Indonesia
NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

...Bulan demi bulan berlalu, detik demi detik berganti hingga perut Ratri yang mulanya rata kini semakin membuncit menampakkan usia kehamilannya yang besar....

...Rumah baru yang besar dan asri itu kini sering kali terasa begitu lengang....

...Sandra sedang padat-padatnya dengan tugas dan jadwal kuliah semester akhir....

...Sementara Devandra dan Rizal harus menguras energi serta pikiran untuk mengurus ekspansi rute penerbangan baru di maskapai....

...Suaminya memang sudah melarang Ratri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang berat dan menyiapkan beberapa asisten rumah tangga, tetapi rasa bosan tetap tak terhindarkan....

...Pagi itu, setelah mengantar Devandra ke depan pintu....

...Ratri kembali menatap sudut-sudut rumah yang hening....

..."Duh, Nak. Mama bosan sekali kalau cuma diam di rumah," gumam Ratri sambil mengelus perut buncitnya yang mengeras lembut....

...Teringat pesan dokter untuk tidak terlalu lelah namun tetap boleh melakukan aktivitas ringan yang menyegarkan pikiran, Ratri akhirnya memutuskan untuk keluar rumah....

...Ia mengganti pakaiannya dengan gaun hamil berwarna pastel yang nyaman, mengenakan sepatu datar tanpa hak....

...Ia melajukan mobilnya menuju ke sebuah taman kota yang asri dan tenang tak jauh dari perumahan mereka....

...Sesampainya di taman, ia menikmati udara segar pagi hari, berjalan-jalan santai, dan duduk menikmati jus buah sambil memanjakan calon buah hatinya tanpa sepengetahuan suaminya yang protektif itu....

...Ratri yang sedang asyik memandang bunga-bunga di taman, tiba-tiba merasa sepasang lengan kekar melingkar di pinggangnya dari belakang....

...Aroma parfum kayu manis yang sangat ia kenali langsung menyapa indra penciumannya....

...Seseorang menempelkan dagunya di bahu Ratri, membuat wanita itu tersentak kaget....

..."Nakal sekali istriku ini, keluar rumah diam-diam tanpa bilang Mas," bisik suara berat di telinganya, diikuti kecupan lembut di pipi....

...Ratri membalikkan tubuhnya dengan perlahan, menatap suaminya dengan mata membulat sempurna....

..."Mas, bukankah kamu sedang di maskapai? Katanya ada rapat besar hari ini?"...

...Devandra tersenyum, senyum yang sama yang selalu membuat hati Ratri tenang....

...Ia tidak melepaskan rangkulannya, justru mempereratnya seolah takut istrinya menghilang....

..."Rapatnya sudah selesai lebih cepat. Aku pulang ke rumah, tapi rumah sepi. Pelayan bilang kamu keluar pakai mobil," jelas Devandra sambil menatap lekat ke arah mata istrinya....

..."Aku melacak posisi gadget kamu, dan ternyata kamu ada di sini sendirian."...

...Ratri menundukkan kepalanya sambil memainkan jemarinya dengan rasa bersalah yang bercampur manja....

..."Maaf, Mas. Aku bosan sekali sendirian di rumah besar itu. Semua orang sibuk, aku cuma mau cari udara segar."...

...Devandra menghela napas panjang, lalu mengusap perut buncit Ratri dengan penuh kasih sayang....

..."Aku tidak melarangmu keluar, Sayang. Tapi setidaknya beri tahu aku. Kalau terjadi apa-apa di sini, siapa yang akan melindungimu dan anak kita?"...

..."Iya, Mas. Aku janji, lain kali tidak akan mengulangi lagi," jawab Ratri sambil tersenyum manis, berusaha meluluhkan kekhawatiran suaminya....

..."Ya sudah," Devandra mengalah....

...Ia kemudian menggandeng tangan Ratri dengan sangat hati-hati....

..."Karena aku sudah di sini, ayo kita jalan-jalan berdua sampai kamu puas, baru setelah itu kita makan siang di luar. Bagaimana?"...

...Ratri tersenyum bahagia dan rasa sepi yang tadi menggelayuti hatinya seketika menguap, berganti dengan perasaan aman dan dicintai.....

...Jam menunjukkan pukul sembilan pagi dimana matahari sudah terasa hangat menyinari kota. ...

...Setelah puas berjalan-jalan santai di taman, Devandra membawa Ratri ke sebuah restoran bernuansa tenang untuk menikmati makan bersama....

...Di sudut meja yang privat, mereka menikmati hidangan lezat hanya berdua dimana sebuah momen langka di tengah kesibukan masing-masing....

...Usai menyantap makanan mereka, Ratri bersandar santai di kursinya....

...Matanya menatap Devandra dengan binar manja yang menggemaskan....

..."Mas," panggil Ratri pelan....

..."Iya, Sayang? Mau tambah pencuci mulut lagi?" tanya Devandra lembut seraya menyerap sudut bibirnya dengan serbet....

..."Bukan, aku ingin ke penthouse. Hanya kita berdua."...

...Devandra menaikkan alisnya sedikit, terkejut namun terhibur dengan permintaan sang istri....

...Ia menyandarkan tubuhnya, memandang Ratri dengan tatapan penuh kehangatan dan rasa gemas....

..."Hm, kenapa istriku manja sekali hari ini?" goda Devandra dengan senyum tipis di bibirnya....

...Ratri hanya tersenyum tipis, merona merah tanpa menjawab....

...Ia mengusap perut buncitnya pelan, seolah menyalahkan si bayi kecil di dalam kandungannya atas rasa ingin selalu dekat dengan sang suami....

...Devandra tak sanggup menahan rasa gemasnya. Ia meraih jemari Ratri, mengecupnya lembut....

..."Baiklah, Kanjeng Ratu. Hari ini jadwal Mas sepenuhnya milik kamu. Kita ke penthouse sekarang," ucap Devandra yang siap menuruti setiap keinginan wanita kesayangannya itu....

...Devandra segera mengeluarkan ponselnya dari saku jas....

...Ia mengirim pesan singkat di grup percakapan keluarga untuk mengabarkan keberadaan mereka....

...[Rizal, Sandra, Papa sama Mama ke penthouse dulu ya. Mau istirahat dan jalan jalan sebentar berdua. Kalian jangan khawatir, semuanya aman. Jangan lupa makan siang.]...

...Di lantai atas gedung kantor maskapai yang megah, Rizal yang baru saja selesai meninjau laporan penerbangan mengecek ponselnya....

...Membaca pesan sang papa, sudut bibirnya terangkat, mengukir senyum tipis yang hangat....

...Ia menghembuskan napas lega, membayangkan mamanya yang akhirnya bisa bersantai setelah semua beban berat yang pernah meliputinya....

...Di tempat terpisah, di koridor kampusnya yang ramai, Sandra juga menghentikan langkahnya saat ponselnya bergetar....

...Melihat notifikasi pesan dari papanya, ia terkekeh pelan dan tersenyum tulus....

...Bagi Rizal dan Sandra, kebahagiaan mama mereka adalah yang utama....

...Setelah segala ujian dan perjuangan hidup yang telah mereka lalui bersama, melihat sang mama tersenyum, dimanja, dan dicintai sepenuhnya oleh papa mereka adalah hadiah terbesar yang tak ternilai harganya....

...Pintu penthouse terbuka, menyambut keheningan dan kenyamanan yang sudah lama tidak mereka nikmati....

...Ratri berjalan perlahan menuju kamar utama, menyandarkan tubuhnya dan merebahkan diri di atas tempat tidur empuk yang sangat rindukan....

...Devandra melepaskan jas dan melonggarkan dasinya, lalu menatap sang istri dengan penuh kelembutan....

..."Mas mandi dulu ya, Sayang."...

...Ratri menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum manis....

..."Iya, Mas."...

...Devandra melangkah masuk ke kamar mandi. Suara gemericik air shower mulai terdengar memecah keheningan kamar....

...Namun, hanya beberapa menit berlalu, tiba-tiba tubuh Ratri gemetar hebat....

...Kesadarannya menurun drastis saat gelombang kejang hebat mendadak menyerang tubuhnya....

...Dalam dorongan kejang yang tak terkontrol, jemari Ratri menyenggol gelas kaca berisi air minum di atas meja nakas....

...PRANGGG!...

...Suara pecahan gelas yang nyaring beradu dengan lantai langsung mengejutkan Devandra di dalam kamar mandi....

...Tanpa membuang waktu untuk mengeringkan badan sepenuhnya, Devandra melilitkan handuk dan panik berlari keluar kamar mandi....

...Matanya melotot horor melihat pemandangan di atas ranjang....

...Istrinya terbaring kaku dengan tubuh berguncang kejang, matanya mendelik, dan napasnya tersedak hebat!...

..."SAYANG!" jerit Devandra histeris....

..."Kamu kenapa?! Sayang!"...

...Melihat mulut Ratri yang mulai mengatup rapat dan berisiko menggigit lidahnya sendiri hingga terluka fatal, Devandra bergerak cepat refleks....

...Ia menyambar kain bersih terdekat di meja, melipatnya dengan sigap, lalu dengan cermat memasukkannya ke dalam mulut Ratri di antara selipan giginya agar tidak mengatup habis....

..."Sayang, bertahan! Tolong bertahan!" bisik Devandra dengan tangan bergetar hebat dan air mata yang mendadak menetes, berusaha sekuat tenaga menenangkan sang istri yang masih berada dalam cengkeraman kejang hebat....

1
Angraeny Angraeny
seratus apa sepuluh juta
Sayekti 0519
luarr biasa... mantap thooor
Sayekti 0519
Rizal daftar pilot kan keren
Sayekti 0519
mimpiii.....
Sayekti 0519
siksa aja dulu, udah benyok ks kepolisian
Sayekti 0519
mata d balas mata,jual anaknya k klup malam.biar rasa si anjing indra
Sayekti 0519
tolong tangkap si indra,siksa sampai ngaku patahkan tangan sama kakinya.bila perlu matanya jg
Sayekti 0519
rumah mobil dan yg lain d jual tinggal lah d luar negeri aja.biar amaan
sri hastuti
akhirnya happy end, makasih thor, bagus critanya 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Muft Smoker
tasya Dan Gabriel udh bisa Mandiri ,,
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
Muft Smoker
lihat tasya Gabriel ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
Muft Smoker
lengkap sudaah kebahagiaan mereka ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
Muft Smoker
waah devandra kecil udh debut kayakny
Muft Smoker
akhirny mereka sadar Dan mau berubah menjadi lebih baik lgii ,,
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
Muft Smoker
laaanjut kak ,,
Muft Smoker
yeeey akhirny ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
Muft Smoker
akhirny ratri Selamat ,,
udh deg2an ,,
Muft Smoker
aduuuuh kak ,, sypa lgii ini ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,
sri hastuti
waduh thor ,baru bahagia sebentar ,blm menikmati ,sdh spt itu , 😡😡😡
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!