Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Alicia Eclair Linfort, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Amarah Isabella

Hutan yang biasanya dipenuhi suara geraman monster kini terasa begitu sunyi.

Isabella berjalan di antara pepohonan yang menjulang tinggi dengan kedua alis sedikit bertaut. Sejak memasuki kawasan hutan, dia belum menemukan satu pun monster yang biasanya berkeliaran di sepanjang jalur tersebut. Bahkan, tidak ada suara langkah, raungan, ataupun pergerakan mencurigakan dari balik semak-semak.

Seolah-olah seluruh penghuni hutan telah menghilang tanpa meninggalkan jejak.

Isabella menghentikan langkahnya sejenak, lalu menyapu pandangan ke sekeliling.

“Aneh sekali....” Gumam Isabella.

Aeron yang berjalan di sampingnya segera menoleh.

“Ada apa, Isabella?” Tanya Aeron dengan kening berkerut.

“Bukankah hutan ini biasanya dipenuhi monster? Tapi sejak tadi, aku tidak melihat satu pun dari mereka.” Ujar Isabella sambil mengamati sekelilingnya dengan tatapan heran.

Aeron sedikit memiringkan kepalanya, berusaha menangkap suara samar yang terdengar dari kejauhan. Namun, yang terdengar hanyalah desir angin yang melewati dedaunan.

“Aku juga merasakan hal yang sama. Bahkan, tidak ada aroma monster yang tercium di sekitar kita.” Jawab Aeron sambil mengamati keadaan hutan dengan waspada.

Kael yang berjalan di belakang mereka turut mengamati keadaan hutan. Tatapan naga itu terlihat lebih serius daripada biasanya.

“Monster-monster di hutan ini tidak mungkin menghilang begitu saja. Sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka menjauh dari kawasan ini.” Kata Kael serius.

Isabella terdiam, nalurinya mengatakan bahwa kesunyian tersebut bukanlah sesuatu yang wajar. Akan tetapi, dia tidak ingin membuang waktu dengan menebak-nebak sesuatu yang belum diketahui kebenarannya.

Lagi pula, yang terpenting sekarang adalah kembali ke rumah.

“Apa pun penyebabnya, kita akan mengetahuinya nanti. Sekarang, ayo pulang. Anak-anak pasti sudah menunggu.” Kata Isabella, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

Suasana hutan yang semula sunyi mendadak berubah ketika suara geraman menggelegar dari suatu tempat.

GRRRRAAAAHHH!

Langkah Isabella seketika terhenti.

Matanya menyipit, sementara kepalanya perlahan menoleh ke arah suara tersebut.

Geraman itu berasal dari arah rumahnya.

Belum sempat dia mengatakan sesuatu, suara benturan keras kembali terdengar. Kali ini, disusul oleh raungan bertubi-tubi yang membuat dedaunan di sekitar mereka bergetar.

Wajah Isabella langsung berubah.

“Jangan-jangan....”

Pikiran buruk mulai memenuhi benaknya, tanpa membuang waktu, Isabella segera berlari ke arah rumahnya. Langkahnya begitu cepat hingga sosoknya hampir tidak terlihat selain bayangan yang melesat di antara pepohonan.

“Aeron! Kael! Cepat!”

Keduanya langsung menyusulnya Isabella dengan cepat. Semakin dekat mereka dengan rumah, semakin keras pula suara geraman yang terdengar. Bahkan, Isabella mulai merasakan getaran sihir dari kejauhan. Jantungnya berdegup semakin kencang, berbagai pikiran buruk mulai memenuhi kepalanya.

"Tidak mungkin, bukankah selama ini rumah itu selalu aman. Apalagi di sekitar rumah sudah di pasang penghalang sihir." Gumam Isabella.

Namun, pikiran tersebut sama sekali tidak mampu menenangkan hatinya. Dia tidak tahu seberapa kuat penghalang itu, dia juga tidak tau seberapa lama penghalang itu mampu bertahan. Selain itu, pertanyaan kenapa tiba-tiba monster menyerang rumahnya tiba-tiba muncul di kepala Isabella.

Selain itu, jika monster yang menyerang rumahnya memiliki kekuatan besar, bukan tidak mungkin pertahanannya akan hancur sebelum dia sempat tiba.

Dan jika itu terjadi....

Isabella menggelengkan kepala dengan keras.

Tidak!

Dia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa anak-anaknya.

Dia sudah berjanji akan melindungi mereka, apa pun yang terjadi, dia tidak akan membiarkan siapa pun merenggut kebahagiaan yang baru saja mereka bangun bersama.

"Bertahanlah, Ibu akan segera pulang!" Batin Isabella.

Begitu tiba di depan rumah, Isabella seketika membelalakkan mata. Pemandangan mengerikan terpampang jelas di hadapannya.

Puluhan monster mengepung rumahnya dari segala arah. Tubuh mereka beraneka ragam, mulai dari makhluk berkaki empat dengan cakar tajam hingga monster raksasa yang memiliki taring sepanjang lengan manusia.

Mereka terus menerjang penghalang sihir yang menyelimuti kawasan rumahnya.

DUAAARRR!

Seekor monster bertubuh besar menghantam penghalang dengan seluruh kekuatannya.

Permukaan pelindung itu bergetar hebat, cahaya kebiruan yang menyelimutinya sempat meredup sebelum kembali menguat, menahan serangan yang datang bertubi-tubi.

Monster-monster lainnya tidak tinggal diam, mereka terus menyerang tanpa memedulikan luka yang mereka alami. Seolah-olah ada sesuatu yang memaksa mereka untuk terus menghancurkan penghalang tersebut, bahkan jika mereka harus mempertaruhkan nyawa.

Isabella berdiri terpaku selama beberapa detik, bukan karena takut menghadapi monster-monster itu, melainkan karena pikirannya hanya tertuju pada satu hal.

Anak-anaknya.

Mereka berada di dalam rumah itu.

Mendengar raungan dan benturan yang terus mengguncang tempat tinggal mereka, ketiga anaknya pasti sedang ketakutan.

Isabella dapat membayangkan bagaimana mereka saling berdekatan, berusaha mencari perlindungan di tengah suara mengerikan yang terdengar dari luar.

Bayangan itu membuat dadanya terasa sesak.

Perlahan, kedua tangannya mengepal.

“Berani sekali kalian....” Kata Isabella, suaranya nyaris tidak terdengar.

Namun, energi sihir di sekelilingnya mulai bergejolak.

“Berani sekali kalian mengusik tempat tinggalku!” Geram Isabella.

BOOOOM!

Energi sihir mendadak meluap dari tubuh Isabella, meledak begitu kuat hingga udara di sekitarnya bergetar.

Angin kencang mulai menyapu kawasan tersebut, membuat dedaunan beterbangan dan beberapa monster terpaksa menoleh ke arahnya.

Tatapan Isabella berubah dingin.

Dia menghunus kedua pedangnya, kilatan cahaya menyambar bilah senjata itu, memantulkan ekspresi wajahnya yang dipenuhi kemarahan.

“Aeron, Kael!”

Keduanya segera berhenti di belakangnya.

“Lindungi rumah ini, jangan biarkan satu pun monster melewati penghalang!” Perintah Isabella tegas.

“Serahkan kepada kami!” jawab Aeron lantang.

Cahaya menyelimuti tubuh mereka dan dalam sekejap, Aeron kembali ke wujud aslinya sebagai harimau raksasa dengan taring tajam dan cakar yang mampu merobek tubuh monster. Juga sayap yang membentang di punggungnya. Sementara itu, Kael menjelma menjadi naga besar dengan sisik kokoh dan sepasang sayap yang membentang lebar di atas pepohonan.

Aura sihir dari keduanya segera memenuhi kawasan tersebut.

Angin berputar di sekitar tubuh Aeron, sedangkan nyala api mulai berkumpul di dalam rahang Kael.

Tanpa menunggu aba-aba berikutnya, keduanya langsung menerjang kawanan monster.

Aeron melesat dengan kecepatan luar biasa, tubuhnya menerobos barisan monster sebelum rahangnya mencengkeram leher salah satu monster itu. Dengan satu gerakan kuat, dia melemparkannya ke arah monster lain.

Belum sempat mereka bangkit, Aeron menghentakkan kedua kaki depannya.

WHOOOOSSHH!

Pusaran angin tercipta di hadapannya, lalu menyapu kawanan monster hingga tubuh mereka terlempar ke udara dan sebagian lagi tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.

Di sisi lain, Kael mengepakkan sayapnya dan melayang rendah di atas medan pertempuran.

Cahaya merah menyala dari dalam mulutnya.

Sesaat kemudian, naga itu membuka rahangnya.

FWOOSSHHH!

Semburan api raksasa meluncur deras, menyapu tanah dan memaksa monster-monster di hadapannya hangus terbakar.

Namun, meskipun serangan mereka begitu kuat, kawanan monster itu masih terus berdatangan dari hutan.

Jumlah mereka seakan tidak ada habisnya, Isabella menyaksikan pemandangan itu dengan tatapan semakin tajam.

Jika dia terus membiarkan monster-monster tersebut menyerang penghalang, pertahanan rumahnya bisa runtuh kapan saja.

Dia harus menghabisi mereka secepat mungkin.

“Kalau kalian memang mencari kematian, maka aku akan memberikannya!”

Bersambung

1
@Mita🥰
waduh semoga gak mode militer latihan nya🤭🤭
@Mita🥰
ayo semangat Thor 🥰🥰🥰🥰🥰
Enah Siti
😘😘😘😘 bsok ku mnanti💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Enah Siti
😘😘😘😘😘mksih💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍thooooorr
Naru_Ch@n: Masama, makasih juga udah setia membaca🥰🤗
total 1 replies
@Mita🥰
yeeeeee semangat anak "🤭🤭🤭
Enah Siti
thoooooooor kok sbji 🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪💪😘😘😘😘😘
Naru_Ch@n: Sinyal di tempatku udah beberapa hari gangguan🥲
Makanya agak susah updatenya
total 3 replies
Kusii Yaati
lanjut kak author, ceritanya bagus dan seru... semangat update nya ya💪😘
Itha Ast
🥰🥰🥰🥰👍👍👍💪💪💪
Enah Siti
😍😍😍😍👍👍👍👍💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏 skebon 😘😘😘😘😘😘😘
@Mita🥰
🌹🌹🌹🌹🌹
@Mita🥰
terimakasih bonus nya makin sayang deh tuh di lewati 🫣🫣🫣🫣
Dewi Habibah
😍😍😍
Dewi Anggraeni
Terima buat up datenya thor ... semangat yah ....👍👍👍 sukaaaaa ...ceritamu
Naru_Ch@n: Makasih ya karena udah suka🥰🥰🥰🤗
total 1 replies
@Mita🥰
terimakasih update nya Thor tetep semangat 🥰🥰🥰
Anisa Tanjung: Alhamdulillah 🤲 cerita seru jgn bikin alur ya berantakan ya Thor 😍😍...
total 2 replies
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣 kalian menggali kuburan nya sendiri🤣🤣🤣🫣🫣🫣
Dewi Habibah
😍😍😍
Naru_Ch@n: 🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
@Mita🥰
yeeeee semangat triple .. kalian pasti bisa dn kuat😍😍😍
Kusii Yaati
Isabella yang bertarung aq yang tegang
Enah Siti
/Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Heart//Heart/
Enah Siti
💪💪💪💪😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍mksih
Naru_Ch@n: Masama🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!