Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.
Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.
Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.
"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Anak Orang Ketiga
Hari telah berganti lagi. Pagi ini, Mutiara telah siap hendak berangkat ke kampus. Gadis itu langsung berangkat begitu saja tanpa sarapan.
"Bi, Tiara gak sarapan lagi?" Tanya Galih pada Bi Yani. Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya, Nona udah berangkat ke kampusnya.." Jawab Bi Yani yang sempat melihat Nona nya berangkat.
Galih menghela nafas panjang. Pria itu berdiri dari duduknya. Seketika Galih langsung kehilangan seleranya untuk sarapan.
"Bi, Besok kalau putri saya gak sarapan lagi, Tolong bawain bekal ya?
"Baik, Tuan.." Usai mengatakan itu, Galih pun pergi. Pria itu tidak peduli pada Diandra yang sejak tadi berada disana.
Sejak pertengkaran kemarin, Galih tidak pernah tidur dikamarnya lagi melainkan diruang kerjanya. Diandra yang selaku seorang istri, tentu saja merasa sedih dan perih didalam lubuk hatinya.
Perubahan sikap Mutiara membuat Galih kepikiran. Sebenarnya apa yang tengah terjadi pada gadis itu..
...****************...
Sudah beberapa hari semenjak mendengar fakta itu, Sikap Mutiara perlahan berubah. Gadis itu lebih banyak diam, Dan lebih suka menyendiri. Mutiara tidak suka diganggu oleh siapapun sekarang termasuk Papanya.
Bahkan dihadapan Ghazi pun Mutiara selalu diam saja. Gadis itu tidak membuka suara kalau bukan ada sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan.
Pria itupun juga heran apa yang telah terjadi pada gadis itu. Semenjak Gadis itu dibawa pergi oleh Jelita, Mutiara seolah banyak yang berubah. Ghazi bahkan mengira kalau Jelita menghasut Mutiara yang tidak-tidak.
"Jelita Melinda.."
Klik..
Ghazi menekan tombol "Enter" Dilaptopnya usai menulis nama lengkap Jelita. Tepat pada siang hari ini, Ghazi sedang berada disalah satu cafe. Pria itu mampir disalah satu cafe yang tempatnya tidak jauh dari kampus Mutiara.
Tentu saja Ghazi tidak hanya pergi makan atau minum. Pria itu punya pekerjaan baru sekarang, Yaitu meretas data milik Jelita.
Ghazi yang punya kemampuan dalam ilmu IT pun dengan mudah mencari tahu siapa Jelita itu sebenarnya.
Tak butuh waktu yang lama, Data Jelita mulai bermunculan. Mulai dari akun lama hingga akun baru, Yang dimana akun itu dipakai untuk media sosial nya sekarang.
Ghazi lihat satu persatu foto yang pernah wanita itu posting. Dari akun yang lama, Ada banyak foto Jelita bersama seorang wanita. Entah siapa itu Ghazi tidak peduli sama sekali. Namun tidak ada yang aneh dalam isi akun tersebut. Semua terlihat baik-baik saja..
Hanya ada beberapa foto. Lalu diunggahan terakhirnya terdapat sebuah foto wanita yang sama dengan caption Selamat jalan kakakku tersayang..
"Jadi wanita ini adalah kakaknya? Untuk hal ini memang tidak ada yang aneh.." Gumam pria itu. Ghazi terus mencari, Mengulik sampai kedalam tentang Jelita.
Dia harus menemukan fakta-fakta tentang calon istri Atta tersebut. Bukan tanpa alasan Ghazi mengulik datang Jelita. Wanita itu pernah bersikap tidak baik pada Mutiara, Tiba-tiba saja sikapnya berubah seperti malaikat. Siapa yang tidak curiga?
Setelah mampir diakun lama, Kini Ghazi mulai mencari tahu lewat akun yang baru. Dilihat dari foto yang wanita itu unggah tidak ada sesuatu yang aneh sama sekali. Semuanya normal-normal saja..
Tidak ada skandal yang tersembunyi dari wanita itu. Rata-rata semua foto-fotonya selalu mengenakan pakaian yang sopan dan cukup tertutup.
Ya, Memang tidak dapat dipungkiri. Bolak balik Jelita datang ke kediaman Wirawan, Ghazi tak pernah melihat wanita itu memakai pakaian yang kurang bahan. Semua yang dipakai oleh Jelita rata-rata pakaian yang sopan dan enak di pandang.
"Dia terlihat jahat sekali, Tapi kenapa disini tidak ada raut wajah jahatnya, Ya? Beda dengan disini.." Monolog Ghazi. Semua aman-aman saja tak ada satupun yang mencurigakan.
Namun, Ada yang aneh menurut Ghazi. Diantara banyaknya foto, Kenapa tidak ada foto Atta disana?
Satu lagi kejanggalan. Didalam akun itu memang tidak ada foto Atta. Baik yang bersama Jelita maupun sendiri.. Padahal bukankah Atta adalah tunangan Jelita?
Ghazi menggelengkan kepalanya.. Pria itu kembali mencari tahu. Selama menjadi model, Tak ada satupun skandal yang pernah Jelita alami. Tapi Ghazi tetap mencari tahu, Dia cukup penasaran dengan kehidupan masa lalu wanita itu.
Ddrrttt...Ddrrttt..
Pergerakannya terhenti, Ghazi segera mengangkat panggilan yang ternyata dari Mutiara.
"Halo, Assalamualaikum.
"Waalaikum salam, Mas...Mas Ghazi dimana? Aku udah mau pulang nih..
"Kamu tunggu sebentar ya, Mas akan segera kesana." Ghazi menutup laptopnya. Dia segera pergi dari cafe tersebut usai meletakkan beberapa lembar uang diatas meja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Senyum Ghazi merekah begitu melihat Mutiaranya kini tengah menunggunya. Pria yang usianya sepuluh lebih tua dari gadis itu segera turun.
"Udah dari tadi nunggunya?" Mutiara menggelengkan kepalanya.
"Enggak..
"Yaudah, Ayo.." Seperti biasanya, Ghazi selalu membukakan pintu untuk Gadis yang sebentar lagi akan ia jadikan istri itu. Sebentar lagi, Dan itu tidak akan lama.
Ghazi akan segera pulang, Lalu ia akan kembali lagi dengan mengajak kedua orangtuanya untuk meminang Mutiara dengan resmi.
Selama dalam perjalanan, Mutiara kembali dia. Gadis itu menunduk seraya meremas kedua tangannya.
"Mas..." Panggilan itu akhirnya terdengar. Ghazi menoleh sebentar lalu kembali fokus pada kemudinya.
"Iya, Kenapa?
"Kita kepantai, Yuk..
"Okey.. Langsung Otw dong.. " Ghazi langsung menambah kecepatan mobilnya menuju ketempat yang akan menjadi tujuannya setelah ini.
Pantai..
Adalah salah satu tempat favorit Mutiara. Karena hanya ditempat itulah, Ia bisa menenangkan diri. Tempat itu juga menjadi tempat dimana Mutiara biasa meluapkan isi hatinya. Seperti berteriak sepuasnya agar apa yang ia pendam menjadi sedikit berkurang.
Begitu sampai, Mutiara mengajak Ghazi. Gadis itu duduk diatas pasir putih ditemani oleh calon suaminya.
Ghazi tatap gadis itu, Dapat pria itu rasakan kalau Mutiara tengah bersedih. Hingga, Sesuatu membuatnya terkejut. Mutiara melepas cincin pertunangannya, Kemudian diserahkan kembali pada pria itu.
"Ini? Ini apa maksudnya?" Tanya Ghazi yang belum mengerti. Kenapa tiba-tiba Mutiara melepas cincin pertunangan ini?
"Mas, Aku mau batalkan pertunangan ini..
Deg!
Ghazi menatap Mutiara dengan begitu dalam. Bibir pria itu bergetar, Ingin mengatakan sesuatu tapi seolah kelu.
Mutiara memalingkan wajahnya dengan menghadap lurus kedepan. Matanya menatap ombak yang bergelombang didepan sana.
"Aku tahu, Aku udah tahu semua tentang Mas Ghazi.. Aku udah cari tahu siapa Mas Ghazi sebenarnya.." Kata Mutiara tanpa melihat pria itu.
"Mas Ghazi, Adalah pria yang terhormat. Mas lahir dari keluarga yang baik.. Mas adalah salah satu putra pengusaha serta cucu Kyai besar, Benar kan?" Mutiara menoleh sebentar, Kemudian kembali menatap kedepan.
"Mas Ghazi berhak mendapatkan wanita yang lebih segala-galanya dari aku.." Ucapnya. Setetes air mata mulai mengalir, Namun Mutiara segera menghapusnya..
"Kenapa? " Tanya Ghazi. "Kalau Mas ada salah bilang, Dek? Jangan tiba-tiba langsung seperti ini?" Mutiara menatap Ghazi dengan linangan air mata. Gadis itu sudah tidak sanggup menahannya lagi.
"Mas, Mas Ghazi gak salah apa-apa. Mas Ghazi adalah pria yang baik. Aku, Aku cuma ngerasa gak pantas buat kamu, Mas..
"Iya, Tapi alasannya?
"Alasannya.. Alasannya karena aku ini anak haram, Mas. Anak haram ini tidak pantas bersanding dengan pria yang keturunan keluarga baik seperti Mas Ghazi..." Ghazi menggelengkan kepalanya.
"Anak haram?
"Ya, Aku ini anak haram, Mas.. Aku anak dari selingkuhan Papa. Anak dari orang ketiga.. Aku ini anak pelakor, Aku anak dari wanita kotor, Mas..."
"CUKUP!!
Ghazi langsung menarik gadis itu dalam pelukannya. Pria itu tak peduli akan hukum mahram yang dia ketahui. Yang terpenting saat ini, Mutiara tenang, Dan berhenti menyalahkan dirinya sendiri.
"Tolong jangan seperti ini? Mas cinta sama kamu.. Mas gak peduli dari mana dan dari siapa kamu berasal.. " Ghazi mengurai pelukannya. Kedua tangannya yang kekar itu menangkup wajah Mutiara yang berderai air mata.
"Dengarkan Mas. Tunggu sebentar lagi, Ya.. Sebentar lagi Mas akan bawa kamu pergi. Mas janji.. Tapi, Mas mohon.. Tolong jangan batalkan pertunangan ini, Ya?" Dengan penuh perhatian lembut, Ghazi mencoba memberikan pengertian terhadap gadis itu.
"Mas janji kan?
"Iya, Mas Janji..." Mutiara akhirnya mengangguk, Membuat Ghazi bernafas lega.
•
•
•
TBC
😏😏😏 ,,
semoga ghazi bisa cepat menemukan mutiara ,
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪