Indonesia
NovelToon NovelToon
Bloody Dawn

Bloody Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Misteri / Pembunuhan / Barat
Popularitas:109.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mr. Sweet

30 tahun yang lalu, Ras Demi-god melakukan invasi besar-besaran ke dunia. Mereka mengambil alih sistem pemerintahan, dan memaksa kerajaan dari berbagai ras tunduk dibawah kekuasaan mereka. Akibatnya, banyak terjadi pemberontakan dan kekacauan hampir diseluruh dunia.

Bercerita tentang seorang pria, Lemiel Raksha, pembunuh bayaran yang terkenal di kerajaan Drakea. Untuk alasan yang tidak di jelaskan, Lemiel mendekam di sebuah penjara bawah tanah, dan secara tidak sengaja bertemu seorang wanita bernama Selena Mystin yang juga mendekam di penjara.

Melakukan pekerjaan kotor sebagai pembunuh, perlahan takdir Lemiel mulai berubah dan terungkap.

⚠️Warning 18+ Mengandung adegan kekerasan, brutal, dan hal tidak manusiawi.

Genre: Action, Magic, Psychological, Fantasy, Drama.

Follow juga ya ig author: @mistersweet_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 - Inexplicable Things

Terlepas dari apa yang sudah terjadi, Lemiel tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaannya.

“Entah sudah berapa kali aku berhadapan dengan mereka....”

Setelah menggumamkan itu, suara dari beberapa langkah kaki terdengar mendekatinya.

“Hm, kenapa mereka bisa ada di tempat ini?” Narain berusaha mencari jawaban akan pertanyaan itu.

Menanggapi pertanyaan Narain, Lemiel menoleh kebelakang menatapnya bersama dengan Selena, Ravid dan Kyoka.

“Aku tidak peduli, tapi kalau sampai aku bertemu lagi, aku tidak akan membiarkan mereka lolos!" Rasa kesal terdengar jelas dari suara Lemiel.

Wajar saja, sudah tiga kali berturut-turut Lemiel berhadapan dengan mereka. Bahkan kedatangan mereka, dia teringat dengan Dray yang baginya cukup mencurigakan.

“Yah, aku sendiri cukup kaget melihat orang-orang itu ada disini,” kata Ravid.

“Memangnya mereka itu siapa?” tanya Kyoka.

“Oh, aku sampai lupa kalau kau yang menjadi dalang atas kekacauan ini.” Tidak ada maksud lain Lemiel mengatakan itu, tapi sepertinya Kyoka hendak memprotes.

“Sudah kubilang namaku, Kyoka!”

Tapi Lemiel mendiamkan teriakannya lalu memalingkan wajah dengan ekspresi terganggu.

“Bicara soal kejadian tadi, apa kau tadi berniat untuk membunuhnya, Lemiel?” Narain tiba-tiba menatapnya dengan tatapan menuntut penjelasan.

“Aku hanya ingin menghilangkan penderitannya.”

“Apa kau sudah lupa? Kita datang kemari untuk menginterogasinya!”

“Hah?! Aku tidak ingat kau pernah mengatakan itu, lagipula kau sendiri yang memaksaku kemari!”

Pada akhir perdebatan singkat itu, Narain pun terdiam dengan wajah polos, menaruh tangannya didagu sambil menerka-nerka kesalahannya. Hal itu membuat Lemiel semakin terganggu.

“Menginterogasi?” Pertanyaan singkat nan datar itu terucap dari bibir lembut Selena.

Mendengar itu, Lemiel mengalihkan pandangannya untuk sesaat. Mengingat Selena adalah wanita yang ingin tahu segalanya, itu menjadikan Lemiel sangat malas memberitahunya. Apalagi dalam kasus ini, dia adalah orang yang harus dihindari akan informasi Orion Black.

Sangat sederhana, Lemiel hanya tidak ingin semakin dibuat kerepotan. Seperti yang dilakukannya saat permintaan Mary dari desa Naye beberapa waktu lalu.

“Itu hanyalah bagian dalam tugasku saja, karena itulah aku datang kemari

Tanpa disangka-sangka, Narain meluruskan pertanyaan Selena sekaligus menyelamatkan Lemiel dari pertanyaan itu. Yah mau bagaimanapun juga, Narain sudah mengenal Lemiel cukup lama dan tahu bagaimana sifat apatisnya itu.

Tapi tidak seperti Lemiel yang sedikit lega, ketidakpuasan akan jawaban itu terlihat jelas dari wajah Selena.

“Tugas apa yang kau maksud?”

“Tugas yang tak begitu penting, itu hanyalah bagian dari pekerjaanku saja,” kata Narain sambil tersenyum kecil.

Dia tidak tahu apa itu mampu meyakinkannya, tapi ekspresi yang ditunjukkan memaksanya melakukan itu. Sebenarnya dia tidak tahu kenapa Lemiel tidak ingin memberitahunya, tapi mungkin saja dia punya alasan tersendiri.

Ketika perbincangan mereka berakhir tanpa penjelasan yang berarti, tiba-tiba—Trang!

Sebuah bilah pedang datang menebas Lemiel, dia masih sempat menahannya meski terkejut akan serangan yang tiba-tiba tersebut. Tidak hanya Lemiel, bahkan mereka berempat yang tidak diserang oleh orang itu sama terkejutnya.

“Apa yang sebenarnya kau rencanakan, Lemiel?!” teriak pria yang menebaskan pedangnya.

Pria itu adalah Arsen Kruger, Kapten Divisi 2 Shirogami. Dia melompat ke depan, pedangnya tertahan oleh pedang Lemiel.

“Harusnya aku yang menanyakan itu, brengsek! Kenapa kau tiba-tiba menyerangku?!” Lemiel membalas tatapannya dengan geram.

“Jangan mengalihkan pembicaraanku! Apa yang sebenarnya kau rencanakan disini?!”

“Kuperingatkan padamu, jika kau tidak menjelaskan alasanmu menyerang, aku tidak akan menjamin kepalamu masih bisa terpasang ditubuhmu...!”

Tatapan Lemiel begitu tajam sekaligus mengancam, Arsen tentu bingung dengan maksud tatapan itu dan dia memutuskan untuk mengendurkan sedikit tebasan pedangnya, lalu...

“Kau yang menyebabkan semua kekacauan ini, kan?!”

“Jadi itu alasanmu menyerangku?! Konyol sekali! Menyerang seenaknya tanpa adanya bukti dan kau sebut dirimu sebagai pasukan perdamaian?!”

“Aku tidak perlu bukti untuk kriminal sepertimu!”

Perkataan Arsen spontan membuat Lemiel dikuasai rasa kesal. Pada akhirnya Lemiel menanggapi kata-kata Arsen dengan menendangnya tepat diperut, memuntahkan ludah sebelum terpental kebelakang.

Lemiel menatapnya kesal dan menyadari dia telah terkepung oleh bawahan Arsen yang menatapnya sambil mengeluarkan bilah pedang. “Apa-apaan ini?!”

“Ka-kapten Arsen?!” teriak salah satu bawahannya.

“Brengsek!” Sambil mengumpat, mereka mulai berlarian dengan wajah kemarahan, berniat menyerangnya sekaligus. Melihat hal itu, Lemiel tidak punya pilihan selain menyambut kedatangan mereka dengan pedangnya.

Lemiel tahu apa yang dilakukannya bisa menimbulkan masalah yang lebih besar, tapi untuk sejenak dia tidak memperdulikan itu setelah apa yang dilakukan Arsen padanya.

“Tunggu!”

Spontan teriakan itu mampu menghentikan mereka dalam sekejap. Orang itu adalah Arsen, baru saja berdiri dan menatapnya dengan tajam.

“Kapten!” Seluruh bawahannya serentak memasang ekspresi kesal sekaligus bertanya-tanya akan perintah itu.

“Kalian tidak perlu menyerangnya.”

“Tapi, dia menyerang Anda!”

Melihat pemandangan dihadapannya, Lemiel menghela napas.

“Padahal aku yang menjadi korban dari kapten kalian, orang-orang idiot!”

“Apa katamu?!”

Entah Lemiel sengaja atau tidak, tapi umpatannya seakan memancing kemarahan mereka. Bahkan kaki-kaki mereka ingin sekali bergerak menebasnya, tapi mereka tidak bisa mengabaikan kapten yang mereka hormati.

“Lemiel! Apa yang sebenarnya terjadi?!” tanya Arsen, tatapan geramnya menuntut penjelasan.

“Ini semua terjadi karena kelalaian kalian yang tidak becus menangkap sekumpulan pencuri pusakan kegelapan.”

“Pusaka kegelapan? Apa maksudmu?!”

“Aku sebenarnya tidak terlalu mengerti, tapi menyerang orang yang tidak bersalah itu adalah perbuatan yang sangat buruk, kapten!”

Menanggapi sarkasme Lemiel, untuk sesaat Arsen mengernyitkan alisnya sambil menahan rasa kesal. Tapi harus diakui ada kesalahpahaman yang terjadi dari bunyi ledakan yang terdenga sampai ke markas Shirogami.

“Seperti yang dikatakan Lemiel, ada satu kelompok yang berusaha menyelundupkan pusaka kegelapan.” Lagi-lagi, tugas Narain hanyalah meluruskan apa yang terjadi sekaligus mereda perdebatan mereka.

“Kau ....”

Arsen baru menyadari bahwa Narain berada disana. Dia tentunya mengenal siapa Narain Volker, seorang pemimpin yang membangun perguruan pedang bernama Horizon, sekaligus kaki tangan Shirogami sebagai pasukan bantuan.

“Aku harap penjelasanku sudah menyelesaikan kesalahpahaman ini, Kapten Arsen. Aku juga menerima permintaan dari Komandanmu untuk menyelidiki kasus pencurian alat-alat sihir yang sudah menyebabkan kekacauan ini.”

Melihat ekspresi tenang yang ditampilkan Narain, Arsen akhirnya paham dengan penjelasannya. Tentu dibandingkan Lemiel, dia masih lebih percaya dengan Narain walaupun baginya mereka berdua sama-sama mencurigakan.

“Lalu, apa yang menyebabkan ledakan tadi terjadi?”

“Itu ledakan dari salah satu pusaka kegelapan yang digunakan pemimpin mereka, sayang sekali saat ini dia sudah melarikan diri.”

“Pusaka kegelapan?

“Ya, Nivelied, salah satu alat sihir yang tersegel diwilayah utara.”

Mendengar fakta itu, Arsen seketika terdiam. Belasan bawahannya yang juga mendengar penjelasan Narain dan seketika melupakan amarah mereka terhadap Lemiel.

Tapi ada sesuatu yang menganggu pikiran Arsen.

“Tunggu dulu, jika itu benar Nivelied, seharusnya kekuatannya sanggup menghancurkan seisi kota.”

“Itu benar, tapi aku juga tidak tahu kenapa kekuatan Nivelied tidak sebesar seperti yang kubayangkan.”

Sambil menunggu respon dari perkataan itu, Selena mengarahkan fokusnya kesekeliling tempat. Dan alisnya tiba-tiba saja mengernyit.

“Nivelied-nya, menghilang....”

Sontak perkataannya menarik perhatian mereka semua, terutama Narain. Dia pun segera mencari ke bekas genangan darah dari builr-bulir daging Mab yang menjadi tempat jatuhnya Nivelied, dan benar saja, pusaka terlarang itu sudah tak ada ditempatnya.

“Sial!” umpat Narain. “Mereka benar-benar memanfaatkan asap itu....”

“Mereka?” Spontan Arsen menanyakan kata-kata Narain yang dimaksud.

“Ada beberapa pembunuh bayaran yang sebelumnya datang kemari. Dan mereka juga yang membawa pemimpin para pencuri Nivelied kabur.”

“Sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan dari kejadian ini. Aku memang telah mendengar tentang penyelidikan kelompok pembunuh yang kau maksud.”

Merasa penjelasan Narain sudah cukup meyakinkan dan tak ada lagi yang perlu dia lakukan, Arsen menatap seluruh bawahannya.

Raut wajah mereka tampak kesulitan mencerna apa yang sebenarnya terjadi dan hanya memandangi Kapten mereka dengan bingung sambil menunggu perintah.

Sementara Selena sejak tadi memperhatikan percakapan mereka dengan ekspresi datar. Ada beberapa informasi yang baru dia ketahui dari perbincangan mereka, tapi itu membuatnya cukup bertanya-tanya akan beberapa hal.

“Kau sudah mendengar penjelasannya, kan?” tanya Lemiel dengan maksud menyindir. Kemudian dia memasukkan kembali pedangnya.

Tapi Arsen tidak menanggapi kata-kata Lemiel dan berkata, “Ayo kita kembali. Aku akan melaporkan kejadian ini.”

Tanpa berbasa-basi, Arsen memberi perintah kepada bawahannya dan mereka secara kompak menurunkan senjata, kemudian berkumpul bersamanya.

“Jadi itu sikap aparat kerajaan terhadap warganya ya... pa pasukan Shirogami tidak pernah diajarkan kata maaf?”

Entah kenapa Lemiel cukup menikmati memancing api kemarahan yang ada dalam diri Arsen. Tapi dia tetap menghiraukannya dan pergi meninggalkan mereka begitu saja.

Memandangi punggung Arsen beserta bawahannya yang mulai menjauh, Lemiel menghela napas.

“... kau sangat tenang dalam hal seperti ini ya, Narain.”

“Hahaha! Bukankah sejak dulu sudah seperti itu?”

“Ya, kau masih saja menyebalkan seperti biasanya.”

Ravid dan Kyoka sejak tidak tahu harus berkata apa dengan arah percakapan mereka yang kemana-mana dan itu juga yang menjadi alasan kenapa mereka terus diam.

Sedangkan Selena memperhatikan Narain dengan ekspresi datar kemudian dia membuka suaranya.

“Jadi, kau yang bernama Narain Volker dari pasukan Horizon?”

“Hm? Bukankah aku sudah memperkenalkan namaku?”

“Aku tidak ingat.”

Ekspresi Narain seketika membeku, mata coklatnya berkedip beberapa kali... kemudian berdeham. “Ehem, y-yah itu benar.”

Lemiel yang melihat itu merasa kasihan padanya. Dia tahu bagaimana rasanya diposisi itu ketika  pertama kali mengobrol dengan Selena saat dipenjara.

“Apa yang sebenarnya kau—tidak, kalian berdua tutupi?!” Selena menatap mereka dengan tajam, menuntut sebuah penjelasan dan kali ini tidak menerima penolakan.

Dan untuk sesaat, keheningan kembali tercipta diantara mereka.

To be Continued...

1
Yurika23
salam dari penggemar genre barat kerajaan...semangat thooorrr...
Yurika23
seru kak...itu *** apanya kecil?...hiii
Jo-Ann
up
Triyunianto Anto
anjay Bagus bangat semangat terus kak
Jo-Ann
bukannya harusnya 'kami'
vincent drias
oke.. oke... 😏
vincent drias
ayo Jack lawan, jgn mau kalah sama lemiel 😬😬
Jo-Ann
bagus thor
Jo-Ann
mantap thor
Jo-Ann
semangat thor
Jo-Ann
bagus thor ceritanya
Jo-Ann
semangat thor
Yurika23
Mohon ijin ya Author. Buat reader yg suka cerita perang epik, romantis, seru. Mampir yah ke novel sy ' Penguasa Dua Benua'. Mksh.
Yurika23
lanjutkan Thor..
Jo-Ann
bagus ceritanya thor
muhammad faris
novelnya bgus sayang chapternya dikit karena baru moga ampe end novelnya. semangat author
Muhammad Daffa
Menurut aku novelnya cukup menyegarkan di bandingkan novel lain good job.

oh iya sekalian,kalo kalian mau coba baca novel tentang murim kalian bisa coba baca novel ku.Dukungan kalian semua orang berharga
Andhea
Wahh demigod
TasyaGC
bagus
Hiatus
Aku baru mampir dan ceritanya sangat menarik apalagi belum nemu tentang masa lalunya lemiel.sukses selalu thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!