Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: Yun Wangshu

" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa

" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol


pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.

akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.

ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB : 7

Di kantor tepatnya di ruangan ludwighe saat ini ia sedang pusing memikirkan sesuatu yang sangat penting,setidaknya itulah yang ludwighe katakan pada Bagas sehingga membuat Bagas segera datang menemuinya dengan wajah tegangnnya .

Dan di sini lah Bagas dengan wajah datarnya yang sedatar tembok setelah mendengar permasalahan sang bos.

"jadi ini yang di maksud si bos memikirkan sesuatu yang penting,astaga seharusnya aku tak percaya pada orang seperti bos yang tidak waras ini " ucap Bagas dalam hati ia merutuki sang bos .

" jangan mengumpatku atau bonus mu bulan ini ku potong setengahnya" ucap ludwighe menatap tajam ke arah Bagas .

Bagas yang di tatap tajam oleh sang bos pun langsung menegakkan tubuhnya.

" heheh gak berani saya bos " ucap Bagas sembari terkekeh.

" hmm menurut saya pak bos pulang aja makan siang sma nona Bella ,biar makin dekat gitu pak bos" ucap Bagas memberi saran dari kegundahan hati ludwighe.

Yaa ,ini lah sangat penting yng tadi di pikirkan ludwighe sehingga Bagas harus datang menemuinya.

" hmm tapi saya blm pernah pulang makan siang" jawabnya setelah berfikir sejenak.

" nah justru itu dia pak bos, kalau pak bos datang makan siang di rumah pasti nona Bella terkejut dan senang " ucap Bagas lagi.

Ludwighe mengangguk - anggukan kepalanya tanda ia sedang berfikir keras

" hmm kamu benar Bagas,tapi gimana kalau dia gak senang" ucap ludwighe.

" aduh pak bos ,gak mungkin lah nona Bella gak senang ,ya kecuali pak bos bawa istri kedua" ucap Bagas yang langsung dihadiahi oleh tatapan maut oleh ludwighe.

" heheh canda pak bos " jawab Bagas .

" CK ,kamu urus masalah kantor saya mau pulang dulu" ucap ludwighe kemudian beranjak meninggalkan Bagas yang terbengong di tempat.

" eh eh tapi pak bos " ucap Bagas yang di hiraukan oleh ludwighe.

" sial , ternyata pepatah itu benar mulutmu adalah harimaumu,huh bodoh kau Bagas " ucap Bagas kesal.

sembari beranjak keluar dari ruangan sang bos .

" seharusnya tidak ku berikan saran tadi " gerutu Bagas di sepanjang jalan menuju ruangannya.

di apartemen Bella baru selesai memasak makan siang ia menatap makanan di atas meja makan dengan rapi ,walaupun Bella tau bahwa suaminya tidak akan pulang dan memakan makanan nya tapi dia tetap memasak ,takut bila sang suami tiba-tiba tiba pulang dan ingin makan siang.

Bella beranjak ke kamarnya untuk mandi sebab ia merasa sangat gerah.

Ceklek...

Bella berjalan ke walk in closet mengambil handuknya dan berlalu ke kamar mandi.

Sedangkan ludwighe saat ini sudah sampai di apartemennya ia melangkah masuk dan menemukan meja makan yang sudah penuh dengan berbagai jenis makanan yang tertutup dengan rapi.

" Bella " ucap ludwighe memanggil istrinya itu namun hening Bella tak menyahut.

kening ludwighe berkerut mendapati keheningan itu.ia melangkah menaiki anak tangga ke lantai atas yaitu kamarnya dan kamar Bella , ludwighe yakin bahwa Bella pasti ada di dalam kamar.

Ceklek...

Ludwighe membuka pintu kamar tanpa mengetuk terlebih dahulu.

" bel.." ucapan ludwighe terhenti saat tatapan matanya mengarah pada Bella yang tengah memakai handuk keluar dari kamar mandi dan juga menatapnya dengan terkejut.ludwighe membeku seluruh tubuhnya seolah mati rasa jakunnya naik turun ,ia adalah seorang pria normal tak mungkin tak tergoda dengan bentuk tubuh Bella yang sempurna,kulit putih mulus Bella sungguh mempesona.

Bella terkejut bukan main ,ia tak mengira bahwa suaminya akan pulang di siang hari begini.

" aaaakkkhhh" teriak Bella

Ludwighe langsung tersadar bukannya menjauh ia malah melangkah ke arah Bella dan menutup mulut Bella menggunakan tangan besarnya.

" hussstt diamlah kenapa berteriak seperti itu" ucap ludwighe.

Bukannya tenang Bella malah makin histeris bagaiman tidak histeris suaminya itu justru sekarang melihatnya tanpa pakaian dan dengan santainya menyuruhnya untuk tenang.

" masss tutup mata mass" ucap Bella kemudian tangannya ia gunakan untuk menutup kedua mata ludwighe.

" CK ,kenapa harus di tutup segala " ucap ludwighe dengan nada malas.

" astaga mas kenapa masuk gak ketuk pintu sih" ucap Bella dengan kesal sebab ia sangat malu sekarang.

" lupa " jawab ludwighe santai

" yaudah mas keluar dulu sana" ucap Bella

" kau ini ribee sekali ,tinggal pakai baju apa susahnya " jawab ludwighe kesal.

" isss ya malu lah mas " jawab Bella ia menggeplak pelan lengan suaminya

" aku ini suamimu kenapa harus malu" ucap ludwighe

" mas Ludwig gak usah bawel udah sana keluar" ucap Bella ia masih menutup kedua mata suaminya itu.

" CK menyususahkan ucap ludwighe lalu ia membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar menuju meja makan.

10 menit kemudian

Tak tak tak

Ludwighe menoleh ke arah tangga saat mendengar suara langkah kaki pelan dari tangga.

Bella menuruni anak tangga dengan pelan ia menundukkan kepalanya saat tak sengaja tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata ludwighe.pipinya merona saat mengingat kejadian tadi saat suaminya itu melihatnya hanya menggunakan handuk saja.

" sudah selesai" tanya ludwighe

sebenarnya ia tau kalau Bella masih malu soal kejadian tadi ,namun ludwighe tak ingin suasana menjadi canggung itulah kenapa ia mengalihkan topik pembicaraan mereka.

" mas kenapa gak kasih tau Bella kalau sing ini pulang" ucap Bella

" lupa " jawab ludwighe datar

" lain kali kunci pintunya" ucap ludwighe lagi yang membuat pipi Bella merona kembali.

" ayo makan aku sudah sangat lapar ,bekerja di kantor menguras habis tenaga ku" ucap ludwighe yang diangguki oleh Bella dan mereka pun makan dengan hening.

Di kantor Bagas tengah berjalan ke arah ruangan lani ,namun saat masuk ia tak mendapati lani ada di dalam ruangan nya.

Ceklek..

" kemana gadis itu ,apa dia makan siang sendiri tanpa mengajakku" ucap Bagas pada dirinya sendiri.

Bagas bergegas meninggalkan ruangan lani ia ingin turun ke lantai dasar dan melihat kantin kantor apakah di sana ada lani atau tidak ,namun di tengah jalan tiba-tiba Bagas bertabrakan dengan seseorang.

Brughh...

Aaakkk....

" astaga apa yang kau " ucapan Bagas terhenti saat melihat ternyata orang yang bertabrakan dengannya itu adalah lani .

" lani kau dari mana saja " tanya Bagas ia melihat lani seperti orang yang berlari ketakutan bahkan masih ada sisa gemetar di tubuhnya .

" pak ba- gas sa - saya dari bawah pak " ucap lani berusaha merapikan penampilannya dan mengatur nafasnya .

Bagas memicingkan matanya ia curiga dan tahu bahwa lani sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.

" yasudah ayo kita istirahat makan siang dulu" ucap Bagas .ia melangkah dan menggenggam tangan lani untuk ikut berjalan bersama nya.

Dilantai dasar semua orang melihat lani dan Bagas dengan terkejut apalagi tautan tangan mereka,lani menundukkan kepalanya dan Bagas ya bodo amatlah kalau Bagas .

di sudut lorong ada kedua mata yang menatap tajam ke arah mereka berdua yang berjalan melewati lorong loby ,seutas seringai kejam terbit di bibirnya .

" lani - lani kau akan menjadi milikku dan si Bagas sialan itu aku akan memberinya pelajaran" ucapnya dengan mata yang terus memperhatikan lani dengan lekat.

" aku harus kembali ke kantor " ucap ludwighe

" iya mas hati - hati di jalan ya" jawab Bella

Ludwighe menganggukkan kepalanya lalu ia berlalu keluar apartemen namun baru beberapa langkah tiba-tiba ludwighe menghentikan langkah nya ia berbalik dan melihat Bella masih berdiri melihatnya .

" ohh ya tolong kemasi barang - barang kita ,nanti saat aku pulang dari kantor kita pindah " ucap ludwighe

" pindah ? maksudnya mas " tanya Bella tak paham maksud suaminya itu.

" hmm ya kita akan pindah ke rumah kita " ucap ludwighe.

Bella tersenyum manis saat mendengar kata rumah kita dari sang suami

" baiklah mas " ucap Bella

ludwighe langsung berbalik dan pergi meninggalkan Bella .

Restoran mewah yang tak jauh dari kantor menjadi tempat dimana Bagas mengajak lani untuk makan siang.

" pak kita pergi aja ya ,makan di tempat lain aja yang lebih murah " ucap lani setengah berbisik pada Bagas

lani sungguh syok saat melihat harga dari setiap menu di restoran itu.

" kenapa kamu gak suka sama tempatnya " tanya Bagas

" bukan pak ,tapi saya sesak nafas lihat harganya pak mahal - mahal semua" ucap lani pelan .

" hehehhe" Bagas terkekeh kecil mendengar penjelasan lani.

" udah kan saya yang bayar ,kamu tinggal makan dan nikmati aja" ucap Bagas

" iya juga ya " jawab lani

" tapi pak nanti uang bapak habis ,saya udah maafin bapak gk perlu traktir saya di tempat mahal gini pak" ucap lani ia merasa tak enak hati pada Bagas

" saya gak semiskin itu ya lani ,biayain kamu seumur hidup juga uang saya gak bakal habis " ucap Bagas dengan santai .

Sedangkan lani pipinya memerah cepat- cepat ia palingkan wajahnya ke arah lain supaya Bagas tak melihatnya.

Tak lama pelayan datang membawakan berbagai jenis hidangan mewah ,lani sampai terkejut melihat banyaknya hidangan yang tersaji di atas mejanya .

" silahkan di nikmati tuan ,nona" ucap sang pelayan sembari membungkuk hormat dan berlalu dari sna

" makanlah " ucap Bagas yang melihat lani terbengong.

Lani menunjukkan wajah protes nya namun Bagas lebih dulu menatap tajam ke arahnya hingga membuat nyalinya menciut ,dan dengan patuh memakan makanan nya.

makanan sangat enak lani sampai lupa diri yang awalnya menolak sekarang malah lahap banget makannya ,Bagas tersenyum memperhatikan lani makan dengan lahap dan riang ,rasanya ia sudah kenyang saat melihat lani makan bak ank kecil itu terlihat sangat imut di mata Bagas .lani adalah wanita yang tidak sok anggun di depannya dan lani itu sederhana hatinya baik dan senyumnya tulus.

" kenapa bapak gak makan dan malah liatin saya" ucap lani membuyarkan lamunan Bagas .

ia melihat lani yang sedang menatap nya dengan mulut penuh makanan hingga celemotan ke sudut bibirnya .

Bagas membersihkan sudut bibir lani dengan tangannya ia usap pelan menggunakan jempolnya ,lani tersentak kaget tubuhnya menegang dan pipinya merona tatapan keduanya bertemu beberapa detik sebelum lani buru- buru mengelap sudut bibirnya dengan cepat.

" ekhhm lihat kamu makan saya udah kenyang " jawab Bagas.

" bapak jijik ya lihat cara makan saya ,maaf ya pak bapak makan saja saya udah selesai" ucap lani ia berpikir Bagas pasti jijik dengan cara makanya yang rakus.

" ada saya bilang saya jijik " ucap Bagas lani hanya diam

" lanjutkan makanmu " ucap Bagas mengisi piring lani dengan berbagai macam hidangan.

" tapi pak.." ucapan lani terhenti saat lagi - lagi Bagas menatapnya dengan tajam.

" makan " ucap Bagas

" iya pak" jawab lani

kemudian keadaan hening lani melanjutkan makannya dengan Bagas yang memperhatikannya tanpa menyentuh makanan yang tersaji di depan pria itu.

1
Anidya_i
smngat ya kakm😍
Yun Wangshu: makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!