward dengan raut wajah penuh kecemasan dan rasa bersalah.

Ratu Tiana dan Raja Nolan hanya bisa menahan gejolak emosi di dada mereka sembari menggigit bibir bawah rapat-rapat.

Sementara Bernard melirik dengan perasaan cemas yang amat mendalam.

Sebagai pelayan pribadi, Bernard sudah terlalu sering melihat Edward memaksakan batas kemampuannya. Namun... tidak pernah sampai setransparan dan separah ini.

Bahkan situasi saat ini jauh lebih buruk dibandingkan saat Edward melakukan metode penyembuhan yang sama pada pamannya dahulu. Bedanya, penyakit mematikan sang Paman terdeteksi lebih awal sehingga penyebaran virusnya belum parah—tidak seperti racun pemakan Mana milik Ratu Elizabeth yang sudah merusak seluruh jaringan sel organ dalamnya.

Edward menahan seluruh rasa sakit dan kelelahan dahsyat yang menghantam fisiknya secara bersamaan.

Ia tahu kesadarannya hendak tumbang. Ia tahu tubuhnya meraung kesakitan. Ia tahu staminanya sudah habis....

Namun, ia menolak untuk menyerah!

Ia harus bertahan. Ia harus berjuang agar keberadaan dan kehadirannya di dunia ini memiliki makna murni—menjadi simbol harapan baru bagi mereka yang putus asa, serta menjadi benteng pelindung tak tergoyahkan dari musuh-musuh yang tak sanggup dikalahkan sihir biasa.

1
Dorona
Cerita bagus bgt. aku suka alurnya. sering2 up 👍👍
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😍😍😍. siap laksanakeun 🤣🤭💪💪
total 1 replies
SilentNovels
lumayan ni alurnya
Jangan lupa ke naskah aku juga ya
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😁😄. semoga enjoy dengan ceritanya 🥰😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!