Indonesia
NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

“Mana ada ogah-ogahan…dari tadi aku samangat loh..”bela liam..aruna mencibir pria itu.

“Orang disana memang tau orang yang ganteng..”bangga liam.

“Narsis..”ucap aruna.

______________________

Liam sedang tiduran di kasur gadis itu..aruna yang baru kembali dari kamar mandi menghela nafas pelan melihat liam yang seenaknya di tempat tidurnya..akhirnya aruna memilih untuk memilah belanjan yang tadi dia belanjakan..dia memisahkan belanjaan yang akan dimasak sekarang dan besok.

“Mau masak?..”tanya liam.

“Bentar lagi..mau misahin ini dulu..”ucap aruna..liam bangun dari tidurnya dan mendekati aruna.

“Aku bantu..”ucap liam..aruna tak melarang karna percuma saja, pria ini pasti memaksa.

Setelah dipisahkan, aruna membawa plastik belanjaan menuju kos sampingya.

“Kemana?..”tanya liam heran.

“Aku mau ke kamar samping, mau nitip ini di kulkas..”ucap aruna dan langsung pergi dari sana..liam mengeryit heran..dia menatap sekeliling kamar..dan liam baru sadar tak ada kulkas disana dan barang elektronik lain yang biasa liam gunakan.

“Ga ada kulkas..”gumam pria itu..liam juga melihat diujung sana banyak tumpukan baju yang belum gadis itu setrika..lagi-lagi liam menghela nafas pelan..kehidupan aruna benar-benar berat..dia bisa saja menghidupi aruna dengan uangnya yang tak akan pernah habis..tapi lagi-lagi dia teringat kalau ini hanya taruhan..dia tak bisa membuat gadis itu terus bergantung padanya.

Mengingat soal taruhan..hati liam seolah tak terima dan berdenyut nyeri..apalagi kebersamaan mereka selama ini terasa sangat nyata..seolah bukan skenario yang liam buat bersama teman-temanya.

Tak lama kemudian aruna kembali dari kamar samping..gadis itu langsung bersiap mengolah bahan-bahan mentah yang ada di depannya..tak mau diam, liam juga ikut mendekat ingin membantu gadis itu.

“Apa yang bisa ku lakukan?..”tanya liam..aruna ingin melarang..tapi berdebat dengan liam pasti dia akan kalah.

“Bisa tolong cucikan sayuran ini?..”tanya aruna..liam mengangguk dan mulai menjalankan tugasnya.

Aruan mengikat cepol rambutnya..dia juga menaikkan lengan bajunya siap bertempur..saat liam datang membawa sayur yang sudah bersih, aruna langsung mengeksekusinya..pekerjaan gadis itu sungguh telaten..liam yang berada di belakang gadis itu merasa takjub..apalagi saat melihat penampilan aruna..tampa sadar liam mendekat, tangan kekar pria itu langsung memeluk pinggang ramping aruna dari belakang..aruan terperenjat kaget..hampir saja spatula yang di peganganya jatuh ke lantai..liam juga kaget dengan aksi spontanya..tapi karna sudah mendapat kesempatan, dia malah memanfaatkanya.

“L-l-l-am ada a-a-apa?..”tanya aruna gagap..tubuh gadis itu mematung kaku.

“Aku cuma ingin memeluk mu..”jawab liam..dagu pria itu bertumpu di kepala aruna..jakun pria itu terasa geli terkena cepolan rambut aruna.

“L-liam lepaskan..”ucap aruna memberontak kecil.

“Kenapa sayang?..kamu kan pacar aku..”ucap liam..aruna terdiam.

“Tapi aku lagi masak..”jawab aruna.

“Aku kan ga nahan tangan mu..jadi memasak saja..”ucap liam masih tak mau melepaskan aruna.

“Aroma tubuhnya sangat nyaman..”batin liam menghirup pelan bau rambut aruna..walau tak berbau shampo mahal, tapi entah kenapa terasa menenangkan.

Aruna akhirnya pasrah..dengan tangan dan pergerakan yang kaku aruna kembali melakukan tugasnya..aruna sedikit kesusahan mengambil bumbu dapur karna tubuh bongsor yang masih menempel di belakanagnya..tapi apa boleh buat, aruna tak berani lagi protes.

.

.

Harum masakan menyebar di seluruh kamar membuat perut liam terasa lapar.

“Lepaskan..”ucap aruna..tapi liam tak juga beranjak.

“Lepaskan liam..aku mau menyajikan ini dulu..”ucap aruna lagi.

“Panggil sayang dulu..”pinta liam..aruna terdiam cukup lama, sedangkan liam makin nyaman memeluk gadis itu.

“S-sayang tolong lepaskan..”ucap aruna akhirnya dengan kaku..liam tersenyum senang dan langsung melepaskan pelukanya.

“Baiklah..ayo makan aku sudah lapar..”seru liam.

Aruna menyajikan makanan..sebelum itu dia membuka pintu kamar terlebih dahulu supaya bau masakan keluar..setelah itu mereka makan dengan damai..liam menambah makanannya..melihat itu aruna merasa senang..walau liam tak memuji, tapi dia tau liam menyukai masakanya.

.

.

Liam masih berada di kosanya..hari sudah mulai gelap..sedangkan nanti dia harus masuk kerja..liam sedang tiduran di kasur miliknya sekarang..dan aruna sedang menyetrika pakaian milik tetangga..pakaian itu harus sudah selesai besok pagi.

“Kamu ga cepek?,,”tanya liam..aruna menoleh.

“Capek kenapa?..”tanya aruna.

“Sekolah..mengambil cucian dan setrika..dan kamu juga harus kerja lagi setelah itu..tambah lagi kalau ada orderan makanan..”ucap liam mendiktekan seluruh jobdesk aruna.

“Ya mau bagaimana lagi..hidup ini butuh uang..”ucap aruna santai.

“Tapi kamu mikir gak tubuh kamu tu kuat atau enggak?..”tanya liam.

“Terus kalau tubuh aku ga kuat aku harus apa?..diam aja?..uang ga datang dengan sendirinya tampa usaha liam..hidup tanpa usaha dengan tubuh yang sehat tapi perut kosong sama juga dengan nol..”jelas aruna.

“Kamu kan bisa imbangi keduanya..dengan uang dan tubuh yang sehat..”ucap liam

“Hidup ga memberi aku pilihan untuk itu..”ucap aruna..liam terdiam mendengar penuturan dari aruna.

“Untuk uang belanja tadi aku akan membayarnya nanti..”sambung aruna.

“Aku tak meminta mu membayarnya naya..”ucap liam

“Aku yang ingin..”ucap aruna.

“No..selama aku masih jadi pacarmu..apapun yang aku keluarlan untuk mu itu menjadi hak mu..dan jangan pernah merasa sungkan..”ucap liam.

“Tapi..”aruna ingin kembali protes.

“Aku tak menerima penolakan..”ucap liam.

“Terserah kamu saja..”ucap aruna..liam tersenyum tipis mendengar itu.

“Sekarang kau adalah tanggung jawabku..setidaknya sampai taruhan itu selesai..”batin liam berucap dengan tak rela.

.

.

.

TO BE CONTINUE…..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!