5

Alya melangkah keluar dari pintu belakang restoran La Luna karena jam segini waktunya Alisya pulang sekolah.

Karena Alya mengambil shift pagi hingga siang hari, kini saatnya ia menjalankan tugas utamanya sebagai seorang ibu: menjemput putri kecilnya yang bersekolah di TK Bintang Kecil.

Setibanya di depan gerbang TK, suasana tampak ramai oleh para orang tua murid yang sedang menunggu anak-anak mereka keluar.

Alya berdiri sedikit agak jauh dari kerumunan untuk melihat putri kecilnya keluar dari kelas.

Teng... teng... teng...

Lonceng sekolah berbunyi. Pintu-pintu kelas terbuka, dan puluhan anak kecil berlarian keluar dengan tawa ceria.

"Mama!"

Suara mungil yang sangat familier itu mengudara. Seorang anak perempuan dengan kuncir dua dan tas ransel merah bergambar kelinci berlari kencang menuju arahnya.

Senyum hangat mengembang di wajah Alya. Seketika itu juga, Ia berlutut, merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

Greb!

Alisya menghambur ke dalam pelukan Alya. Pelukan hangat itu adalah satu-satunya alasan Alya masih bertahan untuk tetap berada di jalan yang benar.

"Alisya..." Alya mencium pipi gembil putrinya dengan penuh kasih sayang. "Anak Pintar Ibu. Bagaimana sekolahnya hari ini, Nak?"

Alisya melepaskan pelukannya, lalu menatap Alya dengan mata bulatnya yang berbinar-binar. "Seru banget, Ma! Tadi Alisya belajar mewarnai rumah dan bunga! Kata Bu Guru, gambar Alisya paling bagus!"

"Wah, ya ampun... cantiknya anak Mama," puji Alya lembut sambil merapikan poni Sera yang berantakan. "Mama bangga banget sama Alisya."

Namun, mata jeli anak kecil itu tiba-tiba tertuju pada tangan Alya yang terbalut plester di balik lengan jaketnya.

"Mama... tangan Mama kenapa?" tanya Alisya polos. Jemari kecilnya menyentuh lembut plester di tangan Alya. "Mama sakit ya?"

 "Oh, ini? Tidak apa-apa, Sayang. Tadi waktu Mama kerja, Mama kurang hati-hati kena ujung piring. Tapi cuma tergores sedikit kok, Nggak sakit sama sekali."

"Beneran Nggak sakit?" Alisya memiringkan kepalanya, lalu mendekatkan bibirnya ke tangan Alya. Muach! "Alisya tiup dan cium biar sembuh ya, Ma! Biar sakitnya hilang!"

Alya terkekeh pelan, hatinya terenyuh. bagaimana mungkin anak sepolos dan sebaik ini akan masuk ke dunianya?

 Ia memeluk Alisya sekali lagi. "Terima kasih, Sayang..." bisik Alya dalam hati.

"Nah, sekarang karena Alisya anak pintar dan sudah doain Ibu..." Alya berdiri sambil menggandeng tangan kecil Alisya, "Alisya mau makan apa hari ini? Ibu masak makanan kesukaan Alisya di rumah ya?"

"Alisya mau telur gulung sama sup wortel, Ma!" seru Alisya riang, melompat-lompat kecil sambil menggandeng tangan ibunya.

"Pilihan yang bagus. Ayo kita jalan sekarang," sahut Alya lembut.

Baru saja Alya hendak melangkah menuntun Alisya menyusuri trotoar depan sekolah, sebuah mobil sedan putih mewah berhenti tepat di dekat gerbang.

Pintu mobil terbuka, dan sesosok pria berpenampilan rapi keluar bersama seorang wanita bergaun elegan.

Pria itu adalah Andi, antan suami Alya, bersama kekasih barunya, Ranti. Mereka datang untuk menjemput Raya, anak dari Ranti.

"Mama, itu Papa..." kata Alisya pelan, langkah kencangnya mendadak terhenti. Wajah mungilnya yang tadinya riang berubah redup seketika.

Saat itu Andi sama sekali tidak melihat ke arah Alisya. Matanya hanya tertuju pada Raya yang berlari keluar dari gerbang sekolah.

Andi merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, menyambut anak tirinya itu dengan senyuman paling hangat, lalu mengangkatnya ke udara sambil tertawa lepas.

Ranti berdiri di samping mereka, mengelus kepala Raya dengan penuh kasih sayang. Mereka bertiga terlihat persis seperti sebuah keluarga yang utuh dan bahagia.

Alisya mendongak, matanya yang bulat mulai berkaca-kaca menatap pemandangan itu dari kejauhan.

"Mama... Alisya boleh samperin Papa nggak?" tanya Alisya penuh harap.

Jemari kecilnya meremas ujung baju Alya, matanya tak lepas memandangi Andi yang sedang memeluk erat Raya. "Alisya kangen sama Papa..."

Terpopuler

Comments

Ambu Rinddiany Thea

Ambu Rinddiany Thea

bapa calon kamar mayat itu mah alisya

2026-08-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!