Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.
Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.
Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.
Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.
Dan Putra Mahkota yang membuangnya?
Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 — HARGA SEBUAH PENGKHIANATAN
Tubuh Ye Ling bergetar. Kebencian yang tadi memenuhi matanya perlahan berubah menjadi kepahitan.
Dia memejamkan mata, seolah kenangan yang selama ini berusaha dikuburnya kembali terbuka.
Beberapa tahun lalu, ibu kandungnya, Permaisuri Yi, meninggal secara mendadak. Tidak lama kemudian, Selir Rong diangkat menjadi permaisuri baru. Demi membuka jalan bagi putranya sendiri menuju takhta, wanita itu membujuk Kaisar Liujin untuk mengirim Ye Ling ke Longyuan sebagai sandera.
Yang lebih menyakitkan, ayahnya menyetujuinya.
“Benar,” kata Ye Ling akhirnya. “Aku tahu kenapa aku menjadi sandera. Bahkan kalau aku tidak dikirim ke Longyuan, Permaisuri Rong mungkin akan mencari cara lain untuk menyingkirkanku.”
Yun Luofeng mengangkat alis.
“Kalau begitu, bukankah secara tidak langsung kakekku justru menyelamatkan nyawamu?”
Ye Ling terdiam.
“Sekarang katakan,” lanjut Yun Luofeng. “Apa sebenarnya tujuan Gao Tu menempatkanmu di Kediaman Yun?”
Dia tidak percaya Kaisar hanya ingin mengawasi Klan Yun.
Tubuh Ye Ling kembali menegang.
Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata, “Selain mengawasi kalian... dia memerintahkanku mendekatimu.”
“Lalu?”
Wajah Ye Ling memerah karena malu.
“Dia ingin aku merayumu hingga kau... mengandung anakku.”
Suhu ruangan seolah turun.
Tatapan Yun Luofeng berubah dingin.
“Tujuannya?”
Ye Ling tersenyum pahit.
“Aku tetap Pangeran Ketiga dari negara musuh. Kalau kau mengandung anakku, Gao Tu bisa menuduh Klan Yun bersekongkol dengan musuh dan mengkhianati Longyuan.”
Mata Yun Luofeng menyipit.
Rencana yang sangat kejam.
Kakeknya menghabiskan hidup melindungi kerajaan. Kedua orang tuanya bahkan tewas dalam perang.
Namun setelah kekuatan militer Klan Yun mulai membuat Kaisar takut, seluruh pengorbanan itu seolah tidak berarti.
“Gao Tu benar-benar menyiapkan permainan yang bagus.”
Yun Luofeng tersenyum dingin.
“Sayangnya, dia terlalu meremehkan Klan Yun. Lebih dari itu, dia meremehkanku.”
Tatapannya kembali jatuh kepada Ye Ling.
“Sekarang katakan. Menurutmu apa hukuman bagi seseorang yang datang ke rumahku untuk menjebakku?”
Wajah Ye Ling memucat.
“Aku seorang sandera. Aku tidak punya pilihan selain menjalankan perintahnya.”
“Aku tidak peduli.”
Yun Luofeng berjalan mendekat.
“Aku tidak peduli siapa dirimu atau alasanmu. Yang kutahu, kau memang berniat menjalankan rencana itu.”
Dalam sekejap, tubuhnya melesat.
Tangannya menangkap pergelangan Ye Ling dan memutarnya.
“Agh!”
Ye Ling kehilangan keseimbangan.
Bruk!
Tubuhnya dihantamkan ke lantai.
Sebelum pemuda itu sempat bangkit, Yun Luofeng menginjak dadanya dan mengeluarkan sebuah botol kecil.
Cairan di dalamnya langsung dituangkan ke mulut Ye Ling.
Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah.
“A-apa yang kau berikan kepadaku?”
Rasa panas seperti api menjalar melalui tubuhnya. Ye Ling meringkuk sambil mencengkeram dada, keringat dingin membasahi wajahnya.
“Campuran sari beberapa tanaman beracun.”
Yun Luofeng menatapnya tanpa belas kasihan.
“Karena kau berani datang ke Kediaman Yun untuk menjebakku, aku akan memastikan kau mengingat akibatnya.”
Dua ratus orang di dalam ruangan tidak lagi berani bersuara.
Mereka menyaksikan Ye Ling berguling kesakitan di lantai.
“Aku paling membenci pengkhianatan,” lanjut Yun Luofeng. “Siapa pun yang mengkhianatiku harus siap menanggung akibatnya.”
Xiao Mo langsung memahami tujuannya.
Ye Ling bukan sekadar mata-mata yang harus dihukum.
Yun Luofeng sedang memperlihatkan kepada seluruh orang di ruangan itu harga sebuah pengkhianatan.
“Bunuh aku...”
Suara Ye Ling menjadi serak.
“Tolong... bunuh saja aku!”
Yun Luofeng berjongkok.
“Mati terlalu mudah.”
Dia menatap mata Ye Ling.
“Aku tidak akan membunuhmu. Sebaliknya, mulai sekarang kau akan bekerja untukku.”
“Aku bersedia!”
Ye Ling hampir tidak berpikir.
“Aku akan melakukan apa pun. Hentikan saja rasa sakit ini!”
Yun Luofeng mengeluarkan sebuah jarum perak dan menusukkannya pada titik tertentu di tubuh Ye Ling.
Aliran energi masuk melalui jarum.
Perlahan, rasa sakit mengerikan itu mereda.
Ye Ling terkapar lemas, napasnya tersengal.
“Jarum itu hanya menghentikan rasa sakit untuk sementara,” jelas Yun Luofeng. “Setiap bulan kau membutuhkan ramuan khusus dariku. Kalau tidak, rasa sakit tadi akan kembali.”
Dia tidak cukup bodoh untuk langsung mempercayai kesetiaan Ye Ling.
Untuk sementara, kendali seperti inilah yang dibutuhkan.
Yun Luofeng kemudian berdiri dan menyapu dua ratus orang di hadapannya.
“Kalian sudah melihat akibat pengkhianatan.”
Tidak seorang pun berani bergerak.
“Tetapi aku juga tidak akan memperlakukan orang yang setia dengan buruk.”
Tatapan Yun Luofeng melewati wajah-wajah muda tersebut.
“Aku tahu kenapa kalian dipandang rendah. Bakat kalian buruk. Karena itulah kalian dianggap tidak memiliki masa depan.”
Beberapa orang mengepalkan tangan.
Mereka telah mendengar hinaan seperti itu sepanjang hidup.
“Kalau kalian setia kepadaku,” lanjut Yun Luofeng, “aku akan memberi kalian kesempatan untuk berdiri di tempat yang bahkan tidak pernah kalian bayangkan.”
Seorang pemuda akhirnya memberanikan diri bertanya.
“Nona, mengapa memilih kami? Dengan kekuatan Klan Yun, bukankah lebih mudah merekrut orang-orang berbakat?”
“Karena aku tidak memilih seseorang berdasarkan bakat.”
Jawaban Yun Luofeng membuat mereka tertegun.
“Yang kubutuhkan adalah ketekunan.”
Dia berdiri tegak di hadapan mereka.
“Siapa bilang hanya genius yang bisa mencapai puncak? Kalau bakat kalian lebih buruk daripada orang lain, berlatihlah sepuluh kali lebih keras. Kalau masih kurang, seratus kali.”
Suasana mulai berubah.
“Aku tidak percaya seseorang terlahir sebagai sampah. Yang menentukan adalah apakah kalian mau berjuang mengubah nasib sendiri.”
Darah para pemuda itu seakan mulai mendidih.
Sepanjang hidup, orang lain hanya mengatakan mereka tidak berguna.
Namun gadis yang terkenal sebagai sampah terbesar Kota Kekaisaran justru berdiri di depan mereka dan mengatakan bahwa mereka masih bisa menjadi kuat.
“Tentu saja, kesempatan tidak berarti kalian bisa bermalas-malasan.”
Nada Yun Luofeng kembali tegas.
“Siapa pun yang tidak serius berlatih akan langsung kuusir. Dan percayalah, ketika saat itu tiba, kalian akan menyesal karena membuang kesempatan ini.”
Kali ini tidak seorang pun meragukannya.
Bahkan Ye Ling yang masih terbaring lemah memandang Yun Luofeng dengan perasaan rumit.
Kekuatan gadis ini memang belum menakutkan.
Namun dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak pemimpin.
Beberapa kalimat saja mampu membuat sekelompok orang yang kehilangan kepercayaan diri kembali memiliki harapan.
“Selama beberapa hari ini kalian tinggal di ruangan sempit karena tempat sebenarnya belum selesai,” ujar Yun Luofeng. “Sekarang persiapannya sudah lengkap.”
Dia berhenti sejenak.
“Tetapi ada satu aturan. Semua yang kalian lihat dan lakukan selama latihan harus dirahasiakan. Siapa pun yang membocorkannya...”
Tatapannya beralih kepada Ye Ling.
Tidak diperlukan penjelasan tambahan.
Dua ratus orang langsung berdiri lebih tegak.
“Kami akan mematuhi perintah Nona!”
“Bagus.”
Yun Luofeng kemudian memandang Ye Ling.
“Sedangkan kau tetap menjalankan tugasmu.”
Ye Ling tertegun.
“Aku akan menyediakan jalan agar kau bisa keluar dari Kediaman Yun tanpa dicurigai. Terus temui orang istana dan berikan laporan kepada mereka.”
Ye Ling segera memahami maksudnya.
Mulai sekarang, mata-mata Gao Tu justru akan menjadi sumber informasi palsu bagi Yun Luofeng.
Dia tertawa pahit.
“Gao Tu menghitung banyak hal, tetapi dia tidak pernah memperhitungkan dirimu. Selama ini semua orang menganggapmu sampah, padahal kau hanya menyembunyikan kemampuanmu.”
Yun Luofeng tidak membantah.
Tidak ada gunanya menjelaskan bahwa Yun Luofeng yang berdiri di hadapannya memang sudah berbeda dari gadis beberapa bulan lalu.
Dia meregangkan tubuh dengan santai.
“Sudah cukup bicara.”
Senyum misterius muncul di wajahnya.
“Sekarang ikut aku.”
Semua orang saling berpandangan.
Yun Luofeng berbalik menuju bagian terdalam ruangan batu.
“Sudah waktunya kalian melihat tempat latihan yang sebenarnya.”
......................
Bersambung...