Indonesia
NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥇 Juara 1, Yaww 2026 Periode 1, Kategori 2 💞 dan Juara Tema Kreatif.



Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Begitu pintu mobil tertutup, mobil hitam itu langsung melaju meninggalkan halaman Ocean Blue.

Di dalam mobil, suasana langsung kacau.

“Turunkan aku!” Tasya terus memberontak di kursi penumpang. Tangannya mencoba membuka pintu, namun pintu mobil sudah terkunci otomatis.

“Tuan Alex! Kamu dengar aku tidak?!”

Namun, pria itu sama sekali tidak terlihat terganggu. Alex menyetir dengan tenang, satu tangan di setir. Seolah-olah tidak ada wanita yang sedang mengamuk di sampingnya.

“Berhenti memberontak.” Ucapnya datar.

“Aku akan menurunkanmu di rumah nanti,”

“Tapi aku tidak mau ikut denganmu!” Balas Tasya kesal.

Ia mencoba menarik tangannya dari genggaman Alex. Tetapi, tanpa ia sadari tangan kirinya sudah dipegang oleh Alex.

Pria itu tetap menyetir dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya menggenggam pergelangan tangan Tasya agar ia tidak membuka pintu atau melakukan hal lain yang berbahaya.

Tasya semakin kesal. “Lepaskan!”

Alex tetap diam, tidak ada jawaban. Seolah semua teriakannya hanya angin lewat. Beberapa detik kemudian Tasya menyadari satu hal Alex tidak akan mendengarkannya.

Wajahnya langsung mengeras. Tasya langsung menunduk dan menggigit tangan Alex dengan kuat.

“Ah—” Alex sedikit terkejut.

Mobil sempat sedikit oleng sebelum kembali lurus. Bekas gigitan itu cukup kuat. Namun, reaksi Alex justru tidak seperti yang Tasya bayangkan.

Pria itu tidak marah, tidak berteriak dan tidak menarik tangannya. Alex hanya menoleh pelan ke arah Tasya. Tatapannya datar tanpa ekspresi. Benar-benar kosong, seolah gigitan itu tidak berarti apa pun.

Justru tatapan itu yang membuat Tasya langsung terdiam. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Ada sesuatu di mata pria itu yang sulit ia jelaskan. Tasya yang tadi penuh amarah tiba-tiba merasa canggung. Ia segera memalingkan wajahnya ke arah jendela.

Menghindari tatapan Alex. Beberapa detik mobil hanya diisi suara mesin yang berjalan. Lalu, Alex akhirnya berkata dengan suara rendah,

“Sudah puas?”

Tasya tidak menjawab, dia masih menatap keluar jendela. Namun, Alex kembali melanjutkan dengan nada yang sama tenangnya.

“Kalau sudah … duduk yang benar.” Tangannya akhirnya melepaskan pergelangan Tasya.

“Kalau kamu membuat mobil ini celaka…”

Alex berhenti sebentar.

“Anak-anakmu akan kehilangan dua orang sekaligus.”

Kalimat itu membuat Tasya langsung menoleh.

“Dua orang?”

Alex kembali menatap jalan, jawabannya sederhana.

“Kamu … dan aku.”

Mau tidak mau, Tasya akhirnya memilih diam. Ia menyilangkan tangan di dada dan menatap keluar jendela, menahan semua kekesalan yang sejak tadi ingin meledak.

Di sampingnya, Alex menyetir dengan tenang.

Seolah apa yang terjadi beberapa menit lalu hanyalah hal biasa. Mobil itu melaju membelah jalan kota. Beberapa menit berlalu. Ketika mobil akhirnya berhenti Tasya langsung mengerutkan kening. Ia menoleh ke luar jendela. Bukan rumah kakeknya. Bukan juga jalan menuju rumah kecil itu.

Di depan mereka berdiri gedung penthouse mewah dengan penjagaan ketat. Tasya langsung menoleh tajam ke arah Alex.

“Ini bukan rumahku,"

Alex mematikan mesin mobil dengan santai.

“Aku tahu," Jawabannya singkat.

Detik itu juga Tasya sadar.

“Kamu benar-benar menculikku?”

Alex membuka sabuk pengamannya.

“Kamu terlalu banyak bicara.”

Lalu ia menoleh padanya.

“Turun," nada suaranya tenang, tetapi seperti perintah.

Tasya langsung menggeleng.

“Aku tidak mau!”

Ia bahkan memeluk tasnya dengan kesal.

“Aku ingin pulang.”

Alex menatapnya beberapa detik, tatapan itu dingin dan kemudian ia berkata pelan,

“Baik,"

Tasya mengira ia menang. Tetapi, kalimat berikutnya membuat tubuhnya menegang.

“Kamu mau turun sendiri…” Alex membuka pintu mobilnya dan keluar.

"Atau aku yang memaksamu?”

Ia berdiri di samping mobil dan menatap Tasya melalui pintu yang masih tertutup. Tatapan itu membuat Tasya tahu satu hal. Alex tidak sedang bercanda. Ia benar-benar bisa saja mengangkatnya lagi seperti tadi. Tasya menggertakkan giginya kesal. Ia benar-benar ingin memaki pria itu sepuasnya. Namun, di saat yang sama ia tahu Alex tidak akan peduli. Dengan napas berat, Tasya akhirnya membuka pintu mobil.

Ia turun dengan wajah kesal.

“Aku belum pernah bertemu pria sekeras kepalamu.”

Alex hanya menutup pintu mobilnya.

“Sekarang kamu sudah bertemu.” Jawabnya datar.

Tasya menatapnya tajam.

“Apa yang kamu inginkan dariku?”

Alex berjalan melewati Tasya menuju pintu masuk gedung. Namun, sebelum masuk ia berkata tanpa menoleh,

“Kita perlu bicara,” Ia berhenti sebentar.

“Kali ini…” Alex akhirnya meliriknya.

"Tanpa Dion.”

Begitu mereka melangkah masuk ke dalam gedung, suasana langsung berubah. Beberapa pengawal yang berjaga di pintu langsung menundukkan kepala.

“Selamat sore, Tuan.”

Alex hanya berjalan melewati mereka tanpa berhenti. Langkahnya tenang namun penuh wibawa. Tasya berjalan beberapa langkah di belakangnya dengan wajah masih kesal. Ia menatap sekeliling dengan perasaan tidak nyaman.

Tempat itu terlalu mewah.

Lobi penthouse itu luas dengan lantai marmer mengkilap dan lampu kristal besar menggantung di langit-langit.

Seorang pelayan segera mendekat dengan sikap sopan.

“Selamat datang, Tuan.” Ia menunduk sedikit.

“Apa ada yang Tuan butuhkan?”

Alex bahkan tidak berhenti berjalan.

“Tidak.” Jawabnya singkat.

Lalu ia menoleh sedikit ke arah Tasya.

“Ayo,” Ia berjalan menuju tangga besar yang mengarah ke lantai atas. Namu, Tasya berhenti di tempatnya.

“Aku tidak akan naik.”

Alex berhenti di anak tangga pertama, dia menoleh perlahan.

“Kamu yakin?”

Tasya mengangkat dagunya sedikit.

“Aku tidak punya urusan denganmu.”

Beberapa pelayan yang berdiri di kejauhan mulai saling melirik.

Alex memperhatikan itu, lalu ia berkata dengan tenang,

“Baik.” Ia melirik sekeliling ruangan yang luas itu.

“Kalau begitu kita bicara di sini saja.” Alex menyandarkan satu tangan di pagar tangga.

“Dengan semua orang akan mendengarkannya.”

Kalimat itu langsung membuat Tasya menegang. Beberapa pelayan memang sedang berdiri tidak jauh dari mereka. Jika mereka berbicara tentang anak-anak di sini semuanya akan tahu.

Tasya menggertakkan giginya kesal. Alex sudah berbalik menaiki tangga. Tidak lagi menunggunya, beberapa detik Tasya berdiri diam. Namun, akhirnya dengan wajah kesal ia ikut menaiki tangga di belakangnya.

Beberapa pelayan yang tadi diam mulai berbisik pelan.

“Apakah aku salah lihat?”

“Wanita itu masuk bersama Tuan Alex.”

“Selama ini tidak pernah ada wanita yang datang ke sini.”

Salah satu pelayan yang sudah lama bekerja di sana bahkan berkata dengan suara pelan,

“Itu pertama kalinya.”

Yang lain langsung menoleh.

“Maksudmu?”

Pelayan itu menggeleng pelan.

“Selama bertahun-tahun…”

“Tuan Alex tidak pernah membawa wanita ke tempat ini.”

Ia melirik ke arah tangga tempat mereka tadi naik.

“Dan sekarang…”

pelayan itu berbisik pelan,

“Dia bahkan membawanya langsung ke ruang kerja di lantai atas.”

"Sepertinya itu calon Nyonya rumah ini," lanjut yang lain.

1
frida
good job Thor terus lah berkarya
echa purin
👍
Ari Sawitri
bukannya sdh 9bulan ya di bab sebelumnya kok prematur ?🤔🤔
Ari Sawitri
team keamanan tp bukan buat istri dan anak anaknya. begitu kejadian br ada team keamanan. ini orang kaya bener bukan sebenarnya 🤔🤭😅
Sri Wulandari
akhirnya karma sdh menantimu kini giliran qm & istrimu yg akan menanggung smua perbuatan mu d masa lalu Arlond siap² sj qm mendapatkan hukuman yg setimpal dg apa yg telah qm lakukan pd kakakmu sendiri Arland
Sri Wulandari
gara² ingin hidup lebih baik qm rela kehilangan cinta pertama mu & menikah dg Merlin & qm lebih memilih mencintainya dlm diam tp lihat sprti apa hidupmu skrng hanya d manfaatkan sj sm klrg istrimu bahkan anak yg d kandung istrimu bkn anakmu & keserakahan tlh menghancurkan hidup kalian smua
Sri Wulandari
senjata makan tuan karma lngsng d byr lewat putri mu dulu qm membunuh Arlan & istrinya skrng qm akan mengulangi lg perbuatan kalian itu & putrimu & calon bayinya jg merasakan akibat dr k jahatan kalian bahkan akibatnya bakal lebih fatal
Sri Wulandari
knp qm g mencoba mencari tau apa yg sbnrnya terjadi dg klrg mu Tasya karna smua saling berhubungan termasuk tentang k matian k dua orang tuamu jg dendam 2klrg hingga saat ini
Sri Wulandari
harusnya qm jg curiga & waspada dg sikap Arlond kakek Rockhi karna selama ini dia yg sllu berusaha keras menyakiti Tasya siapa tau dia jg terlibat dg Jessy
Sri Wulandari
semakin qm berusaha menjauhkan Alex dr Tasya hubungan mereka akan semakin dlm & terikat... Jessy
Sri Wulandari
harusnya kakek buyut takut dg keturunannya yg ini mereka bs sj menghancur perusahaan mu jg bs menstabilkan kembal begitu jg dg mommynya
Sri Wulandari
menghadapi orang sprti tuan Vasillo qm mmng harus bersikap tegas & berani klu tdk qm akan d tindas & d remehkan apalagi dendam antara klrg kalian yg blm bs d lupakan oleh sm² k dua klrg & qm skrng ibaratnya masuk k sarang harimau kembali g bs maju pun mati
Sri Wulandari
kasian Tasya g punya tempat yg aman utknya & twins....kakek Vasillo bs menerima twins tp tdk dg Tasya apalagi klu tau Tasya cucu kakek Rockhi
Sri Wulandari
seandainya dr awal kakek Rockhi mau menceritakan smua sm Tasya pasti g akan ada k salah pahaman sprti ini sedangkan Arlond dia sprti kompor meleduk yg siap membakar apa sj supaya smua lebih membara
Sri Wulandari
Alex sdh menduga klu kakek Rockhi pasti tdk akan tinggal diam membiarkan cucunya Tasya menikah dgnya....
mslh Alex semakin rumit yg satu perjodohan yg d tentukan kakek Vasillo yg satu pernikahannya dg Tasya akan d pisahkan oleh kakek Rockhi d tambah k datangan Arlond yg akan membawa mslh buat Tasya & twins😔
Sri Wulandari
kakek Vasilo datang makanya Tasya & twins d pulangkan k rumah kakek Rocki tp d sana justru tdk aman ada pamannya yg jahat dtng utk bls dendam smoga Alex bs melindungi Tasya & twins dr pamannya yg jahat & serakah itu....
klu kakek Vasilo aq rasa g akan mslh dg kehadiran Tasya & twins mungkin dia akan sangat bahagia karna ternyata dia memiliki 2 penerus .... marahnya mungkin hanya sementara karna penerusnya itu ternyata msh k turunan musuh bebuyutannya jd rumit tp.... kedatangan Arlond mungkin akan membuka rahasia penyebab dendam antara 2 klrg Vasilo & kakek Rockhi
Sri Wulandari
untung Tasya & twins sdh pindah k rumahnya Alex klu tdk dia pasti ketakutan lg melihat kedatangan pamannya yg hampir menjualnya dulu waktu d Berlin
Sri Wulandari
membuka hati utk daddy twins beri dia kesempatan sebenarnya Alex tdk sejahat seperti yg qm pikirkan dia hanya sedikit sombong & keras kepala sm sprti Kenzo....Alex bersikap keras karna dia punya banyak musuh yg siap menghancurkannya kpn sj makanya hidupnya g suka d usik siapapun apalagi dia pernah mengalami trauma kehilangan orang tua sprti qm makanya instingnya utk melindungi diri & klrg sangat kuat
Sri Wulandari
qm khan seorang peretas Tasya harusnya qm bs melacak Dion lewat perangkat elektronik yg dia gunakan atau melacak keberadaan mobilnya atau apalah yg bs d lacak lewat internet....lha ini qm sprti kehilangan kecerdasan mu....panik boleh tp bodoh jngn😔
Sri Wulandari
apakah itu suara Dion 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!