Indonesia
NovelToon NovelToon
Mova And Mr.CEO

Mova And Mr.CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan
Popularitas:139.3k
Nilai: 5
Nama Author: Juli Ggart

⚠️Nulis capek, say. Jangan diplagiat. Pakai otak masing-masing ya.

Karimova Liana, atau biasa disapa Mova adalah gadis paling biasa di Seantinel Corp. Caranya berpakaian ialah yang paling kuno disana. Gaya hidupnya yang terlalu dibawah rata-rata selau dikecam cacian oleh seisi kantor. Bahkan CEO-nya yang tampan dan galak itu sampai ikut campur karenanya.

Tapi bukan hanya itu, cuplikan kisah di masa lalu membawa Raven sang CEO untuk terus ikut campur akan urusan Mova. Gadis itu adalah Cinderellanya. Perempuan yang ia perlakuan dengan istimewa meskipun dibawah rata-rata. Namun kebencian yang masih tersemat di hati Mova menghalangi hubungan keduanya dan jelas hubungan dengan CEO juga tidak mudah untuk dilalui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juli Ggart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayo Menikah

Gerald meluruskan kedua kaki, meletakkannya di atas meja mini balkon apartemenya. Laptop duduk manis di pahanya. Ia terlihat serius, sepuluh jarinya bergerak lincah di atas keyboard. Ia tengah merapikan jadwal harian, bulanan hingga tahunan Raven.

Sekelebat bayangan melintas di depannya. Ketika ia mengangkat pandangan ternyata itu bosnya.

"Anda tidak jadi menonton?"

Raven berbalik, memberikan sorot tidak senang. "Kenapa? Kau ingin mentertawakanku?"

"Tidak, Tuan." Sensi sekali, lanjutnya dalam hati.

"Hah..." Helaan panjang keluar dari bibir Raven. Ia menyandarkan pinggang pada pembatas balkon sementara tangannya naik terlipat di depan dada.

"Kenapa dia selalu jutek padaku?"

Gerald kembali mengetik di laptop, namun di membuka lebar telinganya untuk mendengar curhatan tuannya tersebut.

"Dan parahnya...aku tidak bisa marah padanya, Ger!"

Gerald menaikan pandangannya. Tidak bisa marah?

"Kenapa kau jadi menatapku begitu?" kesal Raven.

Gerald kembali menatap laptopnya. Membiarkan tuannya menghela nafas berulang kali. Tidak jelas? Memang.

"Aku sudah mengenalnya sejak SMP," cerita Raven. "Saat itu dia kelas 7 dan aku kelas 9. Sama seperti sekarang, dia dulu juga jelek. Lebih dekil malah. Aku secara tidak langsung sering bertemu dengannya karena sering bermain dengan Kamara. Waktu ia, dia sangat menyukaiku."

Gerald terus mendengarkan tanpa menyela. Jujur dia tidak menyangka tuannya dan si norak sudah lama kenal. Pantas saja langsung kelihatan memiliki konflik, ternyata sudah berakar dari lama.

"Dia selalu mencoba mencari perhatian dengan mengikuti aktivitas yang sama denganku. Ia juga mengirimkan bekal setiap aku ada kelas tambahan. Pesan berantai berisi penyemangat juga tidak ketinggalan. Aku jelas menolaknya. Aku tidak menyukai dia. Dia jelek dan aneh. Tapi aku salah waktu itu."

Helaan Raven makin berat dan kasar, menunjukkan kejelasan bahwa dia menyesali keputusannya dulu. "Kalau tidak suka, aku bisa menolaknya halus. Ya memang Mova keras kepala dan kukuh terus memberikanku perhatian meskipun telah aku bentak berulang kali. Tapi aku harusnya tidak pernah membullynya. Argh."

Raven mengusak wajahnya. Kenapa dia baru menyesal sekarang?

"Sekarang anda menyukainya dan dia tidak menyukai anda?" Itu yang disimpulkan oleh Gerald.

"Benar," kata Raven membenarkan. "Aku ingin memperbaiki kesalahanku. Tentu saja dengan menjaga dan memberikannya kasih sayang yang penuh."

"Anda belum menyukainya?"

"Itu yang aku tidak mengerti. Aku hanya ingin menjaga dan memastikan hidupnya baik-baik saja, tapi.... tentang suka atau tidak, aku tidak mengerti."

"Kalau begitu jaga dan pastikan saja hidupnya, anda tidak perlu mengikat diri dengan hubungan seperti pacaran, tunangan ataupun pernikahan. Yang paling penting, anda tidak perlu memaksa diri untuk jatuh cinta padanya."

"Tidak bisa, Ger! Aku tetap mau menikahinya!"

Gerald menyipitkan mata. "Kenapa?"

"Aku...aku tidak tahu. Yang pasti aku ingin menikahinya. That's it!"

"Jangan-jangan dia sudah jatuh cinta," ujar Gerald dalam hati. "Namun dia tidak menyadarinya."

"Menurutmu, apa yang harus aku lakukan agar dia tidak membenciku lagi?"

"Simpel saja," ujar Gerald. "Biarkan dia terus membenci hingga pada akhirnya ia mencapai titik jemu. Saat itu rasa benci akan pudar sendirinya. Tentu saja selama itu anda menjadi orang yang diharuskan bersabar dan terus menunjukkan bahwa anda benar-benar menyesali perbuatan sebelumnya."

"Baiklah aku akan mengikuti caramu," pasrah Raven dengan nada tak bernyawa."Awas saja jika tidak berhasil. Aku potong gajimu, Ger.

Jemari Gerald berhenti. Ia baru membuka sebuah email dan terkejut dengan nama pengirim dan Isinya.

"Tuan..Nona Nina ingin bertemu anda."

Gerald mengangkat pandangan. Ia melihat jelas mata Raven yang menggelap.

***

Mova menghembuskan nafas menatap bayangannya di cermin. Hari ini hari keduanya pelatihan dengan fokus pada materi manajemen waktu, public relations, etika dan teknik berkomunikasi, serta pelayanan kepada pelanggan.

Jika semalam selesai sekitar pukul 6 sore, maka hari ini bisa hingga pukul 9 malam dengan jeda istirahat 4 kali. Besok yang parah dan membuat Mova ngeri, yakni konsultasi interaktif dan diskusi dimana semua peserta dikumpulkan di satu forum yang sama untuk memecahkan suatu masalah atau membahas suatu kasus, dan juga bertukar pengalaman.

Itu lah kenapa hari ini Mova harus menyerap semuanya, karena besok materi tersebut akan diterapkan dalam diskusi. Astaga, memikirkannya saja sudah membuat Mova pusing. Lagian dia heran kenapa praktiknya begitu cepat.

Mova keluar dari kamar. Seperti semalam dia mengenakan rok span dengan warna pink pastel. Yah ternyata warna itu lebih bagus dari soft pink yang biasa ia pilih.

Untuk atasan ia mengenakan kemeja putih yang dilapis oleh mantel putih. Ia juga mengenakan tas jinjing pink pastel. Sesaat Mova merasa bahagia karena ini pertama kalinya ia mengenakan pakaian yang begitu bagus kualitasnya. Tapi tetap saja, dia tidak akan berterimakasih pada Raven. Ia melenggang santai bersama raut datar ke meja makan.

Raven sudah di sana, hanya mengenakan celana panjang dan kaus putih.

"Kau tidak pulang?"

Raven yang menyesap kopi menggerakkan leher. "Tidak."

Mova mendudukkan tubuh di kursi. "Bukankah jadwalmu di Indonesia tengah padat?"

"Cieee," goda Raven. "Diam-diam ternyata kamu memperhatikan jadwalku. Uh, so sweet sekali. Bagiamana kalau kita langsung menikah saja?"

Mova geleng-geleng kepala. Pria di depannya memang tidak waras.

Raven meletakkan cangkir kopinya. Ia menelusupkan tatapan serius pada Mova. "Ayo lah kita menikah, Mova. Kapan lagi kamu bisa berkesempatan menikah dengan pria tampan, murah hati, sabar, penyayang dan kaya raya sepertiku. Lagian mumpung ini belum tahun baru, kita bisa membuat program anak lebih cepat, lalu ketika tahun baru kita sudah memiliki bayi-bayi yang menggemaskan."

Mova meraih kotak bekal dan sepotong sandwich. "Aku duluan," katanya menarik tas pergi.

"Mova," teriak Raven. "Kalau kau tidak mau menikah, kita tunangan. Tahun baru nanti kamu tidak jomblo lagi. Bagaimana?"

Bam

Malah suara pintu yang dibanting kasar yang terdangar.

"Nikah gak mau, tunangan juga enggak, jadi apa? Pacaran? Atau jangan-jangan dia mau jadi selingkuhanku," dumel Raven.

"Nah kan jadi makan sendiri aku."

***

Entah apa yang merasuki pria itu, Mova tidak bisa memahaminya. Mengajak menikah? Gampang sekali bibirnya berucap. Hal itu harus berlandaskan cinta. Cinta dari Raven dan juga dari Mova. Masalahnya adalah saat ini Mova tidak mencintai pria itu. Lagipula ia tidak yakin Raven benar-benar ingin menikahinya.

Pria itu hanya terlalu merasa bersalah karena perbuatannya dahulu. Dia tidak paham bahwa perasaan ingin memperbaiki hubungan dan menjalin hubungan itu berbeda.

"Apa anda membenci Tuan Raven?"

Mova menelan hasil kunyahannya pelan. Yang bertanya adalah Gerald si tangan kanan Raven. Katanya tadi pagi supir semalam sedang sibuk, namun mendengar pertanyaannya tadi Mova jadi yakin supir itu bukan sibuk, melainkan memang sengaja dibuat sibuk oleh Gerald agar dia bisa masuk untuk mengintrogasi.

"Aku tidak mau berbohong," ujar Mova. "Aku memang membencinya. Sebagai tangan kanan, aku yakin anda pasti sudah mengetahui bagaimana sikapnya dulu padaku, bukan?"

"Iya." Gerlad sudah mencarinya semalam dan dia telah mengerti dari mana datangnya rasa benci Mova , serta kenapa Raven akhirnya jatuh cinta pada Mova.

"Tuan Raven benar-benar ingin memperbaiki kesalahannya. Anda jangan terlalu kasar padanya," lanjut Gerlad.

Mova mengigit lagi sandwichnya. Terlalu kasar? Ia tertawa miring dibuatnya. Dimana letak kekasarannya? Kalimat-kalimat juteknya memang asli dari karakternya, mungkin sedikit bold karena dia membenci Raven. Tapi hal itu masih diambang wajar, bahkan tidak seimbang jika digunakan untuk membalas kejahatan Raven di masa lalu.

***

Hayo gimana alurnya nih?

Anyway, Thanks for reading ❤️

1
Hamzah Lubis
sedih bngt baru kali ini nemu novel bikin mewekk
Hamzah Lubis
aku terharu thor ama ravan😭😭😭
Hamzah Lubis
ganteennggg
Zizan Murod
Baru nyimak, Thor
Feryfahimah Rahayu ningsih
setuju for, lebih nikmat terjemah sendiri atau original ide kita... semangat tor...😊👍
Susan Meliwaty
baru sadar kalo namanya beda reven dan Revan😂
Qipty Devastya
lm g up
eti kusmiati
thor kpn up lg,dah kngen
Ika Wahyuni
lanjuuuut😍
Mama Razan
ahirnya ttp sm rav ya
~biebah😘
lanjuttttt
Mama Razan
banyakin doa buat Ravan kali mov biar dia jg tenang disana dan km bs hidup bahagia dgn rav
~biebah😘
lanjuttt
Mama Razan
kalo nikah sih keknya si mova bakal nolak😜, apa iya si mova setega itu menghianati ravan??
Windy Febrianty
kok bisa ya Thor? bpkny bayi gasuka SM raven,tp anaknya suka..🤔🤔 hmmmm
Mama Razan
galau
Mama Razan
itu sih gegara mova udah ga peduli sm ravan, jd anak buahnya bertindak deh...
Mama Razan
harusnya mova jg sadar kalo anak buah ravan gak akan mmbiarkan dia bersama raven
Mama Razan
bangun deh samara, jgn kelamaan mimpi, dunia nyata lebih menyakitkan kalo lo sadar
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Windy Febrianty
🤣🤣😅 Mak lampirnya samara udh mulai gatel rupanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!