Pertemuan yang tidak di sengaja antara Rangga si keponakan tampan, cuek, perhatian, dan nakal dengan si bibi yang mungil, manis, perhatian, mandiri dan pintar. Menumbuhkan pedar-pedar cinta terlarang
Cinta terlarang antara mereka berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Membuahkan hasil seorang putra yang tampan bernama Rangga.
Namun malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih. Cinta mereka kandas di perjalanan, membuat si keponakan akhirnya kehilangan pujaan hatinya dan ikhlas melepaskan ayu dengan pria yang lebih pantas "Jack".
Jack seorang perwira polisi dari provinsi Palembang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjuna bayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERDEBATAN YANG MELELAHKAN
( Hai-hai wah udah lama ni kita berpisah, mohon maaf sedikit ada kendala, selamat datang kembali pembaca, masih dengan tema "BIBIKU YANG CANTIK" donk )
Seharian menghabiskan waktu bersama Rangga berkeliling kota Jakarta, akhirnya mereka berlabuh di sebuah restoran sederhana pilihan ayu, seperti karakter Ayu yang memang sederhana tak menyukai sesuatu yang berlebihan.
"Apa, yang kamu nikmati, aku suka makanan seafood ala Indonesia, menurut ku masakan Indonesia enak, di bandingkan masakan luar negeri"
Beberapa menu di pesan oleh Rangga dan Ayu , mereka menikmati dengan bahagia.
"Aku bisa masak seafood, semua kesukaan mu aku bisa memasaknya"
Mata ayu menatap tajam tak percaya
"Setelah di rumah aku akan memasaknya untuk mu"
"Sungguh..."
manja Ayu tak percaya dengan ucapan Rangga, yang di balas ciuman di keningnya
"Baiklah aku akan memakan habis masakan suamiku"
Rangga tersenyum, ada bangga di hatinya, mendengar Ayu mengatakan hal seromantis itu
"Kita akan ke mana lagi..??"
"Pulang, kita habiskan waktu di rumah, kan aku tinggal sehari besok"
"Huuufff kecewa"
"Ngak usah begitu, kamu mau mamamu tau kita, kamu lulus SMA dulu, kuliyah dulu, ambil ilmu banyak-banyak"
"Memang bibi mau menunggu ku selama itu ?"
"Jika kita jodoh, jarak dan waktu bukan penghalang Rangga"
"Bibik yakin, selama itu "
Rangga menggenggam tangan mungil itu dengan kuat, seolah tak ingin dan tak mau lepas
"Iya.."
Sudah Sore kita jalan yok, pulang"
"Hai Rangga.."
Sebuah suara lembut menghampiri mereka, suara yang tak asing bagi Rangga, Wika
Dengan pelan Rangga menarik Ayu mundur mendekat dan menutupi dengan tubuhnya
"Hooo boy, jangan Kawatir, kita anak baik-baik kok"
"Ya, hai Wika apa kabar ?"
"Kenalkan dong"
"No.."
"Why, kamu takut, pa yang kamu takut kan ?"
"Sorry, aku mau pulang, ini sudah sore, jika ada perlu kita ketemu di lain hari"
"Nggak kok, kita nggak ada perlu, cuma kebetulan lewat dan ingin menyapa"
"Oke, Bye-bye"
Ayu heran mengapa Rangga seolah melindungi Nya dari gadis itu, bahkan menutupi dirinya dengan badannya, seolah takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan, Gadis seksi, modis, cantik dan modern
Toyota Agya melaju pelan meninggalkan halaman restoran sederhana yang menyajikan makan serba seafood itu, menjauh
"Siapa ngga... ?"
"Dia mantan ku bi, orang nya suka main terjang, kalo nggak suka"
"Oooooohhhh jadi itu alasannya mengapa ia langsung menyembunyikan aku di ketiaknya"
Heeem, Ayu senyum-senyum sendiri mengingat Rangga yang begitu langsung menarik Nya kebelakang punggungnya
Pukul 18:00 sore Toyota Agya parkir dengan manis di garasi, setelah mereka berhenti di sebuah swalayan untuk membeli beberapa bahan masakan untuk Rangga yang berencana menunjukkan aksinya, di dapur
"Heiii... dari mana ?"
Rangga terkejut melihat siapa yang berdiri di depan rumah, matanya mencari-cari tak ada kendaraan milik mereka
"Aku ingin bicara"
Jawab Aurel kedua matanya tak melihat Ayu bahkan ada bekas sembab di sana sini, Sandy hanya duduk melihat Ayu yang langsung masuk menghilang di balik pintu meninggalkan mereka bertiga dengan membawa hasil belanja mereka
Sandy paham memberikan waktu untuk mereka bicara adalah hal terbaik, ia pun pergi masuk ke dalam rumah, duduk di sofa ruang tamu, yang akhirnya ia berakhir di kamar Rangga tidur pulas, Kegiatan nya mengikuti Aurel menguras habis tenaga nya
"Masuk..."
"Nggak, aku ingin bicara di sini"
"Tidak kah kita bicara di dalam"
"No Rangga!!"
Tangisannya pecah tak terbendung lagi, tangan nya memukul Rangga dengan kekuatan penuh, Dengan isyarat agar Sandy pergi Rangga membiarkan Aurel menumpahkan kekesalan nya, Aurel masih dengan kemarahan nya,
"Kamu jahat ngga, tidakkah kamu lihat aku, aku cinta sama kamu, aku ikuti semua yang kamu mau, yang kamu suka, yang kamu inginkan, dari SD Rangga...aku ikut kamu, tidakkah kamu melihat aku"
"Aurel..."
"Kamu sangat jahat, jahat jahat Rangga..., kamu bahkan tega pamer kemesraan tanpa perduli perasaan ku, kamu bener bener jahat"
"Aurel..aku.."
"Apa !!!!, Rangga aaaa !!!!"
Rangga memeluk Aurel dengan sayang
"Kamu tau, bahwasanya sayang ku sama kamu tak pernah berubah meski apapun setatusmu, coba buka matamu lihat sekeliling, tidakkah kamu menyadari seseorang menunggumu dengan sabar, aku tak tau sampai kapan aku bersama Latina, tapi hal yang selalu ku katakan padamu tak akan berubah, kita teman dan sampai kapanpun kita akan jadi teman"
"Kenapa?!, aku tak memiliki kesempatan Rangga ?"
"Karena sayang ku padamu bukan cinta Aurel "
"Ap ini kamu yang sebenarnya Rangga, tiba-tiba dingin dan cuek, seolah meningalkan aku"
"Tidak, aku tak meninggalkan kamu, aku selalu menjagamu, tak ada yang berubah"
" Untuk apa kamu menjagaku ?"
"Karena aku sayang kamu "
"Bulshit lah! "
Aurel melangkah Hendak meninggalkan tempat itu, tapi Rangga mencegah Aurel, seberapa pun kuatnya seorang Aurel tak mungkin bisa melepaskan diri dari cekalan Seorang Rangga
"Lepaskan aku Rangga !!"
"Tidakkah kamu tau rasanya Sandy, sama dengan rasamu ?"
"Maksudnya kamu apa, cinta nggak bisa di paksa !!"
" Cinta tidak dapat di paksa, itu kamu tau, tapi kenapa kamu memaksaku ?"
"Rangga..."
"Aurel, di Dunia ini ada hal-hal yang sangat kita inginkan, tapi tak bisa kita miliki"
Rangga sedikit tercengang dengan ucapannya, tiba-tiba ia sadar bahwa kata-kata nya itu bukan untuk Aurel tapi untuk dirinya sendiri
Matanya melihat pintu rumah yang tertutup rapat, di sana ada Latina yang menunggu nya, dan ia hanya memiliki waktu singkat
"Aurel...coba kamu lihat, jika kamu sakit melihat ku dengan yang lain, bagaimana dengan Sandy, tidakkah kamu memikirkannya, Ia sangat sakit melihat mu mengejar ku tak kenal lelah"
"Jangan mengalihkan pembicaraan Rangga"
"Tidak, aku tak mengalihkan pembicaraan, tapi ini kenyataan, Sandy mencintai mu Aurel"
"Tapi aku cinta kamu..!! "
"Kamu yang bilang cinta tak bisa di paksa"
"Tapi aku tak menyangka kamu sejahat ini, Rangga"
"Kamu belum pernah melihat dan merasakan jahatnya dunia Aurel"
"Rangga..."
Rangga melangkah pergi meninggalkan Aurel, hatinya tak karuan, ada debaran yg tak menentu manakala ia menyadari kehidupan yang ia lewati , Aurel hanya mengejar cinta, ia tak tau bagaimana cara Ayu yang bertahan hidup, bagaimana cara Ayu lari dari Aldi yang terus memburu nya,
"Latina..."
Ada segudang rindu di hatinya, ingat segera melihat Ayu seolah waktu begitu lama memisahkan mereka, Ayu ayu ayu...
"Ckrek"
Pintu terbuka Ayu Duduk di sofa ada Sandy menemani
Rangga memeluk Ayu dengan kuyu, hatinya begitu hancur menerima kenyataan hubungan mereka, namun ego selalu memaksanya,
"Kenapa Rangga, duduk lah sebentar, Sandy coba kamu temani temen cewek mu tadi, jangan tinggalkan dia" saran ayu pada sahabat Rangga itu lembut
Melihat Rangga yang seolah tak bertenaga membuat Ayu sedikit khawatir, keningnya hangat
"Kamu demam, Rangga"
Hari mulai gelap Ayu tak berani rasanya menghubungi Ratih atau Rendra kajaknya untuk mengabari keadaan Rangga, tapi Rangga tak jua sadar, ia menggigil panas tubuhnya semakin tinggi