Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.
Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.
Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Alkemis Muda Kota Chengdu
"Riu Han, tinggalkan gagasan konyol itu. Mana ada orang yang begitu bodoh hingga rela masuk ke dalam Cincin Ruang lalu menyerahkan nyawanya? Kau sendiri paham cara kerja cincin ini — siapa pun, sekekal apa pun, jika menolak masuk, tak akan bisa kau bawa masuk. Dan sebaliknya, tanpa izin darimu, tak ada satu pun yang mampu melangkah masuk ke sini."
Riu Han tersipu, wajahnya merona merah. Ia memang berpikir bahwa jika bertemu musuh yang kuat, ia akan memancingnya masuk ke dalam Cincin Ruang lalu mengalahkannya di sana. Sebuah pemikiran yang sungguh konyol — tak ada petarung yang begitu lelah akan hidup hingga memilih mati di tempat asing.
Setelah berbicara dengan Qin Siue, Riu Han memahami banyak hal. Ia pun keluar dari Cincin Ruang. Kini ia memiliki gambaran tentang kekuatan di Negeri Empat Wilayah, serta memahami sepenuhnya apa yang dimilikinya.
Riu Han meninggalkan kamar penginapan dan berjalan menyusuri Kota Chengdu. Kota ini sungguh luas — puluhan kali lipat lebih besar dari Kota Kerajaan Jiang. Padahal Kota Chengdu bukan termasuk kota terbesar di negeri ini. Maka seberapa besar kota-kota yang benar-benar besar? pikirnya.
Satu hal mendesak harus ia selesaikan: mendapatkan tanda pengenal. Tanpa itu, ia tak bisa bepergian ke mana-mana, dan kekuatannya belum cukup tinggi untuk bergerak bebas tanpa identitas. Saat masuk ke sini pun, ia dibantu Su Zan Si. Di setiap kota di Empat Wilayah, terdapat kantor cabang dari kekuatan-kekuatan besar — terutama empat organisasi yang bukan penguasa wilayah: persekutuan alkemis, ahli formasi, pengrajin senjata, dan pemburu hadiah.
Riu Han memutuskan bergabung dengan persekutuan alkemis.
Gedung cabang alkemis di Kota Chengdu tampak megah dan mewah. Saat tiba di gerbang, penjaga menyambutnya. Sebagai pendatang, Riu Han wajib melapor. Ia mudah dikenali bukan dari sini — setiap alkemis di sini memiliki tanda pengenal berupa lambang tungku pada jubah atau lencana. Jumlah gambar tungku menunjukkan tingkat kemampuan mereka, dari satu hingga sembilan.
Riu Han menjelaskan maksud kedatangannya. Gedung ini memang menyelenggarakan ujian masuk bagi siapa pun yang ingin bergabung. Melihat ketulusan dan niatnya, sikap penjaga yang semula tegas berubah menjadi hormat — ia menganggap Riu Han seorang alkemis mandiri yang akhirnya memilih bergabung dengan organisasi resmi.
Riu Han dipandu menuju ruang ujian. Gedung ini adalah pusat alkemis di Kota Chengdu, dipimpin oleh seorang ahli tingkat tujuh kelas bawah, Master Dong Su. Tingkat alkemis terbagi pula menjadi tiga jenjang: bawah, menengah, dan atas. Riu Han mendaftarkan nama dan usianya, lalu menunggu giliran.
Organisasi ini bernama Alkemis Empat Wilayah, anggotanya mencakup semua yang berkecimpung di bidang ini, dari berbagai klan dan latar belakang. Di ruangan itu terdapat beberapa peserta muda, berusia sekitar lima belas hingga dua puluh tahun. Riu Han tersenyum getir mengetahui perbedaan mencolok antara alam ini dan tempat asalnya — di sini, energi murni begitu padat sehingga seorang bayi yang baru berumur satu tahun otomatis mencapai tingkat sembilan pemula hanya dengan hidup dan tumbuh. Sementara ia sendiri, di usia enam tahun, masih berada di tingkat paling dasar.
Syarat utama menjadi alkemis adalah kekuatan jiwa yang kuat. Ranah Penyatuan Jiwa adalah batas awal — di bawah itu, seseorang hanya mampu mencapai tingkat tiga ke atas. Peserta termuda di sini sudah berada di ranah Penyatuan Jiwa.
Nama Riu Han dipanggil. Ia masuk ke ruang ujian. Peserta dimulai dari tingkat paling bawah, dan Riu Han melewati tingkat satu, dua, dan tiga dengan lancar, menggunakan bahan yang ia siapkan sendiri. Setelah itu, ia mengajukan diri untuk mengikuti ujian tingkat empat. Tiga orang maju bersamanya.
"Baik, kami penuhi permintaan kalian," kata pengawas, Master Dan Su, seorang alkemis tingkat lima kelas bawah. "Namun ketahuilah — untuk tingkat empat, bahan akan kami sediakan. Jika berhasil, pil hasil buatan kalian menjadi milik organisasi, dan identitas kalian akan sah. Jika gagal, kalian harus mengganti harga bahan. Pikirkan baik-baik."
Ketiganya memutuskan segera. Mereka menuliskan jenis pil dan bahan yang dibutuhkan — semua memilih membuat Pil Tingkat Empat Kelas Atas. Dua peserta lainnya berusia dua puluh tahun dengan ranah Dewa Kecil tingkat satu — pencapaian yang luar biasa untuk seorang alkemis, karena mereka lebih memusatkan perhatian pada keahlian daripada kekuatan tempur.
Ketiganya bermeditasi sejenak, lalu duduk di meja masing-masing dengan tungku tingkat Bumi kelas atas. Riu Han menggerakkan jarinya — seulas nyala api keluar, bukan api biasa, melainkan milik Roh Tungku Ajaib yang dapat ia gunakan sesuka hati. Ia memanaskan tungku, memasukkan bahan satu per satu, mengikuti tahapan dengan tenang dan presisi. Dua peserta lainnya bekerja dengan sungguh-sungguh di sampingnya.
Tak lama kemudian...
Ting!
Tiga tutup tungku terbuka. Dari masing-masing muncul sebutir pil berkilau lembut — Pil Tingkat Empat Kelas Atas. Ketiganya berhasil sekaligus.
Master Dan Su tersenyum lebar. "Luar biasa! Kalian bertiga kini resmi menjadi Alkemis Tingkat Empat Kelas Atas. Di usia yang masih muda, pencapaian ini sungguh membanggakan bagi Persekutuan Alkemis Empat Wilayah."
Ia membawa mereka ke ruang kerjanya. "Tunggu sebentar, tanda pengenal kalian sedang diproses."
Lambang tingkat empat dibedakan berdasarkan kelengkapan gambar tungku — kelas bawah memiliki empat tungku namun satu belum selesai digambar sepenuhnya, kelas menengah dua pertiga, dan kelas atas keempat-empatnya lengkap. Tak lama, seseorang masuk membawa pakaian dan lencana.
"Ini jubah dan tanda pengenal kalian. Di sana tertera lambang tingkat serta nama kalian. Selamat bergabung dengan cabang Kota Chengdu."
Riu Han dan dua rekannya menerima pemberian itu, memberi hormat, lalu keluar. Dua orang lainnya berpisah menuju kerabat yang menunggu. Riu Han berjalan sendirian meninggalkan gedung. Masalah identitasnya telah terselesaikan — ia kini diakui secara resmi sebagai alkemis tingkat empat kelas atas. Padahal kemampuan aslinya jauh lebih tinggi, setara tingkat delapan kelas bawah. Ia sengaja menyembunyikannya demi keselamatan. Di negeri ini belum pernah ada alkemis tingkat delapan berusia sembilan belas tahun — jika diketahui, kekacauan tak terelakkan.
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪