MAMAKU RATU MAFIA
Hari itu Alya sedang menyiapkan sarapan nasi putih dan lauk seadanya di piring untuk mereka berdua.
"Ayo sayang kita sarapan, makan yang banyak ya," kata Alya tersenyum lembut. Alisya mengangguk dan mulai melahap makanan.
Saat Alisya makan, Alya menatap putri kecilnya dengan hati terenyuh dengan keadaan mereka sekarang.
Kejadian itu berputar di benaknya. Dulunya, dia adalah ketua Order Tabir hitam, first Order The Iron Donna, penguasa absolut sindikat mafia yang namanya bahkan tak berani di bicarakan oleh para aparat hukum.
Dia punya segalanya, takhta, harta yang tak habis tujuh turunan.
Namun sang Ratu Mafia menukar semua kemegahan itu karena ia mencintai pria kantor biasa.
Dan saat itulah ia memutuskan untuk keluar dari dunia hitam dan membuang mahkotanya ke dalam lumpur demi bisa menjalani hidup bahagia bersama sang suami.
Mereka akhirnya dikaruniai anak perempuan yang sangat cantik. Tapi sayangnya... kebahagiaan keluarga cemara itu tak bertahan lama.
"Andi! Sudah aku bilang pada mu sejuta kali! Ceraikan saja istri mu! Aku tidak sudi memiliki menantu miskin seperti dia! Dia itu pembawa sial di rumah kita! Lebih baik kamu menikah dengan managermu yang suka padamu itu, dia lebih menjanjikan dari pada istrimu yang hanya numpang hidup dengan mu!" begitulah kata-kata mertuanya dan mendesak suaminya menceraikan dirinya hingga menelantarkan putri kecil mereka.
Meskipun begitu, Alya tak putus asa, ia tetap akan menghidupi Alisya dengan sepenuh jiwanya.
Ini sudah 6 bulan sejak perceraian itu, dan ia rela tinggal di sebuah kontrakan sempit demi menjalani hidup damai meskipun tak seperti ia bayangkan.
Sementara mantan suaminya, jangankan menunaikan nafkahnya, menjenguk saja tidak pernah.
Saat ini alasan ia belum kembali kedunia lamanya adalah, ia tak mau putri kecilnya yang tidak tahu apa-apa itu ternodai oleh dunia yang kejam itu. Dan ia tak mau anak yang tak berdosa itu menjadi sasaran para pemburu di dunia hitam.
Dan saat ini, ia rela bekerja di salah satu rumah makan sebagai pencuci piring untuk bertahan hidup.
"Ayo sayang, kita berangkat sekolah," kata Alya dengan lembut.
"Tunggu Mama," kata Alisya berlari ke depan pintu di mana Alya berdiri.
Saat mereka hendak keluar dari pintu kontrakan, tiba-tiba saja ibu kontrakan muncul di depan Alya.
"Alya! Ini sudah dua bulan kamu menunggak bayar kontrakan. Kalau kamu tidak bisa bayar kamu bisa pergi dari sini!" kata ibu kontrakan dengan kasar.
"Maafkan saya buk, akan saya usahakan mencari uang untuk membayarnya, mohon beri saya keringanan 1 minggu lagi," kata Alya mengenggam erat tangan putri kecilnya.
"Janji ya 1 minggu lagi? Jika tidak, angkat kaki kamu dari sini," kata Ibu kontrakan menatap Alya dengan tatapan tajam, lalu beranjak pergi.
Bisik-bisik para tetangga pun terdengar.
"Ya ampun janda sebelah itu nunggak lagi ya?" bisik mereka.
"Seharusnya dia jangan di kasih ngontrak di sini lagi nggak sih. Kok aku jadi takut ya, takut tiba-tiba dia menggoda suami ku demi bisa bayar kontrakan!" kata mereka memandang dengan wajah jijik.
"Iya ya, biasanya janda memang suka menggoda suami orang. Kita harus waspada dan harus selalu memperhatikannya," bisik mereka lagi.
Alya sengaja lewat di depan mereka. "Buk, dari pada Anda memperhatikan saya, alangkah baiknya kalian memperhatikan suami kalian masing-masing. Bukan saya yang menggoda suami ibu, tapi suami ibu yang sering pura-pura duduk di teras melihat ke dalam rumah saya!" kata Alya dengan suara sopan tapi menekan.
"Hey Janda miskin! Kamu bilang suami ku yang menggoda kamu? Suami ku sama tidak tertarik dengan Janda sepertimu! Aku jauh lebih cantik dan bohay di banding kamu kurus kerempeng begini!" teriak ibu yang tubuhnya lebih gemoy.
"Jika ibu tidak percaya, ibu bisa perhatikan suami ibu jika dia libur," kata Alya berlalu meninggal mereka, ia tak punya waktu meladeni mereka lebih lama lagi.
Alisya yang tangannya di gandeng Alya menatap ibunya dengan wajah sedih.
"Mama... Mama celalu di hina cama tante itu, Alicya cedih banget. Kenapa kita tidak pindah caja?" tanya Alisya.
Alya tersenyum tipis melihat berapa pengertiannya gadis kecil itu. "Tidak apa-apa Sayang. Untuk sementara kita tinggal di sini dulu, karena hanya kontrakan ini yang paling murah, sementara kebutuhkan semakin mencekik, jika kebutuhan kita sudah tercukupi, kita akan pindah dari sini ya, tapi kita butuh waktu," kata Alya menenangkan anaknya.
"Iya Ma." angguk Alisya.
"Ayo cepat sayang, setelah antar kamu ke sekolah, Mama langsung ke tempat kerja," kata Alya tersenyum memberi semangat kepada buah hatinya.
Sesampainya di sekolah. Alya mencium kening sang putri. "Belajar yang rajin ya Sayang, jadi anak yang pintar, agar kamu sukses kelak."
"Iya Mama, da-da." Alisya melambaikan tangannya ke arahnya sambil berlari masuk ke dalam kelasnya.
Saat berbalik badan, ia melihat mertuanya sedang mengandeng tangan gadis kecil seusia Alisya yang ternyata satu sekolah dengan Alisya.
Ya, dan itu adalah anak manager, kekasih mantan suaminya. Alya melihat mantan mertuanya yang terlihat sangat menyanyangi cucu tiri di banding cucu kandungnya sendiri.
"Heh! Dia menyayangi anak itu melebihi cucu kandungnya sendiri," kata Alya tersenyum getir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Kar Genjreng
mampir semoga tambah bagus ya 🤣
2026-08-03
1
Night Watcher
baru lagi less..
mudah2an bagus dan gak ngecewain ceritanya..🤭🤭
2026-08-03
0
Zaky
Berpaling dari Arka dulu thor, pengen baca karya author yang ini haha
2026-08-05
0