Indonesia
NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Sang Mafia

Terikat Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Celine butuh 200 juta untuk operasi ibunya. Dengan sisa harga diri, ia datang untuk memohon pada kekasihnya, Jason. Namun yang ia temukan justru Jason sedang meniduri wanita lain di atas meja kerjanya.

‎Saat dunia Celine runtuh, Damian Salvatore datang. Raja mafia yang satu tatapannya bisa membuat orang lumpuh ketakutan.

‎"Jadilah milikku. Teman ranjangku. Dan aku akan memberikan ibumu dokter terbaik." ~ Damian.

‎Celine mengira itu neraka. Padahal itu baru awal. Karena bagi Damian Salvatore, apa yang sudah ia klaim, tidak akan pernah ia lepaskan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 : Kebenaran yang tak boleh lagi disembunyikan.

‎"Matteo? Ada apa? Kenapa kau terlihat begitu panik?"

‎‎Matteo berhenti melangkah, menoleh sejenak padanya, lalu berusaha mengatur napas dan menyusun topeng tenangnya kembali meski matanya masih menyisakan kilatan kekhawatiran yang nyata.

‎‎"Tidak ada apa-apa, Amore. Hanya urusan bisnis yang sedikit terhambat."

‎‎"Bisnis jam empat pagi?" Valentina melangkah mendekat, menatapnya lekat-lekat seakan bisa membaca kebohongan di matanya. "Aku dengar pelayan berbisik di dapur... katanya pasukan Kak Damian menangkap seseorang tadi di pelabuhan. Namanya disebut-sebut Romano. Kau... kau tidak bekerja sama dengannya, kan?"

‎‎Matteo tersenyum tipis, namun senyum itu tak sampai ke matanya yang gelap dan gelisah. Ia melangkah mendekat, lalu meletakkan kedua tangannya di bahu istrinya dengan gerakan yang berusaha lembut namun terasa sedikit kaku.

‎‎"Valentina, sayang... kau terlalu banyak mendengarkan bisikan orang-orang. Kau tahu sendiri Romano itu hanya salah satu musuh dari kakakmu. Tidak ada kaitannya dengan kita. Sekarang, ayo kembali tidur, ya? Sudah pagi, dan kau butuh istirahat."

‎‎Valentina melepaskan diri perlahan, langkahnya mundur sedikit namun matanya tak sekalipun berpaling dari wajah suaminya. Tatapannya bukan marah, melainkan penuh kecemasan yang dalam.

‎‎"Matteo... aku mengenal kakakku lebih dari siapa pun. Damian itu pendiam, tenang, dan sabar. Tapi kalau dia sudah marah... dia tidak akan segan-segan terhadap siapa pun, bahkan terhadap keluarga sendiri sekalipun." Ia berhenti sejenak, menelan ludah sebelum melanjutkan dengan suara yang bergetar namun tegas. "Jangan pernah bermain di belakang punggungnya. Jangan jadikan aku alasan, dan jangan jadikan nama keluarga ini tameng. Kalau sampai kau benar-benar melangkah terlalu jauh... aku tidak tahu apakah aku masih bisa melindungimu dari amarahnya."

‎‎Matteo terdiam. Kata-kata itu menohok tepat ke sasaran, membuatnya terdiam sejenak sebelum kembali memasang wajah dingin dan tertutupnya.

‎‎"Kau berlebihan, Valen. Percayalah padaku. Aku tidak akan melakukan hal bodoh yang merugikan kita semua."

‎‎"Semoga saja kau benar, Matteo." Valentina menghela napas panjang, lalu berbalik perlahan menuju pintu. "Tapi ingat satu hal... kalau sampai kau mengkhianati kakakku, jangan berharap aku akan berdiri di sisimu lagi."

‎‎Pintu tertutup pelan, meninggalkan Matteo sendirian di ruangan yang tiba-tiba terasa jauh lebih sempit dan pengap. Ia menatap bayangannya sendiri di kaca jendela, urat di pelipisnya menonjol samar. Ancaman tersirat dari istrinya itu bukan sekedar kata-kata, ia tahu Valentina serius. Namun ambisi dan ketakutan tertangkap sudah terlalu dalam mengakar, membuatnya sadar bahwa jalan mundur pun sudah semakin sempit, seakan tertutup oleh bayang-bayang rencananya sendiri yang mulai mengancam akan menelan dirinya.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Elena melangkah menuju sofa tunggal di seberang mereka, lalu duduk dengan tenang. Ia menatap Damian sejenak, lalu beralih ke putrinya, menatap mereka bergantian dengan tatapan yang penuh tanya namun tetap lembut.

‎‎"Apa hubungan kalian berdua sebenarnya?" tanyanya pelan namun tegas, tidak ada nada menuduh, hanya keinginan tulus untuk memahami kebenaran. "Ibu tidak mau menebak-nebak lagi, Nak. Katakan apa adanya pada Ibu."

‎‎Celine menegang, tangannya saling meremas di atas pangkuan. Ia melirik Damian sekilas, seakan mencari kekuatan, lalu menarik napas panjang dan mengangguk pelan.

‎‎"Bu... aku... kami sudah menikah."

‎‎"Menikah?" Elena membelalakkan matanya, tubuhnya sedikit mundur ke sandaran sofa, terkejut tak percaya. "Sejak kapan? Kenapa Ibu tidak diberitahu? Bukankah... bukankah kau dan Jason..."

‎‎Suaranya perlahan mengecil, namun matanya masih menatap lekat-lekat wajah putrinya, menunggu penjelasan yang masuk akal.

‎‎"Bagaimana dengan Jason, Celine? Bukankah kalian berencana akan menikah? Bukankah dia yang membiayai operasi dan perawatan Ibu selama ini?"

‎‎Celine menelan ludah yang terasa pahit, air mata mulai menggenang kembali di pelupuk matanya.

‎‎"Itu dulu, Bu. Sebelum aku tahu kebenarannya." Ia berhenti sejenak, mengatur napas agar suaranya tidak bergetar terlalu parah. "Jason tidak pernah benar-benar mencintaiku. Uang yang ia berikan itu bukan karena tulus. Dan selama ini... dia mengkhianatiku di belakangku dengan Renata. Mereka sudah berselingkuh cukup lama, Bu. Aku baru mengetahuinya tidak lama sebelum aku bertemu Damian."

‎‎Elena terdiam, matanya menyipit sedikit, terkejut sekaligus sedih mendengar pengakuan itu.

‎‎"Renata... wanita yang dulu sering datang ke rumah menemuimu? Yang mengaku sebagai temannya Jason?"

‎‎"Iya, Bu. Dan mereka berdua sengaja menyembunyikan semua itu dariku. Aku hanyalah alat bagi mereka, atau setidaknya itulah yang aku rasakan saat mengetahui kebenarannya." Celine mengusap pipinya dengan punggung tangan, berusaha menahan isak tangis. "Jadi aku dan Jason sudah putus. Tidak ada apa-apa lagi di antara kami."

‎‎Elena menatap Damian yang duduk di samping putrinya, pria itu diam saja, tidak membela diri, tidak juga memotong pembicaraan, seakan memberi ruang sepenuhnya bagi Celine untuk berbicara jujur.

‎‎"Dan Damian..." Elena kembali menatapnya, tatapannya masih menyelidik namun tidak lagi sekeras tadi. "Kau menikahinya karena kasihan? Atau karena ada sesuatu yang lain di balik semua ini?"

‎‎Damian akhirnya bersuara, rendah namun tegas, menatap mata Elena dengan tulus.

‎‎"Awalnya ada perjanjian, Bu. Tapi sekarang... saya tinggal bersama Celine karena saya menginginkannya. Saya mencintainya. Dan saya berjanji akan melindunginya, apa pun yang terjadi."

‎‎Elena diam cukup lama, jemarinya saling bertaut di pangkuan, seakan menyusun setiap kata yang baru saja didengarnya. Ruangan itu hening lagi, hanya suara detak jam dinding yang terdengar jelas.

‎‎"Ibu butuh waktu untuk memproses semua ini, Celine..." ucapnya pelan, matanya beralih menatap Damian. "Terutama tentangmu, Damian. Saya tahu kamu punya kekuasaan besar, orang-orang takut padamu. Tapi saya harus tahu siapa kamu sebenarnya. Bukan sekedar nama atau gelar yang orang sebut di luar sana. Latar belakangmu, keluargamu, apa yang kamu lakukan, dan bahaya apa yang mungkin mengikuti langkahmu."

‎‎Damian mengangguk perlahan, tidak tersinggung sama sekali. Ia justru memahami kekhawatiran seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.

‎‎"Saya mengerti, Bu. Dan saya tidak akan menyembunyikan apa pun dari Ibu, kalau Ibu mau mendengarkan semuanya. Termasuk sisi gelap dari dunia yang saya tinggali."

‎‎"Ceritakanlah. Sejujurnya. Tanpa ditutupi." Elena bersandar ke sandaran sofa, siap mendengarkan.

‎‎Damian menarik napas panjang, memulai dari awal — siapa klan Salvatore, bagaimana ayahnya dulu memimpin, bagaimana ia harus mengambil alih tanggung jawab sejak muda atau lebih tepatnya sejak kematian tragis kedua orang tuanya, konflik dengan keluarga lain, ancaman, pengkhianatan, darah yang pernah tertumpah, dan beban yang selalu ia pikul sendirian. Ia tidak melebih-lebihkan kekuatannya, juga tidak menyembunyikan kelemahannya.

‎‎Celine mendengarkan di sampingnya, sesekali menatapnya dengan simpati, baru menyadari betapa beratnya beban yang ia pikul sendirian selama ini.

‎‎Setelah Damian selesai bercerita, Elena masih diam cukup lama. Wajahnya sulit dibaca, tidak marah, tapi juga belum sepenuhnya tenang.

‎‎"Duniamu sangat berbahaya, Damian..." gumamnya pelan. "Dan aku tidak mau putriku hidup selalu menengok ke belakang karena takut kapan bahaya datang."

‎‎"Saya tahu, Bu. Dan saya berjanji akan melakukan segala cara untuk menjaga Celine tetap aman. Bahkan kalau itu berarti saya harus meninggalkan sebagian kekuasaan saya, atau mengubah cara saya bekerja. Yang penting dia baik-baik saja."

‎‎Elena menatapnya lekat-lekat, seakan menimbang ketulusan di balik mata itu. Perlahan, sudut bibirnya terangkat sedikit, senyum tipis yang penuh kehati-hatian namun juga kelegaan.

‎‎"Ibu tidak akan melarang kalian bersama... asal kau benar-benar menjaga janjimu itu. Dan satu hal lagi... kalau Celine terluka oleh tanganmu sendiri atau karena duniamu... saya tidak akan memaafkan siapa pun, termasuk kamu."

‎Damian tersenyum tulus, mengangguk tegas. "Terima kasih, Bu. Saya akan membuktikan."

-

-

-

Bersambung...

1
Lembang Azam
udah sana ikuti suamimu yg penghianat itu,, biar kamu bisa melihat kbenaran klw mmg Matteo itu ingin menggantikan posisi damian😤
〈⎳ FT. Zira
sulit Cel... mana dia bos nya
🍓ADIRA🍓
Yuuhuuuuu 💃 selamat buat kalian berdua yang mau jadi orang tua 🤗
🍓ADIRA🍓
Etdah ini si nona,,, masih aja banyak bacot gak jelas 🙄🙄🙄 perlu diseruduk banteng dulu kayaknya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
bakalan ada Don junior kah 😱
〈⎳ FT. Zira
kecebong sudah berkembang beneran kann🤭
🍓ADIRA🍓
Kalaupun si Matt tak balik, masih ada yang nganggur di depan mu noh Val 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Masih aja dirimu Val /Proud/
〈⎳ FT. Zira
bales aja Cel.. doakan juga yaa sambil ngelus perut🤣
〈⎳ FT. Zira
ketika kekakuan berubah menjdi jelly🤭🤭
🍓ADIRA🍓
Kwkwkwkwk... diriku cuma intip dikit Thoorrr 🫣😂😂
🍓ADIRA🍓: Diriku masih polos Thorrrr 😂😂 janganlah kau nodai dengan kelakuan messyyumm si Revan 😂😂😂
total 2 replies
🍓ADIRA🍓
jawab apa hayo 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Seketika Val pun lupa dengan gengsinya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Pamer 🤮🤮🤮
🍓ADIRA🍓
Oh si remote toh 😂😂
MamDeyh
Aku bukan bocil tp emak yg punya bocil, jadi boleh yaaa/Grin/
🔥Violetta🔥: boleh banget... diwajibkan malah /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🍓ADIRA🍓
Siapa. pulak ini /CoolGuy/
🍓ADIRA🍓
Yeeee suka^ Oma donk /Tongue/
MamDeyh
Siapa itu yaaaa
🍓ADIRA🍓
Nah 👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!