Rania Mauren terlahir dari keluarga Dokter. Ayah dan Ibu nya bekerja di sebuah rumah sakit milik pemerintah di pusat kota. Ibu nya adalah seorang dokter Obgyn alis dokter kandungan, sedang ayah nya adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam.
Gadis berusia 22 tahun itu di kenal sebagai seorang pendengar yang baik, pemberi solusi dari setiap masalah orang orang di sekeliling nya dan juga menjadi anak kesayangan di keluarga nya.
Namun, ada rahasia di balik senyum nya yang selama ini selalu dia perlihatkan pada teman teman dan juga orang orang di sekitarnya..
Rahasia apa yang Rania sembunyikan...???
🌿
Welcome to Novel Otor ratu_halu yang ke-5..
Menerima kritik dan saran (dengan kalimat yang sopan)
Enjoy 💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32
Niat hati menunda segera pergi hanya demi memastikan rania masuk melewati gerbang kampus dengan selamat, namun mata om aldo membulat ketika harus melihat kekasih nya di datangi seorang pria..
Om aldo memperhatikan tanpa berkedip, dari kejauhan sepertinya pria itu adalah dosen muda yang pernah dia lihat sebelumnya..
"Ck! Kenapa mereka berjalan sedekat itu..?? Apa dia sengaja.." Om aldo mendesis, kesal.
Hingga sosok kedua orang berbeda jenis kelamin itu menghilang dari pandangan, om aldo belum juga meninggalkan area sekitar kampus..
Dalam hati nya ingin sekali menghubungi nomor rania, namun dia urungkan segera, sebab tak ingin di anggap terlalu posesif atau cemburuan, padahal sesungguhnya memang iya...
Cukup lama om aldo berdiam diri di mobil nya itu, sampai masa nya dia pun mengingat hari ini harus menyelesaikan masalah nya dengan Salsabila.
Setelah mendapat nasihat dan usul dari kakak perempuan nya, om aldo akhirnya memutuskan untuk membuat janji temu dengan mantan sahabatnya, Frans.
Entah bagaimana hubungan Frans dan Salsabila, yang pasti om aldo harus memberitahu frans apa yang istri nya itu lakukan di rumah nya selama dua hari terakhir...
Kendaraan om aldo pun mulai melaju membelah kemacetan pagi itu dengan kecepatan sedang..
Semalam sebelum tidur dia sempatkan untuk mengirim pesan yang isi nya meminta bertemu dengan frans. Di sebabkan frans yang sibuk menjalankan perusahaan nya, pria itu meminta om aldo datang ke perusahaan milik nya sekitar pukul 10 pagi...
Mungkin ini demi hubungan nya dengan rania, om aldo sampai menekan ego nya agar masalah ini cepat selesai. Padahal jauh di lubuk hati nya, masih ada rasa sakit hati atas pengkhianatan yang di lakukan Frans pada nya..
Satu jam perjalanan, kendaraan om aldo tiba di parkiran gedung yang memiliki 23 lantai itu. Sama seperti diri nya, Frans adalah seorang pewaris bukan perintis. Mereka kuliah di kampus yang sama dan di fakultas yang sama pula. Entah itu kebetulan atau memang sudah takdir, mereka selalu bersama hingga lulus S2...
Om aldo turun dari mobilnya, berjalan masuk ke dalam lobi..
Tak ada yang berubah, perusahaan itu masih sama seperti dulu. Di masa lalu, om aldo memang sering berkunjung ke perusahaan milik keluarga Frans, membantu sahabat nya itu mempelajari semua tanggung jawab seorang pemimpin perusahaan..
Waktu yang mereka lewati bersama harus sirna dengan satu kesalahan fatal yang Frans lakukan. Bahkan sampai detik ini om aldo pun tak tau alasan apa yang membuat frans menikungnya dari belakang...
Om aldo langsung ke resepsionis, mengatakan tujuan nya datang ke perusahaan tersebut. Setelah resepsionis memastikan bahwa om aldo sudah memiliki janji temu, pria itu pun di persilahkan naik ke lantai tertinggi gedung itu...
"Tuan Rivaldo, silahkan masuk. Tuan Frans sudah menunggu..." Ucap seorang wanita menyambut kedatangan om aldo. Sepertinya wanita itu adalah sekretaris Frans, sebab meja kerjanya berada tepat di depan ruangan pria itu..
Om aldo mengangguk dengan wajah datar,
Cklek..
Suara gagang pintu uang di putar oleh sekretaris itu. Dia masuk lebih dulu sebelum om aldo, samar samar terdengar Frans mempersilakan om aldo untuk masuk pada sekretaris nya..
Om aldo masuk, tak lama sekretaris itu pun keluar dari ruangan om aldo..
Pandangan mata mereka langsung bertemu di satu titik. Om aldo coba menekan seluruh rasa dalam diri nya. Rasa marah, benci dan kecewa dengan bersikap biasa saja, seolah tak ada kejadian besar yang terjadi di masa lalu..
"Aku tak menyangka hari ini akan tiba, kau datang mencari ku.." Pria itu bangun dari kursi kebesaran nya, entah kenapa tatapan nya terlihat meremehkan..
Sorot mata om aldo begitu tajam, dalam sekali lihat saja, orang pasti bisa melihat, om aldo adalah tipe pria yang tegas namun berkharisma..
Om aldo menganggap ucapan frans tadi sekedar penyambutan selamat datang untuk nya..
"Silahkan duduk.." ucap frans lagi
Om aldo menjatuhkan bobotnya di sofa panjang, sementara frans di sofa tunggal..
"Aku tidak akan berbasa basi. Aku minta padamu, tolong jaga istri mu dengan baik. Sudah dua hari ini keluarga ku di teror dengan kedatangan istri mu itu!!"
Frans nampak terkejut, dia tak tau akan hal itu..
"Jangan asal bicara!! Untuk apa istriku datang kerumah mu??" Frans mencondongkan tubuhnya, sepertinya dia terbawa emosi
"Aku tidak tau dan tidak mau tau!! Aku kesini hanya ingin memperingatkan mu, aku bisa melaporkan salsabila jika dia terus terusan datang ke rumah ku dan membuat keributan seperti kemarin.."
Ketegangan jelas terlihat di mata frans, dia tidak tau harus mengatakan apa sebagai balasan atas ucapan mantan sahabatnya itu..
Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan, om aldo pun beranjak dari duduk nya.. "Kalau begitu aku permisi.." ucapnya berpamitan..
Frans diam di tempat, tak mencegah atau bahkan melontarkan kalimat apapun pada om aldo..
🌿
Di lain tempat dan di waktu yang berbeda..
"El, jangan marah dong.. Maafin gue.." Rania masih berusaha membujuk eliza..
"Lo kenapa nggak cerita, ran ? Gue kaya orang bego ngeliatin lo sama om aldo bermesraan kaya tadi tau nggak.." Eliza masih cemberut..
"Iya, sorry sorry.." Rania menangkup kedua tangan nya di depan dada, isyarat permintaan maafnya..
"Yaudah, gue maafin.. Tapi traktir gue, ya.."
Rania tersenyum cerah, bersyukur marah nya eliza tak sampai berlarut larut..
Sebagai jawaban, rania mengangguk cepat sambil tersenyum lebar.. "Siap, bos!!" seru nya sambil memberi hormat..
Akhirnya kedua nya pun tertawa bersama lagi..
🌿
"Rania.." Pak kio memanggil rania dari depan kelas..
Rania mengangkat kepalanya, menatap penuh tanya pak kio dari tempat duduk nya..
"tolong bantu saya kumpulkan semua tugas tadi dan bawa ke ruangan saya.."
"B-baik, pak.." jawab rania terbata,
Pak kio pun keluar lebih dulu dari kelas karena jam mengajar nya sudah selesai. Sementara rania segera mengerjakan tugas nya, berjalan kesana kemari, dari meja satu ke meja yang lain untuk mengumpulkan kertas kertas tugas yang sudah di kerjakan teman teman nya..
"El, ikut yuk.." Rania dengan tatapan memohon mengajak eliza untuk ikut dengan nya..
"Idih, ogah ah.. Ganteng sih, tapi galak banget.. Serem.." Eliza malah bergidik ngeri membuat rania jadi bimbang.. "Udah sana!! Gue tunggu di kantin, ya.." Eliza mengibaskan tangan nya di udara, mengusir rania agar sahabatnya itu cepat pergi..
Eliza malas jika harus berinteraksi dengan pak kio di luar jam pelajaran nya. Selain galak, dosen nya itu juga di kenal suka mempermainkan nilai mahasiswa nya..
Entah benar atau tidak, tapi lebih baik menghindar dari pada nanti nilai nya yang harus menjadi taruhan..
Rania berdecak kesal, mau tak mau gadis itu pun membawa tumpukan kertas itu sendirian..
Tok.
Tok.
Tok.
Rania mengetuk pintu ruangan, kali ini dia tak kesulitan menemukan ruangan pak kio, sebab sebelum nya rania pernah kesana..
"Masuk!!" Suara dari dalam semakin menambah kegugupan di hati nya..
Rania masuk ke dalam ruangan itu, pak kio tengah duduk di kursinya..
"Letakkan saja di sini.." kata pak kio, lembut sekali
Rania menurut, "Saya permisi, pak.." Kata rania tak ingin berlama lama..
"Rania, tunggu.."
Rani menoleh lagi,
"Apa kamu punya waktu, ada yang ingin saya katakan.."
🌿
🌿
🌿
GT trus y alurny
Semangat terus berkarya dan semakin sukses ya Thor....