Indonesia
NovelToon NovelToon
I Don'T Love The CEO

I Don'T Love The CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / CEO / Percintaan Konglomerat / Hamil di luar nikah / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lujuu Banget

"Menikahlah denganku!"

Tatapan tajam pria tersebut tidak membuat wanita yang ada di hadapannya akan takut, malahan dia juga menatap pria itu dengan tatapan tidak kalah tajam.

"Aku tidak mau!" pekiknya kesal karena lelah dengan pria yang terus mengajaknya menikah.

"Apa kamu harus mengandung anakku supaya kita menikah?"

"Jika kamu melakukan itu, aku akan pergi dari hidupmu!"

Fajri Anggara, pria tampan, kaya raya, bahkan CEO dan pewaris tunggal perusahaan terbesar di Asia, bahkan perusahaannya tengah berkembang di Amerika.

Fajri terus membujuk Saskia Hani, kakak kelas sekaligus mantannya ketika SMA, tetapi wanita ini, dia malah terus menolak ajakan Fajri. Sebenarnya kenapa Saskia menolak Fajri? Bagaimana sebenarnya dengan masa lalu mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lujuu Banget, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Pernikahan Seumur Hidup

"Terima kasih," ucap Saskia seraya membayar ongkos taksi.

Kakinya melangkah turun, tatapannya mengarah ke arah gedung tempatnya bekerja dulu, tempat takdir mempertemukannya kembali bersama Fajri.

Dengan langkah pelan, Saskia melangkah masuk, hanya ke tempat ini yang ada di pikirannya bisa bertemu dengan Fajri, dia tidak akan datang ke rumah Fajri apapun yang terjadi!

"Saskia? Itu kamu?" Seorang wanita melangkah mendekati Saskia membuat wanita itu segera tersenyum lebar.

"Vina!" pekik Saskia seraya memeluk Vina yang sudah ada di hadapannya.

Sudah lama dia tidak bertemu dengan Vina, apalagi semenjak dia menjadi sekretaris Fajri, hubungannya dengan Vina mulai merenggang karena kesibukan masing-masing.

"Kamu kenapa di sini? Aku kira kamu sudah berhenti."

"Iya, aku ingin bertemu dengan tuan Fajri," ujar Saskia memberitahu maksud kedatangannya.

Dia harap, Vina tidak bertanya akan banyak hal, dia juga berharap Vina belum tahu hubungannya dengan Fajri. Saskia tidak mau orang-orang berpandangan buruk kepadanya, karena mau bagaimanapun, yang miskin akan selalu salah.

"Tuan Fajri? Kalo tidak salah dia sedang meeting di luar."

Mendengar itu, Saskia sejenak terdiam, apa yang harus dia lakukan? Tidak mungkin dia menunggu di sini karena dia juga tidak tahu jadwal pria itu. Bagaimana jika dia tidak kembali ke kantor ini?

"Apa kamu mempunyai nomor sekretaris Wahyu? Aku ingin menghubunginya," pinta Saskia penuh harap kepada Vina, karena ponselnya tidak tahu sekarang ada di mana.

"Boleh, pakai saja ini!"

Saskia menerima ponsel Vina sambil tersenyum lega, dia segera menghubungi nomor Wahyu, karena memang setiap karyawan selalu memiliki nomor pria itu, jika ada hal penting atau mendadak bisa menghubungi Wahyu.

"Ini aku Saskia, aku sudah ada di perusahaan, datanglah cepat!" pinta Saskia saat panggilan terhubung.

Hanya itu, Saskia segera memutuskan panggilan, dia memberikan ponsel Vina kembali seraya mengucapkan terima kasih. Sedangkan Vina hanya menganggukan kepala, dia juga harus pergi karena pekerjaan yang masih ada.

Sedangkan Wahyu yang baru saja menerima panggilan dari Saskia sedikit terkejut, dia mengerjapkan kedua matanya sebelum akhirnya tersadar dan melangkah mendekati Fajri.

"Saskia tengah berada di perusahan," bisik Wahyu membuat Fajri menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

"Apakah benar?" tanya Fajri mencoba memastikan jika itu bukan kebohongan.

Setelah hampir setengah hari dia menunggu wanita itu, bahkan ponsel Saskia saja tidak bisa dihubungi, dia juga sudah mengirim wanita itu pesan yang sama sekali belum dibalas. Dan sekarang ... setelah membuatnya menunggu, Saskia malah berada di perusahaan? Yang benar saja!

"Kita akhiri saja sampai di sini, untuk kelanjutannya saya akan mengirim perwakilan perusahaan saya," ucap Fajri seraya berdiri, dia mengulurkan tangannya kepada wanita di hadapannya membuat wanita itu tiba-tiba terdiam karena tidak menyangka Fajri memotong penjelasannya.

"Terima kasih," ucapnya seraya menerima uluran tangan Fajri.

Fajri tanpa basa-basi segera melangkah keluar yang diikuti oleh Wahyu, bahkan mereka melangkah sedikit cepat. Wahyu yang juga mengerti dengan situasi yang ada, mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga hanya sebentar saja mereka sudah sampai di perusahaan.

"Saskia!" teriak Fajri saat baru saja masuk.

Saskia yang mendengar teriakan itu segera berdiri, dia bahkan sedikit tersentak karena Fajri yang tiba-tiba memeluk dirinya, apa-apaan ini.

"Ke mana saja kamu?" lirih Fajri seraya memeluk Saskia dengan erat, dia terlihat lega karena sudah bertemu dengan wanita itu.

Saskia segera memberi kode kepada Wahyu agar menyadarkan Fajri karena mereka tengah berada di perusahaan, bagaimana jika semua orang melihat mereka?

"Tuan, lebih baik kita ke ruangan saja," bisik Wahyu yang mengerti dengan tatapan Saskia, mungkin jika ada family seratus, sepuluh pria paling peka, Wahyu masuk sebagai salah satunya.

Fajri yang mendengar itu segera melepaskan pelukan mereka, dia mengengam jemari Saskia dengan lembut lalu melangkahkan kaki menuju ke ruangan, dia bahkan tidak peduli dengan tatapan semua orang yang mengarah kepadanya.

"Lanjutkan pekerjaan kalian!" tekan Wahyu membuat semua orang kembali fokus.

Sesampainya di dalam ruangan Fajri, Saskia segera melepaskan gengaman pria itu, bahkan Saskia sedikit menjauh dari pria itu membuat Fajri hanya menghela napas pelan, dia kira saat Galang bersamanya, Saskia akan menerima dirinya, tetapi ternyata tidak! Saskia sama sekali tidak berubah.

"Aku hanya ingin mengambil Galang! Mana Galang?" tanya Saskia tidak berniat basa-basi lagi. Yang ada di pikirannya hanyalah Galang dan Galang.

"Anak kita baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir begitu," ujar Fajri.

Dia menjatuhkan bokongnya di atas sofa, matanya melirik Wahyu yang diangguki oleh Wahyu, lalu menepuk sofa memberi isyarat agar Saskia duduk di sampingnya. Tetapi Saskia malah duduk di hadapan Fajri yang jaraknya lumayan jauh dari pria itu.

"Aku sekarang ingin bertemu dengan Galang!" tekan Saskia karena dia sudah tidak bisa menunggu lagi.

"Kamu akan bertemu dengan Galang setelah menandatangani berkas itu!"

Wahyu memberikan sebuah berkas kepada Saskia membuat wanita itu segera membacanya. Bahkan Saskia melototkan mata saat membaca judulnya.

"Kontrak pernikahan? Kamu gila?" maki Saskia.

"Jika menahan atau mengurungmu, kamu pasti berniat kabur ... jadi lebih baik kamu tanda tangani kontrak itu," ujar Fajri seraya tersenyum lebar.

"Jika bercerai, hak asuh Galang ada di tanganmu dan aku tidak boleh bertemu dengan Galang lagi? Kamu benar-benar sudah kehilangan akal?"

"Jika aku kabur membawa Galang, maka aku akan dipenjara lebih kurang sepuluh tahun? Kamu berniat membunuhku?"

Saskia memijit keningnya setelah membaca kontrak pernikahan seumur hidup itu. Apakah Fajri benar-benar ingin memilikinya? Apakah sebegitu obsesi pria itu kepadanya?

"Aku hanya ingin hidup dengan tenang bersama Galang, hanya itu," lirih Saskia dengan tatapan putus asa.

Dia tidak memiliki kekuatan apapun untuk melawan Fajri, pasti mudah bagi Fajri mengatur semuanya, karena dia memiliki uang.

"Jika tidak begitu ... kamu tidak akan pernah menerimaku, aku berjanji akan mencintai dan memperlakukanmu dengan baik, percayalah," ujar Fajri dengan tatapan penuh keyakinan.

Saskia hanya menghela napas dengan kasar, dia hanya ingin bertemu dengan Galang, hanya itu! Dia ingin membesarkan anaknya sendiri. Kenapa Fajri selalu memperumit semua masalah?

"Kenapa tidak seperti yang kukatakan? Aku akan memberikan Galang kepadamu setelah dia dewasa!"

"Yang kubutuhkan bukan hanya Galang, tetapi kalian berdua," lirih Fajri.

Keheningan menyapa mereka, bahkan Saskia benar-benar tidak berniat untuk menandatangani kontrak tersebut, jika dia tidak tanda tangan, maka dia tidak akan bertemu dengan Galang. Bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan?

"Sepertinya kamu masih butuh waktu, aku akan memberikan waktu untukmu, silakan bawa kontrak itu dan pikir-pikir lagi, Wahyu akan mengantarkanmu pulang," ujar Fajri seraya berdiri.

"Seperti yang kamu ketahui, kamu hanya bisa bertemu dengan Galang setelah menandatangani kontrak itu!"

...***...

1
virshere ads
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
ForGoodluck
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
RainbowSweety
Seharian ini mumet dan ternyata author kesayangan aku update :) Aku tak jadi mengeluh
Lujuu Banget: maaf banget untuk beberapa hari ke depan bakalan jarang update soalnya lagi kurang sehat maaf banget ya
total 1 replies
Dzhulfa
up nya lama
Lujuu Banget: maaf ya updatenya lama soalnya lagi sakit. maaf banget ya🙏
total 1 replies
Waria
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊💪🙏
infinite soul
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
Dzhulfa
sempurna
Tetik Saputri
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!