" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 23
Buk ani yang mendengar suara mobil di luar rumahnya pun turut keluar sebab ia yakin itu adalah putri dan menantunya.
Bella dan ludwighe keluar dari mobil dan menghampiri buk ani yang baru saja keluar dari dalam rumah.
" ibuuu Bella rindu" ucap Bella sembari memeluk erat sang ibu.
" aduh kamu ini kayak anak kecil segala" kelakar buk ani .
" nak ludwighe makasih ya udah bawa Bella main ke sini " ucap buk ani sembari tersenyum pada menantunya itu.
" itu memang udah tugas saya ,ibu juga ibu saya sekarang" balasnya dengan lembut .
" Wahh ini to menantumu yang kaya raya itu anu" tanya buk Mirna tetangga yang baik dengan buk ani.
" ahh iya mir ini menantuku suaminya Bella" balas buk ani ada rasa tak enak di hatinya takut menantunya itu tak nyaman.
" halo semuanya saya ludwighe suaminya Bella" timpal ludwighe dengan datar.
Semua warga bersorak - Sorai ,namun di barisan belakang ada seorang gadis dan ibunya tak menatap tajam ke arah Bella .
" apa - apaan sih si Bella itu sok banget mau pamer dapat suami kaya " ucap ibuk Lala
" sok banget ,cantikkan juga aku " ucap Lastri ia adalah putrinya buk Lala orang yang paling suka iri di desa itu .
Lastri selalu iri dengan gadis desa yang lebih cantik darinya , terutama dengan Bella namun ia menunjukkan kemunafikannya dengan berpura-pura baik di depan Bella walaupun semua orang sudah tahu sifatnya.
" astaga Bella kamu lama banget gak ke desa aku kangen tahu" ucap Lastri yang tiba-tiba menerobos kerumunan dan berlari ke arah Bella.
Bella menatap datar Lastri yang sudah pasti hanya ingin caper dengan suaminya itu.
" hmm ya Lastri suamiku sibuk baru ada waktu sekarang " timpal Bella sekenanya.
Lastri tersenyum munafik ke arah Bella namun ia lebih banyak mencuri pandang ke arah ludwighe yang sama sekali tak memandang nya .
" kalau begitu kami masuk dulu ya semuanya " ucap buk ani menengahi suasana yang mulai gak kondusif.
" aku ikut ya bell aku kan sahabat kamu lagi pula aku rindu sama kamu" ucap Lastri cepat ia tak mau kehilangan kesempatan untuk caper.
Dengan terpaksa buka ni dan Bella mengizinkan Lastri ikut mereka semua masuk ke dalam rumah yang tak besar itu.
" aduh maaf ya nak ludwighe rumah ibuk gak besar " ucap buk ani tak enak hati.
" gak apa-apa Bu,rumah Bella juga rumah saya" balas ludwighe sembari menatap mata Bella dengan lekat .
" cih sialan si Bella jalang ini kenapa dia harus seberuntung ini sih.
tunggu aja aku pasti akan rebut semuanya dari kamu jalang" gumam Lastri dalam hati ia mengepalkan kedua tangannya sebab tak rela melihat keberuntungan Bella.
" yaudah kita makan siang dulu ya,kalian pasti belum makan kan? " tanya buk ani yang di angguki oleh Bella dan ludwighe.
Mereka semua duduk di meja makan yang tak besar namun cukup untuk beberapa orang.
ludwighe duduk di samping Bella bahkan ia merapatkan kursi mereka agar tak berjarak.
" maaf ya mas makanan nya sederhana " timpal Bella
" aku suka makanan yang di Maska ibu sama kamu lainnya aku gak suka" balas ludwighe dengan tegas .
Bella dan buk ani tersenyum haru mendengar itu tapi tidak dengan Lastri yang justru malah geram dengan kedekatan itu.
" ah ekhmm, mas ludwighe kalau boleh tahu kenapa bisa menikah dengan sahabat saya ini" tanya Lastri dengan nada suara nya yang di buat centil dan lembut.
Ludwighe diam saja tak menanggapi ucapan Lastri ia dengan tenang malah berbicara dengan Bella.
" sayang tolong isikan piringku ,aku udah lapar" ucap ludwighe.
Bella tersentak wajahnya memerah malu , ia kaget saat ludwighe memanggil nya dengan sebutan sayang.
" ah i- iya mas" balasnya gugup
wajah Lastri memerah marah ia menatap tajam pada Bella yang masih tersipu.
" ah mas pasti di jodohkan ya dengan sahabat saya" ucap Lastri lagi .
" hmm" balas ludwighe sekenanya.
sedangkan Bella masih diam dan menyimak.
Tak berselang lama makan siang telah selesai,Lastri menuangkan minum ke gelas dan memberikannya pada ludwighe yang sudah selesai makan.
Bella yang tengah menuangkan air jadi terhenti saat melihat itu ,ia menunduk sedih saat yakin bahwa suami nya akan mengambil gelas yang di sodorkan Lastri.
" sayang mana minum aku" tanya ludwighe sambil menatap Bella yang tengah bersedih.
" ini mas " balas Bella ada rasa hangat di hatinya saat ludwighe lebih memilih nya.
Lastri sungguh emosi karna selalu gagal namun dengan cepat ia kembali memasang topeng kelembutan di wajahnya.