Selama lima tahun, Vincent Huang tidak pernah berhenti mengejar Stella Mo.
Namun, Stella selalu menolaknya dan memilih menjaga jarak tanpa pernah menjelaskan alasannya.
Ketika rahasia masa lalu Stella akhirnya terungkap, Vincent harus menghadapi pilihan sulit. Tetap menggenggam tangan wanita yang dicintainya, atau menjauh setelah mengetahui luka yang selama ini Stella sembunyikan.
Apakah cinta Vincent cukup kuat untuk menerima seluruh masa lalu Stella?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Promo novel
Rumah Sakit
Leo menghampiri istrinya yang duduk terdiam dengan wajah pucat.
“Ivy, aku turut sedih atas kejadian ini. Tapi kita masih muda. Kita masih punya kesempatan lain,” bujuk Leo.
“Kesempatan lain?”
Ivy perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Leo dengan penuh kebencian.
“Bukankah ini yang kau inginkan? Kau memintaku menggugurkan bayi ini hanya karena kau belum siap. Sekarang keinginanmu sudah terkabul.”
“Ivy, aku memang berniat menggugurkannya, tapi aku tidak pernah berharap kau akan mengalami keguguran. Aku juga sedih karena kehilangan anak kita,” ucap Leo.
“Tidak usah berpura-pura lagi di depanku, Leo Fung.”
Tatapan Ivy semakin dingin.
“Apa kau tidak merasa dirimu menjijikkan?”
“Ivy, aku salah karena saat kejadian aku tidak berada di sisimu. Aku akan menebus kesalahanku. Katakan saja apa yang harus aku lakukan.”
“Bercerai!”
Jawaban Ivy membuat Leo terdiam.
“Kau tahu itu tidak mungkin,” jawab Leo tegas.
“Untuk apa lagi kau mempertahankan pernikahan yang tidak bahagia ini?” Air mata Ivy kembali mengalir. “Setelah aku pergi, kau bebas bersama siapa pun yang kau inginkan. Bukankah itu yang kau mau?”
“Ivy, aku tahu kau masih marah padaku, tapi aku tidak membuatmu keguguran.”
Ivy langsung mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto kepada Leo.
“Teman ranjangmu bahkan sampai mengirimkan bukti kalian bersama.”
Tatapan Leo berubah ketika melihat layar ponsel itu.
“Leo Fung, apa lagi alasanmu untuk membela diri?”
Suara Ivy bergetar menahan sakit.
“Seorang pria hebat di mata publik ternyata hanya seorang suami pengecut yang melakukan kesalahan dan tidak berani mengakuinya.”
Ivy menatapnya dengan mata penuh luka.
“Leo Fung, di mataku kau adalah suami yang gagal... dan orang tua yang gagal.”
Leo mengepalkan tangannya erat saat menatap foto di layar ponsel Ivy.
Untuk pertama kalinya, wajah tenangnya mulai menunjukkan amarah dan penyesalan.
“Bercinta dengan ratu kecantikan tahun ini membuatmu puas, sementara di saat yang sama istrimu mengalami keguguran dan anakmu meninggal sebelum sempat melihat dunia. Apakah kau masih layak disebut sebagai suamiku?”
Suara Ivy penuh luka dan kebencian.
“Ivy, aku dan dia tidak memiliki perasaan apa pun. Aku tidak akan membiarkan wanita itu lolos begitu saja,” ujar Leo.
“Kenapa? Karena kau sudah menikmati tubuhnya dan sekarang bosan lalu ingin membuangnya?”
Ivy tertawa getir.
“Leo Fung, kau hanyalah pria yang tidak tahu arti cinta. Kau telah mengkhianati pernikahan ini. Aku membencimu.”
Air mata kembali jatuh dari sudut matanya.
“Hubungan ini tidak ingin aku lanjutkan lagi.”
“Aku tahu saat ini emosimu belum stabil. Aku tidak akan memaksamu ataupun menekanmu. Lakukan saja apa yang kau inginkan, kecuali bercerai.”
Tatapan Leo mengeras.
“Itu tidak akan pernah terjadi pada kita.”
Leo berbalik dan hendak meninggalkan ruangan.
Ivy mengepalkan tangannya erat.
Namun, sebelum keluar, Leo menghentikan langkahnya dan menoleh.
“Istirahatlah. Jangan pikirkan hal lain.”
Prak!
Sebuah gelas melayang dan tepat mengenai kepala Leo.
“Tuan!” jerit Wendy yang berdiri di luar ruangan.
Darah perlahan menetes dari luka di kepala Leo hingga membasahi dahinya.
“Leo Fung, seharusnya kita tidak pernah menikah.”
Tatapan Ivy dipenuhi kebencian.
“Perselingkuhanmu dan kematian anakku tidak akan pernah aku maafkan. Jadi jangan berharap hubungan kita akan membaik.”
Leo hanya terdiam menatap istrinya yang masih dipenuhi emosi.
Kemudian ia berbalik dan keluar, menutup pintu di belakangnya.
“Tuan, saya akan memanggil dokter,” ujar Wendy cemas.
“Tidak perlu.”
Leo menyentuh luka di kepalanya.
“Luka ini tidak seberapa dibandingkan luka yang dialami Ivy.”
Tatapan Leo berubah dingin.
“Wanita itu mengirim pesan kepada Ivy. Hancurkan kariernya. Buat dia tidak bisa berdiri di mana pun.”
“Baik, Tuan.”
Leo berjalan pergi, tetapi tiba-tiba berhenti.
“Menyentuh istriku sama saja dengan mencari mati.”
***
Keesokan harinya, nama Ella Wang tiba-tiba menjadi pemberitaan utama.
Berbagai foto dan video sang ratu kecantikan tersebar di media sosial. Bukan hanya foto saat dirinya mabuk, tetapi juga rekaman yang memperlihatkan Ella berkali-kali keluar masuk klub malam.
“Ratu Kecantikan Ella Wang Terseret Skandal!”
“Dugaan Kehidupan Malam Sang Ratu Kecantikan Terbongkar!”
Berita itu menyebar begitu cepat hingga menjadi perbincangan publik dalam hitungan menit.
Dalam waktu kurang dari lima menit setelah berita tersebut ditayangkan, berbagai kontrak kerja Ella mulai dibatalkan. Undangan acara yang sebelumnya memenuhi jadwalnya ikut menghilang.
Karier yang dibangunnya selama bertahun-tahun seketika hancur hanya karena satu skandal.
Sementara itu, Ella menatap layar ponselnya dengan wajah pucat.
“Tidak... ini tidak mungkin.”
Tangannya gemetar.
“Siapa yang melakukan ini kepadaku?”
Ella yang berada di rumahnya tiba-tiba dikejutkan oleh suara keras.
Brak!
Pintu rumahnya didobrak hingga terbuka.
“Ahh!”
Ella mundur ketakutan ketika melihat Leo melangkah masuk bersama Wendy dan dua anak buahnya.
“Tuan Fung? Apakah kau yang melakukan semua ini? Kenapa?” tanyanya sambil menangis.
Leo menatapnya dingin.
“Seharusnya kau tahu batas. Mengirim pesan kepada istriku adalah jalan buntu untukmu. Aku paling tidak suka jika seseorang menyentuh urusan rumah tanggaku.”
“Kalau kau benar-benar mencintainya, kenapa kau mencariku?” balas Ella dengan suara bergetar. “Kau datang kepadaku karena aku bisa memuaskanmu sedangkan istrimu tidak bisa!"
Tatapan Leo berubah semakin dingin.
“Jangan pernah menyamakan dirimu dengan istriku.”
Judul : Pernikahan tanpa bahagia.