Apa jadinya jika seseorang yang sejak dulu kamu tunggu hadir kembali di saat kamu telah memutuskan untuk mengakhiri penantian itu.
Aira Jasmine Arendra seorang anak perempuan dari salah satu keluarga konglomerat . Gadis dengan sifat manja ,ceria ,ramah juga cantik ini telah bertemu dengan Pria yang mampu membuat hatinya berdebar dan juga nyaman jika berada di dekat Pria tersebut. Fandy Arkana Shareef Pria idaman semua wanita mempunyai wajah tampan ,senyum yang manis bermata teduh dan juga pintar tentu saja karna ia seorang dosen muda .
Bagaimana kisah cinta mereka jika orang yang dulu pernah berjanji untuk menjadi pendamping hidupnya datang kembali .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia dwi A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Di kediaman Arendra ,Aira sudah rapi hendak pergi ke kampus karna ia sudah merasa sehat dan tidak pusing sama sekali selama beberapa hari ini. Aira menuruni tangga dengan riang dan bergumam lagu kesukaan nya karna hari ini ia akan bertemu dengan kekasihnya yang sangat ia rindukan juga merindukan nya.
"Aira . . . " Aira menoleh saat Ardi memanggil nya di ruang tamu dan di sana juga sudah ada Ryuji yang berpenampilan sangat rapi seperti biasanya ia akan ke kantor. Ryuji tersenyum tampan seperti biasanya .
"Iya pa ,ada apa ?" Tanya Aira menghampiri dan mendudukkan bokongnya ke sofa juga.
"Mulai sekarang Ryuji yang akan mengantar dan menjemput kamu kemana pun kamu pergi!" Terdengar seperti perintah di telinga Aira .
"Aira bisa berangkat dan pulang sendiri pa ,lagian biasa juga di anter supir atau bareng Arin." Jawab Aira .
"Tidak untuk sekarang ,papa mau kamu lebih dekat lagi dengan Ryuji calon suami kamu." Tegas Ardi.
"Loh loh ,aku nggak mau nikah dulu pa . Aku mau di tunda aja . Kak Uji bukan calon suami Aira pa." Aira kini mulai sedikit emosi di nada bicaranya.
"Kamu itu hampir menikah dengan Ryuji apa itu namanya kalau bukan calon suamimu ,dan segera lupakan dosen kamu itu ,dia tidak cocok untuk kamu."
"Papa kenapa sih nggak percaya sama mas Fandy , dia berusaha datang menemui kita saat badan nya aja sakit semua begitu pa ,apa masih kurang bertanggung jawab menurut papa ."
"Jika dia bertanggungjawab maka harusnya kejadian itu tidak terjadi Aira ,pokok nya kamu di antar jemput Ryuji mulai sekarang ,kalau kamu menolak lebih baik papa pindahkan kamu ke universitas lain." Tegas Ardi kemudian pergi meninggalkan Aira dalam kegundahan dan kekesalannya.
"Pa , papa nggak bisa gitu dong ,aku mau skripsi pa nggak bisa main pindah-pindah gitu aja. Papa . . ." Teriakan Aira tidak di gubris oleh Ardi ,saat ini Ardi memang egois dan keras hati . Ia tidak mau di bantah atau pun mendengarkan orang lain termasuk anak dan juga istri nya.
Aira dengan terpaksa menaiki mobil Ryuji tapi kali ini Ryuji tidak dengan Masaki ia hanya sendiri bersama mobil pribadinya. Sepanjang perjalanan hanya hening yang ada di antara kedua nya bahkan Aira memalingkan wajahnya ke jendela mobil melihat jalanan. Ryuji paham dengan gadisnya yang mungkin saat ini sangat marah pada keadaan tapi ia akan bahagia sebentar lagi bersamanya. Ryuji berusaha memahami meskipun ia sangat ingin memeluk Aira saat ini,yang terpenting ialah Ryuji akan segera memiliki gadisnya dan itu sudah lebih dari cukup . Tak peduli perasaan Aira saat ini yang mungkin masih memikirkan Fandy .
"Jasmine ,nanti pulang kuliah saya jemput ya ,sekalian saya mau ajak kamu makan siang ." Ryuji memecah keheningan di antara mereka .
"Hmm . . ."jawaban itu yang keluar dari bibir Aira tanpa menoleh. Aira masih dengan kekesalan nya dengan Ardi yang masih egois dan ia juga berpikir kenapa Ryuji mau di atur untuk menikah dengannya lagi . Mungkin kalau kemarin ia bisa saja terpaksa karna mau menolongnya ,tapi ini sudah beda pernikahan nya di tunda kenapa dia mau memerankan calon suaminya lagi . Sebenarnya apa mau Ryuji.
Sampai di kampus Aira langsung turun dan hanya mengucapkan sepatah kata terimakasih itu pun tanpa melihat orang yang telah mengantarnya. Kebetulan ia melihat Arin dan langsung saja menghampiri nya, Arin tampak khawatir dengan Aira karna kemarin ia tak sempat menengoknya.
"Ra ,aku kangen banget sama kamu tau." Peluk Arin yang langsung dibalas oleh Aira.
"Sama Rin ,aku pengen cerita banyak banget ,tentang kemarin yang jadi rumit Rin." Lirih Aira di tengah pelukan nya. Arin mengajak Aira ke taman untuk bercerita keluh kesahnya. Arin tau ada masalah di pernikahan nya kemarin tapi Arin belum tau detailnya.
"Apa . . . Jadi sekarang om Ardi nyuruh kamu putus sama pak Fandy dan dia mau jodohin kamu sama kak Uji itu. Kok bisa sih Ra?" Arin terkejut mendengar itu.
"Papa katanya masih nggak bisa terima mas Fandy nggak bertanggung jawab sama pernikahan kita ,dan kak Uji yang malah bertanggung jawab atas kesalahan mas Fandy. Tau nggak Rin kemarin mas Fandy dateng ke rumah sakit penuh luka dia bela-belain lawan penculik nya demi aku Rin ,kurang bertanggung jawab apa coba mas Fandy dan papa nggak bisa lihat itu." Tangis Aira mulai pecah .
"Ya ampun om Ardi kok bisa gitu Ra ,padahal yang aku kenal om Ardi itu sayang banget sama kamu dan bakalan dengerin omongan anak kesayangan nya ini."
"Maka itu Rin ,aku bingung banget . Kamu tau kan aku sayang dan cinta sama mas Fandy . Nggak bisa dong main ganti gitu aja .Mas Fandy juga udah usaha yakinin papa tapi belum berhasil sebelum mas Fandy bisa buktiin itu semua. Dan satu lagi aku sekarang harus kemana-mana di anter kak Uji."
"Lagian kak Uji kenapa mau-mau nya anter jemput kamu Ra ,dia kan pengusaha super sibuk ,kamu mesti tanyain itu sama dia Ra." Saran Arin dan mungkin nanti Aira akan menanyakan hal itu pada Ryuji. Fandy melihat Aira dari kejauhan dengan tatapan rindu .Sangat tersiksa jika ia harus berjauhan dengan Aira sedangkan di kampus ia tidak berani terlalu menonjol kan hubungan mereka takut jika nanti akan jadi masalah untuk kekasihnya. Aira saat ini bertemu tatap dengan Fandy ,tanpa sadar air mata menetes di pelupuk mata indahnya.
Siang ini sebelum kuliah berakhir, Aira ingin menemui Fandy barang sebentar . Aira menerima chat dari Fandy untuk bertemu di ruangannya saja ,dan Aira di antar Arin untuk menemui Fandy. Setelah sampai di ruangan Fandy ia membuka pintu dan mendapati Fandy berdiri di belakang pintu seperti menunggu kehadiran nya ia pun memeluk erat Fandy yang sangat ia rindukan.
"Gimana keadaan kamu Ai, kamu udah baik-baik aja kan ?"ucap Fandy lembut .
Aira bahagia bisa mendengar suara yang sangat ia rindukan begitu juga Fandy.
"Aku baik mas ,aku kangen kamu mas Fandy."
"Aku seribu kali merindukan kamu Ai ,kamu sabar ya ,mas akan segera selesaikan semuanya ." Aira mengangguk mengerti dan Fandy dengan lembut mengecup puncak kepala Aira . Fandy tau untuk saat ini ia akan sulit bertemu Aira karna Ryuji akan terus menempel pada kekasihnya tapi ia akan buktikan sebentar lagi ,Fandy sudah menghubungi Rio untuk mengerahkan teman-teman nya mencari dua orang dan satu orang pemimpin mereka yang telah menculik Fandy. Telpon Aira berdering dan nama Ryuji berada di layar itu. Aira segera pamit ke Fandy untuk pulang karna jika nanti Ryuji tau ia bersama Fandy maka pasti akan lapor pada papa nya.
Aira berpisah dengan Arin di persimpangan , Aira menuju mobil Ryuji di depan lobby kampus. Ryuji sudah menunggu di samping pintu mobil dengan menyenderkan badanya memakai setelan jas dan kaca mata hitam membuat perhatian banyak orang terutama wanita menuju ke arahnya. Banyak dari mereka yang memandang kagum ketampanan seorang Ryuji dan memandang iri pada Aira yang saat ini di berikan senyuman tampan Ryuji hanya untuknya.
ijin promo karyaku yg baru pemula kk