*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh
# Tiga puluh
Di sebuah bandara, Zura sedang berusaha kabur dari pengejaran orang-orang Leon. Kaki tangan Leon tersebut sudah mengendus keberadaan mantan sekretarisnya tersebut di sebuah bandara di kota A. Kemarin mungkin Zura kemarin bisa lolos. Tapi kali ini, Leon sudah mengirim banyak orang. Tidak ingin kecolongan seperti kemarin.
“Nona Zura!” Seorang pria berpakaian hitam dengan kacamata hitam serta earphone di telinganya, menghadang langkah Zura. Bersama rekan-rekannya mereka menghalangi Zura yang berencana untuk kabur.
Salah satu dari mereka bahkan meraih tubuh Al, putra Zura. Kaki tangan Leon tersebut mengendong Al dan mengajaknya masuk mobil yang sudah menunggu.
“Lepaskan anak saya!” teriak Zura yang melihat putranya dibawa.
“Ikut kami, bila ingin bersama dengan putra Nona!” ucap salah seorang dari mereka.
Mau kabur, tidak bisa. Karena putranya terlanjur menjadi sandra, mau ikut? Ia seperti menyerahkan nyawanya sendiri. Karena pasti akan ketahuan bahwa ia hanya menginginkan uang dari mantan bosnya tersebut. Tak punya pilihan, dengan gontai Zura ikut bersama pria serba hitam tersebut.
Saat di dalam mobil, Zura duduk di kursi belakang. Sedangkan putranya duduk di depan. “Gak apa-apa, Sayang!” ucap Zura sambil melihat anaknya yang terus menatap dirinya. Sepertinya putranya itu sangat ketakutan. Karena dikelilingi oleh banyak orang asing.
Mulai dari sini Zura menyesal, karena menjadikan anaknya sebagai senjata memeras Leon. Padahal jelas-jelas itu bukanlah anak mantan bosnya tersebut.
Mereka berdua langsung dibawa ke rumah sakit, beberapa jam kemudian Leon datang ke rumah sakit. Kini saatnya mereka melakukan tes DNA.
“Maafkan saya, Pak!” Zura langsung memelas saat Leon mendekat ke arahnya.
“Maaf untuk apa?” tanya Leon dengan wajah dingin. Ekspresinya sangat datar. Zura merasa takut, pria itu jauh berbeda dengan pria yang dulu main gila dengannya.
Zura hanya mampu menelan ludah, kemudian berlutut di depan Leon. “Maaf, Pak! Saya akan meninggalkan kota ini. Saya dan Al tidak akan menganggu Pak Leon lagi. Al putra saya dengan kekasih saya yang terdahulu. Dan tidak ada sangkut pautnya dengan Pak Leon. Saya mengakui kesalahan saya. Tolong bebaskan saya.”
Wanita itu mengucapkan permohonan maaf dengan tertunduk serta ketakutan, sebab ia tak mau dimasukkan ke dalam penjara. Zura tahu Leon tak akan diam saja setelah apa yang ia buat. Setelah meminta banyak uang pada mantan bosnya itu, Zura yakin bahwa Leon akan menenggelamkannya di laut lepas.
“Bangun!” perintah Leon dengan dingin. Sorot matanya tajam mengarah para wanita yang dulu sering menemani dirinya beberapa tahun silam.
Dengan gemetar Zura mencoba bangun, tapi karena kelewat takut. Kakinya malah bergetar dengan hebat. “Maaf, Pak!” Hampir saja ia menangis karena merasa ngeri dengan tatapan Leon.
Karena sudah mendengar dari mulut Zura sendiri bahwa anak itu bukanlah putranya, maka Leon kini bisa bernapas lega. Tingga menunggu laporan medis tentang hasil DNA. Meskipun dapat dipastikan bahwa itu sudah terbukti bukan anaknya, Leon tetep menjalankan tes DNA tersebut.
Tidak peduli pada Zura lagi, ia menyerahkannya pada anak buahnya. Leon sendiri bergegas pulang, ia ingin menghampiri Hanum. Memberikan kabar baik ini pada istrinya tersebut. Setelah pulang dari rumah sakit di kota A, Leon langsung menuju kantor Hanum.
Ketika di sebuah persimpangan jalan, ia melihat sebuah toko bunga. Melihat bunga-bunga yang nampak cantik dari luar kaca transparan. Lon pun melajukan mobilnya ke sana, ia memarkir mobil yang ia kendari tepat di depan toko florist itu.
Ketika melihat deretan bunga-bunga yang cantik itu, bayangan wajah Hanum sudah menari-nari di pelupuk mata. Sebentar lagi ia akan memberikan kabar bahagia untuk Hanum bersama bunga yang ia bawa.
Leon memilih sebuket bunga mawar merah yang akan ia berikan pada Hanum, ia rasa bunga itu yang paling cocok untuk istrinya. Bunga yang cantik, secantik paras Hanum yang terus terbayang-bayang di depan matanya.
Saat mengendarai mobilnya lagi, Leon sempat curiga. Sejak tadi ada mobil hitam yang sepertinya terus membuntuti dirinya. Curiga dan ingin memastikan bahwa ia salah, Leon mencoba memilih persimpangan jalan yang berbeda.
Dilihatnya mobil itu tak mengikuti lagi, namun saat ada di pertigaan yang lain. Mobil hitam itu nyatanya ada lagi di belakang mobilnya.
“Sial!” ujarnya ketika menyadari memang ada orang yang membuntuti dirinya. Dan sayangnya lagi jalan di depannya malah sangat sepi. Makin lama mereka malah makin masuk ke jalanan yang benar-benar sangat sepi.
Saat melirik kaca spionnya, mobil itu malah kian mendekat dan dengan sengaja mendesak mobil Leon. Hal itu membuat mobil yang dikendarai Leon maju ke depan dan menabrak pembatas jalan.
Tidak menyerah, Leon berusaha mengemudikan mobilnya. Tapi rupanya orang yang membuntuti dirinya itu juga tak menyerah. Untuk ke dua kalinya mobil Leon ditabrak lagi.
Kali ini Leon sudah terdesak, hingga mobilnya mendekat ke pinggir jembatan yang ada di depannya. Kurang sedikit lagi mobil itu akan jauh ke bawah jembatan.
Orang yang ada di balik kemudian mobil penguntit, masih terus tak menyerah. Lagi-lagi ia mendesak mobil Leon. Dan ketika suara keras benda jatuh ke dalam sungai dari atas jembatan. Barulah mobil itu pergi. Seorang pria menyeringai setelah berhasil mendorong masuk mobil yang dikendarai Leon ke dalam sungai.
Sementara itu Leon sendiri masih terjebak di dalam mobil yang makin hanyut ke dalam sungai. Ia berusaha untuk keluar dan melepas sabuk pengamannya. Tapi air semakin masuk ke dalam mobil, memenuhi isi mobil dengan air.
Beberapa saat kemudian tubuh Leon mulai melemas, bila sebelumnya ia bergerak untuk berusaha melepas sabuk pengamannya dan berusaha keluar. Kali ini ia hanya diam tak berdaya, tubuhnya melemah. Sepertinya terlalu banyak air yang ia minum. Mobil pun semakin hanyut, tengelam terbawa arus.
Di tempat yang berbeda, Hanum sedang membuat kopi di pantry kantor tempatnya bekerja. Saat akan memegang gelas, tak tahu kenapa gelas yang panas itu langsung ia pegang. Alhasil tangannya kepanasan dan membuat gelas itu langsung jatuh ke atas lantai.
Sampai salah seorang rekannya yang ada di sebelahnya terhenyak kaget.
“Mbak Hanum ada apa?”
“Ngak apa-apa, kurang hati-hati saja.” Hanum pun meraih gelas yang berserakan itu. “Aduh!” pekiknya saat tangannya terkena serpihan gelas kaca.
“Hati-hati ya, Mbak!”
“Iya.”
Entah mengapa Hanum merasa firasatnya tak enak, setelah merapikan serpihan yang ada di atas lantai. Ia pun melangkah ke ruang kerjanya, Hanum lantas meraih ponsel yang semula ia letakkan di atas meja kerjanya.
Tut tut tut
Berkali-kali ia mencoba menghubungi sang suami, namun tak kunjung tersambung. Wanita itu pun mencoba menelpon nomor sekretaris suaminya, Desi.
“Desi? Apa Pak Leon ada di kantor?”
“Pak Leon hari ini tidak masuk kerja, Mbak Hanum.”
“Oh... Baiklah!”
Hanum memutar bola matanya, ia bertanya-tanya. Ke mana suaminya, ditelpon berkali-kali tak bisa tersambung. Bahkan sekretarisnya pun tak tahu.
Hatinya makin tak nyaman, Hanum hanya bisa menggenggam ponselnya tanpa kejelasan.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️