Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mabuk

malam itu malam dimana pesta ulang tahun meta, aji menjemput wulan yang sudah siap di depan rumah menunggu aji. tanpa derama panjang mereka pergi ke pesta itu. dari luar rumah meta sdh terlihat dengan jelas dekorasi mewah pesta itu, banyak juga tamu undangan yang datang, termasuk teman-teman sekolahnya meta. aji dan wulan menghampiri meta yang siap mengapa semua tamu undangannya

Tanpa sepengetahuan wulan, mata aji meneliti satu-satu tamu undangan itu, berharap suci ada di salah satu sudut ruangan rumah meta

"gabung sini lan... " ajak Adrian menyapa aji dan wulan. wulan dan aji mengikuti ajakan Adrian dan bergabung dengan teman yang lain.

aji mengikuti acara demi acara sampai acara selesai, tapi tak menemukan suci

"ji... habis ini mau kemana?" tanya Adrian

"pulang"

"pulang? jam segini masak pulang, ikut yuk"

"kemana?"

"ada deh... pasti kamu suka"

"boleh... yang penting ndak aneh-aneh aja ya"

Adrian mengangguk. setelah acara selesai, mereka pergi ke salah satu caffe

"sudah pernah minum ini ji?" ucap Adrian sambil menyodorkan satu sloki minum kehadapanya

"ndak dri, terimakasih"

"ayolah coba sedikit aja, biar kamu tau rasanya" paksa Adrian

"ayo ji, coba sedikit aja" punya wulan

aji meraih cawan kecil itu, tak segera meneguknya, aji hanya megang cawan kecil itu

"ayokkk" Adrian menyodorkan cawan itu ke mulut aji dan aji meminumnya, krn aji merasa aneh dengan minuman itu, aji bergidik. Adrian menyodorkan lagi satu seloki

"sudah dri... "

"coba lagi, pasti sudah enak" paksa Adrian menyodorkan ke arah aji. aji menurut saja dan meneguk habis isi cawan itu

"udah dri.. cukup. kepala ku pusing"

"tambah 1 lagi... trus cukup"

kali ini aji meraih cawan yang di isi penuh oleh Adrian. setelah isinya habis, aji meletakkan cawan itu, terasa aneh di dalam perutnya, terasa panas ketika minuman itu melewati tenggorokannya. wulan hanya melihat aji dan Adrian. malam ini aji pertama kali mabuk karena menegak alkohol.

"ji... ayo pulang" ajak wulan yang mulai khawatir dengan keadaan aji

"kepala ku pusing lan" aji tak kuat menahan rasa aneh di dirinya

"wah kamu mabok ji" ujar Adrian

"ini yang namanya mabok..." aji berusaha berdiri tapi tubuhnya mendadak tumbang dan jatuh tepat di kaki wulan

"lan, kamu yang nyetir ya"

Wulan membopong aji di bantu Adrian. dan mereka berpisah di pelataran caffe itu.

aji sudah tak bisa mengendalikan dirinya.

"ji, ndak mungkin kamu pulang dengan kondisi seperti ini"

Aji hanya menjawab dengan anggukan kepala

"malam ini tidur di rumah ku ya" ucap wulan

aji hanya mengangguk

sesampai di halaman rumah wulan, aji di bantu wulan masuk kedalam rumahnya. dan merebahkan tubuh aji di atas sofa.

wulan meninggalkan aji yang tak berdaya di atas sofa ruang tamu miliknya.

Tiba-tiba....

"ji... pindah ke kamar yuk"

"disini aja lan"

"jangan tidur disini. dingin"

aji menuruti perintah wulan, dengan berjalan setengah sadar, aji menuju kamar wulan dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk milik wulan. aji melepaskan semua atributnya, di bantu wulan.

*****

Pagi hari aji setengah sadar dan berusaha membuka matanya, dia bingung sekarang dia ada dimana. aji melihat terbaring tubuh setengah telanjang di sampingnya

"lan..." aji membangunkan wulan

"kamu sudah sadar ji?"

aji memegangi kepalanya yang masih terasa pusing, dan meraba tubuhnya

"apa yang kita lakukan lan?" ucap aji seketika kacau melihat dia hanya memakai celana dalam

"kamu benar-benar ndak sadar ji?"

"apa yang kita lakukan lan? ndak mungkin kan kita.... " aji tak melanjutkan pembicaraannya

"iya ji.. semalam kita.... " wulan berhenti, aji tau kemana arah pembicaraannya

"ndak mungkin lan... ndak mungkin... " ucap aji semakin kacau "aku setengah sadar waktu kamu bawa aku ke kamar ini, tapi untuk hal itu aku ndak melakukan lan... "

"ji... kamu mabok. kamu ndak sadar ji"

"ndak mungkin lan.. ndak mungkin" aji berusaha bangkit dari tidurnya dan turun dari ranjang wulan, tubuhnya roboh, kepalanya masih pusing. wulan berusaha bangun dan mencoba membantu aji

"pakai bajumu lan... ndak mungkin"

Wulan melilitkan sarung pantai miliknya menutupi tubuh mulusnya

dengan kacau aji mengenakan satu demi satu pakaiannya.

"kamu masih belum sepenuhnya sadar ji.. mau kemana?"

"pulang"

"mulutmu bau alkohol ji... jangan pulang seperti ini. bagaimana dengan mamamu?"

"mamaku urusanku"

Aji meraih kontak mobil miliknya, wulan khawatir dengan keadaan aji.

aji berusaha menguasai laju mobilnya dengan kesadaran yang masih belum 100 persen sempurna.

"apa yang aku lakukan???... " aji memukul setir mobil, menyesali apa yang sudah benar-benar terjadi malam itu "ndak mungkin... ndak mungkin... arrrggggg.... " teriak aji

Sesampainya di halaman rumah, aji memarkirkan mobilnya.

"dari mana aja kamu ji?" tegur teguh yang melihat aji hendak masuk kedalam kamarnya. aji tak menjawab pertanyaan teguh

tok.. tok..

"ji... "

Ketukan pintu di kamar aji

"aji.... "

Bu Lina membuka Handel pintu kamar itu dan terkunci dari dalam

Tak lama kemudian

"mama nyari aku"

"dari mana kamu? semalam ndak pulang, di telpon ndak di jawab" ucap bu Lina sambil menyiapkan sarapan pagi itu di bantu salah satu pembantunya

"aku tidur di rumah teman ma" ucap aji datar

"sebentar sebentar.... " bu Lina mendekatkan hidungnya ke bibir aji "kamu habis minum? hahhh... kamu minum aji?" ucap bu Lina marah

"ndak ma... "

"mulai kapan kamu seperti ini... paa... papa.... " bu Lina memanggil pak izam yang tengah menyibukkan diri menyirami tanamannya. mendengar kegaduhan dari dalam rumah. pak izam menghampiri istrinya

"ada apa sih ma... pagi-pagi sudah teriak-teriak"

"lihat tuh anakmu pa... habis minum dia... teguhhh...." bu Lina memanggil anak pertamanya

"apa sih ma... " ucapnya gusar

"lihat tuh adikmu... mulai kapan dia minum minuman keras seperti itu"

pak izam dan teguh menghampiri aji yang tengah santai menikmati roti panggang di tangannya

"kamu habis minum ji?" tegur pak izam

"sedikit pa"

pak izam duduk di depan aji

"sejak kapan kamu minum seperti ini ji?" tanya teguh

"sejak semalam mas.. dan itu rasanya ndak enak... kepalaku rasanya kayak di pukul... pusing.... " ucap aji sambil memegangi kepalanya yang memang masih pusing

"tapi tenang aja pa, aku ndak mau lagi. menyiksa" ucapnya polos

"kamu tu aneh-aneh ji... pake acara nyoba minum segala" ucap teguh

"pa... mama ndak mau ya punya anak pemabuk seperti ini... cobaan apa ini ya Tuhan.. " ucap bu Lina gusar

"ma... aji kan sudah bilang kalau dia ndak mau minum lagi, biarkan dia mencoba dan merasakan rasanya, kalau ndak nyoba kan ndak tau rasa dan akibatnya" bela pak izam yang memang slow

"tapi pa... " ucapan bu Lina terputus

"aji janji ma, ini untuk yang pertama dan terakhir" ucap aji meyakinkan mamanya

"janji ya... bisa mati aku kalau punya anak pemabuk"

"janji ma... "

pagi itu suasana rumah kembali tenang. tapi di pikiran aji belum bisa tenang, masih mencoba mengingat kejadian semalam.

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!