Alexa Alvarez, seorang gadis yang tomboi, ceria, ahli bela diri, jenius tapi sangat ceroboh.
Javier Hernandez, tunangan asli Alexa yang belum pernah ditemuinya, Zaidan Hernandez, pria datar, kejam dan arrogan, Dia CEO ZH, Crops, yang juga Paman Javier, dan pria yang tidak sengaja tidur dengan Alexa.
Sampai suatu saat, Alexa salah mengenali, Zaidan sebagai tunangannya dan Javier sebagai CEO ZH, Crops.
Kisah mereka pun dimulai, antara Alexa, Zaidan dan Javier yang salah target.
Bianca, adik sepupu dari Javier, musuh dalam selimut Alexa.
Bianca orang yang hidup kembali, jadi Dia tahu cerita selanjutnya, yang selalu berusaha untuk membunuh Alexa agar bisa menjadi Nyonya besar Hernadez.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Javier
Laras memejamkan matanya, mengingat kembali bagaimana frustrasinya putranya saat tidak bisa menyelamatkan Alexa.
Flashback on
"Mom... Javier mohon kali ini saja, tolong berikan ponsel Javier Mom, biarkan Javier menghubungi Serkan, Uncle Serkan pasti bisa membantu untuk mencari Alexa," Bujuk Javier pada Laras.
"Tidak... Mommy tidak mengizinkannya, anak buah Serkan telah mencari Bianca, jika ikut mencari jalang itu, maka pencarian ini akan terpecah... Dan akan memakan waktu lebih lama..." Sahut Laras datar menatap Javier dengan sorot mata yang tanpa ekspresi apapun.
"Jika Bianca terlambat diselamatkan, bagaimana? Jika terjadi sesuatu Siapa yang akan bertanggung jawab hah?! Apakah Jalang itu mau disalahkan?" Ucap Laras dengan suara yang meninggi.
"Jika anak buah Uncle Serkan tidak boleh... Javier akan meminta bantuan pada keluarga Hernandez..." Ucap Javier lemah.
"Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan!!! Jika aku tidak boleh, selamanya tidak boleh!"
"Apa istimewanya Jalang itu?! Sampai kau berani menentang aku, apa kau sudah dipengaruhi atau diberinya ramuan?!" Teriak Laras sambil menatap Javier tajam.
"Mom... Bukan Alexa yang memaksa Javier, tapi Javier yang ingin melanjutkan perjodohan ini, tolong mengerti perasaan Javier untuk kali ini saja, Mom..." Ucap Javier memohon pada Laras yang tetap tidak bergeming sedikitpun.
"Aku melahirkan mu untuk menjadi sandaran ku! Untuk menjadi pendukung ku? Yang bisa membuat aku bahagia? Bukan untuk menentang ku! Atau menjadi musuhku, apa kau mengerti!!!" Lanjut Laras sambil melemparkan gelas pada Javier.
"Tapi nyawa Alexa juga dalam bahaya Mom... Aku merasa bertanggung jawab atas keselamatannya..." Sahut Javier dengan aura rendah.
"Aku berjanji, aku akan mencari dan menyelamatkan langsung Bianca, tapi, izinkan aku meminta bantuan untuk menyelamatkan Alexa..." Sambung Javier lagi.
"Tidak! Jikapun jalang itu mati... Aku tetap tidak akan mengizinkan kau ikut campur." Sahut Laras datar.
"Alexa tanggung jawab ku, Mom! Apa kau tidak mengerti, jika Bianca saja aku harus mencarinya, bagaimana dengan tunanganku, siapa yang akan mencarinya? Bagaiman jika dirinya juga dalam bahaya dan mengharap kedatangan ku..?" Ucap Javier memelas dan menjatuhkan dirinya dihadapan Laras, membuat Laras terkejut dan shock.
"Aku mohon Mom, biarkan aku menghubungi kolega dunia bawah, aku ingin mendengar kabarnya, aku sangat gelisah Mom, aku sangat khawatir, selama ini aku tidak pernah meminta apapun, anggap ini permintaan dariku..." Ucap Javier sambil meneteskan air matanya dan tangan yang mengakup didepan dada.
"Kau tahu, aku lebih baik menjodohkan mu dengan Bianca, sekalipun Dia sepupu mu, tapi Dia seratus kali lebih baik dibandingkan Alexa," Ucap Laras tiba-tiba membuat Javier langsung terdiam beberapa saat, tatapan matanya kosong dengan mulut yang terbuka.
"Apa maksud Mommy?" Tanya Javier dengan suara yang bergetar.
"Alexa bisa membuat keuntungan untukmu, begitu pula Bianca, aku sudah memutuskan untuk menjodohkan kalian, aku tidak ingin anakku dijadikan pion wanita murahan itu." Ucap Laras deng mata yang berkilat tajam
"Mom... Apakah aku ini anak kandungmu ataukah justru aku ini hanya pion bagimu, yang hanya kau gunakan untuk memenuhi ambisi dan obsesi mu itu." Sanggah Javier dengan tatapan yang terluka.
"Jangan bodoh Javier, apa yang aku lakukan saat ini semua demi masa depanmu, lagi pula apa untungnya kau menikahi Alexa, Dia hanya seorang jalang yang tidak mempunyai pengaruh dan mendatangkan keuntungan untuk dirimu, lihat Bianca, Dia anak dari salah satu pengusaha yang berpengaruh dari negara J." Ucap Laras mulai emosi.
"Mom! Aku menyukai Alexa!" Teriak Javier seolah sudah berputus asa.
"Apa!!! Bagaimana bisa kau menyukai jalang itu!!! Kau ingin membantahku?!" Sahut Laras seakan kehilangan kontrol.
"Dia bukan jalang Mom, Dia punya nama, Alexa Mom, namanya Alexa." Ucap Javier mulai berani.
"Aku tidak perduli siapa nama Jalang itu!!! Yang aku pedulikan hanya kau! Jika kau sampai nekad menyukai jalang itu, maka aku akan menghapus namamu sebagai ahli waris ku, lebih baik aku tidak punya anak yang bodoh seperti mu, dan kau hanya akan menemui jasadku." Ancam Laras sambil berdiri dengan mata yang melotot tajam.
"Baik... Baik... Aku akan mencari Bianca, tapi dengan satu syarat." Ucap Javier mengalah lalu kemudian berdiri dari posisinya yang bertekuk lutut dihadapan Laras.
" Setelah ini Mommy tidak boleh ikut campur lagi segala urusan pribadi ku, jika tidak... Maka malam ini juga aku akan terbang keluar negeri, menyusul Daddy... Dan tidak akan pernah kembali lagi..." Ucap Javier datsr dengan berdiri tegap dan menghapus air matanya, hatinya sangat sakit, wanita yang disayanginya itu sudah terlalu sering mengecewakan dirinya.
"Kau... Kau berani mengancam Mommy? Kau berani mengancam ku?!" Teriak Laras sambil menunjuk Javier dengan tatapan yang nanar lalu mengamuk dan mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Anggap saja ini satu kesepakatan..." Sahut Javier menatap Laras yang tampak berantakan dengan sorot mata yang datar, hatinya sudah tidak lagi tergerak sekalipun melihat tampilan Laras yabg saat ini terlihat menyedihkan.
" Kau... Kau memilih ingin mengikuti pria tidak berguna itu dari pada menuruti perintahku?!" Ucap Laras tidak percaya.
"Jika Mommy masih ingin aku tetap tinggal disini dan masih membutuhkan dukunganku, maka kau harus menyetujui dan menerima syarat dariku." Sambung Javier lagi sambil memberi kode pada Gara untuk mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Gara.
Setelah itu, Gara meninggalkan ruangan itu, selang beberapa waktu kemudian, Gara kembali datang dengan map ditangannya.
"Aku akan menuruti permintaan Mommy kali ini, aku akan mencari Bianca dan menyelamatkannya, aku juga tidak akan ikut campur dalam pencarian Alexa, tapi, setelah ini, hubungan kau dan aku hanya tinggal status saja, kita telah menarik garis lurus dan tidak akan ikut campur urusan masing-masing." Ucap Javier datar, tidak ada lagi tatapan hangat disana, semuanya dingin.
"Aku punya seribu cara agar Mommy menanda tangani dan memberikan sidik jari disana, Mommy tinggal pilih, cara baik-baik atau aku menggunakan caraku sendiri." Sambung Javier dengan tatapan kecewanya.
"Javier... Ada apa nak? Mengapa kau memperlakukan ini pada Mommy... Apa kau tahu, semua yang Mommy lakukan ini, untuk masa depan mu," Ucap Laras lemah dan gelisah.
Dirinya berdiri dan memperbaiki penampilannya, setelah itu, Laras tampak melangkah mendekati Javier, lalu mengulurkan tangannya, hati kecilnya tidak terima jika Javier lepas dari kendali dirinya.
Semua kekuatan yang Dia dapat hari ini karena status Javier, jika Dia tidak berpihak padanya lagi, maka dukungan terbesarnya akan hilang.
Tapi, jauh dalam hatinya mereda ada kekosongan, ada luka yang ikut Dia rasakan.
'Apakah aku memang salah? Apa kau terlalu melukainya? Apa aku sudah sangat mengecewakannya?" Tanya Laras dalam hatinya, tapi rasa bersalah itu berusaha disangkalnya, itu tugas yang harus dipenuhi Javier sebagai seorang anak laki-laki.
"Jangan perlakukan Mommy seperti ini, Sayang... Mommy bisa bertahan sampai saat ini hanya karena dirimu, jika kau menjauhi Mommy, untuk apa lagi Mommy bertahan..." Bujuk Laras berusaha membujuk Javier.
"Tanda tangan, atau aku akan menarik semua bawahanku yang sedang mencari Bianca, aku yakin, bawahan Mommy saja tidak akan mampu menemukannya." Ucap Javier lalu duduk disofa dengan santai, menjauhkan diri dari gapaian Laras membuat Laras seketika tertegun, sebelumnya Javier tidak pernah memperlakukannya seperti ini.
"Maafkan Mommy..." Bisik Laras lalu dengan terpaksa Laras menanda tangani surat yang dibawa Gara, sementara Javier hanya tersenyum miring.
'aku harap, aku masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan maafmu, Alexa.' Ucap Javier dalam hatinya dengan tersenyum pahit.
Keluarganya yang rumit, keterikatan nya, penentangan dari Laras serta sikapnya yang terlalu datar, mungkin itu semua sudah sangat menyakiti Alexa.
Tapi, Javier bertekad, ini kompensasi yang Dia berikan untuk bisa bersama Alexa. Setidaknya menebus rasa bersalah yang sudah membebani hatinya