Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Informasi Tenmu
Mendengar itu, pipi Kayden memerah. Bukankah ini berarti dia dilamar seorang wanita?! Apakah ini berarti Della ingin punya anak dengannya?!
Ini pertama kalinya seorang wanita melamarnya. Tentu saja, ini membuat Kayden tersipu. Tapi siapa yang tidak kenal dengan Della, si wanita seribu pria yang genit ini!
Kayden memang terkesan pada masakannya dan ini adalah sesuatu yang menarik minatnya.
Namun, mengingat identitasnya sebagai pria kaya yang dingin, ia harus mempertahankan ketenangannya dan menjawab, "Mau jadi istriku?! Kamu harus menunjukkan harga dirimu dulu! Hanya dengan membuatku terkesan, barulah kamu bisa merebut hatiku. Tentu saja, punya kemampuan memasak yang hebat saja tidak cukup!"
Della tersenyum puas mendengar jawaban Kayden. Meskipun ia belum berhasil membawa Kayden ke sisinya, setidaknya Kayden tidak menolaknya. Ia punya peluang besar untuk mendapatkan pria ini!
Della lalu berkata, "Kamu hanya perlu memberiku waktu, Kayden. Percayalah, aku pasti bisa membuatmu mencintaiku!"
Kayden tersenyum tipis sambil menjawab, "Mari kita lihat apa yang bisa kamu lakukan."
Pada titik ini, mereka melanjutkan makan siang sambil berbasa-basi. Berkat hidangan lezat ini, mereka menjadi lebih rileks, dan tentu saja mereka menjadi lebih dekat. Kayden bahkan tanpa sadar mengobrol lebih banyak dengan Della.
Sepuluh menit kemudian, ponsel Kayden tiba-tiba berdering. Ternyata itu panggilan dari Tenmu.
Berpikir mungkin ada sesuatu yang penting yang ingin Tenmu sampaikan kepadanya, Kayden segera mengangkat telepon.
Di ujung telepon yang lain, suara Tenmu yang bersemangat terdengar, "Tuan Muda, saya punya berita penting yang mungkin Anda sukai."
Kayden mengerutkan kening dan berkata, "Katakan padaku, aku tidak suka basa-basi."
"Sebuah lelang rahasia akan diadakan di Kediaman Keluarga Abraham malam ini. Lelang ini dihadiri oleh banyak keluarga besar di Kota Corholt, termasuk Keluarga Benjamin dan Keluarga Blake."
Mendengar kabar ini, Kayden langsung menunjukkan ekspresi gembira. Ini adalah kesempatannya untuk bergaul dengan banyak keluarga hebat. Ini kesempatan emas!
Tak lupa pada perannya sebagai seorang pria kaya yang dingin dan berwibawa, ia pun harus mempertahankan nada bicara tegasnya.
"Bisakah kamu membuatku ikut ke dalam acara itu?" tanya Kayden segera.
"Jangan khawatir, Tuan Muda. Meskipun lelang ini cukup rahasia, saya berhasil mendapatkan tiket untuk Anda," jawab Tenmu bangga.
Kayden mengangguk puas, "Bagus sekali. Ngomong-ngomong, apakah Keluarga Malvin hadir?"
"Tidak, Tuan Muda. Keluarga Malvin adalah keluarga yang sangat memiliki harga diri. Mereka tidak akan menerima undangan dari Keluarga Abraham. Namun, saya yakin mereka diam-diam telah mengirim utusan untuk mengawasi acara tersebut," terang Tenmu.
Mendengar itu, Kayden terkejut. Bahkan ketika Keluarga Abraham mengundang mereka, mereka tetap tidak tertarik untuk hadir?!
Keluarga Malvin ternyata lebih arogan dari yang ia duga.
Perlu dicatat bahwa ada lima keluarga besar di Kota Corholt. Mereka adalah para taipan yang mengendalikan Kota Corholt. Tak seorang pun di Kota Corholt yang tidak mengenal mereka.
Jika diurutkan dari yang terkuat ke terlemah, mereka adalah Keluarga Malvin, Keluarga Felipe, Keluarga Abraham, Keluarga Benjamin, dan Keluarga Blake.
Dengan fakta bahwa Keluarga Abraham berada di peringkat ketiga, tentu saja mengejutkan bagi Kayden bahwa Keluarga Malvin menolak undangan Keluarga Abraham.
"Lalu bagaimana dengan Keluarga Felipe? Apakah mereka melakukan hal yang sama seperti Keluarga Malvin?" tanya Kayden. Karena Tenmu tidak menyebut Keluarga Felipe, ia penasaran apa yang dilakukan keluarga ini dalam masalah ini.
“Tuan Muda, sudah jadi rahasia umum bahwa Keluarga Felipe tidak memiliki hubungan baik dengan keluarga besar lainnya. Mereka terasingkan, bahkan oleh Keluarga Malvin. Oleh karena itu, jelas bahwa mereka tidak hadir karena tidak menerima undangan.”
Kayden agak kecewa mendengar informasi itu dari Tenmu. Ia baru mengetahuinya hari ini.
Keluarga Felipe hanya sedikit lebih rendah daripada Keluarga Malvin. Di Kota Corholt, hanya Keluarga Felipe yang mampu bersaing dengan Keluarga Malvin.
Oleh karena itu, Kayden sangat ingin menjalin hubungan baik dengan Keluarga Felipe agar ia memiliki peluang lebih besar untuk membalas dendam kepada Keluarga Malvin. Namun, tampaknya kesempatan itu tidak muncul hari ini. Keluarga Felipe tidak hadir dalam acara tersebut.
Namun, nyamuk tetaplah daging. Meskipun ia tidak bisa bertemu Keluarga Felipe hari ini, setidaknya ia bertemu banyak keluarga super kaya lainnya. Ia akan menarik perhatian mereka, menjalin kerja sama dengan mereka. Setidaknya, dengan ini ia bisa mendapatkan sedikit informasi tentang Keluarga Malvin.
Kayden lalu bertanya, "Jam berapa acaranya?"
"Jam 9 malam, Tuan Muda."
"Baiklah, siapkan dua orang untuk pergi bersamaku malam ini!" jawab Kayden.
Mendengar itu, Tenmu menunjukkan ekspresi gembira. Akhirnya dia punya kesempatan untuk mengikuti acara kelas atas?!
Tenmu langsung berkata, "Dengan senang hati, Tuan Muda. Saya akan mengenakan pakaian terbaik yang saya miliki!"
Mendengar itu, Kayden buru-buru menjawab, "Tidak, kamu harus beli yang baru! Beli jas yang mahal! Jangan khawatir, aku akan memberimu lebih banyak uang setelah ini!"
"Baiklah, Tuan Muda. Saya tidak akan mengecewakan Anda! Saya pasti akan memakai setelan terbaik!"
"Bagus sekali." Kayden mengangguk puas.
Lalu, panggilannya ditutup.
Di sisi lain, melihat Kayden begitu bersemangat setelah menelepon seseorang, Della tak kuasa menahan diri untuk bertanya, "Ada apa, Kayden? Apa yang membuatmu terlihat begitu bersemangat?"
Kayden memasukkan ponselnya ke saku sambil menjawab, "Aku akan menghadiri acara penting malam ini."
Della langsung tersenyum cerah. Ia bertanya, "Boleh aku ikut?"
"Tidak!" Kayden menunjukkan wajah tegas dan serius, "Ini berbahaya! Ada banyak orang besar di acara ini. Aku khawatir aku tidak bisa melindungimu."
Tentu saja, mengingat ia akan melakukan segalanya untuk menarik perhatian para petinggi di lelang ini, Kayden tidak ingin Della melihatnya. Della pasti tidak tahu bahwa ia sangat rapuh, setidaknya untuk saat ini.
Kayden tidak tahu kenapa, tapi sejak Della mengungkapkan niatnya untuk menjadi istrinya, Kayden ingin selalu terlihat kuat di hadapannya. Ia tidak ingin Della melihat sisi lemahnya.
Hal ini membuat Kayden menyadari bahwa ia masih belum berubah. Sulit untuk mengubah sifat aslinya, yang masih terlalu mudah tergoda oleh wanita. Terlebih lagi, melihat bagaimana Della bersusah payah membuatkannya hidangan lezat ini, hanya untuk menarik perhatiannya, Kayden harus mengakui bahwa Della telah berhasil memenangkan hatinya.
Tentu saja, tidak seperti Reysa di mana Kayden langsung menunjukkan sifat aslinya ketika Reysa merayunya, namun Kayden harus menahan diri kali ini. Ia harus membuktikan terlebih dahulu apakah Della benar-benar tulus kepadanya atau tidak. Jika pada akhirnya Della sama seperti Reysa, hanya menginginkan uang, Kayden akan terpaksa meninggalkannya. Kayden menginginkan hubungan yang sejati, di mana seorang pria dan seorang wanita saling mencintai, tanpa ada faktor lain yang memengaruhinya.