Indonesia
NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Suasana ruang keamanan perusahaan yang tadi riuh kini kembali tenang. Beberapa staf IT masih membicarakan keberhasilan mereka memulihkan sistem, namun perhatian Mario sepenuhnya tertuju pada Tasya.

Pertanyaan yang ia ajukan barusan masih menggantung di udara. Tasya berdiri di depan meja komputer, wajahnya tenang namun sulit ditebak.

Tanpa ragu sedikit pun ia menjawab,

“Ayah mereka sudah mati.”

Jawaban itu keluar begitu saja, tanpa penjelasan tambahan.

Mario tertegun, dia sempat terdiam beberapa detik.

“Ma—”

Mario sebenarnya ingin bertanya lagi namun sebelum ia sempat melanjutkan, ponsel Tasya tiba-tiba berdering.

Tasya langsung mengangkatnya.

“Hallo?”

Dari seberang telepon terdengar suara seorang perawat rumah sakit.

[Bu Tasya, kami dari rumah sakit.]

Tasya langsung menegang.

“Iya, bagaimana kondisi kakek saya?”

Perawat itu menjawab dengan nada menenangkan,

[Kondisi beliau sudah jauh lebih baik sekarang.]

Mendengar itu, bahu Tasya sedikit mengendur, dia menghela napas lega.

“Syukurlah,”

Setelah percakapan singkat itu selesai, Tasya segera menurunkan ponselnya.

Ia menoleh ke arah Mario.

“Saya harus kembali ke rumah sakit.”

Mario langsung mengangguk.

“Tentu,”

Tasya melanjutkan dengan nada tegas,

“Tolong antar saya ke sana.”

Ia kemudian menambahkan,

“Dan sampaikan pada Boss Anda untuk membawa kedua anak saya ke rumah sakit.”

Tatapannya serius.

“Saya ingin mereka kembali sekarang!”

Mario tidak membantah.

“Baik.” Ia segera merapikan iPad yang tadi ia pegang. Lalu berkata pada staf IT,

“Sisanya kalian bisa tangani sendiri.”

Beberapa staf langsung mengangguk, Mario berjalan cepat menuju pintu keluar. Tasya mengikuti di belakangnya. Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di lift yang menuju ke lantai lobi.

Begitu pintu lift terbuka, Mario langsung berjalan menuju pintu utama gedung.

Sementara Tasya mengikuti dengan langkah cepat di belakangnya.

Di dalam hati Mario hanya memikirkan satu hal.

Alex juga ada di sana bersama kedua anak Tasya.

Di depan ruang IGD, suasana masih tegang. Lampu merah di atas pintu masih menyala. Di dalam ruangan itu, Kenzi sedang ditangani oleh para dokter.

Sementara di luar, Alex berdiri beberapa langkah dari pintu IGD bersama beberapa pengawal berpakaian hitam.

Kenzo berdiri tidak jauh darinya. Anak itu menatap pintu IGD dengan wajah tegang, tangannya terkepal erat. Alex mencoba menenangkan situasi.

“Dia akan baik-baik saja.” Nada suaranya tenang, namun tetap dingin seperti biasa.

Kenzo langsung menoleh, tatapannya penuh kemarahan.

“Aku tidak percaya pada ucapanmu.”

Alex mengerutkan kening sedikit namun sebelum ia mengatakan sesuatu, Kenzo tiba-tiba berkata,

“Gendong aku!”

Alex tertegun.

“Apa?”

Kenzo menatapnya tanpa berkedip.

“Gendong aku, sekarang!" Nada suaranya tidak berubah. Alex masih terlihat sedikit heran. Namun, detik berikutnya Kenzo berkata lagi dengan nada lebih keras,

“Aku bilang gendong aku, sekarang!”

Beberapa pengawal yang berdiri di sekitar mereka ikut saling melirik. Alex akhirnya menunduk sedikit lalu mengangkat tubuh Kenzo dengan satu tangan. Sekarang posisi mereka hampir sejajar. Kenzo menatap wajah Alex dari jarak sangat dekat.

Plak!

Suara tamparan keras menggema di lorong rumah sakit. Semua orang langsung terdiam. Pipi Alex sedikit berpaling ke samping akibat tamparan itu. Beberapa pengawal berpakaian hitam terlihat sangat terkejut. Belum pernah ada yang berani melakukan hal seperti itu pada Alex Roman Vasillo. Namun, Alex justru tidak bergerak. Ia hanya menatap Kenzo dengan ekspresi kosong.

Kenzo menatapnya dengan mata merah menahan emosi.

“Anda keterlaluan!" Suaranya kecil, tapi penuh kemarahan.

“Menurut Anda nyawa itu bisa dibawa main-main?”

Lorong itu kembali sunyi, Kenzo melanjutkan dengan nada yang jauh lebih serius daripada anak seusianya.

“Kalau Kenzi sampai kenapa-kenapa…”

Tatapannya tajam menusuk Alex.

“Aku tidak akan pernah memaafkan Anda.”

Lalu ia berkata dengan dingin,

“Turunkan aku!”

Alex tidak membantah, dia langsung menurunkan Kenzo ke lantai. Anak itu tidak menoleh lagi. Ia berjalan menuju kursi tunggu di depan IGD lalu duduk di sana. Kepalanya tertunduk, tanpa mengatakan apa-apa.

Alex berdiri diam beberapa detik sebelum akhirnya berbalik. Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Beberapa meter kemudian seorang dokter anak datang mendekat. Begitu melihat Alex, dokter itu langsung menunduk hormat.

“Tuan Alex.”

Alex berhenti.

“Bagaimana kondisinya?”

Dokter itu menjawab cepat,

“Tim kami sedang menanganinya sekarang.”

Alex menatap dokter itu dengan serius.

“Berikan perawatan terbaik untuk anak itu.” Nada suaranya tegas.

“Semua biaya ditanggung oleh saya.”

Dokter itu langsung mengangguk.

“Baik, Tuan.” Namun, beberapa detik kemudian Alex berkata lagi dengan suara lebih rendah.

“Ada satu hal lagi.”

Dokter itu menunggu, Alex menatap pintu IGD sebentar lalu berkata pelan,

“Saya ingin melakukan tes DNA.”

Dokter itu terlihat sedikit bingung.

“Tes DNA?”

Alex melanjutkan,

“Antara saya dan anak yang sedang ditangani di dalam.”

Dokter itu terdiam, Alex menambahkan dengan nada datar,

“Tidak mungkin melakukannya dengan anak yang satunya.” Ia teringat wajah Kenzo, anak itu terlalu keras kepala dan terlalu emosional.

“Temperamen anak itu terlalu buruk untuk diajak bicara.”

Dokter itu terlihat ragu sejenak tetapi saat ia melihat tatapan tajam Alex, dia langsung mengangguk.

“Baik, Tuan. Kami akan menyiapkannya.”

Alex tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia berdiri di lorong rumah sakit dengan wajah tenang seperti biasa. Namun, di dalam hatinya sesuatu terasa kacau. Wajah Kenzo terus terlintas di pikirannya. Tatapan mata anak itu, kemiripan wajah mereka. Semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin sulit untuk tidak memikirkannya.

Meski begitu, Alex tetap menyembunyikan semua kekacauan itu di balik ekspresi dinginnya.

'Jika Tasya benar wanita tujuh tahun lalu, dia sudah melakukan kesalahan yang besar! Masuk ke kamar hotelku! Pergi begitu saja! Dan yang lebih parah dia menyembunyikan dua pewaris keluarga Vasillo, dariku!' geram Alex dalam hatinya tanpa menoleh kebelakang lagi, di mana keberadaan Kenzo berada.

1
Yani Suryani
aku rasa ada yg mengadu domba biar mereka saling menyerang dan tidak akur, karena persahabatan mereka yg membuat kuat dan tak tersentuh, setelah perselisihan itu banyak yg memanfaatkan keretakan itu
jadi lebih baik introspeksi dan mencari kebenaran yg sesungguhnya bukan saling menyalahkan
Yani Suryani
kok kesini aku jadi bingung 🙃
Anonim
Cerita yang bagus , sukses selalu
Yani Suryani
Alex, kamu selalu mengancam orang, sekarang Kamu diancam anakmu sendiri 😀
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!