Alya adalah Ratu mafia yang memimpin sebuah organisasi Order Tabir Hitam dengan nama First Order.
Tapi sayangnya ia mencintai pria kantor biasa saat ia sering menjelajahi tempat yang akan menjadi misinya.
Dan saat itulah ia memutuskan untuk keluar dari dunia hitam dan membuang mahkotanya ke dalam lumpur demi bisa menjalani hidup bahagia bersama sang suami.
Sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung lama, mertua tidak menyukainya, dan suaminya menikah dengan manager di tempat kerjanya.
Pembalasan di mulai, Alya kembali mengambil mahkotanya dan menjadi Ratu Mafia kembali dan membawa putri kecilnya menjadi orang ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Alya pun masuk ke dalam mobilnya, dan mobilnya melaju di jalanan menuju kembali ke kontrakan yang sudah ia beli kemarin. Dan para tetangganya yang julid itu tidak tahu.
Wush...
Roda-roda mobil SUV mewah berwarna hitam itu meluncur menuju gang perumahan.
Kehadiran mobil berkelas seketika menjadi pusat perhatian.
Akhirnya mobil Alya sampai di kontrakannya. Para tetangga melihat ada mobil mewah berhenti tepat di depan pintu rumah kontrakan sederhana itu.
Ibu-ibu yang sedang melipat pakaian di teras dan beberapa warga yang berdiri berkumpul di ujung lorong langsung menghentikan obrolan mereka. Mata mereka membelalak ingin tahu.
"Eh, mobil siapa itu?" tanya salah satu tetangga yang saat itu sedang bergosip sambil mengipas dadanya dengan daster.
"Tahu tuh! Mewah banget! Jangan-jangan ada orang kaya salah masuk gang?" sahut tetangga sebelahnya seraya memiringkan kepala.
Pintu kemudi mobil terbuka perlahan. Sepatu kets bersih yang diikat rapi menyentuh tanah.
Saat Alya keluar dari mobil, para tetangga sangat terkejut.
Mulut mereka menganga lebar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"Eh, itu Alya?! Dari mana dia mendapatkan mobil itu? Jangan bilang dia menjadi simpanan pria kaya sehingga dapat mobil!" bisik mereka, tapi terdengar cukup jelas di telinganya.
"Iya, kalau bukan jadi simpanan, apa lagi?" sahut satu tetangga yang lain dengan nada mencibir. "Mana mungkin janda tukang cuci piring kayak dia bisa beli mobil miliaran!"
Alya menghentikan langkahnya di samping pintu mobil. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap deretan tetangga yang sedang asyik melempar fitnah tersebut.
Raut wajahnya sangat tenang, namun pancaran matanya yang dingin seketika membekukan suasana.
Ia merogoh kunci kontrakan dari dalam tasnya, lalu melangkah santai mendekati kerumunan ibu-ibu tersebut.
"Ada yang mau disampaikan langsung di depan saya?" tanya Alya pelan.
Ibu bersanggul longgar, yang paling sering bergosip, terperanjat, lalu berusaha menutupi rasa gugupnya dengan memasang wajah angkuh.
"Y-ya kita kan cuma nanya, Alya!" cetus ibu bersanggul itu sambil bersedekap dada. "Aneh aja kan? Kemarin mantan suamimu datang teriak-teriak nagih utang karena kamu miskin. Sekarang tiba-tiba kamu pulang naik mobil mewah begini. Ya wajar dong warga curiga kamu kerja nggak benar!"
"Betul itu!" timpal tetangga di sebelahnya, merasa dapat dukungan. "Kita ini warga baik-baik di sini. Jangan sampai daerah kita dicap jelek gara-gara ada wanita simpanan!"
Alya menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman dingin yang sangat berbahaya.
"Kerja tidak benar?" ulang Alya pelan. "Ibu tahu harga mobil ini berapa?"
"Ya... ya mana saya tahu! Paling juga miliaran!" jawab ibu bersanggul itu sewot.
"Tepat," kata Alya datar. "Miliaran. Dan menurut Ibu, pria kaya mana yang cukup bodoh untuk menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk wanita yang kalian sebut 'tukang cuci piring miskin' ini?"
Ibu-ibu itu mendadak terdiam, saling pandang dengan raut canggung.
Sebelum ada yang sempat membalas, sebuah mobil sedan hitam lain berhenti tepat di belakang mobil Alya.
Seorang pria berjas rapi dengan membawa map kulit hitam keluar dari mobil tersebut dan berjalan tergesa-gesa menghampiri Alya. Pria itu adalah pengacara pribadi dari konsorsium milik Leon.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...