Indonesia
NovelToon NovelToon
Sweet & Psycho

Sweet & Psycho

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta setelah menikah / Psikopat itu cintaku / Perjodohan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: Pena kira

Axcelino Pierce tampak sempurna, namun raganya terpecah oleh dua kepribadian yang saling berebut kendali akibat trauma masa kecil. Menyaksikan rumahnya terbakar dan sang kakak tewas mengenaskan tepat didepan mata, membuat Amnesia traumatis yang mengunci kehidupannya. Penyakit itu mustahil disembuhkan medis, hingga ia lelah terus berbagi kehidupan.

Kehadiran Sora Kyne yang ceria menjadi titik balik. Sora bukan hanya satu-satunya orang yang sanggup meredam gejolak kepribadian ganda Axcelino, tetapi juga bertekad membantunya mengingat kembali masa lalu yang terkunci demi kesembuhan sahabat barunya itu.

Namun, misteri besar menanti, bagaimana cara mereka membongkar skandal konspirasi di balik kematian sang kakak yang janggal, sekaligus membuka kunci rahasia kesembuhan Axcelino, sebelum kepribadian gelapnya mengambil alih selamanya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena kira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Usil

# Kejutan Usil Axcel #

Kaki Sora terasa lemas setelah getaran ketakutan itu hilang. Ia tahu kalau yang sedang ia lakukan itu salah, tapi apa daya mulut Sora tak mampu membela siapa pun. Jiwa-jiwa pemberontak yang sangat ingin ia lakukan selalu bertekuk lutut di bawah kaki Nyonya Jolly.

Sora, anak tunggal yang tak pernah merasa kekurangan dengan tangki cinta yang selalu penuh dari orang tuanya, terkadang ingin melakukan hal-hal konyol yang bisa memacu adrenalinnya. Tapi saat masa-masa itu datang tanpa ia sangka, nyatanya Sora merasa sangat ketakutan dan merasa berdosa.

Sora tak menyangka orang tuanya akan sekecewa ini pada dirinya, dan hal itu membuat Sora ikut sedih seolah tak terima dirinya disalahpahami. Bukankah hal ini yang Sora mau selama ini? Bukankah harusnya ia biarkan saja kesalahpahaman itu tanpa rasa bersalah, jadi ia bisa merasakan kenakalan remaja yang tak ia lakukan di masa-masa puber dulu?

Sora menarik napas dalam-dalam, menghentak-hentak pelan kakinya, dan mendatangi pintu untuk mendengarkan langkah Bi Muna dan Bundanya yang semakin lirih menjauh. Tubuhnya sempat terduduk lemas dengan tangan yang masih menyentuh pintu kayu yang dingin. Tapi ingatannya langsung menyadarkannya tentang Axcel yang masih ia kunci di storage duffle bag di kamar gantinya.

Buru-buru Sora bangun dan meraih sekotak pizza serta sekaleng cola untuk makan malam Axcel. Sora merogoh kunci di sakunya dan dengan panik membuka kunci storage yang mengurung Axcel.

Tubuh Sora membeku saat melihat Axcel yang nampak pucat sedang memejamkan matanya dan tak bereaksi dengan panggilan Sora. Dengan jantung berdegup kencang, hati-hati Sora mendekatkan jari telunjuknya ke bawah hidung Axcel. Hatinya menangis terus memohon agar Axcel tak mati karena kehabisan nafas akibat ulah cerobohnya. Air matanya mengalir mulai membasahi pipi halusnya. Dada Sora terasa ingin meledak, tak sanggup menerima semua tekanan ini. Ia berharap semua segera usai dan berjanji tak akan penasaran lagi serta tak akan coba-coba nakal lagi.

BRUGH!

Tubuh Sora kembali tersungkur di lantai dan tangisnya pecah semakin keras terisak-isak seolah tak bisa ia kendalikan lagi.

"Emmm... Hey, kau ini kenapa? Apa kita udah ketahuan? Kenapa menangis sampai kayak gitu?"

Axcel yang masih terduduk di storage terhenyak melihat Sora duduk menelungkup ke lantai dengan suara tangis yang sangat mengkhawatirkan. Tak mendapatkan respons untuk pertanyaannya, Axcel menyentuh kepala Sora dengan jari telunjuknya, mengetuk-ngetuknya pelan untuk mencairkan suasana. Dan cara itu berhasil menarik perhatian Sora. Sora mengangkat kepalanya dan memandang Axcel dengan tatapan yang sendu. Terpancar seribu kuadran kesedihan yang Sora curahkan untuk Axcel.

"Eiii... Pffft... Hahaha! Maaf... Maaf... Tapi itu, nih lap dulu ingusmu."

Dengan sembarangan Axcel menarik slayer kecil yang terlilit di salah satu duffle bag Sora dan menyuruh Sora menggunakannya untuk membersihkan air mata dan ingus yang sudah menyatu di wajah Sora yang sembab seperti disengat tawon sebatalyon. Bukannya mencairkan suasana, Axcel malah membuat Sora semakin menjadi-jadi. Sora menangis dengan membuka lebar-lebar mulutnya, membuat Axcel panik dan segera membekap mulut Sora dengan telapak tangan kirinya sebelum masalah semakin runyam jika keberadaan mereka diketahui orang tua Sora.

"Iya... Iya... Aku minta maaf, bercandaanku keterlaluan ya? Maaf ya... Janji nggak ulangi lagi. Udah jangan menangis lagi ya... Nanti cantiknya luntur."

Axcel masih saja menggunakan kata-kata kuno untuk menghibur Sora seperti anak kecil. Perlahan ia menarik tangannya dan menjewer kedua telinganya sendiri sebagai tanda hukuman karena keusilannya yang membuat Sora ketakutan setengah mati. Axcel sendiri tidak menyangka kalau reaksi Sora akan seheboh itu saat ia sengaja menahan nafas ketika Sora memeriksa kondisinya.

Sora menatap Axcel dengan tatapan yang masih sendu, bukan karena marah, melainkan rasa bersyukur yang begitu dalam. Mungkin Axcel tak tahu apa yang Sora rasakan saat itu, betapa leganya dan betapa bersyukurnya Sora saat menyadari kalau Axcel hanya pura-pura mati. Biarpun Axcel sudah berusaha menahan napas lama, Sora masih bisa melihat gerakan halus dari mata dan bulu mata Axcel. Bahkan nampak jelas bagaimana meremangnya kulit area tangan Axcel saat Sora menepuk-nepuk pipinya ketika mencoba membangunkannya.

"Eh... Eh... Eh... Itukan udah kukasih kain, kenapa jaketku dijadiin lap ingusmu sih? Joroook! Hadeh, iya deh nih ambil."

Tentunya Sora tak akan mau mengotori slayer tas branded-nya, dan Axcel tak bisa menyelamatkan jaket kesayangannya lagi.

Axcel keluar dan duduk bersandar di samping Sora. Dahinya berkerut tak tahu lagi bagaimana cara menghibur Sora, karena sampai saat ini pun Sora masih sesenggukan dengan suara yang lirih. Suasana menjadi canggung dan dingin. Tak tahan lagi, Axcel meminta izin untuk ke kamar mandi, dan Sora masih saja tak meresponsnya.

Sebenarnya bukan toilet yang Axcel tuju, melainkan balkon. Ia ingin memikirkan cara untuk keluar dengan aman tanpa ketahuan dan tanpa menimbulkan masalah. Dengan mengendap-endap, Axcel masih bisa melihat ada satu orang yang menjaga tepat di bawah balkon Sora, mungkin orang yang satu lagi sedang patroli keliling. Biarpun tinggal satu orang, tetap saja berisiko untuk Axcel. Mungkin kalau tidak melibatkan Sora, Axcel masih bisa nekat menghadapi semua orang yang menghadangnya. Posisinya sekarang serbasalah, dan ia mulai menyadari kecerobohannya yang menyelinap tanpa mau mendengar peringatan Sora.

Axcel memutuskan masuk kembali ke ruang ganti Sora. Nampaknya Sora sekarang sudah lebih tenang. Wajahnya yang sembab dan memerah nampak menggemaskan, tapi Axcel sudah tak punya keberanian untuk menggodanya. Jadi diam-diam ia memotret Sora dari kejauhan. Entah untuk apa, tapi menurutnya foto ini nantinya akan berguna.

Sora menepuk lantai, mengisyaratkan Axcel untuk duduk kembali di sampingnya. Di depan Sora sudah ada boks pizza dan sekaleng cola. Axcel tentunya menuruti permintaan Sora. Ia mengedarkan pandangan tak tentu arah hanya karena tak ingin beradu tatap dengan mata Sora.

"Aku nggak marah kok. Aku menangis karena lega aja. Satu doaku terkabul dan aku harus menepati janjiku. Ini makan dulu, habisin. Malam ini kamu bisa tidur di sini, ini aku udah ambilin bedcover sama bantal. Tumpuk-tumpuk aja yang tebal yang penting nyaman aja. Aku... Mau tidur dulu ya. Selamat malam."

Sepanjang bicaranya Sora tak menampakkan senyumnya dan terlihat sangat lelah. Axcel pun hanya mengangguk, terdiam membiarkan Sora pergi padahal ia punya banyak pertanyaan yang ingin ia ketahui jawabannya langsung dari Sora. Mungkin malam ini bukan waktu yang tepat, tapi jika harus ditunda hingga esok, Axcel tak yakin masih bisa berjumpa lagi dengan Sora.

Mereka berdua kembali berada di bawah satu atap yang sama, hanya berjarak dinding pemisah dengan pikiran yang tak tenang dan mencoba mencari ketenangan dengan memejamkan mata.

"Non... Non... Bangun, Non. Waktunya sarapan. Bibi udah siapin baju ganti. Ayo mandi dulu biar segar, Non."

Mandi...? Baju ganti...? Mata Sora langsung terbelalak dan melompat dari kasurnya. Ia tersadar kalau Axcel semalaman ada di ruang ganti. Bisa saja Bi Muna menemukannya! Tidak... Tidak... Sora berharap Axcel bisa bersembunyi dengan baik.

"Kenapa kau tidur dengan pintu terbuka seperti ini? Sudah tak takut lagi sama serangga yang bisa masuk malam-malam?"

Langkah Sora terhenti. Ternyata tak hanya Bi Muna yang membangunkannya, melainkan ada Nyonya Jolly yang sedang berdiri di pintu balkon. Sora tak berani bergerak, takut Bundanya curiga. Belum sempat menjawab, Nyonya Jolly kembali menanyakan hal yang menurutnya aneh. Itu tentang makan malam yang Sora pesan, mengapa masih utuh semua, bahkan tak ada satu pun minuman kaleng yang terbuka. Sora langsung menoleh ke mejanya. Jelas-jelas itu hotdog dan pizza yang ia berikan pada Axcel semalam.

Bagaimana bisa semua kembali ke mejanya? Apakah Axcel enggan makan malam? Atau sebenarnya ia sudah pergi saat dirinya ketiduran?

"Mmm... Itu Bunda, semalam Sora langsung ketiduran. Lupa makan, lupa tutup pintu balkon. Sora cuci muka dulu ya, Bunda. Tunggu sebentar."

Sora mengajak Bi Muna ke toilet dan meminta Bi Muna masuk ke ruang ganti dengan alasan sedang tak ingin memakai dress hari ini. Bi Muna menuruti perintah Sora, mengambil beberapa rekomendasi baju yang akan Sora gunakan. Tapi Sora malah menyibak-nyibak seluruh isi lemarinya seperti sedang mencari sesuatu.

"Nona sebenarnya mau pakai baju warna apa? Nyonya minta Bibi siapin baju yang semiformal karena hari ini ada janji temu lagi dengan keluarga Wistlen membahas semua keperluan lamaran dan pernikahan, Non."

Sora menghentikan kegiatannya, lalu mengambil gaun yang pertama kali Bi Muna bawakan. Hal itu membuat Bi Muna keheranan dan menghela napas tak mengerti kenapa nonanya terlihat begitu linglung. Yang tak Bi Muna ketahui, hal itu bukan karena acara yang harus Sora datangi, melainkan rasa kecewa karena Axcel sudah pergi. Lalu untuk apa Sora merasa sedih? Bukankah itu yang ia inginkan sedari awal?

"Oh, sepertinya Nyonya sudah turun duluan. Ayo sarapan dulu, Non... Eh Non, mau ke mana? Nggak sarapan dulu? Nona juga belum pakai makeup loh."

Tak seperti biasanya, Sora yang biasanya selalu merias wajahnya kini keluar dengan muka polos tanpa makeup. Tentu saja itu terlihat aneh dan terlalu pucat karena ia belum pernah lepas makeup selama ini. Dulu katanya karena Easton suka melihatnya dengan makeup yang tampak segar. Dan untuk pertama kalinya juga Sora melewatkan sarapannya. Entah mengapa ia berbuat seperti itu. Mungkin hanya ingin membuat Easton berubah pikiran saat melihat Sora tanpa makeup, lalu dia akan jijik dan membatalkan pertunangannya.

Nyonya Jolly juga sedikit tertegun dengan perubahan sikap anak gadisnya itu, pucat tanpa warna dan mata panda yang nampak samar, tanpa senyum, tanpa bicara, seperti bukan Sora.

Sepanjang perjalanan Nyonya Jolly tak menegur Sora, dan Sora pun hanya duduk terdiam dengan tatapan kosong. Bi Muna dan Pak Riko, sopir mereka, bisa merasakan aura perang dingin yang sangat kuat dari kursi jok belakang mobil. Tanpa berani menoleh langsung ke belakang, Bi Muna dan Pak Riko hanya bisa sesekali melirik dari spion depan.

-----

"Apa...? Apa kau bercanda, Axcel? Gimana bisa Sora sama Easton kenal? Dan katamu mereka lagi merencanakan pernikahan? Lelucon macam apa itu? Bibi dan pamanmu belum datang ke rumah utama untuk minta restu Kakek."

Profesor Antony yang masih menjadi tetua mutlak di keluarga bisa-bisanya dilangkahi begitu saja, apalagi Nyonya Evelyn yang sudah tak punya dukungan penuh dari almarhum Tuan Pierce. Axcel bersandar dan ikut mendengus kesal karena mereka lebih awal bertemu, dan dirinya hanyalah pendatang baru di kehidupan Sora.

"Nyonya, di depan ada utusan dari keluarga Mubis ingin mengembalikan mahar yang diterima tanpa sengaja. Begitu pesannya. Apa kita akan menerimanya kembali?"

Ucapan Rio jelas membuat kesal Nyonya Evelyn. Berani-beraninya Sora ingkar janji! Nyonya Evelyn menyuruh Rio untuk menyimpan kembali semua properti yang dikembalikan Sora, dan meminta Mark untuk segera menghubungi Sora.

----

"Soraaa... Wajahmu? Kamu tumben nggak pakai makeup? Apa kamu sakit? Wajahmu kelihatan sedikit pucat."

Sora menyeringai dengan tatapan yang sedikit senang. Dugaannya benar, Easton tak akan tahan melihat dirinya yang seperti ini; nampak tak menarik tanpa makeup. Tanpa menjawab pun, Sora merasa percaya diri, sebentar lagi Easton akan membuangnya.

"Sora... Kenapa nggak dari dulu aku melihat kamu kayak gini? Aku yang dulu bener-bener buta. Sora, kamu cantik banget. Kamu berhasil memiliki hatiku. Tiap pagi aku bakal lihat wajah polos mu setiap bangun tidur. Aku benar-benar udah nggak sabar!"

APAAA...? WHATTT...? HUEEEKKK...! Ternyata perkataan romantis dari orang yang tidak lagi dicintai itu bisa terdengar sangat mengganggu hingga bisa bikin mual!

⭐⭐⭐⭐⭐

WADUH KIRAVERS! BIKIN GELENG-GELENG KEPALA BANGET YA INI! 😱💥

Sora yang sengaja tampil bare face tanpa *makeup* dan bermata panda demi bikin Easton ilfeel, eh malah bikin si Easton makin klepek-klepek dan melontarkan kalimat gombal yang bikin mual! Rencana Sora gagal total! 😭

Di sisi lain, reaksi Nyonya Evelyn pas tahu barang-barang mewahnya dikembalikan Nyonya Jolly langsung bikin suasana memanas! Apalagi Profesor Antony belum dimintai restu sama sekali!

Kira-kira apa yang bakal dilakukan Nyonya Evelyn setelah tahu Sora bakal dilamar Easton? Dan strategi apa lagi yang bakal dipakai Axcel buat menghentikan pernikahan ini?! 😱🔥

Yuk, tumpahkan kekesalan dan spekulasi kalian di kolom komentar sekarang, Kiravers! 💬👇

Jangan lupa ya Kiravers:

TEKAN TOMBOL LIKE & LOVE (❤️) buat dukung Sora yang lagi muak sama Easton!

SIMPAN NOVEL INI DI LIBRARY (TAP/BOOKMARK) kalian biar nggak ketinggalan Notifikasi Bab 31!

FOLLOW PROFILKU untuk dapat update cerita paling cepat!

Terima kasih banyak sudah setia membaca dan sampai jumpa di bab selanjutnya! Happy reading, Kiravers! 🚀🔥

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!