Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32.
Mariana yang mencoba akan menarik ibu yang terduduk di atas tanah, dengan cepat di dorong para ibu-ibu lainnya untuk menjauh.
"Ayo, semuanya kumpul halangi dia!!!"
"Aaaaa... !!!" jerit Mariana kewalahan menghadapi ibu-ibu sewaan Olivia, yang semakin ribut menghadapinya.
Jari telunjuk mereka teracung menunjuk tepat pada wajah Mariana, sembari memarahinya dengan begitu berisiknya.
"Kau itu siapa, Hah?!!!" ujar mereka silih berganti dengan suara yang kencang.
Membuat Mariana pun semakin menjerit menutup ke dua telinganya dengan ke dua tangannya.
"Aaaaa... !!!"
Olivia masih terus merekam keributan itu, sembari tersenyum puas melihat hasil kerja para ibu-ibu sewaannya.
Sementara Vincent diam berdiri di samping Olivia, memandang keributan dengan tatapan mata datar, dan wajah dingin.
Ia tidak menyangka bisa begini hebohnya ibu-ibu itu membuat Mariana menjadi sangat kewalahan.
"Apa kubilang, kalau mau tinggal di tempatku tidak segampang itu!" kata Olivia sembari memandang layar ponselnya.
Vincent menoleh ke layar ponsel Olivia, lalu kembali melihat pemandangan yang ada di depannya.
"Nona, aku tidak menyangka ide yang Nona buat ini, sama sekali tidak terpikirkan! ini benar-benar sangat mengejutkan!" Vincent tersenyum tipis saat mengatakannya.
"Video ini akan meledak di media! paling dalam satu hari pasti akan jadi viral!" Olivia menoleh memandang Vincent saat mengatakannya, "Dan hanya karena demi gengsi, mereka nantinya akan pindah dengan sendirinya!"
Vincent mendengarkan apa yang dikatakan Olivia dengan seksama.
Memandang Olivia saat mengatakan apa yang dikatakan Olivia.
"Kalau mereka sudah pindah, bersihkan rumah sampai steril! bathtub, toilet hancurkan saja! kasur, sofa ganti semua yang baru!"
"Kalau mereka masih berani masuk ke villa ku, potong saja kaki mereka!!" sambung Olivia dengan tegas.
Tidak ada perasaan belas kasihan lagi, karena di kehidupan sebelumnya, keluarganya juga tidak menaruh rasa kasihan padanya.
"Baik, Nona!" jawab Vincent patuh memandang Olivia saat menjawab Olivia.
"Antar aku ke tempat lain untuk tinggal sementara!"
"Baik!"
Olivia berbalik, dan melangkah meninggalkan pekarangan villa diikuti Vincent melangkah di belakang Olivia.
Tidak perlu menunggu sampai esok hari, rekaman video yang diunggah Olivia menjadi sorotan publik.
Seperti apa yang dikatakan Olivia, keributan yang terjadi di pekarangan villa menjadi viral.
Rekaman video ditayangkan pada digital billboard, agar rekaman dapat dilihat orang banyak.
"Pasangan Smith group, karena ingin merebut villa putrinya, banyak warga yang menjadi geram datang ke depan villa, untuk membela hak putrinya!"
Seperti begitulah kata-kata yang disampaikan pembawa berita dalam rekaman video tersebut.
"Keluarga ini benar-benar tidak tahu malu! barang anak kandung sendiri saja direbut!!"
Publik yang melihat rekaman video itu, mulai menghujat dan memberi komentar mendengar apa yang dikatakan pembawa berita.
Berita itu pun membuat keluarga Smith menjadi sangat malu.
Masih berada di villa Olivia, mereka mulai berkemas untuk segera angkat kaki dari villa.
Di ruang utama villa Mariana duduk di sofa melipat, dan memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
Albert di sampingnya mengelus bahunya, untuk menenangkan Mariana yang masih menangis, dan masih belum tenang setelah selesai menghadapi ibu-ibu yang tidak mereka kenal.
David berdiri dengan wajah yang masih terlihat marah melihat Ibunya memasukkan pakaian ke dalam koper.
"Ma!"
Mariana mengangkat wajahnya memandang David.
"Apa benar kita harus pergi?" tanya David merasa berat untuk meninggalkan villa.
"Mau bagaimana lagi, kalau kita tidak segera pergi? masalah ini sudah masuk berita!" jawab Mariana, "Kalau kita masih tinggal di sini, saham grup Smith akan bakalan turun!"
Saat David akan mengomentari jawaban Ibunya, ia melihat Lydia melangkah mendorong koper mendekati mereka.
Lydia menundukkan wajahnya, dengan raut wajah yang begitu sedih hampir terlihat ingin menangis.
Bersambung......
..