Indonesia
NovelToon NovelToon
BERMUKA DUA

BERMUKA DUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:807.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Kehidupan sempurna bak putri kerjaan yang Inez rasakan mendadak berubah total ketika Rara menjalankan misi balas dendamnya. Rasa sakit hati kehilangan Papanya membuat Rara ingin membuat Inez merasakan apa yang Ia rasakan.

Tanpa Inez sadari, Rara selalu memakai topeng. Baik di depan dan busuk di belakang. Satu persatu kebahagiaan yang Inez miliki perlahan hilang, termasuk kesuciannya. Apa lagi yang akan Rara renggut lagi dari Inez?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pak Alex

"Nez, siapin materi presentasi yang kita udah buat untuk Perusahaan XY." perintah Rio.

"Materi yang tentang pemasarannya Pak?" tanya Inez memastikan lagi.

"Iya. Lo siapin buat meeting hari ini." jawab Rio.

"Hari ini?" Inez benar-benar tidak tahu kalau akan ada meeting dadakan dengan Perusahaan XY.

"Iya. Tadi Owner kita perintahin. Kita juga akan meeting dengan Owner sebelum dengan Perusahaan XY. Jadi siapin dengan sebaik mungkin." perintah Rio tegas.

"Siap, Pak." Inez mempersiapkan apa yang Rio perintahkan. Ini yang tidak Ia suka saat bekerja jadi asisten pribadi Rio. Meeting dadakan.

Ya, meeting dadakan bukan tahu bulat yang digoreng dadakan, enak euy....

Meeting dadakan itu artinya semua serba kilat. Nyiapin presentasi harus secepat dan sebagus mungkin. Materi yang akan disampaikan juga harus dirangkum sekilat mungkin. Pokoknya serba kilat deh. Tapi satu yang pasti, kalau kita bagus pasti akan menang saat presentasi nanti.

Hebatnya Rio adalah Ia sudah menginstruksikan Inez dan anak buahnya yang lain di Divisi II untuk menyiapkan materi beserta laporannya dari jauh-jauh hari. Gunanya adalah saat meeting dadakan kayak gini udah siap, hanya tinggal finishing touch aja.

Rio tidak menunggu Inez menyiapkan semuanya. Ia masuk ke dalam ruangannya. Rio merapihkan penampilannya. Walaupun Ia hanya manager divisi saja namun meeting kali ini adalah meeting penting.

Banyak mata yang under estimate dengan kemampuannya sebagai pemimpin. Mentang-mentang Ia anak owner, banyak pemegang saham tidak yakin dengan kemampuannya. Karena itulah Papinya menyuruhnya belajar dari bawah. Dimulai dari memimpin B-Brothers dan kini menjadi Manager Area Divisi II.

Inez mengetuk pintu ruangan Rio.

"Masuk, Nez." jawa Rio.

"Ini flash disk presentasi kita hari ini." Inez meletakkan flash disk diatas meja Rio. "Dan ini rangkuman presentasi hari ini." Inez memberikan selembar kertas catatan pada Rio.

Rio mengambil kertas yang Inez berikan, melipatnya dan menaruhnya dalam saku. Ia akan mempelajarinya secara kilat. Rio sudah tau isi materinya hanya saja rangkuman yang Inez buat bisa sebagai pengingat apa yang sudah mereka kerjakan sebelumnya.

"Nez, dasinya rapi apa nggak? Terus warnanya matching gak sama kemeja gue?" Rio kembali memperhatikan pantulan wajahnya di cermin.

Rio memang tampan. Wajahnya yang blasteran dan terlihat bak anak SMA membuatnya terlihat awet muda.

Inez berjalan mendekati Rio dan membantunya merapihkan dasinya. "Cocok kok. Keliatan ganteng." jawab Inez jujur.

Mendengar perkataan Inez wajah Rio langsung bersemu merah. Pujian Inez membuat hatinya berbunga-bunga.

"Kalo ganteng kenapa gak mau jadi pacar gue? Kenapa gak mau gue nikahin?" tanya Rio seenaknya.

Inez melepaskan dasi yang sudah Ia rapihkan. Ia lalu menatap pantulan dirinya dan Rio di cermin. Cantik dan ganteng. Sebuah harmoni yang amat serasi.

"Karena gue gak layak buat lo, Yo. Lo punya segalanya. Jangan mau sama cewek yang kurang segalanya kayak gue." kata Inez merendah.

Rio mengernyitkan keningnya. "Kata siapa lo kurang segalanya? Lo tuh cantik Nez. Cantik banget malah. Jangan terlalu rendah diri, Nez. Lo punya banyak kelebihan yang nggak dimiliki orang lain."

Inez tersenyum lagi. Ia tahu Rio berkata jujur. "Udah yuk ke ruang meeting. Enggak enak kalo dateng telat."

Rio sadar Inez tak mau membahas lebih panjang perkataannya tadi. Ia pun menuruti kemauan Inez. Rio berjalan menghampiri kursinya dan mengambil jas hitam yang disampirkan di kursi kerjanya. Ia memakai jas lalu berjalan meninggalkan ruangannya.

*****

Dalam ruang meeting sudah ada Manajer Divisi I, Bapak Paul. Ada juga Rara yang sedang menerangkan kepada Pak Paul hasil presentasi yang Ia buat. Pak Paul mendengarkan dengan seksama karena Ia yang akan maju presentasi nanti.

Rio dan Inez yang berjalan di belakangnya pun ikut masuk dalam ruang meeting. Kedatangannya menarik perhatian Rara.

Konsentrasi Rara seketika buyar. Melihat Rio yang datang dengan tampan dan terlihat amat gagah.

Mantan kekasihnya semakin tambah ganteng saja. Rio yang biasanya urakan dan bad boy sekarang sudah menjelma menjadi pemeran CEO di drama korea.

Pandangan mata Rara lalu menangkap seekor lalat pengganggu yang selalu berada di sekitar Rio. Ya, siapa lagi kalau bukan Inez.

Inez bagaikan lalat pengganggu yang selalu ngintilin Rio kemanapun Rio pergi. Inez tak memberikan kesempatan siapapun untuk mendekati Rio. Padahal Rio bak selebritis yang memiliki banyak fans disini.

Sejak Rio masuk B-Company, Ia hanya dua kali bicara dengan Rara. Saat mengantar ke ruangan dan saat melabrak Rara karena membully Inez. Sisanya Rio bersikap acuh dan berpura-pura tidak mengenal Rara.

"Ra! Rara!" Pak Paul menepuk bahu Rara yang sejak tadi hanya melamun.

"Oh... iya, Pak. Saya lanjutkan lagi ya penjelasannya." Rara kembali menjelaskan pada Pak Paul namun matanya sesekali melirik ke arah Inez dan Rio yang sekarang sama seperti yang Ia lakukan yakni mempelajari bahan presentasi nanti.

Tak lama kemudian, para direktur dan manajer bagian lainnya mulai berdatangan memenuhi ruangan meeting. Hampir semua kursi dalam ruang meeting penuh. Hanya satu yang tersisa, yakni kursi milik owner, pemilik sekaligus pemegang saham terbesar.

"Yo, yang akan duduk di kursi owner itu papi lo ya?" bisik Inez pelan di telinga Rio.

"Iya. Udah diem-diem aja. Cuma lo doang yang tau. Nggak ada yang tau di ruangan ini selain lo. Jadi jangan sampai bocor ya. Terutama sama sahabat lo itu tu." bisik Rio pelan sambil matanya melirik ke arah Rara.

"Iya bawel. Gue kan sekarang udah tau siapa Dia. Gak akan sebodoh itu kali kasih tau hal penting kayak gini." kata Inez lagi tentunya sambil berbisik.

Tidak lama menunggu Owner yang akan memimpin meeting hari ini pun tiba. Semua yang hadir langsung berdiri dan menunduk hormat pada pemilik perusahaan B-Company yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di negara ini.

"Selamat pagi semua. Silahkan duduk kembali." kata Owner tersebut. Suaranya terdengar begitu berwibawa. Menunjukkan kehebatan pria yang sudah menghidupi ribuan karyawannya.

Semua yang hadir pun duduk kembali. Inez penasaran seperti apa wajah papanya Rio tersebut. Inez tak bisa melihat dengan jelas karena semua orang kompak berdiri saat Owner tersebut datang.

Setelah semua duduk Inez memajukan posisi duduknya dan melihat wajah Owner. Inez amat terkejut. Ia bahkan membuka mulutnya saking terkejutnya.

"Sst! Kenapa lo?" bisik Rio sambil menyikut lengan Inez.

"Itu... Pak Alex? Jadi.... Pak Alex itu Papi lo?" tanya Inez masih sambil berbisik.

"Iya." jawab Rio pelan.

Pak Alex mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang meeting. Memperhatikan siapa saja anak buahnya dan menilainya hanya dalam satu pandangan mata saja. Ia sudah amat berpengalaman dalam menilai orang. Ia sudah malang melintang di dunia bisnis sejak muda, tak heran Ia bisa memimpin perusahaan sebesar ini.

Pandangan Pak Alex tertuju pada anaknya Rio, dan asisten pribadinya Inez yang sedang berbisik-bisik. Ia yakin Inez sedang membicarakannya. Ah... mudah sekali ditebak jalan pikirannya Inez.

Inez mengangkat wajahnya dan pandangannya bertemu dengan Pak Alex. Pak Alex pun menyunggingkan senyum padanya yang langsung Inez balas dengan senyuman juga.

Rara memperhatikan aksi saling senyum antara Inez dan Pak Alex. Ia yang sejak tadi menatap cemburu kedekatan Rio dan Inez seketika merasa curiga dengan hubungan antara Inez dan Pak Alex. Ia yakin Inez dan Pak Alex amat dekat.

"Dasar perempuan kecentilan dan matrealistis. Setelah lo tau kalau Rio nggak sekaya yang lo pikir sekarang lo mau deketin owner perusahaan ini gitu? Gila, matre banget lo jadi cewek. Segitunya ya lo mau jadi kaya lagi seperti dulu." gumam Rara dalam hati.

"Baiklah kita mulai meeting kita hari ini. Seperti yang sudah kita ketahui, perusahaan kita akan bekerja sama dengan Perusahaan XY, salah satu perusahaan terbesar di negara ini. Kita diberi kepercayaan untuk bekerja sama dalam beberapa sektor perusahaannya. Bukan hanya dalam barang branded saja melainkan ada beberapa jenis barang produksi Perusahaan XY yang akan kita pasarkan nantinya. Saya minta kalian semua saling berbagi tugas dan pastinya saling bekerja sama. Kalian bisa kan?" tanya Pak Alex.

"Bisa, Pak." jawab semua yang hadir.

"Baik. Satu jam lagi akan ada meeting dengan Perusahaan XY. Manager Divisi I dan II saja yang meeting langsung dengan beliau. Mohon lakukan dengan baik." perintah Pak Alex.

"Siap, Pak." jawab Rio dan Pak Paul berbarengan.

"Baiklah silakan kalian saling berkoordinasi. Saya mau kalian kerjasama demi keberhasilan perusahaan kita juga." Pak Alex pun meninggalkan ruang meeting.

Rio dan Pak Paul masih melanjutkan pembahasan mereka. Mereka saling bertukar ide dan gagasan mengenai konsep apa yang akan mereka sampaikan kepada Perusahaan XZ.

Inez merasa agak mengantuk. Jelas saja, topik pembahasan yang mereka bahas sangat berat. Ia pun berinisiatif untuk membuatkan kopi untuk Rio dan Pak Paul.

"Permisi Pak, saya mau membuat kopi. Pak Rio dan Pak Paul mau?" tanya Inez menawarkan kopi yang Ia buat.

"Boleh Nez. Kamu tahu kan saya sukanya kopi apa." jawab Rio.

"Saya juga mau. Apa aja deh terserah kamu." jawab Pak Paul.

"Rara mau juga?" tanya Inez sekedar berbasa-basi. Inez sebenarnya agak malas menawarkan kepada Rara tapi demi rasa sopan santun akhirnya Ia pun menawarkannya juga.

"Hmm... Mau deh. Jangan terlalu manis ya Nez. Dan kreamernya banyakkin." request Rara seenaknya.

"Nih anak ya. Pesen kayak lagi di kedai kopi aja." omel Pak Paul pada Rara.

"Ya habis saya sukanya kayak gitu gimana dong Pak?" jawab Rara tanpa merasa bersalah sama sekali.

"Mau aku bantuin Nez?" tanya Rio menawarkan bantuannya.

Rara menatap Inez dengan pandangan penuh kebencian. Ia kesal dengan sikap Rio yang amat perhatian dengan Inez.

"Enggak usah, saya bisa kok Pak. Terima kasih. Saya ke pantry dulu ya Pak." Inez pun pamit dan pergi ke pantry.

Ia membuatkan 4 gelas kopi untuk dirinya sendiri, Rio, Pak Paul dan Rara. Sedang asyik membuat kopi Ia mendengar teman-teman Rara datang dan mengobrol di pantry.

"Guys.... Tadi liat enggak Si Ganteng? Keren banget ya pake jas warna abu-abu. Keliatan makin ganteng." ujar Melissa yang Inez kenal adalah salah satu teman Rara di Divisi I.

Inez diam saja mendengarkan setiap pembicaraan mereka. Ia berpura-pura sibuk membuat kopi padahal Ia tau siapa Si Ganteng yang mereka maksud. Siapa lagi kalau bukan Rio.

Jelas saja Inez tau, kan Inez yang tadi memakaikan Rio dasi. Ternyata benar, Rio banyak fansnya disini.

"Tapi malesin banget gak sih, Si Ganteng diintilin melulu sama lalat pengganggu? Udah kayak body guardnya aja."

Inez sadar yang mereka sindir adalah dirinya. Maka Ia pura-pura tidak tahu dan berjalan keluar membawa empat buah kopi yang Ia buat. Sebelum keluar dari pantry Inez pun tersenyum pada Melissa dan Lucy.

"Iyuuh... Dasar perempuan gak tau diri." rutuk Melissa.

"Iya. Emang Dia segitu bloonnya apa sampai enggak nyadar kalau kita sindir?" kata Lucy menimpali.

Inez yang masih berdiri di belakang pantry mendengar percakapan dua teman Rara tersebut. Ia yakin kalau mereka yang sudah mengerjainya di kamar mandi waktu itu.

"Liat aja nanti. Akan aku balas kalian satu persatu!" dendam Inez dalam hati.

Inez kembali ke dalam ruang meeting. Ternyata Rio masih berdiskusi dengan Pak Paul, malah sekarang Rara ikut turut serta.

Inez merasa kehadirannya tidak lagi dibutuhkan oleh Rio. Rara yang pintar bisa dengan cemerlangnya mengutarakan ide-ide brilian dari otaknya. Berbeda dengan dirinya yang pintarnya pas-pasan.

Timbul rasa tidak percaya diri dalam diri Inez. Inez bahkan tidak percaya diri untuk membuka perasaannya untuk Rio.

Mudah saja bagi Inez untuk menyukai Rio. Tapi Inez sadar diri, Ia tak pernah pantas bersanding dengan Rio maupun laki-laki manapun.

Ia kini hanya gadis miskin yang harus banting tulang membiayai orangtuanya yang butuh pengobatan. Apa pendapat keluarga Rio nanti?

Pak Alex yang sejatinya adalah papinya Rio saja terlihat amat berwibawa, makin jauh kelas diantara mereka.

Kedatangan resepsionis membuyarkan lamunan Inez. Cepat-cepat Ia membagikan kopi yang Ia buat kepada pemiliknya.

"Permisi Pak. Perwakilan dari Perusahan XY sudah datang." ujar resepsionis tersebut.

"Oh iya. Silahkan suruh langsung masuk." perintaj Pak Paul pada resepsionis tersebut.

"Baik, Pak." tak lama resepsionis itu keluar ruang meeting dan kembali lagi dengan Andrew dan Jenny sekretarisnya yang selalu menemani.

"Selamat Pagi." sapa Andrew penuh wibawa.

"Selamat Pagi, Pak. Saya Paul perwakilan dari Divisi I dan Pak Rio dari Divisi II." Pak Pau mengulurkan tangannya untuk berkenalan.

"Andrew dan ini Jenny sekretaris saya." Andrew menjabat balik tangan Pak Paul lalu menjabat tangan Rio sesudahnya.

Mereka berpura-pura tidak kenal.

"Mari silahkan duduk, Pak." ujar Pak Paul mempersilahkan.

"Terima kasih." Andrew menuju tempat yang sudah disediakan.

Mata Andrew melihat sekeliling dan Ia melihat Rara sahabat Inez. Lalu matanya terpaku pada gadis pujaan hatinya yang masih tetap ada dalam lubuk hati terdalamnya.

Inez tersenyum sopan padanya dan Ia hanya mengangguk tanpa membalas senyum Inez. Tetapi Andrew malah membalas senyum Rara saat Rara tersenyum padanya.

****

Jangan lupa like dan votenya kakak 🙂

1
Ran Aulia
ceritanya bagus banget, sudah pasti ada momen terharu lah ya bikin mewek

terima kasih ya kak 😍😍😍😍
Evayanti Sagala
Luar biasa
dream
baik
Susivira Wati97
hampir semua karyanya aq baca thot suka alur cerita ringan
L2h
Kecewa
Mari Anah
akhir y selesai jg,makasih ya thor udh buat novel yg superrrr keren🤗🤗sukses trs bwt karya2 y ya thor😍😍🤩🤩
Mari Anah
emang ya si rara itu hati y busuk bgt,secara g langsung dy yg udh bikin papah willy meninggal
Mari Anah
nah loh kaget kan rio🙄
Mari Anah
gara2 salah faham inez jdi elffil deh sma rio,udh balikan lgi ajah sma andrew nez,hati rio msh ska goyah😁lanjut thor
Mari Anah
si rara murahn bgt ya🙄
Mari Anah
owh ternyata ky gtu toh cerita y,lanjut thor
Mari Anah
duuuuuhhh kpn sih rio cerita sbnr y k inez,ko aku yg jdi geregetan sndri ya🙄🙄🙄
Mari Anah
ada typo thor😁tante vio kli bkn tante video🤣
Mari Anah
idiiiiihh si rara g berubah2 ya msh ajah itu hati y julid,,klo aku mah ogah punya temen ky gtu,tmn bgt mending d tenggelam kan ajah🙄
Mari Anah
ky y inez lbh cocok sma rio deh,klo andrew trllu sempit cara pemikiran y
Mari Anah
Luar biasa
Mari Anah
cocok lah visual rara,ky judes2 julid gtu muka y
Mari Anah
aku hadir thor,ko aku tkt ya kl inez mau ngenalin k andrew,g tkt apa kl andrew hati y pindah haluan🤔
Yosfi Sofianti
Luar biasa
Lusiana_Oct13
udah rara di jodohin sama mantan nya inez aja sama2 bermulut pedas 😂😂 klo aku suka inez sama rio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!