Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Beranak 3

Menikahi Duda Beranak 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vivi NurC.

Bagaimana bila dirimu terjebak dengan orang yang baru kau kenal dan sayangnya dia menganggap dirimu itu adalah kekasihnya. Lebih mengejutkannya lagi, dia ingin segera menikahimu dengan statusnya yang adalah seorang duda beranak 3.

Kira kira bakalan diterima atau ditolak olehmu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vivi NurC., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Amarah Aurora

Suasana rumah yang biasanya tenang, kini agak sedikit berbeda. Dan hal itu di rasakan oleh Jasmine yang baru saja pulang dari kantor suaminya itu. Tapi sebelum pulang ke rumah, tadi Jasmine sempat belanja beberapa bahan makanan. Dan dia baru sampai rumah setelah pukul 4 sore.

Dari posisinya yang baru selangkah saja, Jasmine sudah bisa mendengar suara Aurora yang terdengar marah itu.

Di langkahkan kakinya menuju kearah sumber suara. Dan Di depannya, Jasmine sudah bisa melihat keberadaan ketiga anaknya itu.

"Seharusnya kakak tahu, kalau dia hanya ingin mengincar harta daddy." itulah yang Jasmine dengar dari mulut Aurora.

Dan dia tidak bodoh untuk memahami apa maksud dari ucapan Aurora tadi. Kata dia yang diucapkan oleh Aurora pasti ditujukan padanya.

"Ra, sudah kakak bilang kalau pikiranmu tentang mama tidaklah benar." Tampak Jackson tengah menimpali ucapan adik perempuan satu - satunya itu.

Aurora bangkit dati posisinya, dengan marah dia langsung berkata. "Lihatkan, bahkan sekarang kakak sudah memanggilnya dengan sebutan mama!" serunya tak terima.

Aurora menatap Jackson dengan tatapan marah sekaligus kecewa. Dan Jasmine bisa melihat hal itu dari posisinya saat ini.

"Sebenarnya apa yang telah dia lakukan pada kakak dan Wil. Sampai - sampai kalian berdua dengan mudah menerimanya, huh?!"

Teriakan itu menggema di penjuru ruangan. Dan tak sengaja tatapan Aurora tertuju pada Jasmine yang berada di tak jauh dari mereka bertiga.

"Kau!" Jadi telunjuk Aurora teracung kearah Jasmine yang saat ini juga tengah menatapnya.

"Apa yang kau lakukan pada keluarga, sampai - sampai mereka tunduk sekali padamu?" lanjutnya dengan tatapan sinis.

Jasmine masih diam, dia memberikan waktu bagi Aurora untuk mengungkapkan semua keluh kesah yang ada di hatinya itu. Jasmine tahu, menerima kehadiran orang baru di dalam hidupmu pasti butuh waktu.

Maka dari itu, sejak dia datang dan tinggal di rumah ini. Jasmine tidak akan memaksa ketiga anak sambungnya itu untuk langsung menerimanya. Terlebih ada perjanjian yang mengikatnya dengan anak sambungnya itu.

"Kau benar - benar perusak! Perusak kebahagianku! Pantas saja kau tidak punya orangtua!"

Deg

Jasmine membeku akibat ucapan yang di lontarkan oleh Aurora. Tidakkah Aurora sudah kelewatan berbicara seperti itu. Bisakah Jasmine marah atas apa yang Aurora ucapkan itu?

"Aurora?!" sentak Jackson pada adik perempuannya itu.

"Apa? Aku benar, kan? Dia bahkan tidak punya orangtua. Makanya dia bisanya cuma  merusak kebahagian orangla--"

Plak

Suara itu menggema di ruang santai itu. Aurora bisa merasakan rasa panas yang menjalar di pipinya akibat ulah tangan dingin kakaknya itu.

Rasa tak percaya hadir di hati Aurora ketika mendapat tamparan dari kakaknya itu. Bahkan selama hampir 18 tahun dia hidup, ini kali pertama dia mendapatkan tamparan. Dan itu dia dapatkan dari kakaknya.

Kakak yang begitu menyayanginya. Kakak yang begitu perhatian padanya. Kakak yang begitu peduli padanya. Kakak yang selalu mengabulkan apa yang dia inginkan. Kakak yang bahkan tidak tega melihatnya menangis ketika jatuh dari sepeda itu. Kini dengan mudahnya mendaratkan tamparan di pipinya.

Dan ini semua karena membela wanita itu. Wanita yang sudah membuat hidupnya berantakan. Wanita yang entah datang darimana dan malah menjadi istri ayahnya.

Jackson yang sadar atas apa yang dia perbuat, berniat mendekat kearah adiknya itu. Tapi belum sempat dia mendekat, Aurora sudah lebih dulu menjaga jarak dengannya.

"Ra?" panggil Jackson dengan tatapan sendu. Dia sama sekali tidak berniat menampar adiknya. Tadi dia reflek karena mendengar ucapan tak pantas yang Aurora katakan untuk mama barunya itu.

"Bahkan kakak sampai menamparku hanya untuk membelanya." ucapan itu diakhiri dengan kekehan sinis.

"Ra, kakak minta maaf." Jackson mengatakan hal itu karena merasa bersalah pada adiknya itu. Tidak seharusnya dia terbawa emosi seperti itu. Dan sekarang Jackson menyesal dengan apa yang di perbuat.

"Kalian semua berubah! Kalian sudah tidak sayang lagi padaku. Kalian berubah gara - gara dia. Dan kau, aku benar - benar membencimu!" Teriak Aurora marah sekaligus kecewa. Setelah itu, dia langsung berlari kearah kamarnya meninggalkan ketiganya dengan perasaan campur aduk.

...0o0o0o...

Di sebuah kamar yang gelap, samar - samar terdengar suara isakan. Isakan itu bahkan tak kunjung berhenti bahkan setelah 20 menit lamanya. Isakan itu semakin melemah seiring dengan sang pemilik tubuh yang terjatuh dalam alam bawah sadarnya.

...#__#...

Tampak seseorang yang kini tengah memperhatikan objek di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tapi tak lama, kedua telapak tangan orang itu terkepal kuat, begitu menyaksikan pemandangan di depannya itu.

"Kau tunggu saja waktunya. Aku pastikan kau akan hancur! Hancur sehancur - hancurnya." Sudut bibir orang itu terangkat, menampilkan seringai sinisnya itu.

Setelah menormalkan ekspresinya, orang tadi langsung memberi pesan kepada kedua orang. Dan tentu saja isi pesan itu berbeda. Bahkan sangat jauh berbeda.

Setelah itu, orang tadi meninggalkan tempat itu dengan hati berkecamuk. Sedangkan kedua orang yang tadi sedang di perhatikan itu tampak saling menebar tawa.

Namun ekspresi salah satu dari kedua orang tadi mendadak murung. Hal itu tentu saja membuat yang satunya mengernyit bingung.

"Ada apa? Kenapa kau tiba - tiba murung?" tanyanya pada gadis disampingnya itu. Si gadis tak menjawab, tapi langsung memperlihatkan isi pesan dari sahabatnya itu.

"Ooh, jadi temanmu itu tidak jadi datang kesini." Si gadis yang tak lain adalah Aurora itu hanya mengangguk pelan.

Sebenarnya niatnya dia ingin bercerita pada sahabatnya itu mengenai masalah yang sedang dia hadapi saat ini. Tapi ternyata sahabatnya itu tidak bisa datang karena sedang menemani neneknya yang tengah sakit.

Sedangkan sosok di samping Aurora hanya menampilkan wajah biasa. "Gimana kalau kita jalan - jalan saja. Aku tahu kau pasti butuh refresing, kan?"

Mendengar hal itu membuat wajah murung Aurora, langsung berubah dengan cepat. Senyum di bibirnya tampak begitu indah dimata orang tadi.

Langsung saja keduanya berlalu pergi menuju ketempat yang akan mereka datangi.

...#___#...

Sejak hari itu, Jasmine lebih sering diam. Bahkan dia tampak sering melamun. Dan hal itu tentu saja disadari oleh Venson, selalu suaminya.

"Sayang." panggil Venson sambil menepuk pelan bahu istrinya itu. Sontak saja Jasmine menoleh kearah Venson. Dia sama sekali tidak sadar kalau Venson sudah ada di balkon kamar mereka.

"Kenapa, heh?" tanyanya dengan pelan sambil duduk di samping istrinya itu.

Jasmine tersenyum kecil sambil menggeleng pelan. "Aku nggak apa - apa, Mas." Sayangnya Venson tidak percaya kalau Jasmine baik - baik saja. Buktinya, dia bisa melihat jejak samar airmata di pipi Jasmine.

Dielusnya pelan kepala istrinya itu kemudian membawa tubuh istrinya dalam dekapannya itu. "Kalau sedang ada masalah, ceritakan saja pada Mas. Biar Mas bisa berguna bagimu."

Jasmine mengeratkan pelukan itu, hatinya semakin sakit begitu mendengar ucapan itu. Kenapa bisa Venson berpikiran seperti itu. Dia sendiri tidak berniat menyembunyikan masalahnya, hanya saja kalau mengatakannya pada Venson, bukannya selesai malah semakin runyam.

"Mas, kok ngomong gitu. Aku benaran nggak apa - apa kok. Lagipula hidupku sudah sempurna kok. Mas mau tahu alasannya?" tawarnya pada Venson.

Venson mengangguk pelan sambil mengecup pucuk kepala istrinya itu. Jasmine tersenyum begitu mendapat perlakukan lembut dari suaminya ini.

"Karena aku punya suami sepertinya Mas. Punya ketiga anak yang baik padaku. Dan keluarga yang menerimaku apa - adanya, tanpa menuntut ini itu."

"Aku sangat bahagia." lanjutnya dengan senyum yang mengembang sempurna.

Venson menatap kearah istrinya dengan binar bahagia. "Mas, harap kau akan selalu bahagia disisi Mas."

"Itu pasti, Mas." timpal Jasmine dengan senyuman.

Disisi lain,

Tampak seorang pemuda yang kini mulai memasuki tempat yang menguarkan aroma alkohol begitu kuat. Bahkan musik pun seakan memekakkan telinga para pengunjung disana. Tapi hal itu tak membuat para pengunjung bergegas pulang, malahan mereka merasa betah ada disana. Apalagi dengan ditemani beberapa wanita yang akan menemani malam mereka.

Pemuda yang tak lain adalah si Jackson itupun kini mulai mengedarkan pandangan keseluruh ruangan. Tampaknya dia tengah mencari seseorang. Dan tatapannya tertuju pada seorang gadis dibalik meja bar.

Dengan langkah pelan namun pasti, kini dirinya sudah berada di depan meja bar. Gadis tadi yang menyadari adanya pelanggan langsung menawarinya minuman.

"Anggur." jawab Jackson sambil memperhatikan si gadis itu dengan intens.

Setelah beberapa saat, gadis tadi membawakan pesanan Jackson. "Silahkan." ucapannya singkat. Setelahnya dia kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa mempedulikan tatapan intens Jackson padanya.

Entah kenapa Jackson merasa berdebat begitu melihat gadis di depannya itu. Apa karena dia pernah di tolong oleh gadis itu atau ada alasan lainnya?

"Boleh kenalan?" Jackson masih menatap gadis itu. Tapi sayangnya gadis itu tak menanggapi ucapan Jackson.

Dan hal itu semakin membuat Jackson penasaran dengan gadis ini. "Hei, boleh kenalan?" tanyanya sekali lagi.

Kali ini ucapannya direspon oleh gadis itu, tapi jawaban yang dia dengar membuat Jackson terdiam. Terdiam karena shyok.

"Tidak." Itulah yang gadis itu ucapkan.

"Namaku Jackson, kalau kau?" Jackson masih berusaha untuk mengajaknya berkenalan. Walaupun sejujurnya dia sudah tahu siapa nama gadis ini. Tentu saja dia diberitahukan oleh mamanya itu.

"Tidak nanya." balasnya datar. Gadis itu lalu kembali mengelap gelas di tangannya itu. Bahkan kali ini dia memasang earphone di telinganya, kode agar pemuda itu tidak bertanya lagi padanya.

Melihat kelalukannya itu, Jackson merasa semakin penasaran dan tertarik pada penolongnya ini. Pokoknya dia tidak akan menyerah sampai gadis ini mau ngobrol dengannya.

Sepanjang malam, Jackson terus menganggu gadis itu bahkan sampai membuat gadis itu kesal tak ketulungan. Dan hal itu tak hanya berlangsung semalam, tapi malam - malam berikutnya Jackson terus mengganggunya.

...#__#...

...Gadis itu siapa, ya? Ada yang tahu?...

...Haiii, kalian apa kabar?...

...Harus sehat loh ya😍...

...🌿🍁🌿...

1
Bunda Puput
Luar biasa
Bu Dewi
Yach....
knp Wilson GK jodoh dg Syifa Thor
😢
Bu Dewi
baru dipart ini aku benar2 nangis Thor.
knp Jasmin bodoh banget sih klo GK bisa ngejelasin semua mending pergi saja😭
Ririn Nursisminingsih
ini ceo kok bodoh banget...ya diselidikilah
Ririn Nursisminingsih
udahlah jasmin klau kmu ndak dihargai mending pergi aja
Ririn Nursisminingsih
iyaa neh jasmin kok ndak bertindak tauwilson di bully kok ndak greget gituyaa
Irene
suka ceritanya
Vitamincyu
...
Vitamincyu
..
Khoerun Nisa
novel bikin Gedeg sbnrnya di cerita ini mengisahkan apa ko GK jelas bgt
Khoerun Nisa
teka teki tp GK di kasih jwban
Khoerun Nisa
bukan nya Daddy knp JD ayah
Khoerun Nisa
knp pula JD bdoh jad bilang aja ank2 yg memaksa mentdtangi kontraknya
Khoerun Nisa
aku GK suka sikap ibu tirinya keliatan sabodoan BKN nya nyelsein mslh mlh ikut2n nyembunyiin cari ke orng yg suka bully itu laporin ke guru toh udh kenal ini eh mlh ikut diem gmn mau ngambil hati anak2 klu lmbek gtu
Khoerun Nisa
mnghdpu orng ky gtu harus di bikin tegas tor jngn lebay gtu
Khoerun Nisa
kurang cocok harusnya JD Mak tiri yg tegas buat anak tiri yg congkak gtu
Imelda Sipayung
seru ceritanya
AR Althafunisa
entahlah.. mungkin Venson punya sesuatu rencana, tapi rencana itu malah nyakitin istri, secara ibu hamil ga boleh banyak pikiran. sama aja, membunuh secara perlahan kamu mah Version Version, udah taunya nyari duit doang. permasalahan anak-anaknya main diserahin kenistri, dia kagak mau tau. 😏
AR Althafunisa
knp ya nyeseknya sampe tangan tuh rasanya ada aliran listrik. perihhh
AR Althafunisa
semakin berat permasalahannya.. 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!