Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:33k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aman

"File perusahaan aman, Tuan. Sepertinya dia hanya ingin mencari informasi pemilik perusahaan ini. Terus mengenai rekening, uang perusahaan hanya diambil seratus ribu." ucap Farhan, salah satu tim IT yang bekerja di perusahaan milik Frans.

"Seratus ribu? Ini orang iseng atau gimana sih?" gerutu Frans yang bingung harus melakukan apa.

Pasalnya jika memang berniat melakukan kejahatan, pasti akan mengambil sesuatu yang besar dan berharga. Contohnya formulasi obat dan file penting lainnya. Namun ini hanya membobol informasi tentang pemilik perusahan saja kemudian mengambil uang seratus ribu. Jika dibiarkan karena hanya mengambil uang dalam jumlah kecil, tapi Frans khawatir kalau orang ini berulah lagi. Apalagi tadi jaringan CCTV juga sempat disabotase. Hal ini bisa mengakibatkan hal fatal jika sedang mengolah data.

"Cari tahu dana itu masuk rekeningnya siapa," suruh Frans pada tim IT.

"Maaf, Tuan. Tapi ini namanya aneh. Kayanya pihak bank juga kena sabotase atau memang nama aslinya ini,"

"Namanya Ompong Dua, Tuan Frans." jawabnya membuat Frans dan Carlo saling pandang.

"Ompong Dua? Emang ada nama kaya gitu?" tanya Frans dengan pandangan bingungnya.

Semua anggota tim IT juga kebingungan. Mereka tahunya juga nama pada rekening bank itu harus asli. Mereka baru tahu kalau di negara ini ada yang namanya Ompong Dua. Frans pun mengambil alih komputer milik tim IT. Dia akan mencoba mencari tahu lokasi orang yang membobol keamanan perusahaannya. Carlo pun duduk di sebelah Frans karena dia juga ingin ikut membantu.

"Carlo, coba kamu musnahkan virus yang baru saja disebar oleh orang itu. Aku akan mencoba menembus gerbang agar bisa masuk," seru Frans memberikan arahan pada Carlo.

"Baik, Tuan. Hati-hati, banyak jebakan." seru Carlo yang hampir saja akunnya terkena virus. Pasalnya virus yang dikirimkan ini berbentuk game dan mereka harus menembus gerbang utama untuk masuk.

"Sial... Padahal ini cuma kaya game anak kecil. Mana bentuk virusnya seperti donat, telur gulung, sempol, dan burger lagi." gerutu Frans yang merasa dipermainkan.

"Sepertinya itu hanya untuk mengecoh atau menghilangkan fokus kita saja, Tuan." ucap Carlo menanggapi.

Berdiri dan mundur, Carlo.

Boom...

Ssshhh...

Teriakan dari Frans di ruang khusus IT perusahaan itu membuat semua orang panik. Mereka langsung berpikir bahwa ada sesuatu yang membahayakan. Benar saja... Saat Frans dan Carlo menjauh dari komputer di depan mereka, tiba-tiba saja terdengar bunyi ledakan. Bahkan sampai keluar asap. Ledakan dan asap itu berasal dari dua komputer yang digunakan oleh Frans juga Carlo. Keduanya sangat terkejut melihat komputer perusahaan sampai meledak seperti itu.

"Sepertinya orang ini bukan lawan sembarangan," ucap Carlo dengan raut wajah terkejutnya.

"Iya. Tapi aku masih penasaran dimana lokasi akun yang tadi mengambil uang seratus ribu. Apalagi sampai membuat komputer puluhan juta meledak begini. Rugi besar aku, Carlo."

"Kalau ketemu, aku jadikan itu giginya ompong semua. Nggak cuma ompong dua seperti nama di rekeningnya," gerutu Frans menggebu-gebu. Sedangkan Carlo hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Baru kali ini dia menghadapi orang aneh.

"Ini yang retas cuma coba-coba kali ya? Kalau bisa membobol rekening perusahaan, kan bisa tuh ambil puluhan juta atau milyaran. Ini cuma seratus ribu," Carlo seperti orang linglung karena teka-teki ini.

"Coba-coba kalau keterusan ya bahaya, Carlo. Bisa saja habis ini dia ambil ratusan juta dari rekening perusahaan. Ayo kita perkuat sistem keamanan perusahaan. Ganti semua passwordnya," ucap Frans mengambil keputusan dan Carlo menyetujuinya.

***

Sedangkan di kota lain, ada seorang anak kecil yang sedang tertawa cekikikan karena berhasil mengalahkan terduga Papa kandungnya. Uang seratus ribu itu masuk ke rekening Mamanya. Namun dia berhasil mengganti nama di rekening Mamanya agar tidak bisa diketahui. Dia adalah Arka, seorang bocah cilik berusia 3 tahun. Arka menepuk tangannya berulangkali seakan pertanda bahwa dia kali ini sudah menang.

Setelah pulang dari taman, Arka langsung duduk di depan laptop lagi. Ariska pikir anaknya sedang memeriksa dan menganalisis budget iklan pada marketplace. Padahal aslinya tidak sama sekali. Dia penasaran dengan Papa kandungnya dan ingin memberinya sedikit salam perkenalan. Arka tadi sudah meminta Azura agar tak mengatakan apapun pada Ariska mengenai kejadian di taman. Azura juga sudah pulang bersama Tantenya karena pekerjaan telah selesai.

Brakk... Brakk...

Ariska...

Nenek Yuli...

"Wah... Mamanya Ichal pasti itu," gumam Arka yang mendengar suara menggelegar dan dobrakan pintu rumah. Dia sedang berada di toko sendirian, sedangkan keluarganya ada di rumah samping.

"Ada apa, Mbak Mely? Jangan dobrak-dobrak pintu. Kami dengar kok kalau ada tamu," tegur Ariska saat sudah keluar dari rumahnya. Sedangkan Arka tengah mengintip dari balik jendela toko.

"Biar rusak ini semua pintu. Ini semua gara-gara anakmu yang nonjok hidung Ichal. Lihat dia... Sampai berdarah begini," teriak seorang wanita dewasa yang bernama Mely, Mama dari Ichal sambil menunjuk ke arah hidung anaknya.

"Astaga... Ini bukan saus kan?" tanya Ariska dengan tatapan polosnya. Bukan sekali dua kali terjadi hal seperti ini. Waktu itu Arka pernah difitnah menampar Ichal oleh Mely sampai pipinya lebam. Ternyata itu hanya akal-akalan saja. Karena lebam itu dibuat memakai alat make up.

"Bukan. Ini seriusan. Tanya saja sama anakmu itu," seru Mely menggebu-gebu.

"Ya siapa tahu kan cuma saus atau perwarna makanan. Habisnya Mbak Mely..."

"Nggak usah bahas yang dulu-dulu," sela Mely karena kepalang malu jika diingatkan tentang yang dulu.

Arka... Arka...

Tak berapa lama, Arka keluar dari pintu toko sebelah rumah. Dia terlihat santai, tak merasa bersalah sama sekali. Sedangkan Mely sudah memelototinya agar Arka takut dengannya. Namun Arka sama sekali tidak takut. Sedangkan Ichal, dia bersembunyi di balik badan Mely. Dia takut dengan tatapan Arka yang menatapnya sinis. Ariska berjongkok di depan Arka untuk menyamakan tingginya.

Plakkk...

"Ini anak nakal akhirnya keluar juga," seru Mely sambil tangannya menjulur ingin menjewer telinga Arka. Namun Ariska dengan sigap menepisnya dengan kencang.

"Nggak usah pakai jewer anak orang. Saya saja yang Ibunya tidak pernah bermain fisik pada anak kecil," ucap Ariska dengan tatapan tajamnya memperingatkan Mely. Nyali Mely sedikit ciut melihat tatapan tak biasa itu.

"Arka, kamu benar nonjok hidung, Ichal? Jika iya, apa alasannya?" tanyanya pada sang anak.

"Iya, Ma. Soalnya Ichal yang kololnya molol itu ejek Alka ndak jelas Papanya," seru Arka membuat Ariska memelototkan matanya.

"Tuh... Dengar kan pengakuan anakmu. Dia sudah menonjok hidung Ichal," seru Mely tak terima.

"Bagus, Arka. Kalau perlu, rontokkan saja itu giginya biar susah bicara." ucap Ariska tak masalah.

Ha?

1
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
Novita Sari
hanya opa n oma yg bisa mengendalikan arka
Rubi Yati
arka love sekebon dh🤭🤭🤭🤭😍😍😍😍😍
Puspa Sella
love buat arka sekebon😍😍😍
Tang Bin
lanjut Thor 🤭
tia
di Tamba satu bab lg thor
E F
🤭🤭😄😄
tq thor🙏😍
lanjutt lg ya🤭💪😄
Sani Srimulyani
hayolo diroasting anak sendiri......pasti jleb banget tuh rasanya.😜
Muft Smoker
pov Frans : sakit ny tuh di sini ,, pas kena hati ku ,,

pov Carlo : lanjuuut pak bos ,, 🕺🕺🕺🕺🕺




🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!