Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi

Reinkarnasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Romansa Fantasi
Popularitas:48.8k
Nilai: 5
Nama Author: Phoenix Amazone

satu tahun lalu, Lusi dan Revan (pacar Lusi) sedang berjalan, hingga saat ingin menyeberang jalan Lusi nampak bengong dan terdiam. Revan yang melihat itu pun berteriak dan berlari menghampiri Lusi.

"Lusi...." teriak Revan kepada Lusi.

namun Lusi tidak merespon perkataan Revan, hingga tiba-tiba datang lah sebuah truk yang ingin melintas di jalan itu. Revan sudah melihat truk tersebut jadi ingin mendorong Lusi, namun malah sebaliknya Lusi lah yang mendorong Revan ke pinggir jalan, hingga Lusi tertabrak lalu mati.

Revan dengan lemas melihat itu, sang pacar yang ia sayangi malah tiada. ia menangis di dekat jasad Lusi dan terus berteriak agar ia bangun.

"Lusi....bangun...aku mohon." ujar Revan dengan penuh air mata.

setahun kemudian....

hari demi hari berlalu, Revan masih belum bisa melupakan Lusi hingga saat ini.

Lusi yang melihat Revan dari langit hanya bisa bersedih, hingga datang lah seseorang pria, ia mengatakan ada 2 pilihan untuk lusi.

MAU TAU KELANJUTANNYA YUK BACA!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phoenix Amazone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 31 "kabar Lin shi"

Lin shi pun segera di bawa ke rumah sakit dengan cepat.

disisi lain, Revan pun dengan cepat menelpon keluarga Lin shi menggunakan ponsel Lin shi.

Tut..... Tut....Tut...

"hello." jawab ibu Lin shi dengan ramah.

"ini ibu Lin shi?." tanya Revan membuat ibu Lin shi kaget.

"ada apa memang nya?." tanya balik ibu Lin shi.

"Lin shi pingsan buk, maaf saya tidak bisa menjaga Lin shi dengan baik." ujar Revan yang merasa bersalah.

namun untungnya keluarga Lin shi sangat baik, jadi menurut mereka bukan salah Revan.

"tidak masalah, dia dimana sekarang?." tanya ibu Lin shi dengan wajah khawatir namun nada bicara nya sedikit santai agar tidak membuat Revan cemas.

"dia akan di bawa ke rumah sakit terdekat. nanti aku kirim lokasi nya." ujar Revan yang lalu mematikan sambungan telepon nya lalu mengirim tempat rumah sakit nya.

lokasi nya pun sudah di kirim, jadi sang ibu langsung bilang kepada keluarga untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit.

"ayo bersiap-siap lah, kita akan ke rumah sakit." ujar sang ibu yang seketika cemas.

"ada apa?." tanya ayah Lin shi dengan tatapan kebingungan.

"Lin shi, dia pingsan." ujar sang ibu yang sudah tak tahan lagi ingin menangis.

"sudah jangan menangis, ayo siap-siap." ujar sang ayah yang langsung pergi bersiap-siap.

setelah selesai bersiap, baru lah mereka pergi ke rumah sakit. walau keadaan keluarga nya saat ini sedang cemas, tapi bagaimana pun juga mereka harus tahan.

"Lin shi kenapa kok bisa pingsan kak?." tanya adik ipar Lin Meng (ayah Lin shi).

"dia pingsan, aku juga bingung bagaimana dia bisa pingsan begitu." ujar sang ibu yang sudah lemas.

bagaimana tidak, seorang ibu melihat anak nya masuk rumah sakit, pasti akan merasa sakit hati dan pedih nya.

"sabar kak." ujar adik ipar nya kepada ibu Lin shi.

walau pun Lin shi hanya keponakan mereka, tapi tetap saja mereka bisa merasa kan nya juga.

sakit dan pedih nya mereka juga merasa.

disisi lain, Revan pun masih menunggu di sebuah ruangan UGD.

dia menunggu dokter keluar untuk memberitahu tentang pemeriksaan.

"keluarga Lin shi dimana?." tanya Revan yang mungkin sudah cemas.

namun tak lama setelah itu, baru lah keluarga Lin shi datang. Untung nya mereka melihat Revan jadi dengan mudah mencari ruangan nya.

"Revan." ujar ibu Lin shi memanggil Revan.

mendengar ada yang memanggil nya, Revan pun segera menoleh dan melihat ke arah mereka. ternyata itu adalah keluarga Lin shi sendiri.

"paman, bibi." ujar Revan yang masih lemas.

"bagaimana keadaan Lin shi?." tanya ayah Lin shi dengan tatapan mata cemas.

"belum tau, dokter masih belum keluar dari ruangan ini." ujar Revan yang menundukkan kepalanya terus.

mungkin dia merasa bersalah karna tidak bisa melindungi kedua teman nya. bahkan tak sengaja air mata Revan menetes, membuat semua keluarga nya tau apa yang di rasa kan Revan.

"sudah jangan takut." ujar sang ibu Lin shi mencoba menenangkan pikiran Revan.

"bibi, maaf aku tidak bisa menjaga Lin shi dengan baik. aku juga bodoh karna tidak bisa menjaga Yuan." ujar Revan yang merasa bersalah dengan kedua teman nya.

mendengar apa yang di katakan Revan, membuat keluarga Lin shi bingung. bukan kah mereka bermain berdua saja.

"bukan kah kalian berdua saja, lalu siapa Yuan?." tanya bibi Lin shi yang tidak tau maksud ucapan Revan.

"kami tadi bertiga, Yuan itu teman aku sekaligus teman baru Lin shi." ujar Revan menjelaskan kepada bibi Lin shi.

"lalu dimana Yuan itu?." tanya ibu Lin shi dengan tatapan mata penasaran.

"aku tidak tau pasti, alasan utama kenapa Lin shi bisa pingsan ya karna ini. kami berdua berpencar mencari dia kemana-mana, namun tetap tidak ketemu." ujar Revan yang mulai mengkhawatirkan Yuan.

"mungkin dia pulang meninggalkan kalian." ujar ibu Lin shi yang punya pikiran positif.

"jika dia pulang, maka motor nya dia bawa. namun kali ini tidak, motor nya masih ada di parkiran begitu juga dengan motor kami. selain itu sebenarnya beberapa hari ini dia selalu di ganggu oleh penelpon misterius." penjelasan Revan membuat semua keluarga nya paham.

"sudah jangan di pikir kan dulu, sekarang kita lihat bagaimana keadaan Lin shi." ujar sang ibu kepada Revan.

Revan pun menurut saja dan menunggu hasil pengecekan dari dokter.

detik ke detik, menit ke menit telah berlalu, hingga setengah jam mereka menunggu, baru lah dokter itu keluar dan memberitahu keadaan Lin shi.

"siapa keluarga pasien?." tanya dokter itu kepada mereka.

"saya, saya ibu pasien ini." ujar ibu Lin shi yang langsung maju ke depan.

"oke buk, anak ibu seperti nya kecapean. selain itu jangan biar kan dia pusing atau banyak pikiran. jika tidak dia akan mudah pingsan." ujar dokter tersebut membuat semua keluarga Lin shi termasuk Revan terkejut.

"apa?...." tanya sang ibu yang mungkin terkejut mendengar hal itu.

"bersabarlah buk, semua ini adalah ujian kita." ujar dokter tersebut dengan lemah lembut.

"tapi dok, apakah ada obat nya?." tanya ayah Lin shi yang begitu panik.

"tidak ada, tapi saya akan meresepkan sebuah obat yang mungkin membuat ia tenang. kalo begitu saya undur diri dulu, selain itu nanti saya akan segera kesini untuk memberi resep nya." ujar dokter itu yang berlalu pergi.

Lin shi asli yang melihat itu pun hanya bisa termenung. dia bingung bagaimana bisa dia menjadi lemah begitu, padahal dulu dia sangat di kenal kuat dengan tenaga nya.

"aneh sekali, bagaimana mungkin aku menjadi lemah." ujar Lin shi yang di dengar oleh Lusi.

ternyata Lusi sendiri keluar dari tubuh Lin shi. mendengar ucapan Lin shi begitu, membuat Lusi sedikit kesal.

"kau menghina daya tahan tubuh ku?." tanya Lusi yang membuat Lin shi kaget.

"ehh buset dah." ujar Lin shi yang kaget.

"apa kaget?." tanya Lusi dengan wajah dingin nya.

"kagak ya, lagian juga ngapain kau keluar dari tubuh ku?." tanya Lin shi yang heran dengan Lusi.

"ya mana saya tau." ujar Lusi dengan tatapan mata sadis.

"Jangan sok, lagian sekarang kita jadi roh." ujar Lin shi yang tiba-tiba lesu.

"lah iya juga ya, yaudah balek lagi dah saya." ujar Lusi yang lalu masuk ke dalam ruangan.

niat nya adalah ingin masuk kembali ke tubuh Lin shi.

"emang kau bisa?." tanya Lin shi dengan wajah heran.

"bisa." ujar Lusi dengan sombongnya.

namun itu memang benar, karna Lusi sudah lama berada di tubuh Lin shi. jadi tubuh Lin shi seketika merespons dan memberi izin masuk ke dalam tubuh nya.

seketika pula, Lin shi pun sadar. dia pun lalu menyombongkan kepada Lin shi.

"bisa kan?." tanya Lusi kepada Lin shi.

1
Yangtzu Wen
mengkhayal?
kenapa gak sekali mengkhasiat?
Phoenix Amazone: awoakwokwowkwoakao typo oy🗿
total 1 replies
Yangtzu Wen
Xiao Wen?
bukan nya Dylan ya yg seharusnya ngomong gitu:v

ngomong" kasihan juga sama si lin shi malah sakit hati 🥺
Phoenix Amazone: ya begitu lah🗿
total 1 replies
Yangtzu Wen
@Phoenix Amazone nyamuk oy bukan nyamun
Yangtzu Wen: @Phoenix Amazone yntkts
total 2 replies
Yangtzu Wen
ya lumayan lah buat lu, gua kasih bintang 5 dah sekali-kali 🙂
Yangtzu Wen: wkwkwwkwk🤣🤣
total 2 replies
Yangtzu Wen
pamit thor bukan panik🤦
Phoenix Amazone: awoakapakaokaoakapak 🤣🤣
total 3 replies
Yangtzu Wen
bukan hangat author, lebih kearah mungkin ramah gitu.
Phoenix Amazone: heheheh makasih atas saran nya😁
total 1 replies
Yangtzu Wen
semangatnya ya author🙂
Yangtzu Wen: sama²😁
total 2 replies
Serenzia
Semangat menulisnya ya author☺, jangan lupa mampir😊
Phoenix Amazone: terima kasih Thor dan juga semangat menulis juga ya Thor 🙂iya Thor saya mampir nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!