Sarah Cantika Anugrah adalah gadis cantik dengan tinggi 160 namun berbadan cukup gemuk ia memiliki berat 75.kg, namun ia gadis yang amat tangguh dan berani walaupun terkadang baper dan cengeng, ia di hadapakan dengan kisah cinta masa kecilnya dan pengkhianatan bagaimana kah kisah nya? akankah ia menemukan seseorang yang menerima ia apa adanya dengan keadaan bertubuh gemuk ataukah sebaliknya ia tak akan pernah mendapat kan cinta sejati dari lelaki manapun soo.. lets check this out cerita ini untuk kalian yang bertubuh gemuk yang selalu insecure ,jangan minder! jangan takut! because BIG IS BEAUTIFUL❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evoy yoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SATU ATAU DUA
Sore itu Sarah dan Rio mengantar Wina untuk pulang, namun betapa terkejutnya Sarah ternyata Wina tinggal di pemukiman padat penduduk, beda dengan cerita Niko, dahulu Niko mengaku pada Sarah memiliki rumah dan dalam keadaan menyicil.
"Wina, kamu ga salah kan, jalan ke sini?" tanya Sarah, dan Rio pun hanya diam
"hmm ... gak mbak," ucap Wina lalu tiba-tiba Wina meminta Rio menghentikan laju kendaraannya.
"mas Rio, berenti di sini ajah" pinta Wina,
"aku antar yaa win" pinta Sarah
"gak usah mbak makasih lain kali ajah yaa mbak mampirnya, jangan sekarang," pinta Wina, namun permintaan Wina itu membuat Sarah merasa heran dan penasaran Sarah ingin menjawab namun Rio memberikan isyarat untuk diam dan menuruti keinginan Wina, Sarahpun menurut pada Rio dan membiarkan Wina untuk pergi, sepulang dari kediaman Wina di perjalanan Sarah hanya termenung,
"heii kenapa sihh," tanya Rio sembari membelai pipi sarah, namun Sarah yang merasa belum terbiasa akan kehadiran Rio sedikiti menolak.
",hmmm, kamu masih canggung yaa,"
"eh, hmm iyaa" ucap Sarah dengan rasa canggung nya
"hmm yaudah gak apa apa"
" oia Rio, kenapa kamu selalu bilang, kamu pacar aku padahal kamu baru pulang dan baru ketemu aku" ucap Sarah ia merasa tidak yakin
" oke ... okee . jujur aku pria normal sar, aku di luar sana pernah beberapa kali berpacaran, tapi selalu kandas yaa karena aku masih ada rasa sayang sama kamu sar, semenjak kita pisah dari SMU dulu" ucap Rio
"Smu,?? Rio, kita pisah pas SD, dan kamu lost kontak dari aku pas SMP" sarah mengucapkan itu seraya mengajak Rio untuk mengingat kembali.
"ohh iyaa yaaa maaf maaf, kan udah tua hehehe, aku sayang sar sama kamu, dulu mungkin cinta monyet namun kini aku sungguh sungguh suka sama kamu" ucap Rio meyakinkan Sarah, namun Sarah hanya diam, tak menjawab ucapan Rio, sesampinya di rumah Sarah segera membersihkan tubuhnya dan beristirahat, tiba-tiba ponsel Sarah berdering
"halo"
"Sarah yaa?,"
"iyaa ni siapa?,"
"ni gue Fery temen Michelle, lu bisa kesini ga sih, si Michelle kayaknya mabok nih"
"haaah, mabuuk, emang dia minum apaan" ucap Sarah seraya mengernyitkan dahinya
"ya minum alkohol lah, dia gak biasa nya kayak gini dia tuh gak pernah minum sama sekali makanya sekalinya minum dia langsung ambruk begini" ucap Fery dengan suara panik
"hmm apa gue suruh Fery buat telepon mbak Diana ajah yaa" ucap Sarah dalam hatinya
"sar...ooy.. sar halooo kok lo diem sih cowok lu gimana nih gue ga bisa bawa dia balik sendirian," ucap Fery
"astaghfirullah iyaa... iyaaa.. iyaaa gue ke situ lu sharelock ajah ma gue" ucap Sarah dengan nada kesal. Ia lalu bangun dari tempat tidurnya ia meraih jaket dan kunci mobil segera ia pergi ke tempat yang di tuju ternyata tempat itu adalah apartemen Fery
Sesampainya di apartemen Fery ia segera melihat keadaan Michelle yang sudah tak berdaya di atas karpet dengan baju berantakan, Sarah yang melihat keadaan Michelle hanya bisa menarik nafas dan ada rasa kesal dalam hatinya
" el.... bangun ell" Sarah duduk sembari menepuk pipi Michelle, Michelle hanya menggeliat
"hmmm.... masih ngantuk" ucap Michelle
"hah.. ngantuk???" Sarah terlihat kebingungan, ia segera menoleh ke arah Fery
"dia mabok sar, gue ga bohong" ucap Fery sambil menahan tawa
"boong banget lu," Sarah bangun menghampiri Fery, tak lama kemudian Michelle membuka matanya
"fer jam brapa nih, gue balik ya" ucap Michelle ia belum menyadari keberadaan Sarah saat itu.
"baru jam setengah 10" ucap Fery seraya melirik ke Sarah, namun Sarah hanya melotot ke arah Fery padahal jam menunjukan pukul 11 malam.
"ayoo pulang" ucap Sarah dengan ketus , mendengar suara Sarah Michelle terperanjat dan segera bangun ternyata ada Sarah di apartemen Fery
"Sarah, kok kamu di sini" tanya Michelle keheranan
"saya yang seharusnya tanya, kamu ngapain mabuk di sini?" ucap sarah dengan ketus nya
"mabuk?, siapa yang mabuk sih orang aku pulang kerja main ke sini trus aku ketiduran" ucap Michelle sembari mengernyitkan dahinya karena rasa bingung,
"fer..hadeeehhh reseee banget sih" ucap Sarah ia memukul lengan Fery
"aaw.. ahahahah, lagian gue kesel si el galau mulu, udah ajah gue kerjain gue telepon loe" ucap Fery dengan tertawa terbahak-bahak
"lu telepon ceweknya lah si Diana" ketus Sarah.
"haaah .. Diana mana el?" tanya Fery
"Diana, diaaanaa yang ituuu looh" ucap Michelle mengajak Fery untuk mengingat.
"ohh.. dia hahaahahahaa... dia siih..." sebelum fery melanjutkan ucapannya Michelle berlari menutup mulut Fery, melihat itu Sarah semakin kesal
"gue balik...!" Sarah berjalan tergesa-gesa dengan perasaan kesal ia keluar dari apartemen Fery lalu Michelle mengejar dan menarik lengan Sarah
"tunggu.. sar, please!" Michelle memegang lengan Sarah sembari menatap lembut wajah Sarah.
"ini sudah jam sebelas, aku mau pulang," ucap sarayh dengan nada datar
"iyaa aku tau, tapi aku mohon malam ini ajah aku pengen banget ngobrol sama kamu, tanpa emosi tanpa kesel, yaah, kamu bisa, kan?" Michelle berbicara sembari memegang kedua bahu Sarah dan mencoba meminta pada Sarah
"aku lelah sar," ucap Michelle perlahan
"kamu pikir aku ga lelah sama sifat kamu, lagian mau ngapain lagi toh kamu yang singkirkan aku" Sarah terlihat menahan kesal
"hmmm, please aku ga mau kita emosi please banget sar" Michelle menundukkan kepalanya di hadapan Sarah seraya memegang kedua bahu Sarah
"Diana! siapa dia yang tiba-tiba ada di tengah kita, dia cantik, sepadan dengan kamu el" ucap sarah sembari menatap wajah Michelle yang tertunduk,
"kamu tau, aku kangen banget sama kamu sar," Michelle menatap mata sarah
"tapi aku enggak" ucap sarah dengan tiba-tiba
"terus saja berbohong sampe kamu puas, apa rasa kangen buat aku udah ga ada karena tergantikan sama Rio, dia teman masa kecil kamu itu kan" ucap Michelle dengan tegas
"kamu ga harus tau untuk siapa rasa kangen ini, yang jelas kamu saat ini sudah punya pengganti aku, dan asal kamu tau aku sudah mempersiapkan hati aku bila suatu saat kamu pergi ninggalin aku secara tiba-tiba dan membawa wanita lain yang lebih sepadan dengan kamu, ya aku harus siap, karena aku tau diri el, aku .. aku ..gak pantes el" ucap sarah dengan suara bergetar
"Diana itu bukan siapa-siapa aku sar, nanti aku akan kenalkan kamu lebih dekat dengan Diana okee" ucap Michelle sembari mencoba meyakinkan Sarah
"terserah, aku mau pulang" Sarah mencoba melepaskan tangan Michelle dari bahunya dan ia berbalik meninggalkan Michelle dan tiba-tiba Michelle memeluk Sarah dari arah belakang membuat Sarah terkejut dan hatinya berdegup kencang.
"I really miss you, aku beneran kangen sama kamu sar" bisik Michelle ke telinga Sarah, Michelle semakin erat memeluk sarah,
"kamu lelah yaa sar?, semua pekerjaan gudang aku limpah kan sama kamu, aku kejam yaa sar?," tanya Michelle sembari memeluk Sarah
"hmmm ga kok kamu ga kejam, dan aku juga ga lelah, udah yaa kamu istirahat, tidur di sini ajah, aku pulang dulu" ucap Sarah, lalu perlaham Michelle melepaskan pelukannya, ia menyadari bahwa Sarah sangat enggan berada di sisinya malam itu, Sarah tersenyum dan berjalan tanpa menoleh ke belakang ia terus berjalan melewati lorong apartemen.
"aku lebih sayang sama kamu sar aku cinta kamu sar, suatu saat kamu bakal tau Rio itu siapa, dan saat itu pula kamu akan menyadari kalo aku yang lebih tulus sayang dan nerima kamu apa adanya sar," ucap Michelle lirih dalam hatinya ketika ia melihat Sarah berjalan menjauh dan hilang dari pandangannya,
Dengan cepat Sarah berjalan tak terasa air matanya mengalir deras ia masih merasakan pelukan hangat Michelle yang sebenarnya ia pun sangat rindu namun kini sarah sangat bingung karena ia di hadapkan oleh 2 orang laki-laki di dalam kehidupan nya Rio dan Michelle keduanya menyatakan rasa sayangnya dan cintanya pada Sarah, Sarah menjadi dilema, disisi lain ia sangat menunggu Rio, namun ia juga tak bisa membohongi perasaannya ia pun masih menyayangi Michelle walauouan ia tau kini Michelle sudah memiliki kekasih Sesampainya di mobil Sarah menangis tersedu-sedu, dadanya sesak, tak lama kemudian ponsel Sarah bergetar ternyata chat dari Rio
"beby, met tidur yaa.. love you" isi chat dari Rio semakin membuat Sarah dilema malam itu, ingin rasanya ia menjerit karena dadanya terasa sesak, hati dan fikirannya sangat kalut malam itu.
makanya El buru2 blm sempat kasih tau sarah dan pasti El lg focus
itu kamu bilang di depan Sarah yg kamu porotin uangnya Nik ga malu apa..cicilan motor minta dibayarin cowok ga punya harga diri...ga percaya nantinya kamu bisa tanggung jawab org kamu aja byk pacarnya suka mainin cewek
duh sarah ngomong donk semua kelakuan Niko biar tau Niko itu seperti apa...biar ada yg percaya atau ga...bikin malu aja tuh sekalian...