Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedekatan keluarga yang sebentar lagi mekar

Siang itu, Azarin tengah menyiapkan makan siang untuk Dean. Ia letakkan ompreng berisi makanan yang rumah sakit sediakan untuk pasien.

"Mas makan dulu." Ucap Azarin duduk dengan tenang di kursi kecil.

Sementara Dean dan Mia asik cekikikan sambil menggeser-geser handphone dengan Mia tiduran di sampingnya.

Melihat panggilannya tidak di sahut Azarin tarik handphone dari tangan Dean. Membuat dua bocil beda usia itu menoleh ke arahnya.

"Mama kenapa di ambil HP-nya?" kesal gadis itu.

"Iya yah, Mia. Padahal tadi belum celecai nonton." imbuh Dean dengan suara sengaja di cadel-kan.

Azarin memejam pelan, menarik nafas panjang. Menoel hidung mereka gemas bergantian. Membuat keduanya saling berpandangan, terkekeh bersama.

"Kalian berdua ini terlalu fokus dengan hp sampe ga dengerin mama ngomong lho." jawab Azarin dengan nada dibuat kesal.

Dean dan Mia saling berpandangan sebelum kembali menatapnya. Dengan ekspresi yang sama, memanyun malas.

"Iyekehh....???" kompak mereka berdua, kembali ngakak setelahnya.

Azarin tepuk dahinya menggeleng lemah. helaan nafas berat berhembus berkali-kali.

"Hadehhh sejak kapan mereka berdua sedekat ini yah?" lirih Azarin.

Ia sudah setengah pusing menghadapi ketengilan putrinya, ini malah nambah satu lagi bibit dewasa yang kelakuannya hampir mirip.

Azarin angkat tangannya tinggi-tinggi, menatap mereka dengan mata sengaja di garangkan.

"Mau dengerin ngga?! Apa mau mama tabok satu-satu, hmm?" ancamnya, sukses membuat Mia menegang. Sementara Dean terkekeh dibalik tubuh sang putri.

Dean tarik tubuhnya untuk duduk. Begitu juga dengan Mia yang duduk di pangkuannya. Pria itu terkekeh melihat wajah tegang putrinya yang turun sendiri dan duduk di pangkuan ibunya, memeluk tubuh Azarin seraya mendongak menatap ibunya sambil mengerlingkan mata.

"Maap mama...." lirih anak kecil itu, memanyun kecil, bola matanya mulai berkaca-kaca.

Azarin tersenyum tipis, menghela nafas panjang. Ia toel hidung Mia gemas, "Kamu ini makannya dengerin mama, yah?" yang langsung dibalas anggukan kecil sang putri.

"Iya mama..." Bukan Mia, melainkan itu suara Dean, dengan nada sengaja di cadel-kan sambil terkekeh, menarik selimut cepat menutupi wajahnya setelah mendapat delikan tajam calon istrinya.

"Mia tolong papa Mia. Mama mau ngamok...." kekeh pria itu dibalik selimut, menghadirkan gelak tawa kecil di bibir anak yang semula ingin menangis itu.

Azarin menarik nafas dalam sekali lagi. Ia segera membuka meja lipat yang terselip di antara brangkar dan nakas, meletakkannya di atas paha Dean.

"Makan dulu mas, kalo ga makan, masih bercanda, aku tabok beneran nanti."

Ia letakkan ompreng di atas meja lipat putih polos itu. Sementara Dean mengintip dari balik selimut. Sengaja berlagak ketakutan agar Mia tidak lagi menangis.

"Ciap....mama." balas pria itu.

Penghalang selimut di wajahnya langsung hilang saat Azarin menariknya paksa, menggeleng lemah. Ia sodorkan sendok ke meja, meletakkannya di atas ompreng.

"Makan mas."

"Iya sayang." balas Dean tersenyum tipis, tidak ada lagi candaan. Mulai fokus untuk makan.

Sementara Azarin menyiapkan piring satunya yang juga berisi makanan untuk Mia makan.

"Mia juga makan yah, kali ini menunya telor prekedel, sama sayur sop ayam."

Mia tutup mulutnya cepat, "Mama Mia gamau cayull... Mia mau telol aja ... " cicit anak kecil itu, menatap polos ibunya.

Sementara Azarin, pergerakan tangan wanita itu terhenti. Menatap lekat sang putri yang lagi-lagi harus dipaksa.

"Sayang....kemarin janjinya apa?"

Mia tetap tak mau menurunkan tangannya, menggeleng lemah.

"Cayul lacanya aneh, Mia gacuka...."

Azarin tepuk dahinya lemas. Menyesal dia dulu kenapa tidak langsung menjajakan sayuran kepada putrinya, malah telor duluan. Alhasil Mia sudah kenal gurih-gurih dan gamau nyoba sayur.

Seolah mengetahui kebingungan Azarin. Dean tatap Mia intens.

"Mia masih gacuka sayur?" tanya pria itu.

Mia menoleh menatap Dean dengan bibir memanyun, "Iya, Pa. Cayul lacanya anehh....Mia gacuka ..."

Pria itu terdiam, tatapannya beralih ke arah wajah Azarin yang kelihatan lelah.

Ia belum pernah tau seperti apa rasanya membesarkan seorang anak sendirian, perempuan lagi. Biasanya anak kecil perempuan memang pemilih.

Dean kembali tatap Mia intens, mencondongkan wajahnya sedikit dekat dengan sang putri, membisikkan sesuatu.

"Kalian ngobrolin apa?" tanya Azarin dengan satu alis terangkat.

Melihat reaksi Mia yang seperti tertarik dengan ucapan Dean, ia pun cukup penasaran juga.

Sampai akhirnya Dean tarik diri kembali menegakkan tubuh, dan Mia yang langsung heboh bertepuk tangan.

"Mau pa Mia mau! Papa janji ya?!" seru anak kecil itu penuh binar, yang langsung di angguki oleh Dean.

Tidak perlu di suapin, Mia sendiri yang langsung ambil sendok dan menyuapkan makanannya agak ragu-ragu ke mulut.

Namun saat ayam itu berhasil masuk, disitu Mia langsung membola, matanya penuh binar. Lalu mendongak menatap ibunya yang masih kebingungan.

"Maaa....! Cop-nya enak banget!"

Azarin tau Mia akan menyukainya. Ayam yang di sop dagingnya memang enak, selain empuk dia jus punya ciri khas tersendiri. Anak-anak yang semula tidak suka pun menjadi suka.

Azarin tersenyum melihat betapa lahapnya Mia makan di tangannya.

"Iyakan? Makannya apa-apa itu di coba dulu, yah?" yang langsung dibalas anggukan antusias sang putri.

Kini tatapan wanita itu tertuju pada Dean yang malah asik menonton Mia makan seperti nonton mukbang saja.

"Mas...kamu makan juga dong." yang mengejutkan pria itu.

"Iya, saking lucunya Mia makan mas ngerasa udah kenyang sendiri." lalu mengambil sendok, dan mulai mengaduk nasi.

"Maa...." cicit Mia.

"Iya sayang?"

Terlihat Mia menatap Azarin ragu sambil menggeser sayur kubis ke pinggiran.

"Mia gamau makan ini...."

Mendengar putrinya masih pemilih, melotot langsung wanita itu.

"Kamu masih mau menolak, hmm? Yaudah omongan papa tadi gausah di turutin, Pah!" seru Azarin menoleh ke arah Dean dengan tatapan tajam.

"Mia makan! Mia makan!" seru anak kecil itu, langsung menyendokkan kubis dan melahapnya, membuat Azarin hanya bisa menggeleng pasrah.

Sebenarnya dia juga gatau apa yang Dean janjikan pada putrinya sampai Mia begitu antusias makan.

Azarin condongkan telinganya ke dekat Dean, "Memangnya kamu tadi janjiin apa?" bisik wanita itu, menatap setelahnya.

Dean tersenyum saja, tanpa menjawab. membuat kening Azarin mengerut kecil.

"Mas....aku gaboleh tau?"

"Nanti kamu juga tau."

Bibir Azarin lantas memanyun, menatap jengah Dean yang sengaja menghindari tatap mata dengannya dengan makan lahap itu.

"Mas ihh....jangan jadi ngeselin kaya Mia dehh...." balasnya cemberut.

Dean sedikit menahan tawa, memasukkan nasi ke dalam mulutnya lagi dan lagi. Namun ia tetap tidak mau memberitahukannya, atau kalau tidak, Azarin pasti tidak akan setuju.

"Mass....!" mohon wanita itu, menarik-narik ujung baju Dean kesal.

"Mas ihh....udah mulai rahasia-rahasia an nih?!" imbuhnya lagi.

Dean tetap gamau buka mulut. Alhasil Azarin menyerah dan memalingkan wajah kesal.

"Awas aja nanti kalo manggil, gabakal nyaut aku."

1
Maria Magdalena
itu tante menor tante jalang mia tante murahan yg maunya harta doang 😁 tante mata duitan.
Cicih Sophiana
betul itu rumah di jakarta gak semurah di kampung Nay...
Cicih Sophiana
selama 7 tahun Dean setia menanti yg belum pasti bertemu kembali...
Cicih Sophiana
Azarin bagus 👍... ayo keluarin semua unek unek yg ada di hati mu sekarang... biar Fajar tau gimana sakit hati nya kamu.. waktu itu setelah melahirkan sendiri tanpa perhatian suami...
Cicih Sophiana
gimana Fajar nyesel kan...
dulu aja mau di buang ke panti...
sekarang nangis nengis
Cicih Sophiana
thor banyak typo nya nih...maaf yah
Dynhz: maaf atas ketidak nyamanan ya yah, pdhl dah ku revisi, mungkin ada kesalahan 😄🙏🏻
total 1 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Cicih Sophiana
Mia🤣🤣🤣🤣🤣 pinter dan lucu 👍😍
Cicih Sophiana
semoga aja mama nya Dean orang baik... mau nerima Azarin dan Mia anak nya
Cicih Sophiana
thor tolong bilang ke Azarin memanggil Dean nya jgn tuan terus... 😆
Cicih Sophiana
jgn cemburu sama wanita seperti itu Azarin... yg ada kamu panas panisin dia
Cicih Sophiana
Dean kok gitu sih.. bukan nya di kenalin klo Azarin calon nya dia... ini malah sibuk dgn yg lain
Cicih Sophiana
ih Azarin knp sih masih mikirin Fajar... laki laki seperti itu gak pantas kamu pikirin...
Azarin knp masih panggil tuan sih sama Dean
Cicih Sophiana
Azarin kok panggil tuan terus gak Dean larang...
Cicih Sophiana
Fajar akhirnya kamu dapat karma nya... punya istri berani memukul suami... baru tau aq ada yah yg seperti si Fani
Cicih Sophiana
jalanin aja dulu Azarin jgn berpikir yg macam macam... sifat orang kan berbeda beda
Cicih Sophiana
waduh klo Mia berkontar jadi ketawa 😆😆 udah menol jeyek puya ya Mia 🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
wih senang nya Mia punya papa yg baik dan ganteng jg kaya... semoga Dean tulus menyayangi Mia...
Cicih Sophiana
semoga berjodoh ya Azarin...
Cicih Sophiana
semangat Naya 💪💪💪 yah...
klo Azarin bandel cubit aja jantung nya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!