Nicale Alexand adalah anak perempuan pertama di keluarga Michael Alexand. Sejak ayahnya kehilangan putra pertamanya Nicho Alexand impian ayahnya untuk mendidik anaknya menjadi pembunuh bayaran nomor satu di limpahkan kepadanya.
Karena didikan ayahnya yang begitu keras membuat ia ingin mengalahkan ayahnya sendiri.
Namun suatu hari ia mengetahui bahwa ia memiliki empat saudara kembar lainnya akankah ia bisa menemukan keempat saudara kembarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aya yoona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
Nicale telah selesai bermain-main dengan lima puluh orang itu, dia pergi ke rumah kakeknya membuat yang lainnya terkejut.
" Kakek Alexander,,,,," teriak Nicale tepat di telinga kakeknya.
"Ohhh narsis-narsis" terkejut semua orang.
"Apa-apaan kau" ujar Alika.
"Tadi kau yang menyuruh ku datang kemari" ujar Nicale.
"Ya memang sih, berikan tangan mu kemari" ujar Alika.
"Untuk apa?" tanya Nicale sambil memberikan tangannya kepada Alika.
"Ummmm bau darah, aku sangat suka ini" ujar Alika saat mencium tangannya Nicale sambil memeluk manja tangan Nicale.
"Plukk,,, plakkk auhhhh" ujar Alika saat dua orang memukul kepalanya dan keningnya.
"Ibu,,, Nicale. Ada apa dengan kalian, kenapa memukul kepalaku dan menyentil kening ku. Emangnya apa sih salahku?" tanya Alika.
"Bau darah pun kau sukai" teriak Anandini.
"Kenapa ibu selalu memarahiku. Asal ibu tau saja bahwa keponakan ibu itu, lebih gila jika menyangkut soal darah" ujar Alika sambil menunjuk ke arah Nicale.
"Itu benar bibi. Kali ini aku membenarkan ucapannya" jawab Nicale.
"Kau bilang apa nak?" tanya Anandini.
"Aku suka darah bibi. Bukan hanya darah, aku juga sangat menyukai suara nyanyian saat aku menyayat tubuh seseorang" jawab Nicale.
"Nyanyian seperti apa?" tanya Yaya.
"Nyanyiannya yang berbunyi ahhhh,,,aduhhh,,,, ampun,,,,tolong,,," ujar Nicale dan Alika kompak.
"Kalian berdua" teriak Anandini.
"Biarkan saja mereka" ujar Albert.
"Kau bilang apa?" teriak Anandini sambil memicingkan matanya ke arah Albert.
"Tidak ada apa-apa, lupakan ucapan ku yang tadi" ujar Albert.
"Alika kau ikut dengan ku" ujar Nicale sambil menarik tangan Alika ke arah luar.
"Ibu,,, ibu lihat. Jika nanti ada hal yang ku lakukan yang tidak ibu sukai, maka salahkan Nicale. Jangan salahkan aku" teriak Alika yang sudah di pintu luar.
"Cepatlah" teriak Nicale.
Nicale dan Alika pergi ke Restoran terdekat. Di dalam Restoran, Alika bertanya kenapa mereka kesana. Nicale mengatakan kalau tujuan dia ke Paris adalah untuk mencari dan menemui salah satu dari tiga saudari kembarnya yang lainnnya. Dia tidak ingin menceritakan hal ini pada kakek dan keluaraga lainnya, dan dia juga mengata kan bahwa wajah perempuan yang kakeknya lihat juga bukan wajah aslinya. "Kau hebat Nicale, sepertinya jika soal menyamar kau lah jagonya".
"Aku tau Alika. Tapi, kita harus memiliki usaha lain selain dari usaha milik kakek. Kita harus menipu seluruh Paris dengan identitas baru. Aku berencana membuat usaha Sorum Mobil dengan memakai nama Leon Wimbary. Jadi, semua orang akan mengenal namaku dengan pemilik dari usaha Sorum Mobil" ujar Nicale.
"Kenapa Sorum Mobil?" tanya Alika bingung.
"Karena orang-orang kaya pastinya akan membeli mobil bukan. Jadi, aku akan mencari tahu siapa-siapa saja orang yang memiliki usaha besar. Tapi, aku butuh teman untuk mengamati dari belakang layar" ujar Nicale.
"Bukankah kau tidak membutuhkan bantuan. Kau selalu memiliki rencanamu yang satu langkah lebih cepat dari orang lain bukan. Jadi, untuk apa bantuan dari diriku" ujar Alika.
"Kali ini aku butuh bantuan, karena aku hanya akan berfokus mencari adikku dulu. Soal usaha aku akan serahkan padamu" jawab Nicale.
"Bagaimana jika sebaliknya" ujar Alika.
"Apa maksudnya" ujar Nicale.
"Aku akan mencari keberadaan saudarimu, karena aku tidak tau soal pekerjaan" ujar Alika.
"Terserah, yang penting kita bekerja di belakang layar saja" ujar Nicale.
"Bantu aku mencari seseorang yang sangat membutuhkan pekerjaan. Carikan orang-orang yang benar-benar membutuhkan pekerjaan seperti pengemis, pengamen dan anak-anak jalanan. Kita akan membimbing mereka untuk menjadi orang-orang yang bisa di andalkan dan dapat dipercaya" sambung Nicale.
"Baiklah itu gampang" ujar Alika.
"Ok" ujar Nicale.
Nicale dan Alika bekerja sama untuk membuat rencana cadangan mereka tentang usaha lainnya. Nicale mencari keberadaan saudari nya dengan mengandalkan komputer dirinya, lalu dia meretas jaringan lainnya seperti rekaman CCTV di berbagai tempat. Namun, belum ada satupun rekaman yang bisa memperlihatkan salah satu saudarinya.
Sedangkan Alika, sedang di sibuk kan dengan mencari beberapa orang yang bisa mereka pekerjakan dan merubah hidup mereka. Alika menemukan empat pengemis, delapan pengamen, dan lima delapan anak-anak.
Setelah dua jam mereka berdua keluar dari rumah, akhirnya keduanya kembali kerumah. Namun, dirumah kakek mereka, mereka merasa bingung karena mereka melihat seseorang yang sedikit tidak asing dengan ingatan mereka.
"Nak, kalian sudah pulang" ujar Alexander saat melihat kami berdua.
"Ya kakek, kami sudah pulang" jawab mereka berdua kompak.
"Nak kenalkan ini Jolly, salah satu pengusaha tambang emas di Swiss" ujar Alexander memperkenalkan.
"Hahhaha tambang emas kah" ujar Alika.
"Memangnya ada apa sayang?" tanya Yaya.
"Bagaimana kabarnya Christine?" tanya Nicale.
"Ahhhh apa?" tanya Jolly kepada Nicale sambil terkejut.
"Aku tau kau baik-baik saja karena aku melihat kau di depanku saat ini. Tapi, bagaimana kabar Christine karena dia tidak ada di depanku saat ini?" tanya Nicale.
"Nicale dan Alika hahahha. Apa kabar kalian kawan auhhhh" ujar Christine yang berusaha memeluk Nicale dan Alika dari belakang. Tapi, malah jatuh karena keduanya cepat mengelak ke samping membuat Christine jatuh ke depan.
"Ikan apa yang kau tangkap di sana Christine ?" tanya Nicale dan Alika kompak sambil melihat ke arah Christine yang sedang tersungkur di lantai.
"Ahhhh kalian berdua sangat menyebalkan. Aku akan membunuh kalian berdua nanti, lihat saja nanti" teriaknya kesal membuat yang lainnya terkejut dan bingung.
"Kami tunggu saat itu tiba" ujar keduanya kompak.
"Ada keperluan apa kalian kemari?" tanya Nicale kepada keduanya.
"Kami ingin menjalin kerja sama dengan mafia Paris. Namun, tidak di sangka kami malah bertemu kalian di sini. Tapi, kenapa penampilan dirimu aneh sekali Nicale. Kenapa kau berpenampilan seperti laki-laki begini?" tanya Christine kepada keduanya.
"Menyamar" jawab Nicale dan Alika kompak.
"Apakah dua orang lainnya yang dari Meksiko. Apakah kalian tahu kabar mereka berdua bagaimana?" tanya Alika kepada keduanya.
"Tidak tahu. Kami, sudah berusaha mencari tahu, tapi tidak ada kabar dari mereka" jawab keduanya kompak.
"Ohhhh benarkah" ujar Alika.
"Sebenarnya apa hubungan kalian berempat. Kenapa rasanya kalian sangat dekat sekali" tanya semua orang kompak.
"Hubungan yang lebih dekat dari sebuah ikatan darah" jawab kami berempat kompak.
"Apa?" tanya semua orang kompak.
"Itu memang be,,,," jawab keempatnya terpotong karena teriakan seseorang yang menggema di rumah keluarga Alexander.
"Hai teman lama. Apa kabar kalian semua?" teriak seseorang menggema di rumah keluarga Alexander membuat yang lainnya yang mendengar teriakan itu terkejut karena bagaimana bisa ada orang lain yang bisa masuk ke rumah Alexander yang sangat di jaga ketat.
Ditunggu feedbacknya ya 😊🙏
boomlike dari ditinggal nikah dan kamulah harapanku mendarat.... ditunggu feedbacknya iya