Indonesia
NovelToon NovelToon
Qin Yuchen : Seni Dewa Naga

Qin Yuchen : Seni Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di Tanah Soul Martial, hukum rimba adalah segalanya — hanya kekuatan yang menentukan hidup dan mati. Para kultivator menembus langit, para raksasa mengguncang bumi, dan setiap jiwa bermimpi meraih matahari serta bintang.

Namun, takdir berputar.Qin Yuchen, Raja Dewa yang pernah menguasai Alam Atas, jatuh ke jurang kehancuran. Dari abu kehancuran itu, ia bangkit kembali dalam tubuh seorang pemuda biasa di perbatasan barat, membawa rahasia terlarang: Seni Dewa Naga Kekacauan

Dengan seni ilahi itu, ia menapaki jalan berdarah — menantang langit, menundukkan bumi, dan menyingkirkan segala jenius yang berani menghalangi. Perjalanan menuju takhta tertinggi pun dimulai, sebuah kisah tentang kebangkitan yang akan mengguncang seluruh jagat raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Liontin Roh Jiwa Giok

Qin Yuchen kembali menghembuskan napas panjang.

Naga Sembilan Langit memang berkarakter kuat — meski sempat menimbulkan masalah besar tadi, manfaatnya luar biasa. Kultivasinya meningkat lima realm kecil sekaligus, dan masih tersisa Kekuatan Jiwa dalam dirinya yang belum sepenuhnya dimurnikan. Setelah dimurnikan penuh, ia yakin bisa mencapai Prajurit Jiwa Bintang Delapan, bahkan mungkin langsung Bintang Sembilan atau Master Jiwa. Ia hanya bisa menerima kebaikan ini dengan lapang dada — dan sebagai balasannya, ia bertekad memenuhi permintaan terakhir sang jenius.

Melihat kotak harta karun di atas platform, tanpa ragu ia mengambilnya. Toh sudah menerima banyak kebaikan sebelumnya, satu lagi tak jadi soal.

Kotak Giok terbuka. Di dalamnya hanya ada dua benda: sebuah Cincin Penyimpanan dan sebuah Liontin Giok kuno.

*Apa ini?*

Matanya menyipit saat mengeluarkan liontin itu. Begitu keluar, terdengar tangisan pelan — Burung Roh Jiwa melesat mendekat, menerkam liontin itu, lalu menghilang. Liontin hitam kusam itu seketika berubah bening seperti kristal, muncul gambar burung kecil itu di permukaannya, hidup, seolah tersenyum pada Qin Yuchen.

"Liontin Roh Jiwa Giok! Ini harta karun langka!" Qin Yuchen tertawa lebar.

Liontin ini bukan sembarang benda — selain menjadi tempat tinggal makhluk Roh Jiwa, jika dikenakan dekat tubuh juga bisa memperkuat Kekuatan Jiwa bahkan Jiwa Ilahi pemakainya. Namun manfaat paling penting yang ia ketahui: liontin ini bisa menumbuhkan Avatar Jiwa tambahan.

Kultivator yang mencapai Alam Kaisar Jiwa akan memadatkan Jiwa Ilahi, dan Jiwa yang baru lahir di dalam ruang Jiwa Ilahi mereka akan tumbuh menjadi Avatar Jiwa. Biasanya, seorang Kaisar Jiwa hanya bisa memiliki satu Avatar Jiwa lewat penguatan Jiwa Ilahinya sendiri — tapi dengan Liontin Roh Jiwa Giok ini, ia bisa mengembangkan Avatar tambahan. Manfaatnya jelas: dalam pertempuran, pengumpulan sumber daya, atau menipu lawan, tiga melawan satu atau tiga melawan dua bisa jadi pemandangan yang sangat mendebarkan.

Qin Yuchen menyimpan liontin itu dekat tubuhnya, merasa segar kembali, lalu mengeluarkan Cincin Penyimpanan. Dengan sekali pikiran, ia masuk ke dalamnya.

Ruang di dalam cincin ini luar biasa besar — seratus meter panjang dan lebar, lima puluh meter tinggi, total lima ratus ribu meter kubik. Seratus ribu kali lebih besar dari cincin lima meter kubik miliknya sebelumnya!

Di dalam ruang luas itu hanya ada tiga benda. Pertama, sebuah tombak panjang berwarna merah menyala, memancarkan cahaya terang. Qin Yuchen langsung mengenalinya — Senjata Jiwa Tingkat Surga, tingkatan tertinggi, jelas senjata yang pernah dipakai Naga Sembilan Langit sendiri. Namun ia tak tertarik pada tombak; kalau saja itu pedang atau saber, mungkin akan ia pertimbangkan setelah mencapai Alam Kaisar Jiwa.

Dua benda lainnya adalah Lempengan Giok. Satu bertuliskan "Seni Mantra Naga" — ternyata Naga Sembilan Langit bahkan mengukir Teknik Kultivasi leluhur Klan Naga di sini. Lempengan lainnya berjudul "Catatan Lain-lain", berisi fragmen catatan pribadi sang jenius.

Ia mengeluarkan lempengan "Catatan Lain-lain", dan sekali lagi sejumlah besar informasi membanjiri benaknya — seluruh kehidupan Naga Sembilan Langit terpampang jelas bagai adegan hidup di depan matanya.

Setelah lama terdiam, ia menghela napas pelan. *Benua Bela Diri Jiwa, Keluarga Naga Dataran Tengah. Aku akan ke sana suatu hari nanti.*

---

Di dalam gua, Qin Yuchen duduk bersila, memeriksa Teknik Kultivasi "Seni Mantra Naga" yang begitu dibanggakan Naga Sembilan Langit. Namun alisnya segera berkerut — ia langsung menemukan tiga kekurangan di dalamnya. Dengan cacat sebesar itu, sehebat apa pun bakat sang pemilik, ia akan mentok di Alam Kaisar Jiwa, bahkan mungkin terjebak di Tahap Ketiga Kaisar Jiwa selamanya, mustahil Naik ke Alam Atas. Tanpa perbaikan, murid-murid Klan Naga pun akan menghadapi batas yang sama.

Ia menyisihkan teknik itu untuk sementara.

Sesaat kemudian, Teknik Kultivasi "Seperti Mimpi Seperti Ilusi" terbuka, cahaya keemasan menanamkan seluruh detailnya ke benaknya. Teknik ini mengolah Jiwa Ilahi, memperkuatnya agar mampu menahan Kekuatan Jiwa lebih besar, dan pada tingkat tertentu bisa memadatkan Jiwa Ilahi hingga bisa diproyeksikan keluar tubuh — mensimulasikan efek Avatar Jiwa, meski kekuatan tempurnya jauh di bawah Avatar sejati.

Namun teknik ini sangat efektif untuk menipu lawan. Bayangkan menciptakan dua "hantu" Jiwa Ilahi lalu melepaskan satu Avatar sejati — campuran nyata dan palsu yang bisa membuat lawan penakut langsung kabur ketakutan! Yang paling menarik, teknik ini bisa dikultivasi sejak realm Prajurit Jiwa — kalau cepat, seorang praktisi bisa melepaskan hantu Jiwa Ilahi yang tampak persis Avatar sejati bahkan di realm Sekte Jiwa. Efek pamer yang luar biasa — seorang Sekte Jiwa biasa bisa menyamar seperti Kaisar Jiwa sungguhan!

Qin Yuchen memandang Naga Sembilan Langit dengan rasa hormat baru — orang ini memang berbakat luar biasa. Ia memutuskan untuk mengembangkan teknik ini dengan serius.

Sementara itu, "Pendakian Awan Tangga" adalah Keterampilan Jiwa pergerakan yang cukup unik menurut penilaian Qin Yuchen sebagai mantan Raja Dewa — tapi syarat minimalnya adalah realm Sekte Jiwa. Karena ia sudah punya Angin Pengejar, dan begitu mencapai realm Sekte Jiwa nanti ia akan memiliki banyak jurus pergerakan yang tak kalah hebat, teknik ini menjadi tak lagi diperlukan.

Beberapa hari berikutnya, ia tinggal di gua untuk berlatih, mengonsolidasikan realm kultivasinya yang melonjak empat tingkat.

*Bang!* Sebuah pukulan meledak, udara bergemuruh. *Krak!* Sebuah stalagmit setebal mangkuk di sepuluh meter jauhnya langsung patah — Tinju Penghancur Kekosongan mencapai Kesempurnaan!

*Trang!* Dengungan pedang nyaring menggema. Sesaat kemudian, di dinding batu keras sejauh dua puluh meter, muncul bekas sabetan sedalam satu kaki.

Senyum cerah terpancar di wajahnya — Niat Pedang naik jadi enam persepuluh! Niat Saber pun ikut naik dari tiga persepuluh menjadi lima persepuluh!

Meski kultivasinya sendiri tak lagi naik — sudah mentok di Puncak Prajurit Jiwa Bintang Tujuh — fondasinya kini jauh lebih kokoh. Kekuatan tempurnya melonjak drastis dibanding beberapa hari lalu. Lawan sekelas Xu Qing kini bisa langsung tewas dengan satu tebasan — bahkan tanpa memakai Niat Pedang atau Niat Saber sekalipun, hanya mengandalkan Angin Pengejar Tahap Pertama yang sudah mencapai Penguasaan Utama dikombinasikan Tinju Penghancur Kekosongan yang sudah sempurna.

Ia tak pernah bertarung langsung melawan murid elite Sekte Pedang Bintang, tapi bisa memperkirakan kekuatannya kini setara Master Jiwa Bintang Tiga di sana — dengan kekuatan penuh, bahkan bisa melawan Bintang Lima atau Bintang Enam. Kekuatannya sekarang sudah cukup untuk memperebutkan Harta Karun Roh yang akan segera muncul.

Ia berjalan ke Mata Air Roh, meminum beberapa teguk, mengisi kantung kulit binatangnya dengan air mata air itu. Bangkit berdiri, ia bersiap meninggalkan gua untuk memeriksa apakah Harta Karun Roh sudah muncul.

Tiba-tiba, sebuah sensasi muncul di benaknya. Matanya berbinar.

Yu Shou Pai — Pelat Pengendali Binatang — di pinggangnya memancarkan cahaya biru. Seekor elang hitam besar muncul.

Si Hitam Kecil berhasil naik tingkat — kini menjadi Binatang Jiwa realm Master Jiwa!

1
Ardi ansyah
saling support ka The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny. bantu saling berkembang
Pecinta Gratisan
bunuhlah
nanonano
mantap
Friska trisna
Semangat thor💪
Ardi ansyah: saling support kak The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!