Indonesia
NovelToon NovelToon
Kurebut Pacarmu

Kurebut Pacarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Teen / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Cassandra—gadis rebel yang kerap disalahpahami—terjebak dalam rasa yang salah. Ia jatuh cinta pada Narendra, pria hangat yang ironisnya adalah kekasih rival bebuyutannya, Anggita.

​Didasari dendam lama dan perasaan yang makin membara, Cassandra nekat menyusun rencana untuk merebut Narendra. Namun, semakin ia melangkah jauh, batas antara obsesi dan cinta sejati kian kabur.

​Mampukah Cassandra memenangkan hati Narendra, atau akankah obsesi ini justru menghancurkan mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Taruhan

Cassandra berdiri membeku di tengah ruang kerja megah itu. Matanya menatap tajam layar televisi yang menampilkan Narendra di dalam ruangan kaca kedap udara.

Dada Cassandra bergemuruh hebat, beradu antara impian memulihkan nama baik ayahnya dan keselamatan cowok yang amat dicintainya. Jemarinya yang memegang amplop cokelat sertifikat tanah bergetar keras.

"Gue enggak boleh panik," bisik Cassandra pada dirinya sendiri seraya meraup napas dalam-dalam. "Narendra selalu punya cara, dan gue juga harus pakai otak gue sekarang."

Ia sadar betul bahwa Kakek Subroto meremehkan kemampuan mereka sebagai remaja SMA. Sang penguasa konsorsium itu berpikir permainan ini sepenuhnya berada di bawah kendalinya.

Cassandra segera melangkah mendekati meja komputer utama milik Kakek Subroto di tengah ruangan. Ia menancapkan flashdisk enkripsi serbaguna yang selalu dibawanya ke port server meja tersebut.

Layar monitor utama langsung menyala, menampilkan barisan kode proteksi gedung yang dipenuhi proteksi rumit.

Jemari Cassandra menari lincah di atas keyboard, meretas jalur komunikasi lokal antara ruang kerja dan sistem pendingin ruangan bawah tanah.

"Lu salah besar kalau pikir gue cuma cewek cengeng yang bakal pasrah, Kakek Subroto," gumam Cassandra dengan senyum miring nan tegas.

Dalam hitungan detik, Cassandra berhasil menembus protokol keamanan tingkat sekunder milik Kakek Subroto. Ia tidak mematikan kunci pintu kaca secara langsung, melainkan mengalihkan arus oksigen dari ruang kerja ini langsung menuju ruangan kaca Narendra di bawah sana.

BZZZZT!

Di layar televisi, katup ventilasi udara di atas ruangan kaca Narendra mendadak terbuka lebar, mengalirkan udara segar secara melimpah.

Narendra yang berada di dalam ruangan kaca tampak menyadari perubahan arus udara tersebut. Cowok itu mendongak menatap kamera pengawas, lalu menyunggingkan senyum tipis khasnya karena tahu Cassandra sedang beraksi di atas.

Dua pengawal bertubuh tegap di dalam ruangan kaca terlihat bingung saat panel kontrol pintu mereka mendadak terkunci otomatis dari sistem pusat.

Narendra memanfaatkan momen kebingungan dua pengawal itu dengan sangat cepat. Ia menyambar kursi kayu di dekatnya, melumpuhkan pengawal pertama dengan sabetan presisi, lalu merebut kunci kartu akses utama dari saku pengawal kedua.

Dengan gerakan lincah anak SMA yang lihai bertarung, Narendra menempelkan kartu akses tersebut ke panel dalam, membuat pintu kaca tebal itu terbuka lebar.

"Kerja bagus, Cas!" seru Narendra pelan di bawah sana seraya berlari menaiki tangga darurat menuju lantai dua.

Di dalam ruang kerja, Cassandra menyambar amplop sertifikat tanah milik ayahnya dan memasukkannya ke dalam tas gaunnya. Ia juga berhasil meretas kunci elektronik pintu ruang kerja yang sebelumnya terkunci rapat dari luar.

KLIK!

Pintu terbuka lebar tepat saat Narendra tiba di depan ruangan dengan napas memburu dan jas yang sedikit kusut.

"Lu enggak apa-apa, Cas?!" tanya Narendra cemas seraya memegang kedua bahu Cassandra.

Cassandra tertawa lega seraya merapikan kerah jas Narendra yang agak berantakan. "Gue yang harusnya tanya gitu! Lu seru banget berantem di bawah tadi."

Narendra menyunggingkan senyum hangat, lalu menggandeng erat jemari Cassandra. "Sertifikat tanah ayah lu sudah aman?"

"Aman di dalam tas gue," jawab Cassandra penuh kepastian. "Sekarang ayo kita keluar dari rumah tua ini sebelum pengawal Kakek lu datang lagi."

Mereka berdua berjalan mengendap-endap menuruni tangga belakang menuju area taman samping yang sepi dari para tamu undangan. Suara alunan musik pesta masih terdengar meriah dari arah aula utama.

Namun, ketika mereka baru saja melewati deretan pohon palem di taman samping menuju gerbang luar, langkah mereka terhenti oleh sebuah tepukan tangan pelan.

Kakek Subroto berdiri tenang di bawah lampu taman bersama dua pria bersetelan serba hitam yang memegang dokumen resmi berstempel kejaksaan.

"Luar biasa, kalian berdua memang pasangan peretas paling berbakat yang pernah Kakek lihat," ujar Kakek Subroto dengan intonasi tenang tanpa amarah.

Narendra langsung meletakkan tubuhnya di depan Cassandra secara protektif. "Permainan Kakek sudah selesai. Sertifikat tanah ini milik Cassandra dan kejahatan Kakek bakal kita serahkan ke polisi!"

Kakek Subroto terkekeh pelan, lalu memberi isyarat pada salah satu pria bersetelan hitam di sampingnya untuk maju melangkah.

Pria bersetelan hitam itu membuka map resminya, menunjukkan sebuah surat penetapan hukum terbaru kepada Cassandra dan Narendra.

"Sertifikat tanah itu memang milik ayahmu, Cassandra," kata Kakek Subroto seraya menatap Cassandra dengan raut wajah penuh kemenangan.

"Tapi seluruh utang perusahaan ayahmu sepuluh tahun lalu, diubah atas nama ibumu, dan malam ini tenggat waktunya telah habis."

1
Ros Mawa Tyy
👍👍👍
gadis bucin: terima kasih 🤗🙏🏻
total 1 replies
gadis bucin
Teman-teman, silakan mampir dan baca karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!