Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Suara sorak sorai terdengar sangat nyaring di dalam studio lantai tiga Pratama Creative.

Prok prok prok.

Semua karyawan bertepuk tangan dengan sangat meriah menatap layar monitor utama di tengah ruangan.

"Luar biasa Maya, penonton siaran langsung kita tembus dua juta orang secara bersamaan hari ini!" teriak Dimas kegirangan.

Dimas sampai melompat-lompat kecil sambil memeluk papan berjalannya erat-erat.

Maya yang masih mengenakan gaun biru laut langsung menjatuhkan dirinya ke atas sofa karena kelelahan.

Hosh hosh.

"Akhirnya selesai juga, rahangku rasanya mau copot karena harus tersenyum dan bicara selama tiga jam penuh," keluh Maya sambil tertawa.

Reza mematikan semua kamera dan lampu sorot lalu memberikan acungan jempol kepada rekan kerjanya itu.

"Kerja kerasmu terbayar lunas Maya, kau sudah resmi menjadi bintang besar di dunia maya mulai hari ini."

Bayu berjalan masuk ke dalam studio dengan langkah santai dan senyuman bangga di wajahnya.

"Kalian semua melakukan pekerjaan yang sangat spektakuler hari ini."

"Dimas, tolong cek berapa total pendapatan kotor yang kita dapatkan dari komisi penjualan selama tiga jam tadi."

Dimas segera membuka aplikasi laporan keuangan di tabletnya dengan tangan yang masih sedikit gemetar.

"Tunggu sebentar Bos, angkanya masih terus bertambah karena proses pembayaran otomatis dari sistem."

"Astaga Bos Bayu, total komisi bersih yang masuk ke rekening perusahaan kita mencapai delapan ratus juta rupiah!"

Mata Maya dan Reza nyaris melotot keluar mendengar nominal uang yang sangat tidak masuk akal tersebut.

Bagi mereka, mendapatkan uang delapan ratus juta hanya dalam waktu tiga jam adalah sebuah keajaiban.

Bayu hanya tersenyum tipis karena dia sudah terbiasa melihat uang miliaran rupiah dari sistemnya.

"Bagus sekali, ini adalah hasil dari kerja sama tim yang solid dan profesional."

"Sebagai bentuk apresiasi, aku akan memberikan bonus uang tunai sebesar lima puluh juta rupiah untuk kalian masing-masing hari ini."

Ruangan studio itu mendadak hening selama beberapa detik seolah waktu baru saja berhenti berputar.

"B-bos Bayu tidak sedang bercanda kan? Lima puluh juta rupiah untuk kami masing-masing?" tanya Maya dengan suara bergetar haru.

"Aku tidak pernah bercanda soal uang Maya, Dimas akan mentransfernya ke rekening kalian sore ini juga."

Maya langsung menangis tersedu-sedu dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

"Terima kasih banyak Kak Bayu, uang ini bisa kugunakan untuk melunasi hutang orang tuaku di kampung."

Reza ikut mengusap sudut matanya yang sedikit berair mendengar kebaikan hati bosnya tersebut.

"Kau memang bos paling gila dan paling dermawan yang pernah aku kenal Bayu."

Bayu menepuk bahu Reza dan tersenyum hangat kepada seluruh timnya.

"Kalian pantas mendapatkannya, sekarang rapikan semua barang dan pulanglah untuk beristirahat."

"Aku memberikan libur penuh untuk hari Sabtu dan Minggu besok, nikmati akhir pekan kalian dengan baik."

Sorakan bahagia kembali meledak di dalam ruangan itu menutup hari yang sangat melelahkan namun memuaskan.

Setelah memastikan semua karyawan pulang, Bayu turun ke lobi dan berjalan menuju mobil Lamborghini hitamnya.

Hari ini adalah hari Jumat sore, waktu yang sangat tepat untuk merencanakan liburan singkat.

Brumm.

Bayu mengendarai mobilnya membelah kemacetan jalanan ibukota menuju mansion mewahnya di Pondok Indah.

Sambil menyetir, pikiran Bayu melayang memikirkan keenam keponakannya yang pasti sedang bosan di rumah.

"Mereka sudah hampir seminggu tidak keluar dari area mansion, pasti anak-anak itu butuh udara segar."

"Bagaimana kalau aku mengajak mereka liburan ke kawasan pegunungan Puncak akhir pekan ini?" Ide tersebut langsung terasa sangat sempurna di kepala Bayu, apalagi jika dia bisa mengajak Alya ikut serta.

Bayu mengambil ponselnya dari atas dasbor dan menekan nomor panggilan cepat untuk Alya.

Tuut tuut.

Hanya butuh dua kali nada dering sebelum suara lembut Alya menyapa dari ujung telepon.

"Halo Bayu, selamat sore, tumben sekali kamu meneleponku jam segini."

"Sore juga Alya, apakah kamu sedang sibuk di kantor sekarang?" tanya Bayu dengan nada santai.

"Tidak terlalu Bayu, aku sedang merapikan meja karena sebentar lagi jam pulang kantor tiba."

"Syukurlah kalau begitu, Alya apakah kamu ada acara untuk hari Sabtu dan Minggu besok?" Terdengar suara gumaman pelan dari Alya yang sepertinya sedang mengingat-ingat jadwal pribadinya.

"Sepertinya aku kosong akhir pekan ini Bayu, memangnya ada apa?"

"Aku berencana membawa keenam keponakanku berlibur ke sebuah vila di Puncak besok pagi."

Bayu sengaja memberikan jeda sejenak untuk membiarkan Alya mencerna informasinya.

"Mereka sangat menyukaimu dan terus menanyakan kapan Tante Alya datang berkunjung lagi."

"Jadi aku ingin mengajakmu ikut berlibur bersama kami, hitung-hitung untuk menyegarkan pikiranmu dari pekerjaan kantor."

Suasana di ujung telepon menjadi hening selama beberapa detik membuat Bayu sedikit berdebar menunggu jawaban.

"Wah liburan ke Puncak ya, kedengarannya sangat menyenangkan Bayu."

"Tapi apakah tidak apa-apa aku ikut? Aku takut nanti malah merepotkanmu mengurusku dan anak-anak."

Bayu langsung tertawa pelan mendengar alasan klasik yang selalu diucapkan oleh Alya tersebut.

"Kamu sama sekali tidak merepotkan Alya, justru anak-anak pasti akan sangat gembira jika ada kamu."

"Lagipula vila yang aku sewa sangat besar, kamu bisa mendapatkan satu kamar tidur utama untuk dirimu sendiri."

Alya akhirnya menyerah dan tertawa kecil mendengar bujukan Bayu yang tidak bisa ditolaknya itu.

"Baiklah Tuan CEO, aku akan ikut liburan bersama keluargamu besok pagi."

"Jemput aku di rumah jam tujuh pagi ya, nanti aku akan mengirimkan alamat lengkap rumahku lewat pesan."

"Siap laksanakan bidadari, kemasi barang bawaanmu secukupnya dan bersiaplah untuk liburan yang menyenangkan."

Klik.

Panggilan berakhir dengan perasaan Bayu yang melambung tinggi menembus atap mobilnya.

"Sempurna, udara dingin pegunungan adalah alasan terbaik untuk menciptakan momen romantis bersamanya nanti."

Satu jam kemudian, Bayu tiba di halaman depan mansion mewahnya.

Cklek.

Bayu membuka pintu utama dan langsung disambut oleh suara ribut anak-anak dari arah ruang televisi. "

Om Bayu pulang!" teriak Rara yang langsung berlari menghampiri pamannya.

Bayu menggendong Rara tinggi-tinggi dan berjalan menuju ruang tengah tempat kelima keponakannya berkumpul.

"Anak-anak, Om punya pengumuman penting untuk kalian semua hari ini!" seru Bayu dengan suara lantang.

Sinta, Kania, Bella, Cika, dan Luna langsung menoleh dan menatap Bayu dengan penuh rasa penasaran.

"Pengumuman apa Om? Apakah Om mau membelikan mainan baru lagi untuk kami?" tanya Bella antusias.

"Bukan mainan Bella, besok pagi kita semua akan pergi berlibur ke vila mewah di Puncak!"

Keenam gadis kecil itu mendadak terdiam kaku mencerna ucapan pamannya barusan.

Sedetik kemudian, mereka semua melompat kegirangan dan berteriak histeris memenuhi seluruh ruangan.

"Horeee! Kita mau pergi liburan ke gunung yang udaranya dingin!" teriak Kania sambil melompat-lompat.

"Sinta, tolong bantu adik-adikmu mengemas pakaian tebal dan jaket mereka ke dalam koper malam ini juga ya."

"Siap Om Bayu, tenang saja semua keperluan anak-anak akan Sinta siapkan dengan rapi," jawab Sinta mantap.

Bayu lalu tersenyum misterius dan memberikan satu informasi tambahan yang membuat keponakannya semakin heboh.

"Oh ya, besok Tante Alya juga akan ikut berlibur bersama kita ke sana."

Mata Sinta langsung memicing tajam menatap pamannya dengan senyuman jahil yang sangat kentara.

"Wah ternyata Om Bayu punya niat terselubung ya mengajak kami liburan ke tempat dingin."

"Pasti Om sengaja mengajak Tante Alya agar Om bisa berduaan sambil mencari kehangatan di sana kan?" goda Sinta tanpa ampun.

Wajah Bayu langsung merona merah karena niat aslinya terbongkar dengan sangat mudah oleh anak SMP di depannya ini.

"Sinta jangan sembarangan bicara, Om hanya kasihan melihat Tante Alya kelelahan bekerja setiap hari."

"Sudah sana cepat kemasi barang kalian, kalau ada yang bangun kesiangan besok Om akan tinggalkan di rumah."

Keenam keponakannya langsung berlarian menaiki tangga menuju kamar mereka sambil tertawa riang.

Bayu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu dari para keponakan kesayangannya itu.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!