Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Malam itu, meja makan raksasa di kediaman Prameswari dipenuhi oleh hidangan mewah yang masih mengepulkan asap hangat.

Genta duduk bersandar santai menikmati iga sapi panggang, sementara Kiara terus menerus menambahkan lauk ke piring suaminya dengan senyum semringah.

"Makan yang banyak Genta, kau pasti sangat lelah setelah mengurus urusan di luar sana seharian penuh," ucap Kiara dengan nada yang sangat lembut.

Tidak ada lagi sisa-sisa CEO dingin yang arogan di meja makan itu, yang ada hanyalah seorang istri yang luar biasa bersyukur suaminya pulang dengan selamat.

Genta tertawa pelan dan mengusap pelan puncak kepala Kiara yang kini duduk merapat di sampingnya.

"Kalau Nona CEO terus menyuapiku seperti ini, aku bisa menjadi bapak-bapak buncit dalam sebulan ke depan," goda Genta sambil mengunyah makanannya.

Kiara memalingkan wajahnya yang merona merah, namun dia sama sekali tidak menghentikan tangannya yang terus melayani Genta.

"Biarkan saja kau buncit, dengan begitu tidak akan ada wanita lain di luar sana yang berani melirik suamiku," gumam Kiara dengan suara sangat pelan namun posesif.

Genta hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah menggemaskan dari wanita yang dulunya menganggapnya sebagai gembel udik itu.

Hari-hari berikutnya berjalan dengan sangat damai dan penuh dengan kelimpahan kekuasaan bagi Genta.

Prameswari Group kini secara resmi memonopoli seluruh pasokan medis dan proyek kesehatan di kota metropolitan berkat perlindungan Genta.

Sementara itu, Klinik Tabib Genta tidak pernah sepi dari antrean para pejabat, jenderal, dan konglomerat yang rela membayar miliaran rupiah demi pengobatannya.

Klinik sederhana itu kini telah berubah menjadi pusat kekuasaan dunia medis yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.

Kring!

Lonceng pintu klinik berbunyi nyaring memecah kesunyian siang hari di saat jam istirahat sedang berlangsung.

Genta yang sedang meracik herbal di mejanya menoleh dan melihat sosok yang tidak asing melangkah masuk.

Inspektur Larasati berdiri di ambang pintu, masih mengenakan seragam dinas kepolisiannya yang sangat pas membalut tubuh atletisnya.

Di kedua tangannya, dia menenteng kantong plastik berisi rantang makanan dan dua gelas kopi dingin.

"Jangan menatapku seperti itu, aku kebetulan sedang berpatroli di area ini dan membeli makan siang terlalu banyak," ucap Laras cepat dengan wajah yang sedikit bersemu merah.

Genta meletakkan lumpang herbalnya dan tersenyum geli menatap polisi keras kepala yang mulai tidak jujur pada perasaannya sendiri itu.

"Kau sudah kebetulan berpatroli ke klinikku empat hari berturut-turut di jam yang sama Nona Inspektur," balas Genta dengan nada menggoda.

"Apakah markas kepolisian kota kehabisan rute patroli lain sampai kau harus terus mengawasi klinikku?"

Laras mendengus kesal, dia melangkah maju dan meletakkan rantang makanan itu dengan sedikit kasar di atas meja praktik Genta.

Brak!

"Sebagai warga negara yang baik, kau seharusnya bersyukur karena polisi sepertiku mau meluangkan waktu menjaga keselamatanmu!" omel Laras mencari-cari alasan.

Genta tertawa lepas, dia baru saja akan membuka kotak makanan dari Laras ketika suara derit pintu klinik kembali terdengar.

Tap! Tap! Tap!

Suara langkah sepatu hak tinggi yang sangat elegan namun mengintimidasi bergema memenuhi ruangan klinik yang sepi.

Kiara Prameswari melangkah masuk dengan aura dingin CEO yang biasa ia tunjukkan pada musuhnya, namun matanya menatap tajam ke arah Laras.

"Ternyata suamiku kedatangan tamu yang sangat rajin di jam makan siang," sindir Kiara dengan senyum manis yang mematikan.

"Sepertinya tingkat kriminalitas di kota ini sudah hilang sepenuhnya sampai inspektur kepolisian punya waktu menjadi kurir makanan."

Laras langsung membalikkan badannya dan menegakkan tubuhnya, merasa ego dan gengsinya tertantang oleh kedatangan istri sah Genta.

"Aku hanya menjalankan tugas pengawasan pasca-insiden, Nona Kiara, memastikan aset medis kota kita tidak diracuni oleh musuh," jawab Laras tak mau kalah.

Kiara melangkah mendekat, mengaitkan lengannya secara posesif ke lengan kanan Genta sambil menatap Laras dari atas sampai bawah.

"Terima kasih atas perhatianmu Nona Polisi, tapi aku sudah menyewa ratusan pengawal elit untuk menjaga suamiku."

Dua wanita cantik dengan latar belakang berbeda itu saling bertatapan tajam, menciptakan percikan listrik imajiner di udara klinik tersebut.

Genta hanya bisa memijat pelipisnya, merasa aura di ruangannya kini lebih berbahaya daripada saat dia dikepung ratusan murid Sekte Ular Hitam.

"Sudahlah kalian berdua, aku bisa menghabiskan semua makanan ini sekaligus jika kalian tidak berhenti berdebat," lerai Genta dengan nada santai mencoba mencairkan suasana.

Tiba-tiba, ketegangan canggung di antara mereka dipecahkan oleh deru mesin mobil sport yang berhenti mendadak di depan klinik.

Ckiiit!

Seorang pria jangkung berpakaian jas serba hitam dengan pin berbentuk tengkorak emas melangkah masuk ke dalam klinik tanpa permisi.

Aura pria itu sangat dingin, kelam, dan memancarkan bau obat-obatan mematikan yang sangat kental.

Pria itu berjalan mengabaikan Kiara dan Laras sepenuhnya, dia berhenti tepat dua meter di depan meja praktik Genta.

"Tuan Genta, Sang Raja Tabib Mutlak dari kota metropolitan," sapa pria itu dengan nada suara kaku dan mekanis layaknya robot.

"Aku adalah utusan resmi dari Aliansi Medis Gelap di ibu kota negara."

Mendengar nama organisasi dunia bawah yang luar biasa mematikan itu, Laras langsung waspada dan refleks menyentuh gagang pistol di pinggangnya.

Kiara juga sedikit terkejut, dia refleks melangkah mundur selangkah dan bersembunyi di balik punggung lebar suaminya untuk mencari perlindungan.

Pria berjas hitam itu sama sekali tidak peduli dengan reaksi mereka, tangannya perlahan merogoh saku dalam jasnya.

Srek!

Dia mengeluarkan sebuah amplop hitam tebal dengan stempel lilin emas bergambar dua batang jarum yang saling bersilang.

"Para tetua kami di ibu kota telah mendengar tentang kehancuran Sekte Ular Hitam yang menjadi bawahan kami."

"Mereka juga telah mengkonfirmasi kemunculan Jarum Emas Seribu Jiwa di tangan Anda."

Pria itu meletakkan amplop berstempel emas tersebut tepat di atas meja, di sebelah rantang makanan yang dibawa Laras.

"Ini adalah undangan resmi bagi Anda untuk menghadiri Turnamen Tabib Kematian yang diadakan di ibu kota bulan depan."

Pria itu mengangkat wajahnya, menatap Genta dengan sorot mata yang penuh dengan ancaman tanpa keraguan sedikitpun.

"Jika Anda menolak datang, Aliansi Medis Gelap akan menganggapnya sebagai deklarasi perang terbuka."

"Dan percayalah Tuan Genta, tidak akan ada tempat bersembunyi bagi keluarga Anda di negara ini jika tetua kami mulai bergerak."

Genta menatap amplop hitam itu dengan sorot mata yang mendadak berubah menjadi sedingin bongkahan es di kutub utara.

Ancaman murahan yang melibatkan keselamatan istrinya adalah hal yang paling memancing insting membunuhnya.

Tanpa banyak bicara, Genta mengangkat tangan kanannya dan menepuk pelan meja kayunya.

Brak!

Tenaga dalam meridian langsung mengalir deras menghantam permukaan meja, mengirimkan gelombang kejut yang kasat mata ke arah depan.

Pria berjas hitam itu terlempar keras ke belakang layaknya layang-layang putus sebelum dia sempat berkedip.

Prang!

Tubuh pria itu menabrak pintu kaca klinik hingga hancur berantakan dan terpelanting berguling-guling di atas aspal jalanan.

Uhuk!

Pria utusan itu memuntahkan darah segar dari mulutnya, menatap Genta dengan pandangan horor yang luar biasa.

Genta melangkah keluar dari meja praktiknya, auranya benar-benar menekan pria itu hingga tidak bisa bangkit berdiri.

"Kembali ke majikanmu di ibu kota dan katakan pada mereka bahwa aku pasti akan datang memenuhi undangan itu," ucap Genta dengan suara yang menggetarkan udara di sekitarnya.

"Tapi aku datang bukan untuk menjadi badut di turnamen konyol kalian."

Genta menunduk menatap utusan itu seolah menatap seekor serangga yang menjijikkan.

"Aku datang untuk menghancurkan Aliansi Medis Gelap sampai ke akar-akarnya."

Utusan itu mengangguk panik ketakutan, dia merangkak bangkit dengan susah payah dan berlari kabur masuk ke dalam mobilnya tanpa berani menoleh lagi.

Setelah mobil sport itu melesat pergi, Kiara langsung memeluk lengan Genta dengan sangat erat, wajah cantiknya memucat karena panik.

"Genta, ibu kota sangat berbahaya! Mereka adalah organisasi monster yang mengendalikan pasar gelap pengobatan seluruh negeri!" ucap Kiara dengan nada sangat khawatir.

Laras ikut mengangguk membenarkan ucapan Kiara, insting kepolisiannya tahu betul seberapa menakutkannya aliansi tersebut.

"Bahkan kepolisian pusat pun sering kali menutup mata atas kejahatan mereka karena jaringan koneksi mereka terlalu kuat Genta."

Genta membalikkan badannya, mengelus rambut istrinya dengan lembut untuk memberikan rasa aman yang mutlak.

"Jangan khawatir Nona CEO, Nona Inspektur. Mau di kota kecil ini atau di ibu kota yang megah, akulah yang memegang kendali atas kehidupan dan kematian."

Tepat saat Genta menenangkan kedua wanita itu, layar biru transparan menyala dengan sangat agresif di dalam kepalanya.

[Ding!]

[Sistem Mendeteksi Ancaman Skala Nasional.]

[Misi Utama Baru Terbuka: Taklukkan Aliansi Medis Gelap di Ibu Kota dan rebut kembali kehormatan Tabib Dewa.]

[Hadiah Penyelesaian: Membuka segel terakhir Mata Surgawi dan Teknik Dewa Obat Absolut.]

Senyum Genta semakin melebar melihat tantangan baru dari sistemnya yang menjanjikan kekuatan tak terbatas.

Kota metropolitan ini ternyata terlalu kecil untuk menampung ambisinya, dan panggung ibu kota sudah bersiap menyambut kedatangan sang legenda baru.

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!