Mutia Maharani Adijaya adalah seorang gadis yang meninggalkan CEO tampan di malam
perjodohan mereka.
Yudistira Gandratama adalah seorang CEO tampan, namun naas pada malam perjodohan dia di tinggal kabur oleh gadis yang di jodohkan dengan nya.
Akan kah Yudistira dapat meluluhkan hati Mutia?
Dengan sejuta rahasia yang di miliki Mutia akan kah Yudistira dapat menaklukan gadia bar - bar itu?
Kata jodoh terkadang begitu rumit, kejarlah jodoh mu tapi ada yang mengatakan jika jodoh takan kemana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewiwitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar baru Nailla
Setelah Ane menceritakan kehamilan nya kepada Dady dan sahabat nya, akhir nya hari ini Ane dan Abi resmi menjadi suami istri.
"Sayang kamu jangan terlalu lelah, kasihan dia." Abi mengelus perut Ane yang mulai membuncit. Kandungan Ane sudah memasuki bulan ke 4.
"Iya sayang aku tidak lelah kok." Jawab Ane.
"Ane sayang kamu sudah makan?" Tanya Mama Rani, Mama Rani sangat bahagia karna sebentar lagi dia akan memiliki cucu dari Ane dan Abi.
"Sudah Ma." Ane memandang sang mertua.
Semua perhatian dari sang mertua di dapatkan oleh Ane, semua orang yang berada di Mansion memberi perhatian penuh pada Ane.
"Bahagia sekali Ane, semua orang memperhatikan dia." Gumam Mutia.
Mutia sedikit iri melihat Ane mendapat perhatian lebih dari mertua nya.
"Sayang kamu sedang apa." Yudistira mendekati Istri nya dan mendekap nya.
"Tidak, aku hanya sedang memperhatikan kebahagian keluarga kita. Coba lihat Mama begitu menyayangi Ane." Mutia menyembunyikan rasa iri nya. Dia berpikir bahwa Ane lebih berhak mendapatkan itu semua.
"Aku tau kamu sedikit kecewa dengan Mama karna Mama selalu memperhatikan Ane." Yudistira menggenggam tangan Mutia.
Bukan hanya Mutia, Yudistira juga merasa bahwa Mama nya terlalu memperhatikan Ane dan terkesan mengabaikan Mutia.
"Sayang, aku sudah memutuskan besok kita akan pindah ke Mansion kita. Aku juga sudah bicarakan pada Papa dan Dady. Mereka setuju saja dengan keputusan ku, bagaiman pendapat mu sayang." Yudistira mengelus kepala Mutia.
"Apa tidak apa - apa jika kita pindah?" Mutia balik bertanya. Mutia memandang wajah laki - laki yang begitu dia sayangi.
Yudistira terlihat tampan dengan mengenakan setelan jas berwarna abu - abu senada dengan gaun yang di kenakan Mutia.
"Tidak apa - apa, disini sudah ada Abi dan Ane."
"Baiklah terserah pada mu saja, aku hanya akan mengikuti kemana pun suami ku pergi."
Mutia dan Yudistira memutuskan untuk kembali kekamar nya. Karena pesta memang sudah selesai.
"Aku mandi dulu ya." Mutia masuk kedalam kamar mandi.
Saat Mutia sedang berendam tiba - tiba pintu di buka dan masuklah Yudistira yang hanya mengenakan handuk.
"Kenapa ikut masuk." Mutia memicingkan mata nya.
"Aku hanya ingin mandi bersam mu sayang." Yudistira masuk kedalam bak mandi dan memangku Mutia.
"Aku tidak percaya jika kau hanya ingin mandi bersama ku saja." Ucap Mutia curiga.
Benar saja Mutia dan Yudistira menghabiskan satu jam di kamar mandi. Entah apa yang mereka lakukan hanya mereka yang tau.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ke esokan hari nya Yudistira dan Mutia berpamitan dengan keluarga di Mansion Gandratama untuk pindah ke Mansion baru mereka.
"Ma, Yudistira dan Mutia pamit ya."
"Hati - hati ya, sering - sering main ya sayang." Mama Rani memeluk Mutia.
"Iya Ma, nanti Mutia akan sering mengunjungi mama."
Setelah berpamita Yudistira dan Mutia pergi menuju Mansion baru mereka.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di tempat tujuan hanya membutuhkan 45 menit perjalanan.
"Wah.. Bagus sekali rumah nya." Mutia nampak kagum melihat rumah dengan desain sederhana namun elegan.
"Kamu suka sayang." Tanya Yudistira.
"Iya aku suka sekali."
Meraka berdua masuk kedalam Mansion mereka.
"Sayang biar aku saja yang bereskan baju - baju itu." Yudistira mengambil alih koper yang di pegang Mutia.
"Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan makan siang." Ucap Mutia.
"Tidak usah sayang beli online saja, lagi pula belum ada bahan makanan di kulkas sayang."
"Oke,aku akan memesan makanan dulu ya." Mutia keluar dari kamar nya yang berada di lantai dua.
Beberapa saat kemudian makanan yang di pesan Mutia telah tiba.
"Atas nama ibu Mutia Maharani." Kurir makanan online menyerahkan kantong berisi makanan kepada Mutia.
"Iya pak, berapa semua nya pak." Tanya Mutia.
"Seratus lima puluh ribu ibu."
Mutia menyerahkan Tiga lembar uang seratus ribuan.
"Kembalian nya buat bapak saja ya."
"Terimakasih ibu." ucap kurir makanan itu.
Mutia segera masuk ke dalam rumah.
"Sayang sudah selesai belum?" Tanya Mutia dari lantai bawah.
"Sudah sayang " Jawab Yudistira.
"Makan siang dulu sayang." Mutia menyiapkan manakan di meja makan.
Yudistira turun kelantai bawah dan langsung memeluk Mutia dari belakang.
"Wah, pengantin baru mesra sekali." Ucap Nailla mengejutkan Yudistira dan Mutia.
"Kalian ini mentang - mentang hanya berdua se enak nya saja." Sambung Mark.
"Iri bilang Boss." Jawab Yudistira mengejek.
"Kak Yola." Mutia menghampiri Nailla dan Yola.
"Kalian pindah kenapa tidak bilang." Tanya Nailla.
"Tadi kan sudah aku kasih tau." Jawab Mutia.
"Iya tapi jika aku tidak menelvon mu mana ada kamu memberi tahu kami." Nailla mencebik kan bibir nya.
"Iya Maaf, Kak Yola apa kabar?" Tanya Mutia.
"Baik kok, aku ingin memberi ini?" Menyerahkan undangan.
"Wah, dua minggu lagi ya kak acara nya." Mutia membaca tempat dan tanggal di laksana kan nya acara pernikahan Yola dan Mark.
"Iya datang ya ajak suami mu juga." Ucap Mark seolah olah tidak ada Yudistira di dekat nya.
"Is, aku pasti datang. Untuk menghancurkan pernikahan mu." canda Yudistira.
"Sayang." Mutia memelototi Yudistira.
"Bercanda sayang." Yudistira tersenyum.
"Kalian sedang makan apa?" Tanya Nailla.
"Tadi aku pesan ayam bakar online karena di sini belum ada bahan makanan." Jawab Mutia.
"Bagaimana jika kita nanti berbelanja bahan makanan dan bahan untuk Barbeque nanti malam untuk merayakan kepindahan kalian." Ucap Yola.
"Ide bagus kak, nanti aku akan mengundang Dady dan Mami juga Mama dan papa." Jawab Mutia senang.
"Ya sudah kita makan dulu yuk." Ajak Mutia.
Mereka menikmati makan siang dengan sesekali bercanda.
Setelah acara makan siang selesai mereka semua pergi untuk berbelanja kebutuhan dapur Mutia.
"Kita beli daging sapi, ayam dan ikan juga ya." Yola menyebutkan bahan makanan sekligus memilih nya.
"Kakak pintar memilih bahan makanan ya." Puji Mutia.
"Kak Mark memang tidak salah pilih." Ucap Nailla.
"Aku kan pilihan kakek Anggoro buka Mark." Canda Yola.
"Sayang tapi kan aku mencintai mu." Mark memeluk pinggang Yola.
"Iya sayang, sudah lepaskan malu tau sama jomblo." Yola melirik Nailla.
"Apa kakak meledek ku." Nailla memanyunkan bibir nya.
"Asal kakak tau pacar ku tampan tau."
Sontak kata - kata Nailla membuat semua orang memandang tajam ke arah Nailla.
"Siapa pacar mu." tanya Yudistira penasaran.
"Pacar ku itu tampan, Suho oppa. Puas." Nailla yang berhasil membuat mereka melongo berjalan dengan bangga nya.
"Dasar anak K-pop." Kesal Mark.
"Aku senang Nailla sudah bisa melupakan masalalu nya." Ucap Mutia.
"Iya, kak Yola juga senang melihat Nailla sudah bisa bercanda, kakak ingat pertama kali bertemu Nailla. Anak itu terlihat murung dan kesepian." Keluh Yola.
TPI SKRG RAFA MNINGGAL, APA BENAR...???