PERANG TANPA PAHLAWAN
Ardan hanyalah seorang pemuda biasa dari desa kecil yang tidak pernah membayangkan dirinya akan menginjakkan kaki di medan perang. Ia bukan bangsawan, bukan kesatria terpilih, dan tidak memiliki kekuatan istimewa. Baginya, kehidupan sederhana bersama keluarga sudah lebih dari cukup.
Namun semuanya berubah ketika perang pecah dan desanya menjadi salah satu korban pertama. Kehilangan rumah dan keluarganya membuat Ardan bergabung dengan militer, bukan demi kejayaan, melainkan hanya untuk bertahan hidup.
Di medan perang, ia menemukan kenyataan yang jauh lebih mengerikan daripada cerita tentang kepahlawanan. Ia menyaksikan sahabat-sahabatnya gugur, desa-desa terbakar, dan ribuan manusia saling membunuh tanpa benar-benar memahami alasan mereka berperang.
Seiring waktu, Ardan naik pangkat dari prajurit biasa hingga menjadi seorang komandan. Setiap kenaikan pangkat memberinya kekuasaan lebih besar, tetapi juga tanggung jawab yang semakin berat. Setiap perintah yang ia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 — Perburuan Dewan Lima
Kabar bahwa Grimvald Oreheart mulai melarikan diri memicu operasi mendesak yang melibatkan koordinasi antara pasukan Valdren, kontak Thordin di Dravak, dan jaringan intelijen yang telah mereka bangun dengan susah payah.
"Ia kemungkinan akan mencoba mencapai salah satu benteng pribadinya di pegunungan utara," jelas Thordin melalui pesan mendesak, "wilayah yang sulit dijangkau, dikelilingi oleh pertahanan yang telah ia bangun selama bertahun-tahun untuk melindungi kekayaannya."
Ardan, meski masih memulihkan kompinya dari ofensif Ravharn terbaru, menerima izin khusus dari Roderic untuk memimpin tim kecil dalam upaya mengejar Oreheart sebelum ia benar-benar menghilang.
"Ini mungkin kesempatan terakhir kita untuk menangkap salah satu Dewan Lima secara langsung," kata Roderic, menyadari pentingnya momentum ini. "Jika ia berhasil melarikan diri ke bentengnya, menangkapnya akan menjadi jauh lebih sulit, mungkin mustahil tanpa perang terbuka dengan Dravak."
---
Perjalanan menuju pegunungan utara membutuhkan waktu lima hari, tim gabungan Ardan—termasuk Kael, dua agen intelijen Castellan, dan seorang pemandu Dravak yang direkomendasikan Thordin—bergerak secepat mungkin melalui medan yang semakin sulit seiring mereka mendekati wilayah pegunungan.
"Kita kehabisan waktu," gumam Kael, memeriksa jejak yang semakin segar menunjukkan Oreheart tidak jauh di depan mereka. "Jika ia mencapai bentengnya sebelum kita, kita mungkin tidak akan pernah mendapat kesempatan lain."
Mereka akhirnya berhasil menyusul rombongan Oreheart di sebuah jalur sempit melalui celah pegunungan, konfrontasi yang terjadi dengan cepat dan intens ketika pengawal pribadinya mencoba mempertahankan posisi sementara sang pedagang mencoba melarikan diri lebih jauh.
Pertempuran singkat namun brutal itu berakhir dengan kemenangan tim Ardan, meski dengan harga—salah satu agen Castellan terluka serius, dan Oreheart sendiri, dalam upaya terakhir untuk melarikan diri, mengalami luka fatal dari jatuhnya sendiri di medan berbatu yang curam.
---
"Tidak," gumam Ardan, berlutut di samping tubuh Oreheart yang sekarat, menyadari bahwa sumber informasi penting ini mungkin akan hilang sebelum mereka sempat mendapatkan jawaban yang mereka butuhkan.
Namun dalam detik-detik terakhirnya, Oreheart, mungkin menyadari bahwa ia tidak akan selamat, berbisik sesuatu yang akan terbukti menjadi informasi krusial. "Bukan hanya kami berlima... ada yang di atas kami juga. Seseorang yang bahkan Dewan tidak pernah bertemu secara langsung. Kami menyebutnya... Arsitek."
Kata-kata terakhir itu, diucapkan dengan napas yang semakin lemah, membuka dimensi baru yang mengerikan dalam pemahaman mereka tentang struktur Majelis Abu—bahwa bahkan Dewan Lima, yang mereka kira sebagai puncak kekuasaan organisasi ini, mungkin hanya perantara bagi seseorang yang lebih tersembunyi dan lebih berkuasa.
"Siapa Arsitek?" desak Ardan, tapi Oreheart telah kehilangan kesadaran sepenuhnya, napas terakhirnya terhembus sebelum ia sempat memberikan jawaban lebih lanjut.
---
Kematian Oreheart, meski menghilangkan satu sumber potensial informasi, juga menghasilkan bukti fisik yang signifikan—dokumen-dokumen yang ia bawa dalam pelariannya, termasuk catatan tentang pertemuan terakhir Dewan Lima dan referensi samar namun berulang pada sosok misterius yang disebut Arsitek.
Ketika Ardan kembali membawa bukti dan kesaksian terakhir Oreheart kepada Roderic dan koalisi mereka, reaksi yang muncul adalah campuran kemenangan dan kengerian baru.
"Jika ada seseorang di atas Dewan Lima," kata Hallister, suaranya menunjukkan keprihatinan mendalam, "kita mungkin baru saja mulai memahami skala sesungguhnya dari apa yang kita hadapi."
"Satu dari lima telah jatuh," kata Roderic, mencoba menemukan sisi positif di tengah kompleksitas yang terus bertambah. "Itu kemajuan nyata, meski jalan di depan kita masih panjang."
Ardan menatap dokumen-dokumen yang baru mereka dapatkan, pikirannya dipenuhi pertanyaan baru tentang sosok misterius bernama Arsitek yang kini menjadi target tertinggi dalam pencarian kebenaran yang telah merenggut begitu banyak sepanjang perjalanan panjang mereka.
"Empat Dewan Lima tersisa," gumamnya, "dan satu Arsitek yang bahkan mereka sendiri tidak sepenuhnya kenal. Perjalanan kita masih jauh dari selesai."
---
Pengungkapan tentang keberadaan Arsitek memicu perubahan signifikan dalam strategi penyelidikan mereka, menyadari bahwa mengejar Dewan Lima satu per satu mungkin hanya memangkas cabang-cabang dari pohon yang akarnya tetap tersembunyi.
"Kita perlu memahami hierarki ini dengan lebih baik," kata Roderic dalam pertemuan strategi yang kini melibatkan seluruh koalisi mereka, termasuk perwakilan dari Sylvaris, Beastkin, dan kini Dravak melalui Thordin. "Jika Arsitek benar-benar berada di atas Dewan Lima, menangkap mereka semua mungkin tidak cukup untuk menghentikan organisasi ini sepenuhnya."
Dokumen-dokumen yang disita dari Oreheart, dianalisis dengan seksama oleh tim ahli, mengungkap petunjuk-petunjuk samar namun signifikan tentang sosok misterius ini—referensi pada "visi jangka panjang" yang melampaui kepentingan finansial semata, indikasi bahwa Arsitek mungkin memiliki motivasi yang lebih kompleks daripada sekadar keserakahan.
"Catatan ini menyebutkan sesuatu tentang 'tatanan baru'," lapor seorang analis, mengingatkan pada kata-kata serupa yang pernah diucapkan Pangeran Aldric. "Sepertinya ada ideologi di balik semua ini, bukan hanya motif keuntungan."
---
Penyelidikan terhadap identitas Arsitek membutuhkan pendekatan yang berbeda dari yang mereka gunakan untuk Dewan Lima—alih-alih melacak transaksi finansial, mereka mulai fokus pada pola pemikiran, filosofi, dan kemungkinan koneksi dengan gerakan-gerakan intelektual atau politik yang mungkin memberikan petunjuk tentang identitas sesungguhnya.
Serena, dengan latar belakang pendidikannya yang luas, mengambil peran utama dalam analisis ini, menyelami arsip-arsip lama dan catatan sejarah untuk mencari pola yang mungkin terhubung dengan filosofi "tatanan baru" yang disebutkan dalam dokumen Oreheart.
"Ada gerakan filosofis dari sekitar lima puluh tahun lalu," lapornya suatu hari, menemukan sesuatu yang signifikan dalam penelitiannya, "dikenal sebagai 'Pencerahan Abu'—sekelompok pemikir yang percaya bahwa perang dan konflik, meski tragis, pada akhirnya mendorong kemajuan dan evolusi masyarakat yang lebih cepat daripada perdamaian yang stagnan."
"Filosofi yang mengerikan," gumam Ardan, "tapi mungkin menjelaskan mengapa mereka sengaja memperpanjang konflik ini, bukan hanya untuk keuntungan finansial, tapi karena mereka benar-benar percaya ini demi 'kebaikan' jangka panjang."
---
Penemuan tentang Pencerahan Abu membuka jalur penyelidikan baru, mencoba melacak anggota-anggota awal gerakan filosofis itu dan kemungkinan hubungan mereka dengan struktur kepemimpinan Majelis Abu saat ini.
Di tengah penyelidikan intensif ini, kabar baru dari garis depan membawa Ardan kembali ke tanggung jawab militernya—meski ofensif besar Ravharn telah mereda, pertempuran-pertempuran kecil namun konstan terus menguji pertahanan mereka, membutuhkan kehadiran dan kepemimpinannya yang stabil.
"Aku perlu kembali membagi waktu lagi," kata Ardan pada Roderic, kelelahan dari tuntutan ganda yang terus berlanjut mulai terasa semakin berat. "Tapi aku juga tidak ingin kehilangan momentum dalam penyelidikan tentang Arsitek ini."
"Kita akan terus bekerja di sini," janji Serena, yang telah menjadi salah satu pilar utama koalisi mereka di ibu kota. "Kau fokus melindungi garis depan. Kami akan terus menggali kebenaran tentang siapa sebenarnya Arsitek ini."
---
Sebelum Ardan berangkat kembali ke Sylvaris, Roderic memanggilnya untuk pertemuan pribadi yang membawa kabar tak terduga.
"Aku telah merekomendasikanmu untuk promosi lagi," katanya, mengejutkan Ardan yang tidak mengantisipasi hal ini di tengah semua kekacauan yang sedang berlangsung. "Pangkat Mayor, dengan tanggung jawab yang mencakup koordinasi strategis di seluruh front Sylvaris, bukan hanya komando satu kompi."
"Aku tidak yakin aku siap untuk tanggung jawab sebesar itu, Jenderal," aku Ardan, meski ia tahu alasan di balik rekomendasi itu.
"Tidak ada yang pernah benar-benar siap," jawab Roderic, mengulangi kalimat yang telah menjadi semacam mantra sepanjang perjalanan Ardan. "Tapi aku percaya kau akan tumbuh ke dalam peran ini, seperti yang selalu kau lakukan sebelumnya. Dan pangkat yang lebih tinggi juga berarti pengaruh yang lebih besar untuk melanjutkan perjuangan kita melawan Majelis Abu."
Ardan menerima rekomendasi itu dengan kesadaran penuh akan beban yang akan menyertainya, satu lagi langkah dalam perjalanan panjang dari petani sederhana menjadi seseorang yang kini memegang tanggung jawab atas nasib begitu banyak orang, dalam perang yang terlihat maupun yang tersembunyi.