Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi

Aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit, menuju ruangan kerjaku.

“dokter Mayanza…” namaku dipanggil

Aku menoleh. Berhenti berjalan.

“dokter Yuki, apa kabar?” kataku

Dokter Yuki tersenyum, “Baik, lama tidak kelihatan… “Katanya.

“Mungkin jadwal kita berbeda” ucapku.

“Oya, ada apa?” tanyaku lagi.

“Sibuk?” tanyanya.

“Tidak juga” kataku.

“Boleh bicara di ruangan?” katanya.

“Boleh” kami berjalan bersama ke ruanganku, aku memutar kunci.

Ruanganku masih rapi.

Aku duduk di kursiku dan dokter Yuki duduk di hadapanku.

Aku menaikan suhu ruangan.

“Aku ada pasien patah tulang belakang, ini rekam medisnya” katanya.

“Menekan sumsum tulang belakang” kataku setelah membaca hasil rekam medis.

“Kupikir beberapa bagian ini harus berhati-hati” dia menunjukan hasil rontgen padaku.

“baiklah” kataku tersenyum.

“Aku harus menyerahkan terinci ini padamu, karena pukul enam malam ini kulihat di jadwal kamu yang mengoperasi” kata dokter Yuki.

“Tentu saja, aku lebih senang ada penjelasan seperti ini. Nanti akan kubicarakan dengan tim” kataku

“Bagaimana Kabar orang tuamu?” Kata dokter Yuki.

“Baik, mereka sedang mengungsi ke Kota Lembah Emas, Kabut Asap sangat menggangu” kataku sambil mengibaskan tanganku ke wajah.

Dokter Yuki tersenyum, “Ya, mereka harus lebih menjaga kesehatan” katanya.

“Kau tau Ayahku minggu lalu masuk rumah sakit.” Kataku bersemangat bercerita.

“Sesak nafas, lingkungan kami masih hutan banyak kebakaran hutan” kataku terlalu lancar bercerita.

“Kau benar, sudah sebulan ini kita tidak hujan, pasien ISPA bertambah banyak” kata dokter Yuki.

Perawat datang di pintu ruangan yang terbuka lebar.

“Masuk…” kataku.

“dokter…..ini” menyerahkan berkas Pasien yang harus kubaca sebelum kunjungan.

“Oh, silahkan…nanti kita lanjutkan lagi dok” kata dokter Yuki.

“Baik, terima kasih ya..” kataku.

Dokter Yuki tersenyum meninggalkan ruangan.

Belum jauh dokter Yuki meninggalkan ruangan.

“Huaaaaa dokter…manis sekali senyum dokter Yuki” kata perawat mengenggam tanganku.

“ih, dokter wajah dokter memerah” kata Perawat sekali lagi.

“Hush! Kata siapa” kataku mengelak walaupun wajahku jadi terasa kencang tanpa alat pengencang.

“Dokter..dokter Yuki ngapain kesini?” tanya Perawat.

“Rahasia..” jawabku membuatnya penasaran wajahku tersipu-sipu merasa lucu melihat rasa ingin tau Perawat di hadapanku.

“Huiiihhh dokter main rahasia sekarang, bagi informasinya dok..” kata Perawat heboh ini bercanda.

“Sudah ah…kita visite dulu” kataku

“Yah…dokter...” wajah Perawat kecewa.

Kami keluar ruangan tertawa, rupanya dokter Yuki masih di lobby dengan dokter lainnya.

Aku mengangguk melewati mereka yang sedang ngobrol bebas di lobby diluar jam kerja,

Kurasa jadwalku terlalu padat selain di dunia nyata juga Dunia Zink.

**

Aku makan siang di Rumah Sakit.

Rasanya lelah kalau bolak balik ke rumah dan rumah kakek.

“Hei, nggak pulang?” tanya dokter Yuki lagsung duduk di hadapanku.

“Masih lembur” kataku.

Sambil menusuk daging steak dengan garpu.

“kamu? Masih jaga di IGD?” tanyaku,

“Masih… sebentar lagi balik ke asrama” kata dokter Yuki menjawab, pesanannya datang, steak ayam dan salad sayuran.

Aku menikmati steak dagingku.

“Kenapa tidak tinggal di asrama” tanyanya tiba-tiba.

“sebenarnya mau, tapi ada yang kosong tidak?” kataku

“Nanti aku tanyakan temanku, soalnya selama ini full dokter umum kan” katanya

Aku mengangguk-angguk dokter Yuki yang baru berkerja saja sudah banyak teman dan paling top di Rumah Sakit ini, idola baru di Rumah Sakit.

“Hei, kenapa melamun” katanya.

“Mengantuk…” kataku menjawab lalu minum air jeruk peras hangat.

“Kalau kamu perlu istirahat nanti kupinjamkan kunci asramaku” kata dokter Yuki.

Aku terkejut, responku di sambut tawa dokter Yuki.

“Bukan begitu…maksudku, jangan pikir macam-macam” katanya

Aku kan kemungkinan istirahat satu jam kembali lagi ke IGD, kamu kan operasi jam enam jadi boleh pakai kamar asramaku dulu istirahat” katanya.

Aku tertawa, biasanya ini dilakukan dokter sesama wanita atau pria. Kenapa dia menawarkan kepada ku.

“Tenang saja aku bisa tiduran di ruangan sebentar” kataku.

Banyak mata memandang kami di kantin, aku pamit duluan.

Berdiri, “Aku duluan ya…” kataku

Dokter Yuki menyantap makanannya, “Iya, nanti kuantar kuncinya”

Aku tertawa, “Jangan…tidak usah, “jawabku

“Kau harus banyak istirahat” katanya perhatian.

Aku pergi meninggalkannya.

Mencuci muka di toilet dan sedikit berias.

Apa memang wajahku terlihat kelelahan atau aku terlihat tua di mata dokter Yuki umurku kan 21 tahun masih muda, aku lulusan terbaik dan tercepat mengambil spesialis bedah.

Aku memencet-mencet pipiku dengan jari.

Seorang dokter umum muda masuk bercermin di sebelahku.

Tersenyum, aku menganggukan kepala, aku masih terlihat muda sama saja dengan dokter muda itu.

Kataku dalam hati.

Aku mencuci tangan, jariku masih membekas luka goresan, aku ambil plester luka.

Seandainya saja Raja Yuko perhatian seperti dokter Yuki, tidak selalu memberi perintah tentunya aku tidak kekelelahan begini.

Hah! Kenapa aku memikirkan Raja Yuko yang sudah mengusirku!!!!

Buang jauh-jauh pikiran itu, aku mau berkerja, biarkan saja dia sudah sembuh sendiri.

**

Selesai operasi,diatas meja kerja ada amplop putih, aku memandang Perawat di hadapanku.

“Titipan Dokter Yuki” katanya.

Aku dan perawat berpandangan.

“Isinya apa? Buka saja dok” kata Perawat.

“Sudah-sudah” kataku, kumasukan amplop putih itu ke tas.

Perawat keluar ruangan, sebelum menutup pintu.

“Kuterawang tadi isinya kunci” katanya tertawa.

Aku hanya diam, menggeleng kepala.

Aku tertidur di kursi ruangan tidak terkunci.

Lima belas menit tertidur, aku membuka mata, pandanganku tertuju pada seorang yang duduk di hadapanku, dokter Yuki? Tidak bukan..aku mengedip-kedipkan mata.

Raja Yuko dengan pakaian jubahnya.

“Kenapa ada disini” kataku setengah berbisik.

Aku bangun dengan masih setengah nyawa mengunci pintu ruangan.

Aku meminta dia naik ke Ranjang periksa di pojok ruangan, kugunakan tirai penutup, memeriksa denyut jantung dan perutnya sedikit kutekan.

“Masih sakit?” tanyaku, Raja Yuko menggeleng.

“Kondisimu baik-baik saja,

Silahkan pulang, aku masih banyak perkerjaan” kataku.

Membalas mengusir, sejak kejadian Raja Yuko mengusirku dari Kediaman Swanzi, aku mulai merasa memaafkan boleh tapi untuk percaya lagi tidak akan...

Matanya menatap tanganku yang tidak memakai gelang pemberiannya.

Aku berbalik keluar dari tirai, membuka pintu dan meninggalkan ruanganku terbuka.

**

Ku ketuk pintu ruang kerja,

Pintu dibuka seorang dokter umum wanita, “Dokter Mayanza” dia menoleh ke belakang memandang dokter Yuki yang duduk di kursi kerjanya.

“Aku pamit dulu” katanya.

“Mhmmm…kalau aku menggangu nanti saja” ucapku dari luar ruangan.

“Oh, tidak-tidak…aku sudah selesai” Dokter umum mengangguk padaku pergi meninggalkan ruangan.

Kuletakan Amplop berisi kunci kamar asrama yang belum terbuka.

“Terima Kasih, tapi aku tidak bisa menerimanya” ucapku.

Dokter Yuki memandangku, aku tersenyum mengangguk lalu berbalik hendak meninggalkan ruangan.

“Maaf, maksudku tidak ingin menyinggungmu, aku hanya ingin membantu..” katanya

“Tidak apa, aku mengerti” kataku lalu aku pergi.

**

perkerjaanku selesai sesuai jadwal.

Aku memasukan barang ke mobil, tiga hari menginap di ruang kerja dan hidup di lingkungan Rumah Sakit membuatku lama tidak melihat dunia luar.

Kabut asap masih pekat, aroma asap kebakaran hutan masih menyengat walaupun sudah menggunakan masker tebal.

Aku berhenti di sebuah mall.

Memasuki salon, aku minta rambutku dirapikan dipotong sedikit pendek.

Lalu berbelanja tas dan baju, mampir membeli es cream.

Melihat sekeliling.

Kurasa aku memang tidak punya teman.

Handphoneku berbunyi,

“Ayah…ada apa?” tanyaku pada ayah.

“Bagaimana keadaanmu disana?” tanya Ayah.

“Baik” kataku.

“Syukurlah, kami mau pulang besok atau lusa”

“Jangan, kabut asap disini masih tebal yah…” kataku.

“Hutan di sekeliling rumah banyak terbakar” kataku lagi.

“Ayah harus kembali berkerja mengecek perusahaan” kata Ayah.

“Ayah kan bisa mengeceknya secara online, kesehatan Ayah paling penting” kataku.

“Ibu bagaimana kabarnya?” tanyaku.

“Ibumu baik, dia sedang mandi” kata Ayah.

“Oh baiklah, jangan pulang dulu. Aku disini baik-baik saja” ucapku mengingatkan.

“Baiklah, jaga kesehatan Mayanza” kata Ayah menutup sambungan teleponnya.

Aku memandangi sekitar, mall lumayan sepi.

Aku turun dari escalator menuju parkiran lantai dasar.

Kulihat orang-orang berkerumun.

Mereka bilang ada seorang wanita tiba-tiba pingsan, lalu dibawa ke rumah sakit dengan ambulance yang baru saja berangkat.

Kasus Sesak Nafas lagi.

Aku mengemudi mobilku dengan kecepatan sedang cenderung lambat karena kabut sangat pekat.

Dari sisi kanan mobilku sebuah hantaman kuat, aku terpental.

**

“Dokter…apa anda baik-baik saja” suara itu sayup-sayup terdengar.

Aku merasa di tengah kabut putih…

Kakiku terasa berat untuk melangkah kudengar suara gemericik air, aku hapal suara ini pasti aku berada di Danau Teratai Emas, ternyata aku salah.

Aku berada di belakang Rumah Kakek, Kolam Air Mancur.

**

Bersambung...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!