Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATA MERAH KESEMBILAN
DUAARR!
Puncak Tengkorak Merah berguncang hebat di bawah raungan angin racun yang membelah awan. Di atas puncak gunung tertinggi Wilayah Pusat tersebut, berdiri megah Altar Dewa Langit Merah—sebuah kompleks panggung batu bertingkat sembilan berukirkan ribuan tengkorak manusia yang memancarkan pilar cahaya merah raksasa menembus langit malam.
Berbeda dengan kota-kota perbatasan yang telah diratakan, puncak Altar Utama tidak hening.
Di atas sembilan tingkatan panggung batu, sepuluh ribu prajurit elit berzirah emas hitam berdiri dalam formasi tempur melingkar. Di pusat panggung tertinggi, berdiri Tiga Ketua Agung Sekte Dewa Langit Merah—tiga tetua purba ranah Soul Formation Puncak yang mengibarkan gaun sutra berdarah dengan aura tekanan spiritual yang sanggup meremukkan batu karang menjadi debu!
Ryu Jin melangkah tenang menaiki anak tangga batu pertama.
Jubah cokelat pudarnya terkibas keras oleh gelombang hawa membunuh. Wajah kusam sang pendekar tetap dingin, hampa, dan tanpa ekspresi. Tangan kirinya mencengkeram aura kematian yang mengikat bahu Lian Xue—menyeret tubuh gadis itu yang bernapas tipis namun dengan fisik yang telah dipulihkan secara paksa oleh Pil Pemurni Darah Suci.
"Ryu Jin!" suara Ketua Agung Pertama bergema memantul di antara pilar-pilar batu, bagaikan guruh yang memecahkan udara malam. "Kau pikir kau bisa melenggang masuk ke tempat ini setelah membantai cabang-cabang sekte kami?!"
Ketua Agung Pertama mengukir senyuman licik yang teramat mengerikan.
"Kau terlalu naif, Bocah! Kami sengaja membiarkanmu membantai kota-kota perbatasan! Setiap tetes aura kematian dan racun jiwa yang kau serap dari orang-orang kami... telah diresapi oleh segel pembalik yang kami tanam sejak awal!"
DUAARR! DUAARR! DUAARR!
Ketua Agung Pertama menghentakkan tongkat tengkoraknya ke lantai batu.
Sekonyong-konyong, Formasi Pembalik Jiwa Sembilan Bintang meledak menyala dari balik tanah! Sembilan rantai cahaya merah raksasa meletup dari sembilan sudut altar, meluncur kilat menancap lurus ke dalam rongga dada kiri Ryu Jin—tepat di mana Pedang Tulang Hitam bersemayam!
GZZZZZZ!
"Khhh!"
Ryu Jin menghentikan langkahnya di anak tangga kelima. Di dalam dadanya, ketujuh dan kedelapan mata merah pada sarung pedangnya bergejolak liar! Racun jiwa dan aura kematian yang terakumulasi dari pertempuran sebelumnya bereaksi secara mendadak terhadap sinyal formasi, berbalik menghantam dan mencoba mencabik-cabik saluran energi utama milik Ryu Jin dari dalam!
Sekte Dewa Langit Merah terbukti bukan musuh yang mudah ditundukkan. Mereka telah mempelajari pola penyerapan Pedang Tulang Hitam dan merancang perangkap puncak ini untuk memicu penyimpangan energi murni pada tubuh Ryu Jin!
"Hahaha! Berhasil!" jerit Ketua Agung Kedua dengan wajah gila. "Aktifkan jurus tertinggi! Lahap Inti Jiwanya!"
Tiga Ketua Agung ranah Soul Formation Puncak melompat bersamaan ke udara. Tubuh mereka saling bertumpukan, membakar darah kehidupan mereka sendiri untuk mengaktifkan teknik terlarang purba: Kanibalisme Jiwa!
KRAK! DUAARR!
Daging, tulang, dan Inti Jiwa ketiga Ketua Agung itu bersatu secara mengerikan, bermutasi menjadi sesosok Raksasa Darah Suci setinggi seratus meter bersenjatakan tombak tulang raksasa! Aura raksasa ini kebal terhadap tebasan kematian biasa karena ditopang langsung oleh pasokan energi dari sembilan rantai formasi utama!
"Mati kau, Bocah!" bentak Raksasa Darah Suci dengan suara gemuruh yang meruntuhkan sebagian panggung batu! Tombak tulang raksasanya meluncur turun dari langit, mengincar kepala Ryu Jin dengan kecepatan yang memecahkan benteng udara!
Di bawah tekanan benturan rantai formasi yang membakar dadanya dan ancaman tombak raksasa yang meruntuhkan langit, Ryu Jin tidak sedikit pun menunjukkan kepanikan atau rasa takut.
Mata merah darahnya berkilat sangat dingin—sebuah kalkulasi kejam bekerja di balik benaknya dalam hitungan milidetik.
Ryu Jin tahu betul, untuk meremukkan formasi pembalik dan merobek Raksasa Darah Suci ini, ia membutuhkan ledakan energi kehidupan murni secara ekstrem untuk memicu kejutan pembalik pada jaring-jaring energi musuh.
Dan sumber energi kehidupan murni paling melimpah berada tepat di sampingnya.
TAP!
Tanpa sedikit pun rasa ragu atau belas kasihan, Ryu Jin memutar pergelangan tangan kanannya. Pedang besi berkarat di tangannya meluncur lurus, menancapkan ujung bilahnya tepat menembus pusat energi di perut Lian Xue!
"AGHHH!" Lian Xue menjerit histeris, matanya melotot lebar dalam guncangan penderitaan yang luar biasa!
Ryu Jin tidak membunuh gadis itu. Ia sengaja mengontrol kedalaman tebasan pedangnya, menusuk tepat di simpul penyimpanan Energi Murni Darah Suci yang baru saja dipulihkan oleh pil pusaka!
GZZZZZZ! DUAARR!
Bagaikan tanggul yang dijebol secara mendadak, pasokan energi kehidupan murni raksasa dari dalam tubuh Lian Xue meledak keluar serentak melalui bilah pedang Ryu Jin!
Ryu Jin menggunakan tubuh Lian Xue sebagai Umbalan Utama!
Ryu Jin mengibaskan pedangnya secara mendadak, menyemburkan gelombang energi suci Lian Xue yang meledak-ledak lurus ke arah sembilan rantai formasi yang menancap di dadanya!
PRANG! PRANG! PRANG!
Benturan ekstrem antara energi suci murni milik Lian Xue dan segel pembalik Sekte Dewa Langit Merah memicu resonansi pemusnah masif! Sembilan rantai cahaya merah yang menancap di dada Ryu Jin retak hebat, lalu meledak menjadi serpihan cahaya yang berbalik menghancurkan sembilan panggung batu altar!
"A-Apa?! Bagaimana bisa dia menyatu dengan energi suci semurni itu?!" Raksasa Darah Suci meraung dalam kebingungan dan horor yang luar biasa saat jaring formasinya hancur seketika!
Guncangan reaksi pembalik itu menyebarkan celah fatal pada pertahanan Raksasa Darah Suci.
Ryu Jin tidak membuang waktu satu kedipan mata pun.
Ia mencabut pedangnya dari perut Lian Xue, membiarkan gadis itu terkulai lemas di atas anak tangga batu. Asap hitam pekat beraroma kuburan tua meledak dahsyat dari dalam rongga dada kiri Ryu Jin, membumbung tinggi melahap pilar cahaya merah di langit malam!
Di dalam dadanya, ketujuh dan kedelapan mata merah membara hebat. Lalu, dengan dentuman yang menggetarkan seluruh Wilayah Pusat...
Mata Merah Kesembilan—segel puncak Pedang Tulang Hitam—meledak terbuka sepenuhnya!
WUUUUUSH!
Pedang besi berkarat di tangan Ryu Jin bertransformasi total menjadi pedang tulang hitam raksasa sepanjang puluhan meter yang memancarkan pendar emas kehitaman mutlak—wujud Hukum Kematian Sempurna!
Ryu Jin melompat ke udara, mengayunkan pedang tulang raksasanya dari atas ke bawah dalam satu garis tebasan yang membelah atmosfer!
"Tebasan Kematian Mutlak!"
DUAAAAAAAAAAAAAAAAARRR!
Tebasan aura hitam keemasan sepanjang satu kilometer meluncur merobek ruang dan waktu!
Raksasa Darah Suci setinggi seratus meter itu bahkan tidak sempat mengayunkan tombaknya. Dalam satu kedipan mata, tubuh raksasa hasil gabungan Tiga Ketua Agung tersebut terbelah dua secara rapi di udara, sebelum akhirnya hancur melenyap menjadi abu hitam bersama sepuluh ribu prajurit elit di atas panggung batu!
Seluruh kompleks Altar Dewa Langit Merah yang berdiri megah berabad-abad... rata dengan tanah dalam satu tebasan tunggal!
KRAK... PRANG...
Reruntuhan batu dan abu pembakaran perlahan-lahan mengendap di bawah naungan langit malam yang kembali sunyi membisu.
Asap hitam raksasa di tubuh Ryu Jin tersedot kembali masuk ke dalam rongga dadanya, menyisakan pedang besi berkarat di tangannya. Integrasi Pedang Tulang Hitam dengan sembilan mata merah kini telah sempurna seratus persen. Kekuatan tempur Ryu Jin telah resmi berpijak di puncak ranah Soul Formation!
Di tengah reruntuhan batu Altar Utama, kepala Ketua Agung Pertama—yang tersisa sebelum jiwa dan tubuhnya mengering—terbaring kaku di tanah batu.
Matanya yang meredup menatap Ryu Jin dengan ketakutan yang tak terhingga.
"K-Kau..." batuk darah hitam keluar dari mulut Ketua Agung Pertama. "Kau pikir... dengan menghancurkan kami... kau telah menang, Ryu Jin...?"
Ryu Jin melangkah mendekat, menatap kepala itu dengan mata merah darah yang dingin dan hampa.
"Kau hanyalah... kelinci percobaan yang lepas..." rintih Ketua Agung Pertama dengan sisa napasnya, mengukir senyuman mengerikan sebelum ajalnya tiba. "Sekte Dewa Langit Merah... hanyalah satu dari belasan cabang eksperimen bawah tanah... yang dikelola langsung oleh Leluhur Agung Wilayah Pusat di Alam Suci Pusat... Kau... dan pedang di dadamu... akan selalu menjadi perburuan mereka... Hahaha—"
KRAK!
Ryu Jin menginjak kepala Ketua Agung Pertama hingga hancur menjadi serbuk abu, menyerap sisa-sisa esensi jiwanya tanpa membiarkan pria tua itu menyelesaikan tawa gilanya.
Ryu Jin berpaling perlahan.
Di atas anak tangga batu yang hancur, Lian Xue masih bernapas tipis. Luka di perutnya perlahan mengatup kembali akibat efek obat pusaka yang masih tersisa di dalam darahnya, namun jiwanya telah lemas luar biasa. Matanya yang redup menatap Ryu Jin dengan tatapan hampa, menyadari betapa kejam dan tak terdorongnya iblis yang menyeretnya ini.
Ryu Jin berjongkok santai, menyambar bahu Lian Xue, lalu menyampirkannya kembali di bahunya bagaikan barang bawaan tanpa beban.
Ia berdiri di tepi Puncak Tengkorak Merah yang telah hancur, menatap lurus menembus lautan awan hitam di ufuk barat—ke arah Alam Suci Pusat, pusat sejati Wilayah Pusat tempat sang Leluhur Agung dan para penguasa tertinggi berkuasa.
Di dalam dadanya, Pedang Tulang Hitam dengan Sembilan Mata Merah berdenyut penuh kehausan darah yang belum pernah terjadi sebelumnya.