Indonesia
NovelToon NovelToon
Rama Dan Kemungkinan Kecil

Rama Dan Kemungkinan Kecil

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:324
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Pada suatu malam minggu yang gerimis, hubungan asmara antara Rama dan Ratna resmi berakhir di sebuah kedai kopi yang sunyi. Ratna mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan mereka karena menyadari adanya standar hidup dan perbedaan kelas sosial yang tidak mampu dipenuhi oleh Rama. Meski hancur, Rama menerima keputusan tersebut dengan ketegaran yang dipaksakan. Perpisahan itu menjadi semakin kontras dan menyakitkan ketika Ratna dijemput oleh sebuah sedan Eropa putih mewah yang merepresentasikan dunia barunya yang penuh kenyamanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ambang finish

"baik tunggu diluar," kata nyonya antasena setelah mencatat keputusan akhir Rama dengan raut wajah yang masih menyiratkan rasa kagum tersembunyi. "nanti akan kami panggil sekali lagi untuk sesi terakhir."

No 9 pun berbalik badan dan keluar. Langkah kaki Rama terdengar santai saat melewati pintu kayu jati besar yang tebal itu, meninggalkan keheningan ruang ujian akhir menuju ruang tunggu yang kembali mencekam.

Yah disana dia melihat no 7 sedang duduk santai... Pria berpenampilan perlente itu menyandarkan punggungnya di kursi kulit mewah dengan kaki yang saling menyilang, mencoba mempertahankan impresi bahwa dialah yang paling siap memenangkan kompetisi ini. Begitu melihat Rama keluar, nomor tujuh langsung menegakkan posisi duduknya dan melempar pandangan penuh selidik.

"gimana bro..." tanya nomor tujuh, mencoba memancing informasi tentang apa yang baru saja dilewati Rama di dalam.

"seperti yg kamu lihat," kata no9 dengan nada suara yang sangat rileks, seolah-olah ia baru saja keluar dari warung kopi biasa, sambil duduk disampingnya... Rama menaruh punggungnya di sandaran kursi tanpa ada beban kecemasan yang berlebih.

Nomor tujuh memperhatikan ketenangan Rama dengan mata yang sedikit menyipit. Aura kompetisi di antara mereka kini terasa begitu pekat dan intim. "yah kamulah saingan ku," kata no 7, menegaskan bahwa status mereka berdua saat ini sudah berada di tingkat probabilitas tertinggi, memperebutkan satu posisi tunggal sebagai menantu klan Antasena

Menghadapi atmosfer yang semakin tegang, Rama justru menunjukkan pembawaan aslinya yang cuek terhadap sekeliling. No 9 pun mengambil rokok ya dan langsung menghisap nya... Pemantik apinya berdenting pelan di dalam kesunyian ruang tunggu, membakar ujung tembakau hingga bara merahnya menyala. Asap putih tebal mengepul dari bibirnya, sedikit mengaburkan kemewahan interior ruangan tersebut. Setelah menikmati hisapan pertama, dia pun menyodorkan pada no 7... menawarkan kotak rokoknya ke hadapan saingan terberatnya itu.

No 7 sedikit enggan... Sebagai pria yang terbiasa hidup rapi dan menjaga citra eksklusifnya di depan publik, menerima tawaran rokok dari seorang pemuda berambut sebahu yang pakaiannya sangat biasa adalah hal yang tidak biasa baginya. Ia sempat ragu dan menatap batang rokok itu dengan dahi mengkerut.

Melihat keraguan saingannya, Rama hanya terkekeh pelan. "ambil aja," kata no 9 dengan santai, menggerakkan tangannya sedikit lebih dekat.

"buat ngurangin tegang heheheh."

Tawa kecil Rama yang lepas seolah meruntuhkan sekat formalitas yang sejak pagi mengurung mereka berdua. Di balik dinding ruang tunggu yang megah ini, dua pria dengan kasta yang berbeda kini duduk berdampingan, berbagi asap rokok sambil menunggu panggilan terakhir yang akan menentukan siapa di antara mereka yang akan membalikkan roda takdir hidupnya bersama Keluarga Antasena.

Di dalam ruang ujian akhir yang senyap, keheningan kembali mendominasi. Nyonya Antasena masih duduk di kursi kebesarannya, ditemani sang putri yang tetap mengamati dari sudut temaram. Pintu samping tiba-tiba terbuka, memunculkan dokter wanita yang sejak pagi memimpin pemeriksaan biologis para kandidat. Tanpa basa-basi, sang nyonya langsung saja disodorkan berkas medis oleh dokter wanita itu.

"ini berkas no 7," kata dokter sambil meletakkan selembar map tebal berlogo medis Antasena di atas meja jati.

Nyonya langsung memeriksa dengan detail... Jemari lentiknya membalik lembar demi lembar hasil laboratorium yang memuat data vitalitas, struktur organ, hingga analisis mendalam tentang genetika. Namun tepat dimana draft menunjukkan bahwa hasil dari dalam tabung plastik itu ternyata memiliki kwalitas lemah... Ekspresi Nyonya Antasena mendadak berubah dingin. Klan Antasena tidak hanya mencari pria berotak tajam atau berambisi besar; mereka membutuhkan penerus takhta yang memiliki modal biologis sempurna untuk melanjutkan garis keturunan klan tua ini. Kelemahan pada kualitas sel reproduksi kandidat nomor tujuh adalah kecacatan mutlak yang tidak bisa ditoleransi oleh sistem seleksi mereka.

Tanpa membuang waktu lebih lama, nyonya langsung berpindah ke berkas no 9. Map milik Rama ditarik ke hadapannya. Dengan seksama dia cek smuanya dan ternyata sesuai dengan keinginan... Lembar hasil laboratorium Rama menampilkan grafik yang luar biasa. Struktur fisiknya yang atletis bukan sekadar pajangan; kualitas biologis di dalam tubuhnya berada di tingkat perdana (prime), sangat sehat, subur, dan bersih dari segala bentuk penyakit keturunan. Dikombinasikan dengan kestabilan mentalnya saat melewati tes meja makan dan ketajaman logikanya dalam sesi wawancara tadi, Rama adalah paket lengkap yang selama ini dicari oleh Keluarga Antasena.

Nyonya Antasena memberikan anggukan mutlak kepada dokter wanita tersebut. Isyarat bahwa pencarian panjang ini telah resmi berakhir malam ini.

"no9 masuk," kata dokter itu melalui interkom ruang tunggu.

Tak lama no 9 sudah masuk. Rama melangkah melewati ambang pintu dengan pembawaan yang tetap tenang, menyisakan aroma samar asap rokok yang tadi sempat ia nikmati di luar. Ia kembali mengambil posisi duduk di hadapan wanita paling berkuasa di klan tersebut.

Nyonya Antasena menatap lurus ke dalam manik mata Rama, lalu berbicara dengan nada yang tidak lagi menyembunyikan rasa puasnya. "untuk hasil tes kamu mendapat nilai sempurna. kamu bisa pulang dulu buat berkemas. lusa datang lagi kesini.. apa kamu bersedia?"

Pertanyaan itu adalah sebuah tawaran resmi untuk melangkah masuk ke dalam lingkaran kasta tertinggi. Peluang kecil yang awalnya terdengar mustahil di atas kertas taruhan Iwan, kini telah berubah menjadi sebuah realita mutlak di depan matanya.

No9 pun tersenyum dan menjawab dengan ketenangan yang luar biasa, seolah ia sudah siap untuk menanggung segala konsekuensi besar yang akan datang. "baik nyonya besar."

Sesi untuk Rama pun selesai. No 9 pun keluar dari ruangan dengan langkah yang tetap konstan. Begitu pintu terbuka, ia mendapati kandidat nomor tujuh yang masih duduk menunggu dengan sisa-sisa rokok pemberiannya.

"bro giliran kamu," kata Rama pelan sambil memberikan anggukan kecil sebagai tanda perpisahan.

No 7 pun langsung masuk. Ia melangkah dengan sisa-sisa rasa percaya diri yang ia miliki, berharap peluang lima puluh persennya malam ini berbuah manis. Cukup lama dia didalam sana. Suasana di luar terasa begitu hening, hingga akhirnya suara dari dalam ruangan memutus seluruh harapan pria perlente tersebut.

Namun nyonya besar berkata dengan nada suara yang penuh dengan formalitas bisnis yang dingin, "terima kasih atas kerja samanya mengikuti seluruh rangkaian tes dari kami. ini ada sedikit hadiah kecil dari kami," kata nyonya antasena sambil menggeser selembar cek kompensasi yang nilainya tentu sangat besar, namun bermakna sebagai tanda eliminasi.

Mendengar kalimat penolakan yang halus namun mematikan itu, sontak saja bahu dia langsung merosot namun dia juga tak bisa protes.. Segala kalkulasi bisnis dan ambisinya di hadapan vonis mutlak sang nyonya. Uang kompensasi di tangannya tidak lagi terasa seperti kemenangan, melainkan sebuah penghibur atas kekalahan telak dari seorang pemuda yang hanya bermodalkan motor matic tua.

Akhirnya dengan langkah gontai, kandidat nomor tujuh menggenggam cek tersebut dengan erat. Dia pun berbalik dan pulang membelah kegelapan malam, menyisakan Rama sebagai satu-satunya pria yang berhasil membalikkan roda takdir di dalam kastil megah Keluarga Antasena.

1
sakura
.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!