Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Ekspresi berkaca-kaca aruna membuat liam tertawa pelan.
“Menggemaskan..”batin liam.
_________________
Aruna menghentikan angkot yang lewat..dan di sanalah mereka sekarang..duduk berdesak-desakan dengan banyak penumpang.
Liam sedari tadi bergerak risih..tubuhnya terus di dempetkan pada aruna..dia takut tubuh orang lain mengenainya..sedangkan aruna duduk dengan santai sambil sesekali tertawa kecil melihat kerisihan liam.
“Sayang..kenapa tertawa?..”kesal liam.
“Duduknya santai saja..ga ada yang gigit kok..”ucap aruna.
“Gamau..mereka pasti penuh kuman keringat..”bisik liam.
“Mana ada begitu..”balas aruna..liam tak menghiraukan perkataan aruna..dia masih bergerak dengan risih menjauhi penumpang di sampingnya.
Melihat kelakuan liam, aruna jadi merasa tidak enak dengan orang di samping liam..beberapa kali gadis itu meminta maaf pada pria muda di samping liam itu.
“Ganteng-ganteng jijian..”ucap seorang wanita yang duduk di depan aruna.
“Orang ganteng memang gitu mbak..kalau gak, pasti mukanya biasa aja seperti kita..”jawab wanita samping nya lagi..aruna tersenyum tak enak.
“Maaf buk, semuanya..dia baru kali ini naik angkot, jadi agak sedikit lebay mamang..”ucap aruna..para orang disana tertawa kecil mendengar ucapan aruna..sedangkan liam menatapnya kesal.
“Belum pernah toh..pantesan..”ucap wanita tadi.
“Jagain neng pacarnya..takut dicuri orang, mana ganteng pisan..”ucap wanita itu.
Aruna tertawa sambil mengngguk kecil..penderitaan liam akhirnya usai juga.
“Mari buk pak..saya duluan..”ucap aruna..sedangkan liam sudah ngacir turun..aruna lagi-lagi tertawa melihat pria itu.
Setelah turun liam langsung mengibas-ngibaskan seragamnya.
“Ga ada kumanya kok..kamu ini jijian banget..”ucap aruna.
“Gimana ga jijik sayang..mereka pasti habis pulang kerja dan berkeringat..jadi banyak kumannya..aku mana tahan..”bela liam.
“Iyadeh tuan muda cortner..”ucap aruna.
Mereka berjalan pelan berdampingan..tak jauh dari sana terlihat seekor anak kucing kecil mendekati aruna.
“Mimi..”panggil aruna.
“Kenapa kamu disini?..”tanya aruna..biasanya mimi selalu berada di sekitar minimarket.
aruna berjongkok, kucing kecil itu langsung mendusel-dusel di kaki aruna..aruna tertawa kegelian..dia mengambil kucing kecil itu dan di peluknya.
“Kotor sayang..”ucap liam..aruna menatap kesal liam membuat liam terdiam tak lagi protes.
“Kamu lapar ya?..”tanya aruna..kucing kecil itu mengeong beberapa kali seolah menjawab ucapan aruna..aruna duduk di kursi yang ada di sana sambil membawa mimi dalam pelukanya..sedangkan liam hanya mengekori gadis itu..aruna merogoh tasnya dan mengeluarkan kerupuk nasi yang di buatnya sendiri.
“Memang dia suka itu sayang?..”tanya liam.
“Mimi sangat menyukai kerupuk buatan ku..”jawab aruna.
Dan benar saja..kucing kecil itu menerima dan memakan dengan lahap kerupuk yang di berikan aruna..aruna merasa senang..dia terus memperhatikan mimi yang sedang makan..sedangkan liam terus menatap aruna..tatapan pria itu tak pernah lepas sekalipun dari aruna.
“Cantik..”batin liam.
“Sudah kenyang?..”tanya aruna saat mimi tak lagi makan..dan mimi mengeong menjawab pertanyaan aruna.
saat akan kembali meraih mimi..kucing kecil itu sudah melarikan diri.
“Kebiasaan udah kenyang kabur..”kesal aruna.
“Hahaha namanya saja hewan sayang..”ucap liam
.
.
Liam kembali mengandeng tangan aruna..mereka berjalan pelan melewati minimarket tempat aruna bekerja..dan bertepatan dengan itu, seorang pria keluar dari minimarkat yang mengenakan seragam minimarket.
“aruna..”panggil pria itu sambil melambai pada aruna..aruna yang merasa di panggil langsung menoleh.
“Bang arman..”panggil balik aruna sambil melambaikan tanganya..melihat itu liam merasa marah.
Aruna bergegas mendekati pria itu.
“Baru pulang?..”tanya arman.
“Iya bang..tadi ada kendala jadi pulangnya sama angkot..”jelas aruna.
“Owh begitu..sepedanya mana?..”tanya pria itu.
“Di kos bang una tinggalin..”ucap una.
“Kenapa di tinggalin?..rusak lagi sepedanya?..”tanya pria itu.
“Enggak..tadi perginya sama temen..ban mobilnya bocor..jadi naik angkot deh..”jelas aruna..liam yang dianggap hanya teman saja wajahanya berubah dingin.
“Pulang..”ucap liam datar..aruna dan arman menoleh pada liam..aruna heran dengan perubahan raut wajan liam..belum sempat bertanya liam langsung menarik tangan aruna..membuat aruna mau tak mau mengkuti langkah pria itu.
“Bang una pulang dulu..”teriak aruna sambil melambaian tangannya..arman membalas lambaian itu.
“Pria yang aneh..”ucap arman..pria itu akhirnya kembali masuk ke dalam minimarket.
.
Di sepanjang jalan menuju kos aruna..liam terus diam tak banyak bicara..aruna merasa aneh..tapi dia membiarkanya saja..sampai mereka di kosan liam semakin diam, membuat aruna merasa tak nyaman.
“Ada apa?..kenapa mukanya datar begitu?..”tanya aruna.
“Kamu gatau kesalahan kamu?..”tanya liam..aruan menggeleng pelan..liam semakin kesal.
“Pria tadi siapa?..”tanya liam.
“Bang arman?..”tanya aruna.
“Siapapun itu namanya..dia siapa?..”tanya liam.
“Kan tadi kamu sudah liat..di pekerja disana juga..”balas aruna.
“Apa harus seakrab itu?..”tanya liam..aruna mengeryit heran.
“Kami hanya saling sapa liam..”jawab aruna.
“Mana ada saling sapa begitu..”ketus liam..aruna tertawa pelan.
“Cemburu ni ceritanya?..”ejek aruna.
“Mana ada..”jawab liam cepat..aruna lagi-lagi tertawa kecil..tawa aruna justru membuat liam tambah kesal.
Tanpa aba-aba liam langsung menyambar bibir gadis itu.
Cup..
Aruna terdiam kaku tak bergerak..melihat tak ada perlawanan dari aruna..liam melumat pelan bibir itu..aruna yang tersadar langsung mendorong tubuh liam..dan kemudian lari dari sana dengan wajah memerah.
“Manis..”gumam liam.
.
.
.
TO BE CONTINUE……..