2

Suara decitan rem mobil sedan putih mewah berhenti di dekat gerbang TK.

Pintu mobil terbuka, terlihat seorang wanita paruh baya bertubuh gempal dengan perhiasan emas yang mencolok di leher dan pergelangan tangannya.

Di sampingnya, seorang anak perempuan sebaya Alisya turun dengan tas bermerek.

Wanita itu melangkah mendekati Alya dengan dagu terangkat tinggi, pandangannya merendahkan dari ujung kepala hingga ujung kaki Alya.

"Oh... kamu di sini juga? Jadi anakmu sekolah di sini?" tanya Linda dengan nada mengejek.

Alya menatap Linda datar, berusaha menekan gemuruh di dadanya.

"Iya," jawab Alya singkat, tak ingin memperpanjang interaksi.

Linda terkekeh sinis, melipat tangannya di dada seraya menatap papan nama TK swasta yang berdiri megah di belakang Alya.

"Ha ha ha! Berani juga kamu yang miskin ini menyekolahkan anakmu di sini? Kamu sadar diri tidak, biaya di sini itu mahal? Awas ya, kalau sampai nunggak, jangan berani-berani kamu mengemis atau minta uang ke anakku! Hubungan kita sudah putus total sejak kamu dan Andi bercerai!" cibir Linda. Wajahnya mengkerut jijik.

Alya menatap Mantan mertuanya itu dengan tatapan tajam. "Memangnya kenapa? Semua anak berhak sekolah di sini."

"Ingat ya, Alya. Tidak ada lagi tanggung jawab Andi untuk memenuhi kebutuhan hidup kalian! Toh, dari dulu aku juga tidak pernah sudi menganggap anak dari rahimmu itu sebagai cucuku! Lihat ini, ini baru cucu yang pantas buat keluarga kami, berkelas!" lanjut Linda semakin menjadi-jadi, menyenggol bahu cucu tirinya agar berdiri lebih maju.

Alya menghembuskan napas panjang, menatap lurus ke dalam manik mata Linda dengan ketenangan yang dingin.

"Ya, sebaiknya jangan," balas Alya pelan namun penuh penekanan. "Tolong pegang kata-kata Ibu hari ini. Karena jika suatu saat nasib aku dan anakku berubah... aku harap kalian tidak perlu datang merangkak dan memohon di hadapanku."

Alya langsung membalikkan badan dan berniat untuk segera meninggalkan tempat berbisa itu.

"Alah! Berubah apaan?!" teriak Linda dari belakang, suaranya melengking hingga memancing perhatian beberapa orang tua murid yang lalu lalang. "Berubah makin ngenes yang ada! Jangan mimpi kamu!"

Alya tetap melangkah, namun Linda belum puas. Wanita itu melangkah cepat beberapa baris untuk mengejar langkah Alya.

"Lagian wanita miskin dan tidak berguna seperti kamu, siapa juga pria yang mau sih?!" celeduk Linda lagi, tertawa remeh. "Aku ini bersyukur setengah mati anakku bisa lepas dari wanita seperti kamu! Beban, nyusahin, dan cuma bisa numpang hidup! Sekarang Andi sudah dapat calon istri baru yang kaya raya, tidak seperti kamu yang cuma jadi sampah!"

Langkah Alya menyusuri trotoar terasa makin berat, tapi ia menolak untuk menoleh seraya melanjutkan langkahnya menembus terik matahari.

Di dalam hatinya, sebuah ikrar tertanam begitu dalam di hatinya

"Saat ini memang belum saatnya pembalasanmu, Linda... tapi pegang ucapanku. Suatu saat nanti, kau dan anak kebanggaanmu itu yang akan berlutut dan menderita di hadapanku!" kata Alya bertekad.

"Heh! Dasar miskin! Kita lihat nanti, mana yang lebih pintar, cucu kesayangan ku atau anak naifmu itu," kata Linda tersenyum sinis.

"Ayo sayang, kita masuk. Dan kamu harus belajar pintar ya, biar bisa mengalahkan anak wanita miskin itu, kamu jangan sampai kalah ya," kata Linda kepada Raya.

"Iya Nenek," katanya mengangguk, meskipun ia tidak begitu mengerti ucapan Linda.

Terpopuler

Comments

Zaky

Zaky

Kenapa ya thor orang kaya banyak yang mennyamar jadi miskin? Terlebih untuk menguji orang terdekatnya

2026-08-05

0

Night Watcher

Night Watcher

lah.. baru dua bab nama mantan suami udah ganti...
awalnya andy, sekarang rendy,
atau nama lengkapnya "Andy Surendy"? 😇😇🤭🤭🤭

2026-08-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!