Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAHI MANTANKU

MENIKAHI MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Satu Atap Bersama Mantan

Aira seorang gadis yang hobi berbelanja menggantungkan hidupnya pada pundi-pundi kekayaan keluarganya terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan rekening banknya yang terancam diblokir papinya.

Namun di hari pernikahannya niatnya untuk kabur justru malah bertemu mantan pacarnya yang 8 tahun lalu mencampakkannya dengan alasan dingin.

Devan, cinta pertama Aira sekaligus mantan Aira yang sangat ia benci ternyata adalah calon suaminya.

Dua orang yang masih sama-sama sayang, tapi sangat gengsi dalam mengakui perasaannya.

Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 : Asap Cemburu di Dalam Mobil

Langkah kaki Devan mendekati bangku tempat Aira duduk. Di kedua tangannya, ada dua porsi jajanan serba gurih dan dua gelas minuman dingin yang masih berembun. Tapi bukan cuma itu yang berjalan menuju Aira...

Sesuai dugaan dan firasat buruk Aira, cewek tadi berjalan persis di samping Devan. Langkahnya yang anggun dan senyuman manis yang terus terkembang di bibirnya membuat dada Aira serasa dihantam beban berat.

Aira pura-pura sibuk merapikan kuncir rambutnya, sengaja memasang raut muka paling datar.

"Ra, ini minumannya," Devan menyerahkan gelas minuman dingin itu sambil mendudukkan diri di sebelah Aira. "Eh, btw, ini Nadia. Dia gak sengaja ketemu gue di antrean stan makanan tadi."

Nadia melangkah maju, menyunggingkan senyuman paling ramah—atau setidaknya, begitu kelihatannya. Ia mengulurkan tangan kanannya dengan sangat percaya diri ke arah Aira.

"Hai, Aira kan? Gue Nadia," sapa Nadia dengan nada suara yang kelewat halus. "Devan sering banget cerita—eh maksudnya, gue sempet denger soal lu dari Devan."

Aira menatap tangan Nadia yang melayang di udara selama beberapa detik. Rasa cemburu yang berkobar di dadanya makin panas, tapi Aira mati-matian menolak mengakui perasaan itu.

Ih, ngapain coba gue cemburu?! Gak sudi banget! batin Aira membela gengsinya yang setinggi langit.

"Aira," sahutnya pendek.

Nadia sempat menarik tangannya dengan senyuman yang agak kaku begitu mendapat sambutan dingin dari Aira. Tapi bukan Nadia namanya kalau langsung menyerah. Cewek itu malah ikut duduk di ujung bangku yang sama, persis di sebelah Devan.

Aira memilih untuk tidak mempedulikan keberadaan cewek itu lagi. Ia menyambar bungkus jajanannya, membuka sedotan minumannya, lalu mulai mengunyah makanannya dengan lahap.

Namun, ketenangan Aira bener-bener diuji habis-habisan detik itu juga.

Devan dan Nadia tenggelam dalam obrolan panjang yang kelewat serius. Mereka berdua asyik membahas soal proyek ekspansi bisnis terbaru, kerja sama antar-perusahaan, sampai tren pasar saham kuartal ini. Devan yang emang dasarnya penggila kerja tampak sangat antusias menanggapi ide-ide Nadia, sesekali terkekeh pelan dan menatap cewek itu.

Ck!

Aira berdecak pelan. Matanya melihat ke arah kerumunan anak-anak yang sedang antre naik komedi putar di seberang sana. Mulutnya terus mengunyah jajanan dengan gaya sengit, membuat kedua pipinya mengembung kesal.

Bagus banget ya... maki Aira dalam hati sambil menusuk jajanannya dengan tusukan dengan kasar.

Gue dibawa ke taman hiburan ini murni cuma buat pajangan doang apa gimana?! Kalau mau rapat bisnis mah di ruang rapat sana, ngapain pake acara nimbrung di sini coba?! Pake ketawa-ketawa segala lagi, dikira lucu kali ya!

Rasa cemburu yang makin liar itu menyiksa dada Aira. Apalagi tiap kali mendengar nada suara Nadia yang sengaja dibikin manis tiap kali memanggil nama Devan. Aira berulang kali meneguk minumannya demi memadamkan hawa panas yang membakar tenggorokannya.

Setelah hampir tiga puluh menit Aira menjadi patung bernapas di antara obrolan bisnis mereka, Nadia akhirnya melihat jam tangannya.

"Aduh, Devan... ternyata udah mau jam enam sore ya," ujar Nadia dengan raut wajah sedih yang dibuat-buat. Ia mengusap pelipisnya pelan. "Supir gue barusan chat, katanya mobilnya mogok di daerah jalan tol menuju ke sini. Mana daerah sini agak susah dapet taksi online jam-jam pulang kerja gini..."

Aira yang mendengarnya langsung memasang radar kewaspadaan.

Nah kan! Mulai nih alesan klasiknya! batin Aira memutar matanya malas.

Nadia menatap Devan dengan mata memohon yang manis banget. "Devan... kira-kira gue boleh numpang pulang bareng kalian gak? Kebetulan kan arah rumah gue searah sama rute ke penthouse lu. Daripada gue terlantar di sini sendirian..."

Di telinga Aira, kalimat Nadia itu bener-bener terdengar kayak rayuan murahan buat menggoda Devan! Mana pake acara pasang muka melas segala!

Devan melirik ke arah Aira sebentar. Aira sengaja membuang muka, pura-pura asyik menyedot minumannya sampai berbunyi sroott! kencang banget.

Devan yang merasa gak enak hati gara-gara Nadia adalah mitra bisnis penting keluarganya akhirnya mengangguk pelan. "Yaudah, ikut aja. Lagian searah ini."

Jleg!

Aira menggeretakkan giginya.

Di dalam mobil perjalanan pulang, suasana makin terasa bagaikan neraka bagi Aira.

Nadia memilih duduk di kursi belakang, persis di tengah-tengah antara Devan dan Aira. Sejak mobil Devan membelah kemacetan jalanan sore Jakarta, obrolan di antara Devan dan Nadia sama sekali gak ada hentinya.

Nadia terus saja memancing obrolan. Dari yang tadinya soal bisnis, sekarang mulai merembet ke masa-masa kuliah mereka dulu, teman-teman lama mereka, sampai hal-hal konyol yang cuma dimengerti oleh mereka berdua.

"Inget gak sih, Van? Waktu kuliah dulu lu sempet salah masuk kelas gara-gara begadang ngerjain tugas?" terkekeh Nadia riang dari kursi belakang, menyandarkan tubuhnya agak maju ke arah konsol tengah, dekat dengan bahu Devan.

Devan yang fokus menyetir ikut tertawa renyah. "Ah, jangan diingetin lagi deh, malu-maluin banget itu."

"Tapi jujur ya, dari dulu lu emang selalu jadi pusat perhatian banget tahu gak," puji Nadia lagi.

Sementara itu, Aira memilih untuk benar-benar tak peduli.

Ia menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil, menyilangkan kedua tangannya di dada. Matanya menatap lurus ke arah deretan lampu kendaraan di luar, tapi pikirannya mengutuk dan mengamuk di dalam hati.

Gila ya ini cewek! Sok akrab banget! maki Aira dalam hati, napasnya memburu karena menahan amarah.

Gue yang istrinya sah aja ada di sebelah Devan, tapi dia kayak menganggap gue gak ada di sini! Terus si Devan juga malah ngelayanin obrolannya lagi! Kenapa gak sekalian aja lu berdua jadian dari dulu hah?! Ngapain Devan pake nikahin gue kalau ujung-ujungnya tetep asyik sama cewek ini?!

Tiap gelak tawa yang keluar dari mulut Nadia terasa bagaikan gesekan amplas di telinga Aira. Rasa panas, kesal, kecewa, dan cemburu yang campur aduk membuat dada Aira terasa sangat sesak.

Aira mengacungkan telunjuknya, menekan tombol pendingin mobil, berharap hawa dingin itu bisa meredam hawa panas yang membakar kepalanya sekarang. Tapi tetep aja... rasa kesal setengah mati itu gak berkurang sedikit pun.

Devan sempat melirik Aira dari kaca spion tengah. Pria itu menyadari perubahan raut wajah Aira yang makin tertekuk dan suasana hening yang menyelimuti cewek itu. Tapi tiap kali Devan mau mencoba mengajak Aira bicara, Nadia selalu memotongnya dengan obrolan baru yang tak ada habisnya.

Aira cuma bisa memejamkan mata, berdoa dalam hati agar mobil ini cepat sampai, sebelum ia benar-benar meledak dan melempar sandalnya ke wajah cewek di belakang mereka.

1
Fazira
😍😍😍
Fazira
so sweet sekali 😍😍
Fazira
lucu mereka 🤭
Fazira
🤣🤣
Fazira
semangat upnya kak😍😍
Fazira
😍
Fazira
Nadia istrinya marah loo
Skyline Scribe
cemburu niee🤭
Fazira
sepertinya love language nya mereka ini bertengkar yaa
karena 8 tahun itu bukan waktu yang sebentar untuk bisa membenci orang
gak sabar liat Devan bucin😍
Reni Anjarwani
kapan damainya bertengkar terus
Ael
semangat kak👍👍
Fazira
Devan yang jujur kamu
Skyline Scribe: cowok gengsi tinggi dia kak😄
total 1 replies
Fazira
jangan tengkar/Sob//Sob/
Fazira
lanjut 💪
Fazira
🤣
Ael
seru👍
Reni Anjarwani
lanjut thor
Fazira
lanjut 💪
Ael
/Heart//Heart//Heart/
Reni Anjarwani
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!