Indonesia
NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:223.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Ketika Kenzie Sakit

"Sial! Dokternya tidak bisa dihubungi!" Arka mengumpat kasar, mondar-mandir di samping ranjang dengan raut wajah putus asa. "Kita bawa ke rumah sakit sekarang! Biar kupanggil sopir!"

"Jangan!" cegah Naya cepat. Ia sudah kembali dari dapur dengan membawa sebaskom air hangat dan waslap bersih.

"Di luar hujan badai. Membawa Kenzie menembus udara dingin dan angin kencang hanya akan memperburuk kondisinya. Kita redakan dulu panasnya malam ini. Jika besok pagi belum turun, baru kita bawa ke rumah sakit."

"Tapi dia panas sekali, Naya! Kalau terjadi apa-apa—"

"Tuan Arka, tolong tenangkan diri Anda!" Suara Naya sedikit meninggi, cukup tegas untuk memotong kepanikan Arka tanpa terdengar membentak. "Anak-anak bisa merasakan kepanikan orang tuanya. Duduklah di sebelah sini dan pegang tangannya. Biar saya yang urus kompresnya."

Ketegasan Naya yang tidak kenal kompromi itu anehnya membuat Arka terdiam. Pria yang terbiasa memberi perintah di gedung puluhan lantai itu, malam ini menurut tanpa syarat pada instruksi istrinya. Arka duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan kecil Kenzie dengan kedua tangannya yang besar.

Naya mulai bekerja dalam diam. Gerakannya sangat cekatan namun sangat lembut. Ia mencelupkan waslap ke air hangat, memerasnya, lalu mengusapkannya dengan hati-hati ke kening, leher, dada, hingga lipatan ketiak Kenzie untuk membuka pori-pori dan mengeluarkan panas.

"Mama ...." Kenzie kembali merintih pelan, tubuhnya sedikit gemetar karena efek demam.

"Iya, Sayang. Mama di sini. Kenzie anak kuat, sebentar lagi panasnya turun, ya," bisik Naya berulang kali seperti mantra penenang. Ia terus mengusap rambut Kenzie dengan sebelah tangannya, memberikan kenyamanan mutlak yang membuat igauan bocah itu perlahan mereda.

Arka tidak bisa melepaskan pandangannya dari Naya. Pria itu mengamati bagaimana wanita di depannya ini begitu tenang mengambil alih situasi krisis di dalam rumah. Naya tidak menangis heboh, tidak kebingungan, namun ketulusannya memancar dari setiap usapan tangannya di dahi Kenzie.

Waktu merangkak pelan. Jam dinding menunjukkan pukul empat pagi.

Naya masih duduk bersimpuh di lantai samping ranjang Kenzie. Ia terus mengganti air kompresan setiap beberapa menit. Wajahnya tampak pucat dan lelah, namun matanya sama sekali tidak terpejam.

Arka yang duduk di sisi ranjang merasakan debaran aneh di dadanya. Pria sedingin es itu merasa ada sesuatu yang meremas ulu hatinya melihat pemandangan di depannya. Bertahun-tahun ia membesarkan Kenzie, setiap kali anak itu sakit, para pelayan dan pengasuhlah yang panik mengurus semuanya sementara mantan istrinya dulu hanya sibuk mengeluh soal jadwal tidurnya yang terganggu.

Tapi Naya berbeda. Wanita ini bukan ibu kandung Kenzie, bahkan hanya terikat oleh selembar kertas yang kapan saja bisa dirobek. Namun, cara Naya memeluk, menenangkan, dan merawat Kenzie malam ini ... tidak ada kepalsuan di sana. Itu murni kasih sayang seorang ibu.

"Naya," panggil Arka lirih, suaranya parau.

Naya yang sedang memeras waslap menoleh pelan. "Ya?"

"Kamu bisa istirahat sebentar di sofa. Biar aku yang melanjutkan," tawar Arka, ada nada kelembutan yang janggal dalam suaranya yang biasa datar.

Naya tersenyum kecil, lalu menggeleng. "Tidak perlu. Kenzie lebih tenang kalau saya terus memeganginya seperti ini. Anda tidurlah, Mas Arka. Anda harus memimpin rapat jam sembilan nanti, bukan? Jangan sampai Anda sakit karena kurang tidur."

Arka tertegun. Naya masih memikirkan jadwal pekerjaannya di saat wanita itu sendiri pasti sangat kelelahan. Rasa bersalah seketika menampar Arka. Ia teringat kembali semua aturan kaku dan ancaman yang ia berikan pada Naya di malam pertama mereka.

"Aku ... aku tidak akan ke kantor jika anakku belum sembuh," jawab Arka, menundukkan kepalanya. Tangannya berpindah, perlahan ikut mengusap dahi Kenzie yang sudah mulai berkeringat—tanda bahwa demamnya perlahan turun.

Naya mengecek suhu Kenzie kembali. Angka di termometer menunjukkan 37,8 derajat. Naya mengembuskan napas panjang dengan rasa lega yang membuncah.

"Suhunya sudah turun, Mas. Paling lambat pagi ini sudah kembali normal," lapor Naya, bahunya yang tegang akhirnya sedikit merosot.

"Terima kasih, Naya," ucap Arka sungguh-sungguh. Matanya menatap lurus ke arah Naya. "Terima kasih sudah ... hadir di malam ini. Kalau kamu tidak ada, aku tidak tahu harus berbuat apa."

Naya balas menatap mata Arka. Untuk pertama kalinya, Naya tidak menemukan tatapan curiga atau meremehkan dari pria itu. Yang ada hanyalah sorot mata yang hangat dan jujur dari seorang ayah yang baru saja merasa aman.

Tembok es tebal yang dibangun Arka sejak hari pertama, malam ini mulai menunjukkan retakan nyata. Naya menyadari hal itu. Dan jauh di dalam hatinya, pertahanannya sendiri mulai sedikit goyah mendapati kelembutan pria kaku di hadapannya.

"Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai ibu dari anak ini," jawab Naya tenang, mencoba mempertahankan kewarasannya agar tidak melewati batas profesionalisme yang mengikat mereka, walau hatinya kini berdenyut oleh perasaan yang sulit dijelaskan.

Bersambung...

1
Oktaviani Agustina
Mam blm updatew lagi
Jetva
20 bulaaannn.?? itu masih lama...kirain 2 bulan...🤣🤣🤣
Forta Wahyuni
heleh stelah pergi baru loe sadar n waktu dia jd istrimu, kau biarkan si jalang menempel padamu. syukuri, lelaki tak tau bersyukur n terpuruklah kau dlm penyesalan. 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
betul tuan arka demi rumah tangga kontrak kita kerana mirna yg jadi mata2 callissa🤭🤭🤭
YuWie
tuh nay, arkha dut sdh mau membumi
YuWie
kebaya putih nya gak dilanjuti kak thor
Teh Euis Tea
ko rahmi sih mommy? bknnya yetty ya?
Teh Euis Tea: mungkin kelewat mommy 😁
total 2 replies
Ila Lee
mampus kau miranda jangan dipecat dulu selidik apa yg di cati Mirna lapor kN ke tuan arka
Ila Lee
kenapa jatuh cinta tuan arka🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
lihat arka cara naya melayan mengurus kenzie dengan penuh kasih sayang seorang ibu cam itu tuan arka😍😍😍 bukan mcm mantan mu
Ila Lee
wah sudah mula nyaman arka pada naya tu meluahkan 🤣🤣🤣😍
Ila Lee
naya wanita berkelas tinggi adap sopan santun tak cepat emosi lihat tuan arka naya boleh mejawab dengan tenang 💪💪💪💪
Mardiana
ceritanya aku suka, wanita kuat menghadapi kelemahan seorang CEO dingin, angkuh dan tegas
Ila Lee
cantik atau bergaya mcm mana pon jika tidak pandai mengurus anak dan rumah tangga lebih baik tak usah jdi perempuan 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
tuan arka sudah di buat kopi nta minum ajer lh byk cip pulak 🤣🤣🤣🤣🤭🤭
Sugiharti Rusli
meski tidak bisa menafikan kalo kamu adalah pewaris Dewangga, tapi bisa menyeimbangkan dengan pribadi Naya yang lebih humble dan down to earth saja sih, itu sudah cukup,,,
Sugiharti Rusli
hanya seorang individu seorang Arkananta yang mencoba menjadi pribadi yang lebih sederhana dalam bersikap,,,
Sugiharti Rusli
bukan dengan apa yang melekat dan embel" nama besar di belakang kamu sekarang,,,
Sugiharti Rusli
karena namanya sebongkah berlian memang butuh perjuangan yah buat mendapatkannya Arka,,,
Sugiharti Rusli
nah kan typo lagi ga tuh sama nama ibunya Naya😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!